
Setelah puas jalan-jalan seharian dan melakukan ciuman-ciuman mesra , membuat Frescha dan Jeremi belum mau untuk berpisah sore itu.
"Frescha , orang tua kamu pergi berapa hari?" , tanya Jeremi.
"Katanya 3 hari" , jawab Frescha.
"Kita pergi ke luar kota yuk , berangkat sekarang , pulangnya besok malam" , ucap Jeremi.
"Bagaimana dengan kuliah kita besok?" , tanya Frescha.
"Kita bolos sehari saja gak apa-apa kan?" , ucap Jeremi yang dari tadi sudah memeluk pinggang Frescha.
"Tapi kalau orang tua aku tau aku bolos mereka bisa memarahi aku sayang" , ucap Frescha.
"Gak mungkin bisa ketahuan sayang , kan orang tua kamu sedang di luar kota , gak disini , ayolah....mau ya" , ucap Jeremi dengan manja di telinga Frescha.
Akhirnya Frescha mau juga pergi bersama dengan Jeremi setelah kecupan-kecupan lembut yang diberikan oleh Jeremi di leher dan bahunya.
"Baiklah Jeremi , aku mau , tapi bagaimana dengan baju kita , kita tidak membawa baju ganti" , ucap Frescha.
"Nanti kita gak memerlukannya sayang" , jawab Jeremi sambil tersenyum simpul.
"Maksud kamu?" , tanya Frescha yang masih belum mengetahui rencana Jeremi.
"Sekarang kita pergi dulu saja sayang , nanti kamu juga akan tau sendiri" , ucap Jeremi sambil tersenyum puas.
"Jeremi kan anak orang kaya , jangan-jangan Jeremi mau membelikan aku baju yang bagus ketika kami pergi kesana" , ucap Frescha dalam hatinya.
Frescha dan Jeremi berdiri dari sana dan berjalan menuju ke mobil Jeremi.
Sampai di dalam mobil , Jeremi mulai menjalankan mobilnya keluar dari kota Y.
********
Charlie yang sudah selesai kerja sore itu , langsung mematikan laptopnya dan mengambil tasnya , berjalan keluar dari ruangannya.
Begitu Charlie berjalan keluar , Fani langsung memanggilnya.
"Pak Charlie".
"Iya Fani , ada apa?" , ucap Charlie.
"Setiap hari kita mendapatkan banyak pesanan terus , kalau semua karyawan lembur terus seperti ini , lama-lama bisa jatuh sakit satu persatu" , ucap Fani.
"Baiklah Fani , aku sedang memikirkan caranya untuk bisa menambah karyawan lagi" , ucap Charlie.
"Baik pak" , jawab Fani.
Setelah itu Charlie berjalan keluar dari ruko AH Konveksi.
Charlie mencoba untuk melihat di samping rukonya.
"Ternyata belum ada yang menjual ruko mereka" , ucap Charlie dalam hatinya.
Charlie berjalan masuk ke dalam mobilnya dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke rumah.
Setelah beberapa waktu , mobil yang dibawa oleh Charlie telah sampai di rumah.
Charlie berjalan masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Alexa dimana ma?" , tanya Charlie yang melihat papa dan mamanya sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi.
"Alexa sedang menyusui Bulan nak" , jawab mama Vivi.
"Kalau gitu aku ke atas dulu ya ma , mau mandi" , ucap Charlie.
"Iya nak" , jawab mama Vivi.
Charlie berjalan naik ke atas menuju ke kamarnya.
"Pa , coba telpon Frescha , untuk dia baik-baik saja selama kita gak ada" , ucap mama Vivi.
"Iya ma" , ucap papa Teddy sambil mengambil ponselnya dan menyentuh nama anak perempuannya disana.
Frescha yang sedang di dalam mobil bersama dengan Jeremi langsung terkejut begitu melihat nama papa Teddy yang menelponnya saat itu.
"Sayang , kamu diam-diam ya , jangan bicara dulu , papa aku menelpon" , ucap Frescha.
"Baiklah sayang" , jawab Jeremi.
Frescha memutar radio di dalam audio mobil Jeremi , setelah itu baru Frescha menjawab panggilan telpon dari papanya.
"Halo pa" , jawab Frescha.
"Halo nak , kamu dimana? Kenapa lama sekali angkat telponnya?" , ucap papa Teddy.
"Aku tadi sedang di dalam kamar mandi pa" , jawab Frescha.
"Kamu baik-baik saja kan selama kami gak ada dirumah?" , tanya papa Teddy.
"Aku bukan anak kecil lagi pa , jadi aku tidak masalah tinggal sendiri di rumah" , jawab Frescha.
"Baiklah nak , kalau gitu kami pun jadi tenang disini" , ucap papa Teddy.
Setelah itu papa Teddy memutuskan sambungan telponnya.
"Bagaimana Frescha pa?" , tanya mama Vivi.
"Katanya dia baik-baik saja di rumah ma" , jawab papa Teddy.
"Syukurlah kalau begitu" , ucap mama Vivi.
********
"Kamu sangat pintar sekali berbohong sayang" , ucap Jeremi sambil tersenyum dan menyentuh wajah Frescha dengan tangannya.
"Ini semua kan demi kamu juga sayang , kalau gak seperti itu aku mana bisa aku keluar kota dengan kamu" , ucap Frescha.
Jeremi langsung memarkirkan mobilnya di pinggir jalan dan memajukan wajahnya , menciumi bibir Frescha yang tipis itu.
"Kamu benar-benar membuat aku jatuh hati sayang , gak ada cewek yang bisa membuat aku seperti ini , hanya dengan kamu aku bisa seperti ini sayang" , ucap Jeremi yang sebenarnya sudah berapa banyak mantan pacarnya yang sudah dia tiduri.
Frescha langsung terbuai dengan kata-kata manis yang diucapkan oleh Jeremi.
Tidak terasa ciuman Jeremi telah turun ke leher Frescha dan meninggalkan bekas merah disana , tangan Jeremi mulai masuk ke bawah baju Frescha.
"Jangan sekarang Jeremi , aku belum siap" , ucap Frescha sambil menghentikan tangan Jeremi yang hampir menyentuh dadanya.
"Setiap orang pacaran juga melakukan ini sayang" , ucap Jeremi dengan suara manjanya.
__ADS_1
"Aku mohon jangan sekarang ya , gak mungkin juga kita melakukannya di jalanan seperti ini" , ucap Frescha.
"Baiklah sayang , kalau gitu kita akan melanjutkan perjalanan kita lagi" , ucap Jeremi.
"Iya sayang" , jawab Frescha.
"Nanti ketika kita sudah sampai di hotel , aku gak akan melepaskan kamu Frescha" , ucap Jeremi dalam hatinya sambil menjalankan mobilnya lagi.
********
Charlie yang sudah sampai di atas , langsung membuka pintu kamarnya.
"Sayang" , panggil Charlie sambil meletakkan tas kerjanya di atas kursi.
"Iya mas" , jawab Alexa yang sedang menyusui Bulan di atas kasur mereka.
Charlie berjalan mendekati tubuh istrinya dan menciumi bibir Alexa untuk beberapa saat.
"Aku mandi dulu ya sayang" , ucap Charlie setelah melepaskan bibirnya.
"Iya mas" , jawab Alexa.
"Minum susu yang banyak ya nak , biar cepat besar" , ucap Charlie sambil mengecup kening Bulan.
"Iya papa , aku banyak kok minum susunya" , jawab Alexa.
Charlie langsung tersenyum begitu mendengarkan ucapan istri tersayangnya itu.
Setelah itu Charlie berjalan menuju ke lemari baju dan mengambil baju rumahnya , berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Tidak lama Charlie masuk ke kamar mandi , Alexa sudah selesai menyusui Bulan.
Alexa memasang kembali kancing bajunya dan setelah itu membawa Bulan menuju ke bawah , bertemu dengan papa dan mama mertuanya.
"Kamu sudah selesai menyusui Bulan nak?" , tanya papa Teddy.
"Iya sudah pa" , jawab Alexa sambil duduk di kursi sofa sambil menggendong Bulan.
Tidak lama mbok Siti berjalan keluar dari dapur menuju ke ruang keluarga.
"Untuk makan malamnya sudah siap nona muda , tuan dan nyonya" , ucap mbok Siti.
"Baiklah mbok" , jawab papa Teddy dan mama Vivi.
"Iya mbok , aku masih menunggu mas Charlie selesai mandi dulu" , jawab Alexa.
"Baik non" , jawab mbok Siti.
"Cucu nenek , sini sama nenek" , ucap mama Vivi sambil menggendong Bulan.
Mama Vivi dan papa Teddy langsung mengajak Bulan bercanda disana.
Setelah beberapa waktu , Charlie yang sudah selesai mandi , langsung berjalan ke bawah begitu melihat tidak ada istri dan anaknya di dalam kamar.
"Ternyata sudah disini semua" , ucap Charlie ketika sudah sampai di ruang keluarga.
"Iya mas , kita menunggu kamu saja" , ucap Alexa.
"Baiklah , ayo makan malam lagi" , ucap Charlie.
__ADS_1
Papa Teddy , mama Vivi , Alexa dan Charlie berjalan bersama menuju ke ruang makan.
Selama makan , mama Vivi gak mau memberikan Bulan kepada mbok Siti , jadinya mama Vivi makan sambil menggendong Bulan di tangannya yang satu lagi.