
Derren yang sudah selesai masak untuk makan malam , memanggil Vio di dalam kamarnya.
Tok...tok...tok...
"Vio" , panggil Derren.
Setelah beberapa saat tidak ada suara dari dalam.
Derren mencoba membuka pintu kamar Vio.
Terlihat Vio sedang tertidur diatas kasurnya.
"Semoga kamu bisa melupakan pacar kamu itu ya Vio dan bisa menerima aku dalam hidup kamu" , ucap Derren sambil memandangi dan mengelus wajah Vio yang sembab karena menangis lama.
Karena ada sentuhan di wajahnya , membuat Vio terbangun dari tidurnya.
"Sudah malam ya" , ucap Vio sambil mengucek matanya.
"Iya Vio , sudah waktunya makan malam" , ucap Derren dengan lembut.
"Baiklah , aku mau cuci muka dulu" , ucap Vio sambil bangun dan duduk di atas kasurnya.
"Iya Vio , aku tunggu di meja makan ya" , ucap Derren sambil berdiri dan keluar dari kamar Vio menuju ke meja makan.
Vio berjalan keluar dari kamar menuju ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya yang kelihatan kacau karena menangis lama.
Tidak lama , Vio sudah selesai mencuci muka dan mengeringkan wajahnya dengan handuk , berjalan keluar dari kamar mandi menuju ke meja makan.
"Maaf ya Derren , aku jadi merepotkan kamu" , ucap Vio.
"Maksudnya merepotkan gimana ?" , tanya Derren penuh tanda tanya.
"Kamu sudah memberikan aku tempat tinggal dan sekarang kamu juga yang menyediakan makanan buat aku" , jawab Vio.
"Itu gak masalah Vio , aku senang melakukan semua ini untuk kamu" , jawab Derren sambil tersenyum.
"Terima kasih Derren" , ucap Vio.
Derren pun menganggukkan kepalanya , setelah itu Vio dan Derren makan bersama sambil mengobrol ringan pada malam itu.
*******
Charlie dan Alexa yang sudah selesai makan , langsung berdiri menuju ke kasir dan Charlie membayar semua makanan mereka , setelah selesai membayarnya Charlie dan Alexa keluar dari restoran dan masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Charlie menjalankan mobil dengan kecepatan sedang di jalanan ibu kota yang lumayan padat pada malam itu.
Setelah beberapa waktu , mobil yang di bawa oleh Charlie telah sampai di halaman rumah Alexa.
Charlie dan Alexa turun bersama dari mobil dan masuk ke dalam rumah.
Sampai di kamar mereka...
Charlie memutuskan untuk mandi di kamar yang ada di sebelah kamar Alexa dan Alexa mandi di kamarnya sendiri.
Setelah Charlie selesai mandi , Charlie masuk ke kamar Alexa.
Terlihat Alexa yang sudah duduk di meja riasnya sambil mengeringkan rambut panjangnya yang indah dengan hair dryer.
Charlie berjalan naik ke atas kasur dan memandangi Alexa dari sana.
Tidak lama rambut Alexa pun sudah kering dan Alexa mematikan hair dryer nya.
Alexa berjalan naik ke atas kasur dan membaringkan tubuhnya disana.
"Istriku sayang , apa boleh mulai sekarang aku memelukmu saat kita tidur?" , tanya Charlie.
"Iya boleh mas" , jawab Alexa.
Charlie langsung memindahkan bantal guling yang ada di tengah kasur ke sampingnya dan berbaring tepat di sebelah tubuh Alexa , Charlie langsung membawa tubuh Alexa dengan lembut kedalam pelukannya.
"Sebelumnya kamu gak pernah mimpi indah mas?" , tanya Alexa yang sudah berada dalam pelukan suaminya.
"Ya gak tau juga , pastinya malam ini akan mimpi indah karena aku tidurnya sambil memeluk kamu" , jawab Charlie sambil terkekeh.
Alexa pun menenggelamkan wajahnya di dada suaminya karena tersipu malu setelah mendengarkan perkataan suaminya.
Malam itu mereka berdua tidur sambil berpelukan untuk pertama kalinya sejak mereka menikah.
Pagi harinya , Alexa bangun dari tidurnya.
Alexa langsung tersenyum melihat Charlie yang masih tidur tapi tangannya masih tetap memeluk tubuhnya.
"Aku sudah mulai menyukai kamu mas" , ucap Alexa dalam hatinya.
Sejak Alexa mendengar cewek ingin mengajak suaminya untuk makan diluar dan melihat wanita menggunakan pakaian yang cantik untuk menggoda suaminya , membuat Alexa tidak mau melepaskan suaminya dan menyadari perasaannya terhadap suaminya.
********
__ADS_1
Pagi harinya Celine sudah bangun , langsung sibuk bersiap-siap untuk ke kantor , karena dia ada meeting pagi itu.
Celine yang sudah rapi dengan baju kerjanya dan parfum yang sangat wangi itu , berjalan ke atas kasur mendekati tubuh polos Felix.
"Kamu baik-baik di sini ya sayang , tunggu aku pulang , setelah selesai meeting aku pasti akan langsung pulang untuk bermain-main dengan kamu lagi sampai tengah malam" , ucap Celine sambil tersenyum dan memainkan tangannya di dada polos Felix.
"Baiklah sayang , aku akan menunggumu disini , nanti bawakan makanan yang enak ya" , ucap Felix.
"Baiklah sayang" , ucap Celine sambil mencium bibir Felix beberapa saat.
Setelah Celine puas menciumi bibir Felix , Celine berdiri dan berjalan keluar dari apartemennya.
"Ini kesempatan aku untuk mencari Vio" , ucap Felix dalam hatinya.
Felix langsung berjalan masuk ke kamar mandi dengan tubuh polosnya dan membersihkan dirinya.
Setelah selesai mandi , Felix bersiap-siap dan mengambil kunci mobilnya.
Felix keluar dari apartemen dan masuk ke dalam mobilnya.
Di dalam mobil , Felix mengeluarkan ponselnya dan menyentuh nama Vio di layar ponselnya.
Setelah beberapa saat , telpon yang tersambung itu tidak ada yang menjawabnya.
Felix menjalankan mobilnya menuju ke kostan nya.
Sampai di kostan nya , Felix melangkahkan kakinya berjalan menuju ke kamar mereka.
Felix mengangkat keset kaki yang ada di depan kamarnya dan mengambil kunci yang ada disana.
Felix membuka kamar itu dan semuanya kosong , yang terlihat hanyalah meja , singel bed dan lemari dua pintu yang ada disana.
Felix berjalan masuk ke dalam kamarnya dulu , melihat isi lemari pakaiannya , hanya pakaian lamanya yang tertinggal disana tidak ada lagi pakaian Vio.
Baju baju yang dulu tidak pernah dibawanya ketika pergi ke apartemen Celine , karena Celine selalu membelikan baju baru yang bermerek bagus untuk dia selama di apartemen.
Felix mengambil tas nya yang ada di atas lemari dan memasukkan semua barang-barangnya disana , dia juga mengambil perangkat alat game yang diberikan terakhir kalinya oleh Alexa.
Setelah semua barangnya terkumpul semua , Felix duduk terdiam di atas kasurnya.
"Sampai Vio pun juga pergi meninggalkan aku , apa aku tidak bisa mempertahankan wanita yang aku sukai" , ucap Felix dalam hatinya.
Sejenak Felix mengenang kenangannya selama bersama Vio didalam kamar itu , Felix menyentuh kasur yang menjadi tempat pertama kali dia mengambil mahkota yang paling berharga di tubuh Vio dan tempat mereka memadukan kasih.
__ADS_1
Mata Felix tertuju ke arah dispenser , terlihat bayangan saat Vio sudah lapar dan mau memakan pop mie , tapi Felix masih sangat ingin bermain dan tidak bisa menahan hasratnya untuk menyatukan miliknya ke tubuh polos Vio yang mondar mandir di depannya , Felix memainkan jarinya di tubuh Vio , sampai Vio menyerah dengan sentuhan Felix dan mengizinkannya untuk melakukan penyatuan , yang pada akhirnya membuat Vio marah-marah karena harus makan mie yang sudah kembang , akibat ulahnya.
"Semua yang seperti itu hanya bisa aku lakukan selama bersama kamu Vio , sekarang kamu dimana , kenapa telpon aku kamu tidak mau mengangkatnya" , ucap Felix dalam hatinya.