
Charlie masuk ke kamar yang ada di sebelah kamar Alexa , kamar yang digunakannya dulu sebelum mereka menikah.
Charlie meletakkan semua barang dan surat gugatan cerai di atas meja dan membuka semua pakaiannya berjalan masuk kedalam kamar mandi.
Charlie berdiri di bawah shower membiarkan air dingin membasahi kepalanya yang berdenyut pada saat itu dan dipenuhi oleh berbagai macam pikiran yang dia sendiri juga tidak tau apa yang terjadi pada dirinya saat itu.
Setelah pikiran Charlie menjadi lebih tenang , Charlie keluar dari kamar mandi , menggunakan bajunya dan melangkahkan kakinya menuju ke atas kasurnya.
"Aku pasti akan membuktikan kepada kamu kalau aku dijebak sayang" , ucap Charlie sambil meletakkan lengannya di atas keningnya.
Malam itu Charlie benar-benar tidak bisa tidur.
Semua masalah yang terjadi secara tiba-tiba di dalam rumah tangganya yang baik-baik saja sebelumnya , membuat kepala Charlie terus berdenyut-denyut.
Ditambah kata perceraian yang keluar dari mulut orang yang paling dicintainya , membuat hati Charlie menjadi sakit , bahkan sangat sakit bagaikan pisau tajam menancap disana tapi tidak mengeluarkan darah sama sekali.
********
Sampai pagi tiba , Charlie memutuskan untuk tidak pergi ke AH Konveksi hari itu.
Charlie mengambil ponselnya dan menyentuh nomor kantor pak Beni yang tertulis di dalam surat gugatan perceraian tersebut.
Tidak lama terdengar suara dari sana...
"Halo dengan kantor pengacara , ada yang bisa kami bantu?" , jawab suara pria dari sana.
"Apakah saya bisa berbicara dengan pak Beni?" , ucap Charlie.
"Kalau boleh tau dengan siapa ya?" , tanya pria tersebut.
"Dari Charlie suaminya Alexa" , jawab Charlie.
"Mohon ditunggu sebentar ya , saya coba beritahukan kepada bapak dulu" , ucap pria tersebut.
"Baiklah" , jawab Charlie.
Pria yang bertugas di kantor pak Beni tersebut meng hold telpon dari Charlie dan menghubungi pak Beni.
Tidak lama terdengar suara dari sana.
"Halo" , jawab pak Beni.
"Halo pak , ada orang yang bernama Charlie , katanya suami dari Alexa mencari anda" , ucap pria tersebut.
"Tolong kamu sambungkan dengan saya", jawab pak Beni.
"Baik pak" , jawab pria tersebut sambil menekan tombol untuk menyambungkan telpon pak Beni dengan Charlie.
********
__ADS_1
"Halo Charlie" , jawab pak Beni.
"Halo pak , tolong bantu saya pak , saya tidak mau bercerai dengan Alexa pak" , ucap Charlie.
"Sebenarnya saya juga terkejut mendengar kemaren Alexa meminta saya untuk menguruskan perceraian kalian , tapi Alexa mengatakan bahwa dia mendapatkan kiriman foto kamu tidur bersama dengan wanita lain dengan tubuh yang polos , itu bisa menjadi bukti yang kuat untuk Alexa mengajukan gugatan perceraian" , jawab pak Beni.
"Tapi saya tidak melakukannya pak , saya di jebak pak" , ucap Charlie.
"Masalah ini tidak bisa kita bicarakan lewat telpon , kamu ke kantor saya saja hari ini , akan saya tunggu" , ucap pak Beni.
"Baik pak , setelah ini saya akan langsung ke kantor bapak" , ucap Charlie sambil memutuskan sambungan telponnya.
Charlie langsung bersiap-siap dan berjalan keluar dari kamar sambil membawa kunci mobilnya.
Setelah Charlie sampai di bawah...
"Tuan muda gak sarapan dulu" , kata mbok Siti yang melihat Charlie berjalan keluar dengan tergesa-gesa.
"Gak mbok , aku ada urusan penting" , jawab Charlie sambil terus berjalan keluar dari rumah.
Charlie langsung masuk ke dalam mobilnya dan menjalankannya menuju ke kantor pak Beni.
Tidak lama mobil yang dibawa Charlie sudah sampai di depan kantor pak Beni.
Charlie langsung turun dari mobilnya dan masuk ke dalam kantor pak Beni.
"Apa pak Beni nya ada?" , tanya Charlie kepada pria yang ada di dalam kantor pak Beni.
"Charlie".
"Baiklah pak , saya antarkan bapak ke ruangan pak Beni", ucap pria tersebut.
Charlie pun menganggukkan kepalanya.
Charlie mengikuti langkah pria tersebut sampai menuju ke ruangan pak Beni.
Sampai di depan ruangan pak Beni , pria tersebut mengetuk pintu yang ada disana.
Tok...tok...tok...
"Masuk" , jawab suara dari dalam.
Pria itu membuka pintu ruangan pak Beni.
"Permisi pak , pak Charlie sudah datang" , ucap pria tersebut.
"Baiklah , suruh langsung masuk saja ke ruangan saya" , ucap pak Beni.
"Baik pak".
__ADS_1
"Langsung masuk saja pak Charlie" , ucap pria tersebut.
"Baik terima kasih" , jawab Charlie sambil berjalan masuk ke dalam ruangan pak Beni.
"Sama sama pak" , ucap pria tersebut sambil berjalan pergi dari sana.
Charlie melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan kerja pak Beni.
"Jadi apa yang mau kamu jelaskan kepada saya Charlie" , ucap pak Beni setelah Charlie duduk di kursi yang ada di depan meja pak Beni.
"Saya yakin saya di jebak pak" , ucap Charlie.
"Apa yang membuat kamu yakin?" , tanya pak Beni.
"Saya memang bertemu dengan wanita yang ada di foto itu kemaren siang , karena dia mau memesan seragam untuk restorannya , sampai ketika saya menunggu dia untuk melakukan pembayaran DP dengan mobile banking , saya menunggunya sambil meminum minuman yang sudah saya pesan , setelah saya meminum minuman itu , saya sudah tidak tau apa-apa lagi , ketika malamnya saya bangun , saya sudah berada di dalam kamar hotel dengan tubuh polos dan hanya menggunakan dalaman saja" , cerita Charlie.
"Apakah wanita itu masih ada bersama dengan kamu disana?" , tanya pak Beni.
"Ketika saya bangun , saya sendiri pak , tidak ada siapa-siapa disana" , jawab Charlie.
"Apakah di sprei kasur yang kamu tiduri ada meninggalkan cairan atau darah atau sejenisnya?" , tanya pak Beni.
"Tidak ada pak" , jawab Charlie.
"Ini benar-benar aneh , bisa jadi benar kamu dijebak" , ucap pak Beni.
"Pasti saya dijebak pak , tolong bantu saya pak , saya tidak mau bercerai dengan Alexa , saya sangat mencintai Alexa pak" , ucap Charlie.
"Apa kamu memiliki foto-foto yang dikirimkan wanita itu kepada Alexa?" , tanya pak Beni.
"Kayaknya dia mengambil langsung di ponsel saya pak , karena Alexa menerima foto itu dari nomor saya" , ucap Charlie.
"Mana fotonya , apa boleh saya lihat" , ucap pak Beni.
"Boleh pak" , jawab Charlie sambil memberikan ponselnya kepada pak Beni.
Pak Beni melihat tempat penyimpanan foto di ponsel Charlie.
"Benar , wanita itu mengambil foto kalian dengan menggunakan ponsel kamu" , ucap pak Beni.
"Wanita yang cantik dan bagus juga tubuh wanita ini , pantas saja kamu suka , jangankan kamu...saya aja kalau dia mau memberikan tubuhnya juga tertarik" , ucap pak Beni sambil tertawa.
"Saya tidak tertarik dengan dia pak , sama sekali tidak , saya saja melihat tubuhnya juga dari foto yang diperlihatkan oleh Alexa , saya tidak pernah melihat tubuh polosnya secara langsung" , jawab Charlie.
"Baiklah , saya hanya bercanda saja , kamu jangan tegang seperti itu wajahnya , saya percaya sama kamu , di foto ini juga terlihat dia memanfaatkan keadaan ketika kamu tertidur , pasti ada sesuatu yang dimasukkan ke dalam minuman kamu , dan satu lagi... setelah kamu bangun kamu bilang dia tidak ada disana , biasanya wanita yang meniduri pria tidak akan pulang secepat itu" , ucap pak Beni.
"Jadi bagaimana cara kita mencari kebenarannya pak , supaya saya bisa meyakinkan Alexa kalau saya tidak seperti apa yang terlihat di dalam foto ini" , ucap Charlie.
"Baiklah , saya akan membantu kamu , kalau seperti ini kita harus menuju ke restoran dan hotel tempat kamu pergi kemaren untuk melihat hasil rekaman CCTV yang ada disana" , ucap pak Beni.
__ADS_1
"Baik pak" , jawab Charlie.
Charlie dan pak Beni berjalan keluar dari kantor pak Beni menuju ke Star Hotel.