
"Ada apa nona muda?" , tanya mbok Siti yang melihat ada suasana tegang disana.
"Aku sudah bilang mas Charlie gak boleh peluk aku , karena aku sedang marah sama dia , tapi dia tetap saja membuat aku semakin marah" , jawab Alexa.
"Aku gak buat kesalahan apapun. Kenapa kamu marah sama aku?" , ucap Charlie.
"Aku tau kamu punya tanggung jawab yang besar sebagi pemimpin AH Konveksi , tapi bukankah untuk urusan Reni yang sakit , seharusnya karyawan yang lain bisa membawakannya ke rumah sakit. Kenapa harus kamu?" , ucap Alexa dengan penuh amarah.
Membuat Bulan menjadi terkejut dan menangis mendengar suara tingginya.
Alexa langsung tersadar kalau ada anaknya disana dan menggendong anaknya untuk menenangkannya.
"Maaf ya sayang , kamu kaget ya dengar mama marah-marah" , ucap Alexa sambil memeluk anaknya.
"Karena karyawan yang lain gak ada mobil sayang , mereka cuma ada motor dan kalau mereka membawanya ke rumah sakit.... Bagaimana mereka membayar biaya rumah sakitnya?" , jawab Charlie dengan lirih.
"Cukup mas , aku capek sekarang dan aku gak mau berdebat dengan kamu. Lagi pula disini masih ada anak kita , aku gak mau membuat Bulan menjadi ketakutan" , jawab Alexa sambil berjalan naik ke atas menuju ke kamar mereka.
Charlie langsung meletakkan tas kerjanya dan mengurungkan niatnya untuk pergi ke AH Konveksi hari itu.
Charlie memilih untuk berada di rumah sampai Alexa sudah tidak marah lagi pada dirinya.
********
Di rumah sakit xxx , pagi itu Reni sudah terbangun dari tidurnya.
Begitu Reni membuka matanya , terlihat ada pria yang tertidur di samping tangannya , sambil memegang tangannya terus.
Reni pun langsung tersenyum dan membelai kepala pria tersebut.
Andi yang merasakan ada sesuatu yang bergerak di kepalanya pun langsung terbangun dan melihat ke istrinya.
"Kamu sudah bangun sayang?" , ucap Andi sambil tersenyum.
"Sudah sayang" , jawab Reni dengan perasaan yang kecewa saat itu , karena sebelumnya dia mengira cowok yang tertidur itu ada Charlie.
"Apakah kamu sudah merasa lebih baikan? Kalau sudah , kita sudah bisa pulang" , ucap Andi.
"Sudah sayang , apa kamu sudah tau kalau aku sedang mengandung anak kita?" , tanya Reni.
"Aku sudah tau sayang dan aku sangat bahagia" , ucap Andi sambil mengelus wajah istrinya.
Tidak lama dokter datang buat memeriksa kondisi Reni.
__ADS_1
"Baiklah , ibu Reni sudah boleh pulang ke rumah ya , nanti untuk vitamin dan obatnya bisa di beli di apotik yang ada di bawah. Untuk kehamilan muda ini tolong dijaga dengan sangat baik ya , jangan terlalu kecapean dan makan makanan yang bergizi , banyak makan buah dan sayur juga" , ucap dokter Ayu.
"Baik dokter , terima kasih" , ucap Reni dan Andi bersama.
Reni dan Andi berjalan bersama keluar dari ruangan UGD dan menuju ke apotik.
Ketika Reni sudah mendapatkan obatnya , Reni dan Andi berjalan keluar dari rumah sakit menuju ke kontrakan mereka.
"Sayang , kayaknya kita harus mencari kontrakan baru , gak mungkin kita selalu kost disini. Nanti ketika anak kita lahir , anak kita mau tidur dimana?" , ucap Reni sambil melihat ke sekeliling kamar kostan nya yang kecil itu.
"Baiklah sayang , mulai nanti aku akan mencari rumah kontrakan untuk kita tinggal" , ucap Andi.
Reni pun menganggukkan kepalanya.
********
Sampai siang hari , Alexa yang terus bersama dengan anaknya , membuat Charlie susah untuk mengobrol tentang masalah mereka.
Charlie gak mau lagi nanti Alexa menjadi emosi dan membuat anaknya menjadi terkejut lagi.
Sambil berpikir di ruang keluarga , ponsel Charlie berbunyi.
Charlie mengambil ponselnya dan terlihat Rita yang menelponnya.
"Halo pak , hari ini bapak ada meeting dengan ibu Norma dari sekolah memasak siang ini" , ucap Rita.
"Baiklah , saya ke kantor sekarang" , ucap Charlie sambil memutuskan sambungan telponnya.
"Mbok" , panggil Charlie.
"Iya tuan muda" , jawab mbok Siti sambil berjalan keluar dari dapur.
"Kalau Alexa nanya aku kemana , aku ke AH Konveksi ya , ada kerjaan yang harus aku urus" , ucap Charlie.
"Baik tuan muda" , jawab mbok Siti.
Charlie mengambil tas kerjanya di kursi sofa sambil melihat ke atas , sejenak Charlie memandangi kamar mereka.
Pintu kamar yang tertutup rapat , tidak ada tanda-tanda Alexa keluar dari sana.
"Apakah kamu benar-benar se marah ini kepada aku sayang?" , ucap Charlie dalam hatinya.
Dengan berat hati Charlie berjalan keluar dari rumah , meskipun sebenarnya dia tidak ingin keluar disaat istrinya masih marah dengannya.
__ADS_1
Tapi kerjaan tetap haruslah yang utama.
Charlie menjalankan mobilnya sambil terus memikirkan cara untuk baikan dengan istrinya , sampai tidak terasa mobilnya sudah sampai di depan ruko AH Konveksi.
Charlie berjalan masuk dengan banyak pikiran di dalam kepalanya , sampai sapaan dari setiap karyawannya pun tidak di hiraukan olehnya.
"Ada apa dengan pak Charlie hari ini?" , tanya Fani kepada Rita , yang sapaannya gak dijawab oleh Charlie.
"Aku gak tau , kayaknya ada masalah di rumahnya" , ucap Rita.
"Setau aku kemaren malam ada masalah disini , Reni pingsan dan katanya pak Charlie yang membawanya ke rumah sakit" , ucap Fani.
"Apa karena bapak kurang tidur ya karena ngurusin masalah si Reni?" , ucap Rita.
"Iya , kayaknya bisa jadi karena masalah itu" , ucap Fani.
"Bagaimana dengan klien yang akan datang untuk meeting dengan pak Charlie sebentar lagi?" , ucap Rita.
"Aku rasa kalau untuk masalah pekerjaan pasti gak ada masalah" , ucap Fani.
Rita pun menganggukkan kepalanya.
Fani berjalan kembali ke ruang jahit untuk melihat kerjaan disana dan membagikan jadwal kerjaan yang baru kepada setiap tukang jahit.
"Ini jadwal yang baru ya , tolong jangan sering main ponsel , jadi kita bisa selalu mengerjakan pekerjaan kita tepat waktu , ditambah sekarang masih banyak lagi yang harus kita kerjakan" , ucap Fani sambil meletakkan kertas jadwal di masing-masing meja jahit disana.
"Kita selalu fokus untuk bekerja , kapan kita main ponsel" , ucap mba Nunung.
"Jangan dikira aku gak tau ya mba kalau mba Nunung sering melihat ponsel. Apa mba Nunung menemukan pacar baru?" , ucap Fani.
"Gak Fani , aku sudah punya suami dan anak , mana mungkin aku pacaran lagi" , jawab mba Nunung.
"Jadi tolong kalau jam kerja bekerjalah , ketika jam istirahat tiba , terserah kalian mau main ponsel , atau mau ngapain aku juga gak akan masalah" , jawab Fani.
"Kenapa kamu seketat ini sekarang?" , tanya Suli salah satu tukang jahit disana.
"Aku kan sudah bilang tadi , masih banyak kerjaan yang menanti , makanya kita harus giat" , ucap Fani.
"Apakah nanti kita akan mendapatkan bonus lagi?" , tanya Supri.
"Selama ini pak Charlie gak pernah merugikan kita , selama kita bekerja dengan baik , dia pasti akan memberikannya" , jawab Fani.
"Baiklah" , jawab semua tukang jahit disana bersamaan.
__ADS_1