Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Episode 53


__ADS_3

Alexa membuka pintunya dengan kunci yang selalu dibawanya , dia berjalan masuk ke dalam rumah , terlihat mbok Siti sedang menonton TV di ruang keluarga.


"Mbok , ada makanan gak? Aku lapar" , ucap Alexa.


"Ada non , tadi mbok masak soto ayam , mbok panaskan dulu ya" , ucap mbok Siti.


"Iya mbok , aku mau letakin barang dan mandi dulu ya" , ucap Alexa.


Mbok Siti pun menganggukkan kepalanya sambil berjalan ke belakang.


Alexa berjalan naik keatas dan masuk ke kamarnya.


"Sudah pulang Alexa?" , tanya Charlie yang duduk di atas kasur sambil menonton TV , menunggu Alexa pulang.


"Iya mas , aku baru pulang" , ucap Alexa sambil meletakkan biola dan tasnya di atas meja , lalu berjalan menuju ke meja riasnya untuk membersihkan make up nya.


"Kamu sudah makan Alexa?" , tanya Charlie.


"Belum mas , setelah mandi aku baru mau makan" , jawab Alexa.


Charlie hanya menganggukkan kepalanya.


Alexa yang sudah selesai membersihkan wajahnya , berjalan menuju ke lemari dan mengambil bajunya , masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Alexa yang sudah keluar dari kamar mandi , berjalan menyisir rambutnya dan mulai mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.


Charlie langsung turun dari kasurnya dan berjalan mendekati Alexa.


"Biar mas aja ya yang mengeringkan rambut kamu" , ucap Charlie dengan lembut.


"Makasih ya mas" , ucap Alexa sambil tersenyum.


"Kita suami istri yang sah , jadi kamu tidak perlu berterima kasih sama aku Alexa" , ucap Charlie.


Kata-kata Charlie langsung membuat jantung Alexa berdebar dua kali lebih cepat , membuat Alexa langsung terdiam dan tidak tau mau mengatakan apalagi.


"Sudah siap Alexa" , ucap Charlie.


"Iya mas , aku makan dulu ya" , ucap Alexa.


Alexa berjalan keluar dari kamar dan Charlie juga mengikutinya berjalan ke bawah.


"Kenapa kamu ikut mas?" , tanya Alexa.


"Aku ingin menemani kamu makan istriku" , ucap Charlie yang sudah ikut duduk di kursi meja makan.


"Tuan muda dan nona Alexa mesra banget deh" , ucap mbok Siti yang datang membawakan makanan untuk Alexa sambil tersenyum.


"Harusnya suami istri kan seperti itu mbok" , jawab Charlie sambil tersenyum.


Alexa hanya tersenyum sambil memakan makanannya.


Charlie terus memandangi Alexa yang sedang makan sampai makanan Alexa habis.


Setelah selesai makan , Alexa berdiri dan berjalan naik ke atas menuju ke kamarnya.


Charlie pun mengikuti Alexa berjalan sampai ke kamar mereka.


"Bagaimana pengambilan syuting hari ini Alexa?" , tanya Charlie sambil naik ke atas kasur dan berbaring di samping Alexa.

__ADS_1


"Berjalan dengan lancar mas" , jawab Alexa yang sudah berbaring di atas kasurnya.


"Kalau aku gak sibuk , aku mau menemani kamu selama syuting" , ucap Charlie.


"Iya , sekarang kamu fokus dulu saja dengan perusahaan , apakah sudah ada klien baru?" , tanya Alexa.


"Belum , tapi kemaren aku sudah mengirimkan beberapa proposal , semoga aja nanti ada yang meresponnya" , ucap Charlie.


"Iya mas" , jawab Alexa.


Tidak lama Alexa pun tertidur karena sudah kelelahan seharian.


Charlie melihat Alexa yang tertidur , menciumi kening Alexa dan setelah itu dia pun tidur di samping Alexa.


********


2 bulan kemudian....


Akhirnya hari yang ditunggu oleh semua mahasiswa datang juga.


Hari itu adalah hari kelulusan mereka.


Alexa pagi itu sudah cantik dengan menggunakan kebaya dan wajah full make up dan lengkap dengan baju toga nya , untuk menghadiri acara wisuda hari itu.


Hari itu Charlie menemani Alexa untuk acara kelulusan Alexa.


Alexa lulus dengan nilai terbaik di kampus.


Setelah acara kelulusan selesai , Alexa saling memberikan selamat kepada teman-teman sekelasnya.


Tidak lupa juga Putri dan Gio berfoto bersama dengan Alexa.


Charlie yang sudah datang bersama Alexa , memberikan bunga yang sudah dipersiapkannya untuk kelulusan Alexa.


"Kapan belinya mas , kenapa tadi aku tidak melihatnya di mobil?" , tanya Alexa.


"Kalau kamu melihatnya sudah tidak kejutan lagi dong namanya , selamat ya atas kelulusannya istriku" , ucap Charlie sambil memeluk tubuh Alexa.


"Terima kasih ya mas" , jawab Alexa sambil tersenyum.


Felix yang berdiri disana melihat Charlie memeluk tubuh Alexa membuat dadanya terasa nyeri dan dia pun meremas bajunya.


"Kenapa kamu seperti itu , apa kamu cemburu melihat Alexa?" , ucap Vio.


"Ngapain aku cemburu , aku sudah memiliki dua wanita bersamaku , yang satu kekasihku , yang satu lagi pemuas nafsuku dan sekaligus bank berjalan buat aku" , jawab Felix yang membohongi dirinya sendiri.


"Ya terserah kamu deh , ayo kita pulang" , ucap Vio.


Felix dan Vio berjalan ke parkiran mobil.


Sekarang Felix sudah memiliki mobil.


Mobil yang didapat Felix karena sudah memuaskan Celine.


Felix dan Vio masuk ke dalam mobil.


"Kita mau kemana dulu sayang?" , tanya Felix.


"Aku mau langsung ke kostan , karena nanti malam kamu tidak akan pulang sampai besok" , jawab Vio.

__ADS_1


"Apa kamu sudah tidak tahan sayang?" , tanya Felix sambil tersenyum simpul.


Vio hanya diam saja dan tidak menjawab pertanyaan Felix.


Sampai akhirnya mobil Felix sampai di kostan Felix.


Vio dan Felix turun dari mobil dan masuk ke dalam kamar mereka.


Vio langsung membuka baju kebayanya dan membiarkannya jatuh ke lantai.


Sekarang di tubuh Vio hanya tinggal dalaman saja.


"Kamu mau aku yang buka sendiri atau kamu yang bukain" , ucap Vio.


"Aku mau kamu yang buka sendiri , aku suka memandangi kamu buka semuanya sendiri , sangat seksi sayang" , jawab Felix yang juga sudah membuka seluruh pakaiannya.


Vio mendekati Felix dengan tubuh polosnya , Vio pun langsung me...lu...mat bibir Felix dan memegang bagian bawah dari tubuh Felix.


"Kamu semakin pintar untuk memuaskan aku sayang , makanya biarpun aku menjadi simpanan Celine , kamu tetap akan menjadi kekasih aku" , ucap Felix.


"Apakah kamu gak mau meninggalkan Celine sayang?" , tanya Vio.


"Gak bisa sayang , dia itu benar-benar bank buat aku , dia memberikan semua yang aku minta" , jawab Felix.


"Tapi janji ya , gak akan ada cewek lain selain Celine" , ucap Vio.


"Iya sayang" , jawab Felix yang mulutnya sudah berada di dada Vio dan jarinya sudah bermain di tubuh bawah Vio.


Tidak lama Vio pun sudah siap dan menginginkan milik Felix.


"Sayang , sekarang ya" , ucap Vio.


Felix yang mengerti pun langsung menyatukan tubuh mereka.


Setelah Felix bermain-main disana , tidak lama mereka pun mencapai kenikmatan bersama.


Felix melepaskan tubuhnya dari tubuh Vio.


"Sayang , aku mau lagi" , ucap Vio sambil menciumi seluruh tubuh Felix.


"Tumben banget kamu mau lagi , biasanya juga aku yang minta" , ucap Felix sambil terkekeh.


"Karena besok kamu gak ada sayang , bagaimana kalau aku menginginkan kamu?" , tanya Vio.


"Kamu kan bisa pakai ini sayang" , ucap Felix sambil mengangkat alat yang ada di atas lemari di samping kasur mereka dan memainkannya di tubuh Vio.


"Kenapa gak punya kamu saja sayang?" , tanya Vio.


"Jangan ya sayang , nanti malam aku masih harus melakukannya lagi dengan Celine dan Celine juga selalu lebih dari 3 ronde kalau sudah main , aku gak mau mengecewakan dia sayang" , ucap Felix.


"Kenapa kamu gak mau mengecewakan Celine tapi kamu mengecewakan aku" , ucap Vio dengan suara berat karena alat itu masih berada di tubuhnya.


"Sekarang kan aku juga membantu untuk memuaskan kamu" , ucap Felix.


Setelah itu Vio hanya diam , dia tidak mau lagi berdebat dengan Felix dan menikmati saja alat itu di tubuhnya sampai dia melakukan pelepasan.


"Sayang , kenapa cewek yang bernama Celine itu belum hamil juga setelah hampir setiap hari kamu bermain dengannya?" , tanya Vio.


"Aku juga tidak tau sayang , itu sih terserah dia saja , yang penting kan aku dapat ini sayang dan kita selalu bisa bersenang-senang" , ucap Felix sambil memperlihatkan kartu hitam yang diberikan Celine untuknya.

__ADS_1


"Iya sayang" , jawab Vio.


Setelah itu Vio dan Felix tidur sore itu sambil berpelukan dengan tubuh yang sudah penuh dengan keringat setelah aktifitas panas mereka.


__ADS_2