
Sudah beberapa minggu Jeremi melihat lowongan pekerjaan di internet dan media sosial , tapi gak ada pekerjaan yang sesuai dengan dia , semua perusahaan menginginkan pekerja yang bekerja penuh dari pagi sampai sore.
"Dimana aku harus bekerja lagi?" , ucap Jeremi sambil menggaruk kepalanya.
"Kamu lagi mencari pekerjaan ya?" , tanya Martha yang mendekati Jeremi yang sedang duduk sendiri disana menunggu istrinya selesai kuliah.
"Iya" , jawab Jeremi sambil melihat ke arah Martha.
"Bukankah kamu anak orang kaya. Kenapa kamu mencari pekerjaan? Kan kamu bisa bekerja di perusahaan orang tua kamu" , ucap Martha.
"Sejak papa mengetahui aku suka pergaulan bebas ketika sebelum menikah , papa menarik semua uang untuk aku dan sekarang aku harus mencari uang untuk membiayai kebutuhan aku dan istriku" , ucap Jeremi.
"Ternyata dia sudah miskin sekarang , untung juga bukan aku yang menikah dengannya , tapi aku sangat ingin membalaskan sakit hati aku kepada dia yang meninggalkan aku disaat aku sudah mencintainya , meskipun awalnya kami memang sepakat hanya sebagai teman tidur saja" , ucap Martha dalam hatinya.
"Mama aku memiliki sebuah restoran dan sedang mencari karyawan sebagai pelayan. Apakah kamu mau bekerja disana?" , ucap Martha.
"Aku coba pikirkan dulu ya" , ucap Jeremi.
"Baiklah , nanti kamu kabari aku saja , nomor ponsel aku masih kamu simpan kan" , ucap Martha.
"Iya , aku masih punya nomor kamu" , jawab Jeremi.
Kelas Frescha sudah selesai , Frescha berjalan keluar menuju ke tempat biasa suaminya menunggunya.
"Sayang" , panggil Frescha yang melihat Jeremi mengobrol dengan salah satu mantannya.
"Iya sayang , sudah selesai kuliahnya" , ucap Jeremi.
"Sudah sayang" , jawab Frescha sambil bergelayut manja di tubuh suaminya.
Martha yang melihat Frescha dan Jeremi , langsung memutuskan untuk pergi dari sana.
"Aku pulang dulu ya Jeremi , nanti kamu kabari aja" , ucap Martha.
"Baiklah" , jawab Jeremi.
"Kabari apa sayang , awas ya kalau kamu selingkuh dari aku" , ucap Frescha.
"Aku gak mungkin selingkuh dari kamu sayang , sekarang lagian cewek mana yang mau menerima aku disaat aku sudah gak punya uang , hanya kamu yang masih bertahan bersama dengan aku" , ucap Jeremi.
"Jadi kenapa dia minta kamu untuk mengabarinya?" , tanya Frescha.
"Dia menawarkan pekerjaan sama aku" , ucap Jeremi.
"Pekerjaan apa?"
"Sebagai pelayan di restoran mamanya" , jawab Jeremi.
"Apa!!! Kamu jangan terima sayang , pekerjaan itu gak cocok buat kamu" , ucap Frescha.
__ADS_1
"Kalau kamu gak setuju , baiklah sayang , aku gak akan menerimanya" , jawab Jeremi.
Frescha pun menganggukkan kepalanya.
Jeremi dan Frescha berjalan bersama menuju ke mobil.
Selama di dalam perjalanan tidak ada obrolan diantara mereka.
Mereka hanya diam dan berkutat dengan pikiran mereka masing-masing.
"Kenapa kakak gak mengirimkan uang bulanan untuk aku? Apa kakak gak sayang lagi dengan aku? Tapi kakak ipar selalu mengirimkan uang untuk aku di pertengahan bulan , aku harus lihat lagi beberapa hari ini" , ucap Frescha dalam hatinya.
"Kemana lagi aku harus mencari pekerjaan?" , ucap Jeremi dalam hatinya.
Ketika di jalan , tanpa terasa mobil yang dibawa oleh Jeremi telah sampai di depan rumah mereka.
"Sayang , kenapa kita gak beli makanan dulu?" , ucap Frescha.
"Oh iya maaf sayang , aku lupa , kita beli di warung yang biasanya saja ya" , ucap Jeremi.
"Baiklah sayang" , jawab Frescha.
Jeremi menjalankan mobilnya menuju ke warung makan , sampai disana mereka membeli makanan untuk sampai nanti malam mereka makan.
Setelah itu mereka kembali ke rumah.
Sejak saat itu Frescha sudah bisa memasak nasi , jadi setiap beli makanan mereka gak perlu membeli nasi lagi.
Lalu Frescha berjalan ke belakang menghidupkan mesin cuci.
Jeremi pun membantu Frescha untuk mengangkat jemuran mereka yang sudah kering.
Frescha mulai menyapu rumah dan Jeremi pun membantu dia untuk mengepel rumah.
Selesai membersihkan rumah , mesin cuci pun sudah selesai bekerja.
Frescha mulai menyalakan pengering yang ada di mesin cuci , setelah itu Frescha dan Jeremi akan menjemur pakaian mereka bersama.
Kegiatan yang selalu mereka lakukan bersama setelah satu bulan mereka menikah.
Kehidupan yang sederhana , tapi memberikan pelajaran yang sangat penting untuk mereka.
Mereka jadi tidak seperti dulu lagi yang suka menghambur-hamburkan uang untuk belanja , makan makanan mahal dan tidur di hotel hanya untuk melampiaskan hasrat mereka.
********
Sejak Bulan sudah bisa dibawa keluar , Alexa selalu membawa Bulan ke AH Konveksi.
Ruangan yang digunakan dulu oleh orang tuanya , sekarang digunakan sebagai ruangan Alexa dan anaknya.
__ADS_1
Dulunya ruangan itu dipenuhi dengan kursi sofa untuk menerima tamu disana , sejak Alexa dan Bulan sering menemani Charlie di AH Konveksi , ruangan itu sekarang sudah berubah , kursi sofa yang ada disana diganti dengan sofa bed untuk Alexa dan Bulan beristirahat.
Charlie yang sudah selesai meeting siang itu keluar dari ruangannya menuju ke ruangan Alexa.
"Sayang , apa kita mau pergi makan sekarang?" , tanya Charlie ketika melihat Alexa sedang bermain dengan anaknya yang sudah berusia 8 bulan lebih itu.
"Boleh mas" , jawab Alexa.
Bulan langsung memanggil papa papa begitu melihat Charlie masuk kesana.
"Anak papa kangen ya sama papa" , ucap Charlie sambil menggendong tubuh anaknya dan menciumi pipi gembul anaknya.
Alexa dan Charlie berjalan bersama keluar , sampai si ruangan resepsionis , Alexa melihat ada sosok yang dikenalnya disana.
"Putri" , panggil Alexa.
"Hi Alexa , ternyata kamu disini juga" , ucap Putri.
"Iya aku dan anak aku sering disini menemani suami aku" , ucap Alexa.
"Anak kamu tambah cantik ya" , ucap Putri.
"Terima kasih , kamu kesini mau ngapain?" , tanya Alexa.
"Aku mau membuat souvernir untuk pernikahan aku 6 bulan lagi" , ucap Putri.
"Gak berasa ya sebentar lagi kamu juga sudah akan menikah" , ucap Alexa.
"Iya la , anak kamu aja sudah semakin besar , waktu kita bertemu saat itu anak kamu masih kecil banget" , ucap Putri.
"Iya kamu benar juga" , jawab Alexa sambil tersenyum.
Alexa dan Charlie mengantarkan Putri menuju ke ruangan Heri.
"Heri , ini teman nona muda yang mau membuat souvernir disini , tolong kamu layani dengan baik ya" , ucap Charlie.
"Iya pak" , jawab Heri.
"Kamu bahas souvernir nya dengan asisten suami aku ya , aku mau pergi dulu" , ucap Alexa.
"Baiklah" , jawab Putri.
Putri masuk ke dalam ruangan kerja Heri dan membahas souvernir yang dia inginkan.
Alexa dan Charlie berjalan keluar dari AH Konveksi mencari restoran untuk makan siang.
"Mas , kita makan di cafe sana aja ya" , ucap Alexa.
"Iya sayang" , jawab Charlie sambil membawa mobilnya menuju ke cafe yang diinginkan istrinya.
__ADS_1
Selama Alexa dan Charlie makan di cafe , Alexa juga menyuapi Bulan makan makanan yang sudah dibawanya dari rumah.