
Jeremi sangat pusing memikirkan bagaimana caranya memberitahukannya kepada papa dan mamanya.
Di satu sisi dia juga sudah candu dengan tubuh Frescha , tapi kalau aku bilang mau menikah sekarang , papa dan mama pasti tidak akan mengizinkannya.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Mana aku sudah janji akan membawa kedua orang tua aku besok ke rumah Frescha" , ucap Jeremi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
Jeremi akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah dulu.
Tidak lama mobil yang dibawa oleh Jeremi telah sampai di rumahnya.
Ketika Jeremi masuk ke dalam rumah , terlihat mamanya sedang duduk cantik membaca majalah fashion sambil memakan cake favoritnya.
"Ma" , sapa Jeremi.
"Iya sayang , kamu sudah pulang dari kampus?" , tanya mama Desy.
"Iya ma" , jawab Jeremi sambil berdiri disana dengan pikiran yang berkecamuk.
"Kamu ngapain berdiri terus disana , ada yang mau di bicarakan sama mama?" , tanya mama Desy yang melihat anaknya berdiri terus disana.
"Iya ma" , jawab Jeremi sambil duduk di kursi sofa di depan mamanya.
"Kamu mau ngomong apa sayang? Mau ganti mobil baru?" , tanya mama Desy.
"Bukan ma , mobil aku yang sekarang masih bagus kok" , jawab Jeremi.
"Mau minta tambah uang jajan?" , tanya mama Desy.
"Gak ma , sampai sekarang uang jajan aku masih cukup" , jawab Jeremi.
"Jadi kamu mau apa?" , tanya mama Desy.
"Aku mau menikah ma" , ucap Jeremi sambil menundukkan wajahnya.
"Apa!!! Gak mungkin sayang , kamu masih kuliah , belum juga kamu tamat kuliah , kamu juga masih berumur 20 tahun , gak mungkin" , ucap mama Desy.
"Tapi aku ketahuan sudah tidur dengan pacar aku ma" , ucap Jeremi dengan lirih.
"Kamu tidur dengan pacar kamu!!! Ya ampun Jeremi , mama gak pernah mengajari kamu untuk melakukan hal itu sebelum kamu menikah , tapi kenapa kamu melakukannya? Kamu benar-benar sudah membuat keluarga kita malu" , ucap mama Desy.
"Jeremi melakukan apa ma?" , tanya papa Surya ketika masuk ke rumah.
__ADS_1
"Jeremi sudah tidur dengan pacarnya pa" , ucap mama Desy.
"Apa!!! Dasar anak tidak tau diri , dikasih sekolah malah tidur dengan anak orang , papa gak pernah mengajari kamu seperti ini" , ucap papa Surya sambil memukul Jeremi.
"Maaf pa , aku tau aku salah , aku mau menikahi pacar aku pa" , ucap Jeremi sambil memohon kepada papanya.
"Papa malu Jeremi , lebih baik kamu pergi dari rumah ini" , ucap papa Surya.
"Jangan pa , Jeremi anak kita satu-satunya , jangan usir Jeremi pa" , ucap mama Desy.
"Tapi anak ini buat kita malu ma. Kalau nanti ketahuan sama rekan kerja papa Jeremi sudah punya anak ketika mereka menikah bagaimana ma?" , tanya papa Surya.
"Pacar aku gak hamil kok pa , aku selalu menjaga supaya dia gak hamil" , ucap Jeremi.
"Kalau seperti itu , kenapa kamu mau menikahinya sekarang" , tanya papa Surya.
"Karena siang ini kami ketahuan check in di hotel dengan papanya , papanya minta aku bertanggung jawab dan datang ke rumahnya besok bersama dengan papa dan mama" , jawab Jeremi.
"Dasar anak breng*** " , ucap papa Surya yang memukuli tubuh anaknya lagi.
"Maafkan aku pa" , ucap Jeremi.
"Sabar pa , papa tenang dulu , jangan sampai darah tinggi papa naik lagi" , ucap mama Desy sambil mengelus punggung suaminya.
"Bagaimana bisa sabar ma , anak kurang ajar ini belum bisa menghasilkan uang malah sudah tidur dengan anak orang di hotel" , ucap papa Surya.
"Jadi bagaimana pa? Apa kita menikahkan mereka saja" , ucap mama Desy.
"Sudah berapa wanita yang tidur bersama dengan kamu?" , tanya papa Surya.
Jeremi sangat ketakutan saat itu , kalau dia mau jujur sama papanya , sudah ada 5 wanita yang dia tiduri selama ini dan Frescha yang terakhir dan membuatnya menjadi candu.
"Cuma sama Frescha pa" , jawab Jeremi yang gak mau jujur.
"Ya sudah ma , kita nikahkan saja mereka , tapi setelah menikah dia harus tinggal sendiri di luar dan membiayai hidup dia dan istrinya sendiri" , ucap papa Surya.
"Bagaimana cara aku membiayai hidup aku nanti setelah menikah pa , aku kan belum kerja" , ucap Jeremi.
"Kamu bisa membayar hotel untuk bersenang-senang , harusnya kamu juga bisa mencari uang" , ucap papa Surya.
Akhirnya Jeremi sudah tidak bisa membantah papanya lagi , dipikiran dia saat itu...yang penting dia sudah menepati janjinya dengan papa Frescha.
__ADS_1
"Baiklah pa , berarti besok papa dan mama ikut aku kan ke rumah Frescha" , ucap Jeremi.
"Iya" , jawab papa Surya.
Setelah itu Jeremi berjalan naik ke atas menuju ke kamarnya.
Jeremi langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil meletakkan lengannya di keningnya.
"Aku mau mencari kerja dimana nanti setelah aku menikah?" , ucap Jeremi.
"Sudahlah , yang penting aku bisa setiap hari menikmati tubuh Frescha , untuk kerjaan nanti saja aku pikirkan lagi" , gumam Jeremi.
********
Mama Vivi yang sudah mulai tenang memutuskan untuk menutup warung makan mereka dan mengurus masalah Frescha.
"Mama selalu mengajarkan kamu untuk menjadi orang yang benar , kenapa kamu memberikan tubuh kamu begitu saja sama pacar kamu , yang belum pasti dia akan menikahi kamu nak" , ucap mama Vivi yang sangat sedih dengan kelakuan anak perempuan satu-satunya.
"Kami saling mencintai ma , Jeremi juga bilang akan menikahi aku" , ucap Frescha.
"Kamu belum tau pria seperti apa nak , kalau dia serius sama kamu , dia gak akan mengambil hal yang paling berharga dari diri kamu sebelum kalian menikah" , ucap mama Vivi.
"Tapi tadi Jeremi bilang kalau dia akan datang besok dengan orang tuanya ke rumah kita ma" , jawab Frescha.
"Mama sudah gak tau mau ngomong apa lagi sama kamu nak , mama benar-benar kecewa , anak mama satu-satunya yang mama banggakan karena pintar dan sampai kuliah , tapi mama gak menyangka kalau kamu membohongi kami selama ini" , ucap mama Vivi yang sudah menitikkan air matanya.
"Maafkan aku ma , aku benar-benar minta maaf sudah mengecewakan papa dan mama , tapi aku dan Jeremi benar-benar saling mencintai ma" , ucap Frescha.
"Kita lihat saja besok ma , kalau benar cowok itu mencintai anak kita , maka dia pasti akan datang bersama dengan orang tuanya kesini" , ucap papa Teddy.
"Tapi...bagaimana kalau dia tidak datang pa?" , tanya mama Vivi.
"Papa akan mencari dia sampai ketemu ma , Frescha pasti tau dimana rumah dia" , ucap papa Teddy.
"Apakah kamu tau dimana dia tinggal nak?" , tanya mama Vivi.
"Tau ma , aku pernah pergi kerumah dia" , jawab Frescha.
"Lebih baik sekarang mama istirahat dulu , jangan sampai penyakit asma mama kambuh karena masalah anak kita" , ucap papa Teddy yang sudah melihat nafas istrinya sudah mulai tidak teratur.
"Iya pa" , ucap mama Vivi sambil berjalan menuju ke kamarnya sambil di pegang oleh suaminya.
__ADS_1