
Charlie dan Alexa sudah bersiap-siap pagi itu.
Setelah selesai sarapan , mereka langsung jalan keluar dari rumah , masuk ke dalam mobil Charlie menuju ke Sposa Bridal.
Tidak lama mobil Charlie sampai di depan ruko Sposa Bridal.
Charlie dan Alexa turun dari mobil dan masuk ke dalam Sposa Bridal.
Sampai di dalam , mereka disambut dengan petugas yang lain dari yang kemaren.
"Ada yang bisa saya bantu bapak dan ibu?" , tanya petugas itu.
"Saya ada pemotretan prewedding hari ini dan disuruh datang jam 8 pagi kesini" , jawab Alexa.
"Kalau boleh tau atas nama siapa ya?" , tanya petugas tersebut.
"Atas nama Charlie dan Alexa" , jawab Alexa.
Petugas disana mengecek jadwal tamu hari itu.
"Iya benar , bapak dan ibu sudah buat janji , kalau gitu bapak dan ibu bisa ikuti saya" , ucap petugas tersebut.
Petugas itu mengarahkan Alexa menuju ke lift dan menekan nomor 3 disana.
Sampai di lantai 3 , Alexa dan Charlie diantarkan ke ruangan make up.
"Mba Tika , ini tamu buat foto prewedding hari ini" , ucap petugas tersebut.
"Baiklah , silahkan duduk disini mba" , ucap Tika.
Alexa duduk di kursi yang ditunjuk oleh Tika sang MUA disana.
Tika mulai mempersiapkan semua peralatannya dan memulai mendadani Alexa.
Charlie menunggu sambil duduk di kursi yang disediakan di ruangan make up.
Setelah sejam berlalu , Alexa telah selesai di make up dan memakai gaun untuk foto prewedding nya.
Charlie juga sudah mengganti jasnya dan di berikan bedak di wajahnya dengan lip gloss.
"Kamu cantik sekali Alexa" , ketika mereka sudah bersama dan jalan menuju ke studio foto.
"Terima kasih kak" , jawab Alexa sambil tersenyum.
Sesi foto pun dimulai...
Karena Alexa belum mempunyai perasaan apa-apa dengan Charlie , sang fotografer selalu meminta mereka untuk bisa lebih mesra.
Tolong kalian jangan kaku seperti itu , berpose lebih dekat lagi , tolong yang cowoknya peluk pinggang ceweknya , tolong senyumnya lebih natural , jangan kelihatan terpaksa begitu , dan banyak lagi kata-kata yang disebutkan oleh sang fotografer , karena mereka benar-benar sangat kaku sekali ketika mau di foto.
Sampai akhirnya asisten fotografer memperagakan gayanya , lalu Alexa dan Charlie mengikuti semua gaya yang diberikan.
Setelah 5 jam berlalu , akhirnya selesai juga sesi foto prewedding.
__ADS_1
"Capek juga ya kak , ternyata untuk foto aja lama banget dan susah juga ya" , ucap Alexa ketika mereka sudah berada di dalam mobil.
"Iya benar , aku tidak menyangka akan secapek ini hanya untuk berfoto" , jawab Charlie.
Alexa menganggukkan kepalanya.
"Alexa , apakah kamu mau ikut denganku ke AH konveksi siang ini , masih ada yang harus aku kerjakan" , ucap Charlie.
"Iya boleh kak , tapi beli makan siang dulu ya" , jawab Alexa.
"Iya boleh , kamu mau makan apa?" , tanya Charlie.
"Nasi padang aja ya kak" , jawab Alexa.
"Kita beli bungkus nanti makan di ruangan kantor aku aja ya" , ucap Charlie.
"Iya kak" , jawab Alexa.
Tidak lama mobil yang dibawa Charlie sudah sampai di depan restoran padang.
"Alexa kamu mau ikut juga gak?" , tanya Charlie.
"Gak kak , aku tunggu disini aja" , jawab Alexa.
"Baiklah , kamu mau makan pakai apa?" , tanya Charlie.
"Pakai rendang aja kak" , jawab Alexa.
Charlie turun dari mobil dan berjalan masuk ke restoran padang , memesan dua bungkus nasi rendang.
Charlie menjalankan mobilnya menuju ke AH Konveksi.
********
Vio yang sedang berada di rumahnya , mendengar lagi pertengkaran antara kedua orang tuanya.
Orang tua Vio memang tidak bisa akur sejak mereka menikah , mama Vio sudah beberapa kali untuk meminta perceraian , tapi papa Vio tetap tidak mau mereka bercerai.
Setiap hari dirumah hanyalah suara pertengkaran antara papa dan mamanya saja yang terdengar , makanya membuat Vio tidak betah berada di rumah.
Itulah salah satu yang membuat Vio mencari kesenangan diluar dan kesenangan itu didapatkannya ketika Felix mengatakan menyukainya dan mereka mulai melakukan aktifitas panas setiap malam di kamar kostan Felix.
Setiap mendapatkan sentuhan dari Felix membuat Vio anak broken home merasakan perasaan bahagia yang tidak pernah didapatkannya selama ini , makanya Vio selalu memilih untuk selalu tidur dengan Felix dan melakukan hal yang disukainya , meskipun sebenarnya itu salah.
Vio yang selalu tidak tahan dengan pertengkaran papa dan mamanya , memilih untuk pergi lagi dari rumahnya dan memanggil ojek yang ada di ujung jalan rumahnya.
"Mau kemana non?" , tanya tukang ojek.
"Mau ke jalan Melati pak" , jawab Vio.
Tukang ojek langsung menjalankan motornya menuju ke jalan Melati.
Tidak lama motor tukang ojek sampai di jalan Melati , tempat kostan Felix.
__ADS_1
Vio turun dari motor dan membayar uang ojeknya , setelah itu Vio mengetuk pintu kamar Felix.
Felix yang baru saja bangun tidur hanya dengan menggunakan dalaman nya saja , langsung membuka pintu kamarnya.
"Vio , tumben banget kamu pagi-pagi sudah kesini , kemaren aku ajakin nginap kamu gak mau" , ucap Felix.
"Iya papa dan mama aku berantem lagi , aku gak tahan mendengarnya" , ucap Vio.
"Ya udah , ayo kita bersenang-senang lagi" , ucap Felix sambil masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu kamarnya.
"Apa kamu gak mau makan dulu?" , tanya Vio.
"Gak deh , karena kamu datang , aku lebih mau menikmati kamu dulu" , ucap Felix sambil tersenyum.
Felix pun langsung membuka baju Vio satu persatu dan membiarkannya jatuh ke lantai.
Felix mulai menciumi setiap tubuh Vio dan dia mulai memainkan mulutnya di tubuh Vio.
Vio yang masih berdiri pun langsung mengeluarkan suara nafas yang berat.
"Masa baru sebentar saja kamu sudah basah" , ucap Felix.
"Setiap hari kamu melakukannya , membuat aku menjadi lebih sensitif" , jawab Vio dengan suara yang berat.
"Tidak adil kalau begini , kamu juga harus memainkan punyaku" , ucap Felix.
Vio yang menginginkannya juga hanya menganggukkan kepala.
Akhirnya mereka pindah ke atas kasur dan mengganti posisi mereka untuk bisa memainkannya secara bersamaan.
Setelah mereka siap , Felix langsung memutar tubuhnya dan melakukan penyatuan di antara mereka sampai mencapai kenikmatan bersama.
Tidak lama , tubuh mereka yang sudah penuh dengan keringat pun , jatuh terkulai diatas kasur , Felix dan Vio pun ketiduran setelah aktifitas yang mereka lakukan.
********
Siang itu Reni yang sudah bangun dari tidurnya , langsung senyum-senyum sendiri.
"Baru aja satu malam , cuma melayani dua orang aku sudah dapat 800 ribu , sebulan aku bisa dapat berapa juta kalau setiap hari aku melayani tamu" , ucap Reni dalam hatinya.
Reni berjalan keluar dari kamarnya dengan maksud mau membeli makan dan beberapa baju untuk dia bekerja dengan uang yang di dapatnya kemaren malam.
Kinan yang juga baru keluar dari kamarnya , langsung memanggil Reni yang baru mau berjalan keluar.
"Reni" , panggil Kinan.
"Iya" , jawab Reni sambil membalikkan tubuhnya.
"Kamu mau kemana?" , tanya Kinan.
"Aku mau mencari makan dan membeli beberapa baju untuk kerja" , jawab Reni.
"Aku ikut ya" , ucap Kinan.
__ADS_1
"Iya boleh" , jawab Reni.