
Jeremi pagi itu menepati janjinya dan datang ke rumah Frescha.
Disana sudah duduk papa dan mama Frescha juga papa dan mama Jeremi.
"Kami dari orang tua Jeremi mau meminta maaf atas perlakuan anak kami yang tidak baik ini kepada anak bapak" , ucap papa Surya.
"Asalkan anak bapak menikahi putri saya , saya tidak akan mempermasalahkannya lagi?" , ucap papa Teddy.
"Kedatangan kami kesini juga akan membahas masalah pernikahan anak saya dengan putri bapak" , ucap papa Surya.
"Baiklah , kapan mau diadakan acara pernikahannya?" , tanya papa Teddy.
"Mereka kan masih kuliah , bagaimana kalau kita hanya mengadakan acara yang sederhana saja , karena saya gak mau pernikahan mereka menjadi gunjingan nanti kedepannya" , ucap papa Surya.
"Tapi aku mau dibuat acara pernikahan yang bagus pa" , jawab Frescha.
"Kenapa anak ini sangat berani sekali , padahal kalau dilihat dia hanyalah anak dari keluarga yang sederhana saja" , ucap papa Surya dalam hatinya.
"Ini kan pernikahan aku juga pa , kenapa papa gak mau buatkan acara resepsi yang bagus , lagian Frescha kan gak hamil pa" , ucap Jeremi yang ingin mengabulkan keinginan Frescha.
"Kabulkan saja pa , lagian setelah mereka menikah kan mereka gak tinggal lagi dirumah kita" , bisik mama Desy kepada suaminya.
Papa Surya pun menganggukkan kepalanya.
"Baiklah , kalau mau dibuat acara resepsi gak bisa dalam waktu dekat , paling cepat juga 6 bulan lagi" , ucap papa Surya.
"Baiklah" , jawab papa Teddy.
"Karena saya dan istri saya sangat sibuk mengurus perusahaan , nanti saya akan mengirim asisten saya untuk mengatur pernikahan ini dan memberitahukan semuanya untuk acara pernikahan ini" , ucap papa Surya.
"Anak ini bisa merepotkan sekali kalau aku atau istri aku yang turun tangan langsung" , ucap papa Surya dalam hatinya.
"Baiklah pak" , jawab papa Teddy.
"Akhirnya aku akan menikah dengan anak orang kaya , hidup seperti seorang putri dan tidur di kamar yang sangat nyaman" , ucap Frescha dalam hatinya.
"Baiklah , kalau gitu saya dan istri saya permisi dulu , karena masih ada yang harus kami urus" , ucap papa Surya.
"Baik pak" , jawab papa Teddy dan mama Vivi.
"Iya om" , jawab Frescha sambil tersenyum.
"Aku tinggal disini dulu ya pa" , ucap Jeremi.
"Ya sudah , terserah kamu" , ucap papa Surya.
Papa Surya dan mama Desy pergi dari rumah Frescha menggunakan mobil mewah mereka yang dijalankan oleh sopir pribadi mereka.
"Kalau gitu mama mau mengurus warung lagi , kamu mengobrol lah dengan Jeremi" , ucap mama Vivi yang sudah lega karena anaknya pasti akan menikah.
__ADS_1
"Iya ma" , jawab Frescha.
Mama Vivi dan papa Teddy berjalan keluar menuju ke warung makan milik mereka.
Jeremi langsung berdiri dan duduk di sebelah Frescha.
"Sayang , dimana kamar kamu" , ucap Jeremi sambil menciumi leher Frescha.
"Kamu sudah gak tahan ya" , ucap Frescha sambil tersenyum.
"Iya sayang , kemaren kan gak jadi" , jawab Jeremi.
"Tapi aku gak bisa lama-lama sayang , nanti kalau papa dan mama aku dengar bagaimana?" , tanya Frescha.
"Kita pergi saja ya keluar" , ucap Jeremi.
"Memangnya kamu bawa mobil kesini?" , tanya Frescha.
"Bawa kok , aku sama papa dan mama pakai mobil masing-masing kesini" , ucap Jeremi.
"Baiklah sayang" , jawab Frescha.
Jeremi dan Frescha berjalan keluar rumah bersama.
"Ma...pa...aku pergi dengan Jeremi ya" , ucap Frescha.
"Iya nak" , jawab papa dan mamanya bersamaan.
"Iya Jeremi , pulangnya jangan malam-malam ya" , ucap mama Vivi.
"Iya tante" , jawab Jeremi.
Jeremi dan Frescha berjalan bersama menuju ke mobil.
Setelah beberapa saat mobil Jeremi telah sampai di rumahnya.
"Kita di rumah aku saja ya sayang , kebetulan papa dan mama aku pulangnya malam" , ucap Jeremi.
Frescha hanya menganggukkan kepalanya.
"Lagian nanti aku juga akan tinggal di rumah mewah ini untuk selamanya" , ucap Frescha dalam hatinya.
Jeremi dan Frescha berjalan masuk ke dalam rumah , langsung menuju ke dalam kamar Jeremi.
Sampai di dalam kamar , Jeremi sudah tidak bisa menahan hasratnya lagi.
Jeremi langsung menciumi bibir Frescha , membuka baju Frescha dan membawa tubuh polos Frescha di kasurnya yang empuk itu.
"Sayang , AC nya gak dinyalakan dulu?" , tanya Frescha yang sudah berbaring telentang dengan tubuh polosnya sambil melihat Jeremi yang sedang membuka pakaiannya sendiri.
__ADS_1
"Iya sayang , gampang itu" , jawab Jeremi sambil menindih tubuh Frescha dan tangannya mengambil remote AC yang ada di belakang kasurnya dan menekan tombol nyala disana.
Jeremi langsung dengan rakusnya melahap bibir mungil Frescha dan memainkan lidahnya disana.
Tangannya langsung menyentuh bagian tubuh Frescha yang sangat disukainya , terutama benda kenyal yang ada disana , benar-benar membuat Jeremi sangat mengagumi keindahannya.
Jeremi langsung tersenyum begitu mendengar suara nafas yang berat keluar dari mulut Frescha dan mengetahui bahwa Frescha telah siap menerima dirinya , tanpa membuang waktu lagi , Jeremi langsung memasang pengamannya dan memasukkannya ke sana.
Setelah beberapa hari dia tidak mendapatkan kenikmatan yang sudah menjadi candunya itu , jadi Jeremi tidak mau menyia-nyiakan waktu mereka.
Jeremi mulai bermain sampai puas dan berkali-kali , sampai akhirnya tubuhnya lelah dan Jeremi langsung jatuh terkulai di atas tubuh polos Frescha.
"Jangan sampai ketiduran ya sayang , aku gak boleh pulang malam-malam , kamu sudah dengar sendiri kan tadi" , ucap Frescha sambil memeluk punggung polos Jeremi.
"Iya sayang , ayo kita mandi bersama" , ucap Jeremi.
Frescha dan Jeremi turun bersama dari kasur dan berjalan menuju ke kamar mandi.
Mereka mandi bersama untuk membersihkan diri mereka yang sudah dipenuhi keringat dari hasil aktifitas yang mereka lakukan berdua.
********
Mama Vivi yang sudah mulai santai di warung , menelpon Charlie anaknya.
Charlie yang sedang mengerjakan kerjaannya di AH Konveksi , langsung mengangkat ponselnya begitu melihat nama mamanya yang tertera di sana.
"Halo ma".
"Halo nak , ada yang mau mama sampaikan sama kamu" , ucap mama Vivi.
"Ada apa ma?" , tanya Charlie.
"Frescha akan menikah 6 bulan lagi nak" , ucap mama Vivi.
"Kenapa Frescha sudah mau menikah ma? Kuliahnya saja belum selesai" , ucap Charlie.
"Adek kamu itu selama pacaran sering tidur dengan pacarnya nak" , ucap mama Vivi.
"Gak mungkin la ma , bukankah Frescha tidak punya pacar" , ucap Charlie yang memang tidak pernah mendengar adiknya berpacaran selama ini.
"Iya nak , ternyata Frescha membohongi kami selama ini , kemaren juga karena papa yang mengikuti dia pulang kuliah bersama pacarnya , dan ternyata mereka menuju ke hotel nak" , ucap mama Vivi.
"Jadi bagaimana mereka bisa menikah ma? Apakah Frescha hamil?" , tanya Charlie.
"Adik kamu gak hamil nak , cuma papa mau cowok yang sudah meniduri Frescha untuk menikahinya dan ternyata cowok itu serius , tadi dia datang kerumah kita bersama dengan orang tuanya" , ucap mama Vivi.
"Ya baguslah kalau mereka memutuskan untuk menikah dari pada nanti Frescha hamil dan cowok itu tidak mau bertanggung jawab" , ucap Charlie.
"Iya nak" , jawab mama Vivi.
__ADS_1
Setelah itu mama Vivi memutuskan sambungan telponnya.
Charlie melanjutkan mengerjakan pekerjaannya setelah selesai telponan dengan mamanya.