Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Sinar Bulan Ep 36


__ADS_3

Malamnya Frescha mencoba memasak sambil melihat resep yang ada di internet.


Frescha yang tidak pernah membantu mamanya memasak di rumah , membuat dia menjadi kesulitan saat itu.


Ketika Frescha memasukkan ikan kedalam minyak panas , Frescha pun langsung berteriak , karena percikan minyak panas yang mengenai kulit tangannya.


"Kenapa sayang?" , tanya Jeremi yang langsung berlari ke dapur begitu mendengar teriakan istrinya.


"Tangan aku perih , kena minyak panas sayang" , ucap Frescha.


Jeremi langsung membawa Frescha ke wastafel dan meletakkan tangan Frescha di air yang mengalir.


Sampai mereka lupa dengan ikan yang masih digoreng di kuali.


"Sayang , bau apa ini?", tanya Frescha.


"Ini bau gosong sayang" , ucap Jeremi yang langsung berjalan dan mematikan api kompor.


"Kita makan apa malam ini sayang , aku benar-benar gak bisa memasak" , ucap Frescha sambil menangis disana.


Jeremi yang melihat Frescha menangis , membuat dia pun menjadi tidak tega.


"Ya sudah sayang , malam ini kita beli makanan di luar dulu ya , tapi cari yang murah saja ya sayang" , ucap Jeremi sambil mengusap air mata yang ada di wajah Frescha.


"Baiklah sayang" , jawab Frescha.


Setelah Frescha mulai tenang dan gak menangis lagi , dia dan Jeremi berjalan keluar rumah menuju ke mobil.


Jeremi menjalankan mobilnya mencari makanan yang dijual di sekitaran sana.


Tidak lama terlihat ada warung makan kecil disana , Jeremi memberhentikan mobilnya di depan warung makan tersebut.


"Sayang , kita beli disini saja ya" , ucap Jeremi.


"Baiklah sayang" , jawab Frescha.


Jeremi dan Frescha turun bersama dari mobil dan masuk membeli makanan di sana.


Setelah mendapatkan makanannya , Jeremi membayarkan sejumlah uang disana , lalu mereka berdua masuk ke mobil , kembali pulang ke rumah.


Sampai dirumah , Frescha teringat kalau dia tadi memasak nasi di rice cooker.


Begitu Frescha membuka tutup rice cooker , terlihat nasinya tidak masak sama sekali.


"Sayang , kenapa nasi yang aku masak dari tadi belum masak sampai sekarang?" , tanya Frescha.


"Kamu gak menekan tombol ini sayang" , ucap Jeremi setelah melihat ke arah rice cooker dan menekan tombol disana.


"Untung juga tadi kita belinya sama nasi ya , tapi nanti nasinya kalau masak mau diapain?" , ucap Frescha.


"Iya sayang , nasinya kalau sudah masak , besok pagi kamu buat nasi goreng saja , buat makan kita sebelum ke kampus" , ucap Jeremi.


"Baiklah" , jawab Frescha dengan ragu-ragu.

__ADS_1


Setelah itu Frescha dan Jeremi memakan makanan yang sudah mereka beli tadi sambil mengobrol santai.


"Sayang , makanannya ternyata enak juga ya dan harga nya juga gak terlalu mahal" , ucap Jeremi.


"Iya sayang , bagaimana kalau besok kita beli disini saja?" , ucap Frescha.


"Iya , tapi aku mau kamu tetap belajar masak ya" , ucap Jeremi.


"Baiklah sayang" , jawab Frescha.


Selesai makan , Frescha mulai membereskan semua piring yang ada di meja makan dan membawanya ke dapur untuk di cuci.


Jeremi masuk duluan ke kamar mereka dan menonton di laptopnya.


Frescha yang sudah selesai membersihkan , berjalan masuk ke dalam kamar.


Sampai di dalam kamar , Frescha terkejut melihat suaminya yang sudah bergeliat disana.


"Kamu ngapain sayang?" , tanya Frescha.


"Film yang kali ini hot banget sayang , membuat punyaku sudah naik , hanya melihat mereka melakukannya" , ucap Jeremi yang sudah gak kuat menahan dirinya dan langsung menarik tubuh istrinya ke atas kasur.


"Aku udah capek seharian ini , kamu masih saja nonton film begituan , pokoknya hanya satu kali ya , aku udah capek seharian ini" , ucap Frescha yang sudah pasrah tubuhnya di cium dan di sentuh oleh Jeremi.


"Iya sayang , aku janji cuma sekali saja" , ucap Jeremi sambil terus melakukan aktivitasnya.


Sampai saatnya penyatuan , Frescha merasakan ada yang berbeda kali ini.


"Sayang , kamu pakai pengaman gak?" , tanya Frescha yang merasakan ada sesuatu yang hangat didalam.


Frescha langsung membulatkan matanya karena terkejut.


"Kalau aku hamil bagaimana?" , ucap Frescha.


"Kan kita sudah menikah sayang , gak masalah dong , ternyata lebih nikmat tanpa menggunakannya sayang" , ucap Jeremi sambil terus menciumi wajah istrinya.


"Tapi aku takut sayang , kita saja sekarang makan aja harus irit , bagaimana nanti kalau kita punya anak , aku juga harus menyelesaikan kuliah aku" , jawab Frescha.


"Cuma sekali sayang , belum tentu juga jadi" , ucap Jeremi sambil mencium wajah Frescha.


"Semoga saja ucapan kamu benar sayang" , jawab Frescha.


Setelah puas , Jeremi melepaskan tubuhnya dari tubuh Frescha dan tidak lama mereka pun tertidur karena sudah kelelahan.


********


"Mas , bagaimana kehidupan Frescha setelah menikah?" , tanya Alexa yang sedang menjemur Bulan di balkon kamarnya.


"Aku gak tau sayang , sudah beberapa hari ini , dia gak pernah menghubungi aku. Paling kita lihat saja minggu depan" , jawab Charlie.


"Kenapa minggu depan mas?" , tanya Alexa.


"Minggu depan itu sudah awal bulan sayang , biasanya kan aku mengirimkan dia uang tanggal 1 , kali ini kan aku gak akan mengirimkan uang lagi untuk dia" , ucap Charlie.

__ADS_1


"Oh iya , benar juga ya mas , aku biasanya kirimkan uang untuk Frescha pertengahan bulan" , ucap Alexa.


"Iya sayang , kalau sekarang dia pasti lupa dengan kita , karena sedang menikmati hidup dengan suaminya , tapi saat uang dia sudah mulai gak ada , baru dia akan ingat sama kita" , ucap Charlie sambil tersenyum.


"Tapi biarpun begitu dia itu adik kamu satu-satunya lho mas" , jawab Alexa.


"Ya biarin dia cobain gimana susahnya mencari uang sayang , jangan seenaknya saja meminta dengan kita" , ucap Charlie sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Iya mas , kamu gak ke AH Konveksi mas?" , tanya Alexa.


"Hari ini aku datangnya agak telat saja sayang , aku gak ada meeting , kerjaan juga sudah di handle sama Heri dan Fani , jadi aku sudah bisa lebih santai sekarang" , ucap Charlie.


"Baguslah mas , jadi kamu bisa lebih lama bersama aku dan Bulan" , ucap Alexa sambil tersenyum.


"Memang karena aku masih ingin lebih lama bersama kalian , makanya aku menyuruh mereka untuk bisa mengatur kerjaan mereka masing-masing" , ucap Charlie sambil menciumi leher Alexa.


"Aku selalu bahagia bersama dengan kamu mas" , ucap Alexa.


"Aku juga selalu bahagia bersama dengan kamu sayang" , ucap Charlie.


.


.


"Pagi-pagi tuan muda dan nona muda sudah mesra saja" , ucap mbok Siti yang langsung masuk ke kamar Alexa karena dia ketuk-ketuk gak ada yang membukakan pintu.


Charlie dan Alexa langsung terkejut mendengar ada suara disana.


"Ya ampun mbok , aku kirain siapa yang datang" , ucap Charlie.


"Iya mbok , bikin aku kaget saja" , ucap Alexa.


Tadi mbok sudah ketuk pintunya , tapi gak dibukain , jadinya mbok masuk saja.


"Ternyata lagi bermesraan , pantesan gak dengar suara ketukan pintu" , ucap mbok Siti sambil tersenyum.


"Iya nih , mbok mengganggu aku dan mas Charlie saja" , ucap Alexa.


"Iya maaf non , mbok cuma bawain MPASI untuk Bulan" , ucap mbok Siti.


"Iya makasih ya mbok" , ucap Charlie sambil mengambil mangkuk makanan anaknya.


"Iya tuan muda , kalau gitu mbok mau kebawah lagi ya mau masak , silahkan dilanjutkan lagi bermesraan nya" , ucap mbok Siti sambil pergi dari sana.


Alexa dan Charlie hanya tersenyum melihat tingkah mbok Siti.


Setelah kepergian mbok Siti , Charlie mulai menyuapi anaknya makan.


"Anak kita sudah semakin gemuk ya sayang" , ucap Charlie sambil memasukkan makanan ke mulut anaknya.


"Iya mas , bajunya saja sekarang yang dipakai lebih besar satu ukuran dari usianya" , ucap Alexa sambil tersenyum.


"Anak papa makan yang banyak ya , biar cepat besar" , ucap Charlie sambil terus menyuapi anaknya.

__ADS_1


Alexa hanya tersenyum melihat suaminya menyuapi Bulan , ditambah Bulan juga senang diajak ngobrol sambil makan dengan papanya.


Kelihatan dari wajah Bulan yang suka ketawa ketika mendengar papanya berbicara dengannya.


__ADS_2