
Reni dan Kinan berjalan keluar dari kostan menuju ke pasar modern.
Sampai di pasar modern mereka makan mie soto yang dijual disana.
"Jadi bagaimana kerja kamu kemaren malam , apa kamu menyukainya?" , tanya Kinan sambil makan makanannya.
"Aku suka Kinan , gak perlu capek dapat duit" , jawab Reni.
"Iya makanya , ngapain kerja susah susah gajinya kecil" , ucap Kinan.
"Iya , pantesan kamu betah banget" , ucap Reni.
"Kemaren kamu melayani berapa tamu?" , tanya Kinan.
"Dua tamu" , jawab Reni.
"Apakah kamu bisa melakukannya?" , tanya Kinan.
"Awalnya aku agak ragu-ragu , takut dan gak berani karena gak bisa , tapi lama-lama aku mulai bisa melakukannya" , ucap Reni.
"Kalau kamu gak bisa melakukannya , kamu bisa meminta salah satu karyawan cowok di klub untuk mengajari kamu" , ucap Kinan.
"Memangnya boleh?" , tanya Reni.
"Boleh saja , dulu aku minta tolong sama Geri untuk mengajarkan aku sebelum aku menjadi plus plus , tapi sekarang dia sudah menikah dan gak kerja lagi disana" , ucap Kinan.
"Cowok yang selalu kamu bilang pacar kamu ketika dia ke kostan?" , tanya Reni.
"Iya yang itu , aku sengaja bilang dia pacar aku , supaya yang lain gak curiga , padahal dia ngajarin aku berhubungan panas , waktu itu malahan dia gak menggunakan perlindungan apa-apa selama dia mengajari aku sampai aku bisa bermacam gaya" , cerita Kinan.
"Terus , bagaimana bisa kamu gak hamil?" , tanya Reni.
"Aku pergi suntik KB" , jawab Kinan.
Reni hanya menganggukkan kepalanya.
"Apakah kamu tertarik plus plus?" , tanya Kinan.
"Belum tau , kemaren aku bertemu Loli , dia mengatakan kalau dari dipegang-pegang aja lama lama ingin lebih , aku takut kalau itu terjadi aku harus bagaimana" , ucap Reni.
"Oh si Loli , yang dia bilang emang benar , kalau kamu mau ya kamu belajar dulu dari sekarang , jadi nanti sudah siap" , ucap Kinan.
Reni hanya menganggukkan kepalanya.
Setelah selesai makan , Reni dan Kinan berjalan mencari baju.
Sampai di toko baju , mereka mulai memilih beberapa baju ketat , dress mini dan rok mini.
Setelah mendapatkan baju yang diinginkan , Reni dan Kinan membawanya ke kasir dan membayar belanjaan mereka , lalu Reni dan Kinan berjalan keluar dari toko baju , berjalan menuju ke kostan mereka.
********
Charlie dan Alexa sudah sampai di depan AH Konveksi.
Setelah Charlie memarkirkan mobilnya , Charlie dan Alexa yang masih cantik dengan wajah full make up sehabis pemotretan masuk ke AH Konveksi.
Semua karyawan menyapa Charlie dan Alexa.
"Selamat siang pak Charlie dan nona muda" , kata setiap karyawan yang bertemu dengan mereka.
"Selamat siang" , jawab Charlie dan Alexa bersamaan.
Charlie dan Alexa masuk ke ruangan kerja Charlie.
Charlie mengangkat telponnya dan menekan nomor disana.
Tidak lama terdengar suara dari sana.
"Halo" , jawab Rita sang resepsionis.
"Halo Rita kamu bilangin ke Ito seorang OB kantor untuk membawakan piring , sendok dan air minum ke ruangan saya sekarang" , ucap Charlie.
"Baik pak" , jawab Rita sambil menutup telponnya.
Tidak lama terdengar ketukan pintu ruang kerja Charlie.
Tok...tok...tok...
"Masuk" , jawab Charlie.
"Permisi pak , ini saya bawakan pesanan bapak" , jawab Ito.
"Baik , letakin di meja saya saja" , ucap Charlie.
Ito pun meletakkan piring , sendok dan air minum ke meja Charlie.
__ADS_1
"Saya permisi dulu ya pak" , ucap Ito sambil berjalan keluar dari ruangan Charlie.
"Iya" , jawab Charlie.
"Ayo Alexa kita makan dulu" , ucap Charlie.
"Iya kak" , jawab Alexa sambil mengambil nasi bungkus dan meletakkannya di atas piring.
Charlie dan Alexa makan bersama sambil mengobrol.
Ito yang sudah berjalan keluar dari ruangan Charlie langsung dipanggil oleh Nining.
"Ito , kesini dulu" , ucap Nining.
"Iya mba" , ucap Ito sambil mendekat ke arah Nining.
"Tadi pak Charlie sama nona muda lagi ngapain?" , tanya Nining.
"Ketika aku masuk mereka hanya biasa aja , gak ngapa-ngapain" , jawab Ito.
"Hari ini nona muda cantik banget , apa mereka sudah menikah?" , ucap Nining.
"Memangnya pak Charlie mau menikah dengan nona muda?" , tanya Ito.
"Aku dengar dari Reni katanya begitu" , ucap Nining.
"Kalau mereka menikah pasti kita diundang la" , ucap Ito.
"Iya kamu benar juga ya" , jawab Nining.
"Ya udah , aku mau kerja lagi" , ucap Ito.
"Iya Ito" , jawab Nining.
"Memangnya pak Charlie udah mau menikah?" , tanya Mira yang duduk dibelakang Nining.
"Iya" , jawab Nining.
"Kalau pak Charlie menikah dengan anaknya pak Haris ya bisa saja , selama ini kan Charlie asisten kepercayaan pak Haris" , ucap Mira.
"Iya , kamu benar juga ya" , jawab Nining.
Setelah itu mereka melanjutkan pekerjaan mereka lagi.
*******
"Alexa , kakak mau mengontrol ke ruangan jahit dulu ya" , ucap Charlie.
"Kerjaan kakak selalu mengontrol kerjaan seperti ini kak?" , tanya Alexa.
"Sebelumnya itu tugas Reni , tapi kemaren aku sudah memecat dia karena dia menjebak aku dengan obat perangsang" , ucap Charlie.
"Oh , iya pantas sih dia dipecat" , ucap Alexa.
"Iya makanya sekarang kakak jadi harus mengerjakan pekerjaan dia untuk sementara waktu" , ucap Charlie.
"Baiklah kak" , jawab Alexa.
Charlie berjalan keluar dari ruangan kantornya menuju ke ruangan jahit dan melihat semua pekerjaan mereka.
Alexa yang berada sendiri di ruangan kerja Charlie , mengeluarkan ponselnya dan menelpon pak Beni.
Tidak lama terdengar suara dari sana.
"Halo Alexa" , jawab pak Beni.
"Halo pak , saya dan kak Charlie akan menikah tanggal 28 Mei , paginya gereja dan siangnya resepsi sederhana di Star Hotel" , ucap Alexa.
"Baik Alexa , nanti saya akan datang sebagai wali kamu" , ucap pak Beni.
"Iya , terima kasih banyak ya pak" , jawab Alexa.
"Sama sama Alexa , saya sangat senang bisa membantu kamu" , ucap pak Beni.
"Iya pak" , jawab Alexa.
Setelah itu Alexa memutuskan sambungan telponnya.
Tidak lama ponsel Charlie yang terletak di atas meja kerja berbunyi.
Alexa melihat nomor yang tidak dikenal , Alexa mencoba mengangkatnya.
"Halo" , jawab Alexa.
"Halo , apakah pak Charlie nya ada?" , tanya suara wanita disana.
__ADS_1
"Pak Charlie nya sedang ada urusan , ada apa ya?" , tanya Alexa.
"Kami dari percetakan , ingin mengabarkan bahwa undangannya sudah selesai dan sudah bisa diambil" , jawab suara wanita tersebut.
"Baiklah , nanti saya akan kesana buat mengambilnya , terima kasih" , ucap Alexa.
"Baik bu , sama sama" , jawab suara wanita disana.
Setelah sambungan telpon terputus , Alexa meletakkan kembali ponsel Charlie di atas meja.
Charlie yang sudah selesai melihat pekerjaan di tempat jahit langsung masuk ke ruangan kantornya.
"Kak , tadi orang dari percetakan telpon di ponsel kakak" , ucap Alexa.
"Apa katanya Alexa?" , tanya Charlie.
"Katanya undangan kita sudah jadi kak , kita sudah bisa ambil" , jawab Alexa.
"Setelah dari sini kita ke percetakan dulu ya" , ucap Charlie.
"Iya kak" , jawab Alexa.
Charlie mulai melihat-lihat bon tagihan yang masuk ke ruangannya.
Setelah menghitungnya Charlie mulai merekap semua biaya yang akan dibayarnya hari senin.
"Aku sudah siap Alexa , kita mau jalan kemana lagi sore ini?" , tanya Charlie sambil mengambil tas kerjanya.
"Kita kan harus ke percetakan kak , ambil undangan" , jawab Alexa.
"Oh iya maaf , aku lupa , ayo kita jalan sekarang" , ucap Charlie.
Charlie dan Alexa berjalan bersama keluar dari ruangan kerja Charlie.
Pada sore itu AH Konveksi sudah mulai sepi , karena karyawan sudah pulang.
Charlie dan Alexa masuk ke mobil Charlie dan Charlie menjalankan mobilnya menuju ke tempat percetakan.
Sampai di tempat percetakan , Charlie masuk dan mengambil undangan pesanannya , sambil membayar pelunasannya.
Setelah selesai semua , Charlie masuk ke dalam mobil sambil meletakkan undangan di kursi belakang.
"Kak , nama-nama tamu undangannya sudah ada kan?" , tanya Alexa.
"Yang nama karyawan konveksi sudah Alexa , nanti tinggal tambah nama yang didata mbok Siti dan teman-teman kamu , nanti kita tinggal print dan ditempeli di undangannya" , jawab Charlie.
"Baiklah kak" , ucap Alexa.
"Sekarang kita kemana lagi?" , tanya Charlie.
"Kita pulang aja ya kak , jadi bisa mulai tempelkan nama tamu di undangan" , jawab Alexa.
Charlie pun menganggukkan kepalanya dan menjalankan mobilnya menuju ke rumah Alexa.
Sampai di rumah Alexa , seperi biasa pak Tono langsung membukakan pagar supaya mobil Charlie bisa masuk ke sana.
Setelah Charlie memarkirkan mobilnya , Alexa dan Charlie turun dari mobil.
Charlie membawa undangan mereka masuk ke dalam rumah.
"Non Alexa cantik banget , dari mana non?" , tanya mbok Siti.
"Tadi aku ada foto prewedding mbok sama kak Charlie di studio foto" , jawab Alexa.
"Itu yang foto diambil sebelum pernikahan dan nanti fotonya dicetak terus diletakin di tempat acara pernikahan itu ya non" , ucap mbok Siti.
"Iya mbok" , jawab Alexa sambil tersenyum.
"Pasti non Alexa dan tuan muda cakep banget disana , mbok jadi gak sabar pengen lihat fotonya non" , ucap mbok Siti.
"Ya nanti juga fotonya dikirim ke rumah mbok , jadi mbok juga bisa lihat" , jawab Alexa.
"Iya non" , jawab mbok Siti.
"Aku mau mandi dulu ya mbok , nanti malam aku makan nasi goreng pakai ayam goreng dan telur aja ya" , ucap Alexa.
"Iya non" , jawab mbok Siti.
"Tuan muda mau makan apa?" , tanya mbok Siti.
"Sama aja dengan Alexa mbok" , jawab Charlie.
"Baik tuan muda" , ucap mbok Siti.
Alexa dan Charlie berjalan menuju ke kamar mereka masing-masing untuk membersihkan diri mereka yang sudah keluar seharian.
__ADS_1