Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Episode 29


__ADS_3

Reni yang masih agak takut dan ragu-ragu terus mengikuti langkah Andi.


"Kamu siapa namanya?" , tanya Andi.


"Aku Reni".


"Kamu cantik , kenapa mau kerja disini?" , tanya Andi.


"Aku butuh uang Andi" , jawab Reni.


"Pantesan kamu mau kerja disini , ternyata masalahnya uang" , ucap Andi.


"Iya" , jawab Reni.


Andi berhenti di salah satu ruangan VIP dan membuka pintu disana.


"Pak Fredi , ini cewek yang akan menghibur anda malam ini" , ucap Andi.


Reni pun masuk ke dalam ruangan VIP disana.


Terlihat pak Fredi hanya sendiri dengan beberapa botol minuman keras yang sudah mulai diminumnya.


"Bagus , cantik sekali wanita malam ini , aku puas , ini tips buat kamu" , ucap pak Fredi sambil memberikan uang seratus ribu kepada Andi.


"Terima kasih pak , silahkan menikmati malam ini" , ucap Andi sambil keluar dari ruangan VIP dan menutup pintunya.


"Cewek cantik , kamu kesini...duduk di pangkuan saya" , ucap pak Fredi sambil menepuk-nepuk pahanya.


Reni pun menganggukkan kepalanya dan duduk di atas paha pak Fredi.


"Kamu baru ya disini , setelah bertahun-tahun saya disini , baru melihat kamu disini" , ucap pak Fredi sambil membuka kaos ketat yang dipakai Reni.


"Iya saya baru kerja malam ini pak , kenapa baju saya dibuka pak?" , ucap Reni ketika bajunya sudah diletakkan di atas kursi.


"Saya tidak suka ada sesuatu saat saya memainkan daerah yang indah ini" , ucap pak Fredi yang juga sudah memainkan tangannya disana.


Pak Fredi langsung memainkan mulutnya disana.


"Kamu manis sekali" , ucap pak Fredi sambil tangan satu lagi bermain di tempat yang lain.


Reni yang sudah menyetujui untuk kerja disana pun hanya pasrah setiap apapun yang dilakukan oleh pak Fredi malam itu.


Sampai beberapa kali Reni mengeluarkan suara nafas yang berat dan merasakan kenikmatan yang belum pernah dia rasakan selama ini.


"Pantesan Kinan menyukai pekerjaan ini , gak perlu susah kerja hanya menikmati saja , mendapatkan uang yang banyak" , ucap Reni dalam hatinya.


Setelah pak Fredi puas bermain-main dengan Reni , pak Fredi menggeser tubuh Reni ke sampingnya.


Pak Fredi mulai berdiri dan mengatakan....


"Aku sudah membuat kamu merasakan kenikmatan , sekarang kamu harus memuaskan aku" , ucap pak Fredi sambil memegang botol minuman beralkohol dan meminumnya.


"Bagaimana caranya pak?" , tanya Reni yang memang tidak mengerti , karena dia belum pernah melakukannya.


"Aku suka orang baru dan masih fresh , apa kamu gak mau menemani aku malam ini diluar , aku akan membayar kamu lebih banyak" , ucap pak Fredi.


"Saya hanya melayani disini saja pak , saya belum siap untuk lebih dari ini" , jawab Reni.

__ADS_1


"Baiklah , sekarang lakukan dengan mulut dan tanganmu" , ucap pak Fredi.


Awalnya Reni ragu-ragu untuk melakukannya.


Ditelannya saliva nya kuat-kuat , setelah itu baru dilakukannya seperti arahan pak Fredi.


Setelah beberapa waktu , Reni mendengar suara aneh yang keluar dari mulut pak Fredi.


"Apakah ada yang sakit pak?" , tanya Reni.


"Tidak ada , kamu lanjutkan saja , aku sangat menikmatinya" , ucap Fredi sambil terus meminum minuman beralkoholnya.


Reni pun melanjutkannya terus sampai Fredi pun merasakan kepuasannya.


"Kamu sangat bisa memuaskan saya , meskipun kamu masih baru" , ucap Fredi.


"Terima kasih karena bapak puas dengan pelayanan saya" , ucap Reni sambil tersenyum.


"Kamu duduk dulu disini seperti itu" , ucap pak Fredi yang sudah mulai mabuk.


Reni pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


Fredi mulai duduk di kursi sofa dan memeluk tubuh Reni sambil memainkan tangannya di sana.


"Bagian ini kamu sangat bagus , aku sangat suka sekali" , ucap Fredi sambil meminum minuman beralkohol itu , lalu Fredi mencium mulut Reni.


Ketika Reni menerima ciuman dari Fredi , terasa ada cairan yang masuk ke dalam mulutnya.


"Kenapa rasanya pait banget ya" , ucap Reni dalam hatinya tapi Reni mencoba untuk mengikuti ciuman pak Fredi.


"Sampai ciuman juga kamu tidak tau" , ucap pak Fredi setelah melepaskan bibirnya.


"Baiklah saya akan mengajarkan kamu , kamu buka mulut kamu dan ikuti apa yang saya lakukan" , ucap pak Fredi.


"Baik pak" , jawab Reni.


Pak Fredi langsung mencium bibir Reni dan tidak lama Reni pun akhirnya bisa mengikuti alurnya.


Mereka berciuman dengan sangat lama sampai Reni tidak bisa mengikutinya dan nafasnya sudah terasa sesak , barulah pak Fredi melepaskannya.


"Aku suka dengan kamu sayang , besok aku akan kesini lagi , kita akan bersenang-senang lagi" , ucap pak Fredi sambil memberikan uang 500 ribu karena menyukai Reni.


"Terima kasih pak" , jawab Reni sambil tersenyum.


"Iya sama sama sayang" , jawab pak Fredi sambil keluar dari ruangan VIP.


"Cuma begitu saja sudah dapat 500 ribu , aku suka kerjaan ini" , ucap Reni sambil memasukkan uang itu ke dalam sakunya.


Reni pun membersihkan tubuhnya dengan tissue , setelah itu dia merapikan lagi bajunya.


Andi masuk ke ruangan VIP ketika Reni mulai bersiap-siap.


"Apa kamu sudah selesai Reni , tadi aku lihat pak Fredi sudah keluar dan dia sangat puas dengan pelayanan kamu" , ucap Andi yang langsung masuk kesana dan melihat Reni sedang menggunakan bajunya.


"Montok sekali punya Reni , pantesan pak Fredi puas setelah 2 jam disini" , ucap Andi dalam hatinya sambil terus memandangi tubuh Reni.


"Iya , aku sudah selesai" , ucap Reni ketika sudah rapi dengan baju kaos ketatnya.

__ADS_1


Andi mengantarkan Reni kembali ke ruangan wanita penghibur , ruangan yang Reni masuki ketika pertama kali dia datang tadi.


"Kinan kemana Andi?" , tanya Reni yang mencari sosok Kinan disana , tapi ruangan itu sepi , tidak ada orang lain selain Reni dan Andi.


"Kinan sudah dibawa ke hotel sama pelanggannya" , ucap Andi.


"Oh , kalau gitu aku ngapain lagi?" , tanya Reni.


"Kamu tunggu aba-aba dari bos Vikar dulu ya" , ucap Andi.


"Baiklah" , jawab Reni sambil duduk di kursi yang ada disana.


"Reni , apa aku boleh meminta nomor telpon kamu , aku ingin berteman dekat dengan kamu" , ucap Andi.


"Iya boleh Andi , aku senang kalau kamu mau berteman dengan aku" , jawab Reni sambil memberikan nomor ponselnya.


Setelah Reni memberikan nomor ponselnya , dia langsung menyimpannya dan menelpon ke nomor Reni.


Seketika telpon Reni berbunyi.


"Itu nomor aku , kamu simpan ya" , ucap Andi.


"Iya" , jawab Reni.


"Baiklah , aku kembali bekerja lagi" , ucap Andi.


"Iya Andi" , jawab Reni.


Tidak lama masuk wanita cantik ke dalam ruangan para wanita penghibur.


"Kamu anak baru ya?", tanya wanita cantik tersebut.


"Iya aku Reni , baru kerja disini malam ini" , jawab Reni.


"Aku Loli , wanita penghibur disini dan plus plus , kamu penghibur plus plus juga?" , tanya Loli.


"Bukan , aku masih jadi wanita penghibur disini" , jawab Reni.


"Kenapa kamu gak mau plus plus , uangnya gede , selain gaji kita , tipsnya juga sangat besar" , ucap Loli.


"Aku belum berani" , ucap Reni.


"Semakin lama kamu disentuh pria , lama lama kamu juga akan menginginkannya" , ucap Loli.


"Memangnya dari sentuhan bisa membuat kita menginginkannya?" , tanya Reni yang masih polos.


"Iya , awalnya juga aku seperti kamu , gak berani , tapi setiap tubuh aku disentuh , itu membuat aku gila dan pada akhirnya aku menginginkan lebih , bahkan aku juga sampai beli alat dan main sendiri selama di kostan , sebelum aku menjadi wanita penghibur plus plus" , ucap Loli.


"Setelah kamu jadi wanita penghibur plus plus apakah kamu masih sering menggunakan alat itu?" , tanya Reni.


"Ya bisa dibilang masih sering , bahkan hampir setiap hari" , ucap Loli sambil tersenyum.


"Bukankah kamu setiap malam juga melakukannya?" , tanya Reni.


"Kamu belum tau nikmatnya , setelah kamu rasakan , kamu pasti ketagihan" , ucap Loli.


Tidak lama Vikar masuk ke ruangan wanita penghibur.

__ADS_1


"Kebetulan ada anak baru dan Loli , ayo layani tamu VIP di nomor 27 , ada 2 orang disana , layani dia sampai puas ya" , ucap Vikar sambil tersenyum.


Reni dan Loli pun menuju ke ruangan yang diberitahukan oleh Vikar.


__ADS_2