Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Episode 35


__ADS_3

Tidak lama jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi , Alexa dan Charlie berjalan keluar rumah menuju ke mobil Charlie.


Seperti biasa pak Tono langsung membukakan pagar ketika mobil Charlie mau keluar dari sana.


Charlie menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke bandara.


Selama di perjalanan , tidak ada obrolan di antara mereka , hanya suara musik lagu pop yang menyala di audio mobil Charlie yang terdengar di dalam mobil.


Selama sejam di perjalanan , mobil Charlie sudah memasuki area bandara.


Charlie langsung mencari parkiran di terminal kedatangan dari dalam negeri.


Setelah Charlie memarkirkan mobilnya disana , Charlie dan Alexa turun dari mobil dan berjalan bersama menuju ke area kedatangan dalam negeri.


Tidak lama sudah mulai terlihat beberapa orang keluar dari sana sampai Charlie sudah melihat mama Vivi , papa Teddy dan adiknya Frescha yang berjalan sambil melihat-lihat , mencari keberadaan Charlie.


"Alexa , itu papa , mama dan adik aku" , ucap Charlie sambil memegang tangan Alexa dan membawa Alexa berjalan mendekati keluarganya.


Alexa hanya mengikuti saja dibawa oleh Charlie , karena Alexa tidak tau seperti apa wajah orang tua dan adik Charlie.


Sampai di dekat kedua orang tua dan adik Charlie.


"Pa...ma..." , panggil Charlie.


"Nak , akhirnya kamu sudah ada disini , tadi mama melihat-lihat kenapa kamu gak kelihatan , mama kirain kamu akan telat menjemput kami" , ucap mama Vivi.


"Gak ma...aku dan Alexa tadi berdiri disana , karena orang ramai , mama gak bisa melihat kami , tapi aku bisa melihat mama , makanya aku mengikuti mama sampai ke sini" , ucap Charlie.


"Iya nak , mama sempat agak panik juga tadi kalau kamu gak ada disini" , ucap mama Vivi.


"Mama tenang aja" , ucap Charlie.


"Mama ini terlalu takut aja , padahal juga disini banyak petugas , kakak juga pasti akan menjemput kita" , ucap Frescha.


Charlie hanya tersenyum melihat adiknya.


"Oh iya ini Alexa ma , pa" , ucap Charlie.


"Aduh , maaf ya nak...karena kami orang susah gak pernah naik pesawat , jadinya karena rasa takut yang berlebihan , sampai lupa berkenalan dengan kamu" , ucap mama Vivi sambil mengulurkan tangannya.


"Iya gak apa apa tante" , jawab Alexa sambil menjabat tangan mama Vivi.


"Kalian sudah mau menikah , harusnya kamu sudah panggil mama , bukan tante" , ucap mama Vivi.


"Iya...m...a...." , ucap Alexa yang masih belum terbiasa.


"Ini papa aku Alexa" , ucap Charlie.


"Alexa om" , ucap Alexa sambil mengulurkan tangannya.


"Iya nak" , jawab papa Teddy sambil menjabat tangan calon menantunya.


"Harusnya panggil papa juga nak" , ucap mama Vivi.


"Jangan dipaksa dulu ma , biar Alexa terbiasa dulu , nanti juga Alexa panggil papa dan mama" , jawab Charlie yang mengetahui Alexa menjadi canggung ketika disuruh memanggil sebutan papa dan mama.


"Baiklah nak" , jawab mama Vivi.

__ADS_1


"Ini adik aku Frescha" , ucap Charlie kepada Alexa.


"Halo kak Alexa" , ucap Frescha sambil mengulurkan tangannya.


"Halo Frescha" , jawab Alexa sambil menjabat tangan Alexa.


"Tangannya kak Alexa halus banget ya , beda banget sama tangan aku" , ucap Frescha setelah berjabatan tangan dengan Alexa.


"Kamu kan kerjanya nyuci terus di sana , ya pastilah tangan kamu gak sehalus tangannya Alexa" , ucap Charlie sambil tersenyum.


"Kakak gitu sih , nanti kakak sediain juga dong pembantu untuk di rumah kita , sebentar lagi kan kakak sudah akan menikah dengan kak Alexa yang kaya" , ucap Frescha.


"Hush....gak boleh ngomong seperti itu" , tegur mama Vivi kepada anaknya.


Alexa hanya tersenyum mendengar perkataan Frescha adik perempuan Charlie satu-satunya itu.


"Ayo kita ke mobil lagi , aku masih mau mencari barang dengan Alexa" , ucap Charlie.


"Baik nak" , jawab kedua orang tua Charlie.


Charlie , Alexa , kedua orang tua Charlie dan Frescha adiknya berjalan meninggalkan area tunggu di bandara menuju ke area parkiran mobil.


Sampai di parkiran mobil , Charlie memasukkan 2 koper kecil yang dibawa oleh orang tua dan adiknya ke dalam bagasi mobil.


Ketika mau masuk mobil Alexa meminta untuk papa Teddy duduk di kursi depan di sebelah Charlie , tapi papa Teddy menolak dan ingin duduk di belakang bersama anak dan istrinya.


Akhirnya Alexa duduk di kursi depan.


"Alexa , kita mau langsung pergi beli handuk kecil?" , tanya Charlie.


"Iya kak , langsung aja ya , nanti dari sana kita makan di mall aja sekalian bawa om , tante , dan Frescha jalan-jalan , karena mulai besok aku hanya bisa menemani mereka sore setelah pulang dari kampus" , jawab Alexa.


"Gak apa apa om , sudah kesini sekalian jalan-jalan ya" , ucap Alexa.


"Iya pa , yang kak Alexa bilang benar , aku juga mau jalan-jalan di sini , kapan lagi bisa jalan-jalan" , kata Frescha.


"Iya baiklah" , jawab papa Teddy.


Mama Vivi hanya mengikuti saja , karena dia juga gak tau dan gak ngerti mau kemana.


********


Mobil Charlie sudah sampai di tempat grosiran yang ada di kota B.


Charlie memarkirkan mobilnya di area parkiran yang ada disana.


"Papa dan mama mau ikut kita atau gak?" , tanya Charlie.


"Kami disini saja ya nak menunggu kalian , kalian beli dulu aja yang mau kalian beli" , ucap mama Vivi.


"Iya ma , kalau gitu aku dan Alexa pergi sebentar ya" , ucap Charlie.


"Iya nak" , jawab mama Vivi.


Charlie dan Alexa memasuki ke area pasar yang memang penjual grosiran disana.


Ketika sudah sampai di toko yang jual handuk.

__ADS_1


"Kalau saya mau untuk 500 undangan , saya harus beli berapa banyak?" , tanya Alexa kepada penjual disana.


"Biasanya ditambah 20% dari undangan mbak" , jawab penjual disana.


"Baiklah , kalau gitu saya mau 600 handuk ukuran kecil untuk suvenir pernikahan , kalau saya mau warna pink semua , apakah barangnya ada?" , tanya Alexa.


"Saya coba cek dulu ya barangnya" , jawab penjual toko tersebut.


Tidak lama , penjual toko mengatakan kalau barangnya ada.


Setelah penjual toko memberikan barangnya , Charlie membayar semua handuk yang Alexa mau.


Setelah itu Alexa dan Charlie berjalan keluar menuju ke parkiran mobil.


Charlie memasukkan semua handuk di bagasi mobil , setelah itu mereka masuk ke dalam mobil.


Charlie mulai menjalankan mobilnya menuju ke mall.


Setelah beberapa waktu , mobil yang dibawa Charlie sampai di parkiran mall.


Charlie , Alexa , papa Teddy , mama Vivi dan Frescha berjalan bersama memasuki area mall.


"Wah , besar sekali kak mall nya dan banyak yang jualan lagi" , ucap Frescha yang baru pergi ke mall.


"Iya Frescha , nanti kamu kalau mau apa bilang aja ya , biar kakak belikan" , ucap Alexa dengan ramah.


"Jangan Alexa , anak ini maunya banyak" , ucap mama Vivi.


"Gak apa apa tante , setelah aku menikah kan Frescha juga jadi adik aku" , ucap Alexa sambil tersenyum.


"Aku senang bisa dapat kakak ipar seperti kak Alexa , sudah cantik , kaya , baik lagi" , ucap Frescha.


"Hush , jangan gitu Frescha" , ucap papa Teddy.


"Iya jangan gitu dek , kesannya kayak kamu sukanya karena uangnya kakak ipar kamu saja" , ucap Charlie.


"Udah gak apa apa kak , biar Frescha juga senang selama berada di sini" , ucap Alexa.


"Iya , tapi kamu jangan ikuti maunya semua Alexa" , ucap Charlie.


"Iya kak" , jawab Alexa sambil tersenyum.


"Kita makan dulu ya" , ucap Charlie.


"Iya" , jawab papa , mama dan Frescha bersamaan.


"Kamu mau makan dimana Alexa?" , tanya Charlie.


"Karena ada papa dan mama kakak , kita makan di restoran masakan lokal aja ya kak" , ucap Alexa.


"Baik Alexa" , ucap Charlie sambil tersenyum.


Sampai di restoran , Alexa dan Charlie mulai memesan makanan lokal yang ada disana.


Tidak lama pelayan restoran mengantarkan semua makanan mereka.


Mereka makan bersama sambil mengobrol ringan , terkadang ada beberapa obrolan yang Alexa tidak mengerti , tapi Alexa tetap mendengarkan obrolan di sana.

__ADS_1


Setelah selesai makan , mereka berjalan-jalan di mall.


__ADS_2