Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Episode 76


__ADS_3

Hari itu kamar Alexa dan Charlie yang dirumah Alexa , sudah selesai di renovasi.


Alexa dan Charlie keluar bersama dari apartemen dan menuju pulang ke rumah Alexa.


Sampai dirumah , Charlie dan Alexa berjalan menuju ke kamar mereka dan bertemu dengan pak Martin disana.


"Pak Martin" , sapa Charlie dan Alexa.


"Hi Charlie dan Alexa , kamar kalian sudah selesai , semoga kalian suka dengan hasilnya" , ucap pak Martin.


Alexa dan Charlie melihat kamar mereka yang baru....


"Kamar kita jadi lebih luas dan kelihatan sangat bagus sekarang , sayang" , ucap Charlie.


"Iya mas , aku suka dengan kamar kita yang sekarang" , ucap Alexa sambil tersenyum.


"Terima kasih ya pak Martin , sudah membuatkan kamar kami menjadi bagus dan sesuai dengan keinginan saya" , ucap Alexa sambil tersenyum.


"Iya sama-sama Alexa , saya senang kalau kalian suka dengan hasilnya" , ucap pak Martin sambil tersenyum.


"Kalau hasilnya gak disukai gimana pak?" , tanya Charlie yang hanya ingin menggoda pak Martin.


"Ya dikerjakan ulang sampai klien suka" , jawab pak Martin sambil tertawa.


Charlie dan Alexa pun ikut tertawa mendengar perkataan pak Martin.


.


.


"Baiklah , pekerjaan saya disini sudah selesai , jadi saya permisi dulu" , ucap pak Martin.


"Iya pak , terima kasih ya" , jawab Charlie dan Alexa bersamaan.


"Iya sama sama" , jawab Pak Martin sambil tersenyum.


Charlie mengantarkan pak Martin sampai ke luar rumah.


Alexa mulai membuka kopernya dan memasukkan sebagian pakaiannya dan pakaian Charlie di dalam lemari yang baru.


Tidak lama Charlie yang sudah mengantarkan pak Martin pulang , berjalan naik ke atas menuju ke kamar mereka.


Ketika Charlie memasuki kamar mereka....


"Sayang , kenapa kamu mulai membereskan lemari , nanti malam kan kamu masih ada syuting untuk lagu terakhir di album pertama kamu" , ucap Charlie sambil memeluk tubuh istri tersayangnya dari belakang.


"Iya mas , aku tau...aku hanya memasukkan sebagian dari pakaian kamu dan pakaian aku aja" , ucap Alexa.


"Aku bantuin ya sayang , supaya kamu gak kecapean" , ucap Charlie sambil melepaskan pelukannya.


"Iya mas" , jawab Alexa.


Charlie dan Alexa mulai menyusun baju mereka masing-masing ke dalam lemari.

__ADS_1


Setelah beberapa waktu jam di dinding sudah menunjukkan pukul 4 sore.


"Sayang , kita mandi dulu yuk , sudah jam 4 sore , nanti kamu terlambat ke lokasi kalau gak siap-siap dari sekarang" , ucap Charlie.


"Oh iya mas , gak berasa ya kita beberes beres , hari sudah sore aja" , ucap Alexa sambil tersenyum.


"Iya sayang , makanya ayo kita mulai bersiap-siap lagi" , ucap Charlie sambil mengulurkan tangannya di dekat Alexa.


"Iya mas" , jawab Alexa sambil memegang tangan suaminya sambil berdiri dari sana.


Sebelumnya Alexa duduk di lantai sambil membereskan baju-baju nya.


Charlie dan Alexa berdiri dan berjalan bersama menuju ke kamar mandi.


"Sekarang kamar mandi kita sudah lebih luas mas , jadi kita gak perlu lagi mandi sambil berdempetan" , ucap Alexa sambil tersenyum.


"Tapi aku suka kalau kita mandi sambil berdempetan sayang" , ucap Charlie sambil menyunggingkan senyumnya.


"Kamu maunya begitu terus aja mas" , ucap Alexa.


"Setiap orang yang menikah kan memang itu aja yang selalu dilakukan sayang" , ucap Charlie sambil tersenyum.


"Gak semuanya hanya itu saja yang dilakukan mas , banyak banget , harus nyari uang yang banyak , harus mengurus istri dan anak , harus membahagiakan istri dan banyak lainnya" , jawab Alexa.


"Iya sayang , aku pasti akan melakukan semua itu , kebetulan kita belum punya anak , ya kita harus melakukan penyatuan setiap hari , sampai anaknya jadi" , ucap Charlie sambil tersenyum.


"Ya sudah mas , ayo kita mandi lagi , nanti aku telat lagi kalau dengar omongan kamu terus" , jawab Alexa sambil terkekeh.


Charlie dan Alexa tetap mandi bersama sore itu sambil berdempetan , meskipun sekarang kamar mandi mereka sudah lebih besar.


Setelah selesai mandi romantis yang selalu mereka lakukan setiap hari itu , mereka bersiap-siap dan langsung pergi menuju ke lokasi syuting Alexa.


********


Selama tinggal bersama dengan Derren membuat hati Vio menjadi luluh melihat perhatian yang selalu diberikan oleh Derren setiap hari kepadanya.


Hari itu adalah hari ulang tahun Derren.


Vio yang tidak mengetahui hari ulang tahun Derren , melihat ada kue ulang tahun di atas meja makan langsung menanyakannya.


"Siapa yang ulang tahun Derren?" , tanya Vio.


"Aku Vio" , jawab Derren sambil tersenyum.


"Selamat ulang tahun ya , ulang tahun yang ke berapa?" , tanya Vio.


"25 tahun" , jawab Derren.


"Berarti kita beda 4 tahun".


"Kamu mau kado apa Derren?" , ucap Vio.


"Aku hanya mau kamu mencintai aku , apakah bisa?" , tanya Derren sambil memegang tangan Vio.

__ADS_1


Vio pun langsung menganggukkan kepalanya , karena dia pun sudah mulai menyukai Derren.


"Terima kasih Vio , ini hadiah ulang tahun yang terindah dalam hidup aku" , ucap Derren sambil memeluk tubuh Vio.


"Aku yang seharusnya berterima kasih sama kamu Derren , karena mau menerima aku yang seperti ini" , ucap Vio dengan lirih.


"Kamu gak boleh bilang seperti itu lagi ya sayang" , ucap Derren sambil mencium bibir Vio.


Vio yang sudah lama tidak merasakan ciuman dan sentuhan dari pria pun menjadi bahagia , terlebih sekarang pria yang menjadi pasangannya adalah pria yang baik , bukan seperti Felix yang hanya menuntut untuk memenuhi hasrat nya saja.


Setelah puas berciuman , Vio dan Derren makan bersama sambil mengobrol dengan mesra.


********


Malam itu di lokasi syuting...


Alexa sudah cantik dengan baju putih pendek dan sepatu tali-tali yang disiapkan oleh Julio.


Seperti biasa Alexa memainkan biolanya di bawah sinar rembulan di dekat pantai.


Setiap Alexa mengambil syuting disana , selalu banyak orang yang sedang jalan langsung berhenti untuk melihat penampilan Alexa yang sangat menawan itu.


Setiap melodi yang dikeluarkan dari biola Alexa , benar-benar merasuk sampai ke dalam jiwa.


Setelah Alexa selesai memainkan biolanya , pak Carren dan kru lainnya beserta penonton disana , langsung memberikan tepuk tangan kepada Alexa.


Seperti biasa Alexa pun akan berterima kasih sambil membungkukkan tubuhnya dan men silangkan kakinya.


"Bagus sekali Alexa , saya yakin nanti album kamu yang Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan bisa meledak di pasaran" , ucap pak Carren.


"Terima kasih pak" , jawab Alexa sambil tersenyum.


"Iya sama-sama Alexa , nanti Susi akan menghubungi kamu untuk kegiatan selanjutnya" , ucap pak Carren.


"Baik pak" , jawab Alexa.


Alexa berjalan menuju ke mobil Julio untuk mengganti bajunya disana.


Setelah selesai mengganti bajunya , Alexa berjalan bersama suaminya menuju ke mobil.


Ketika Alexa sudah mendekati mobil , tiba-tiba Alexa merasa mual.


"Kenapa sayang?" , tanya Charlie.


"Gak tau mas , rasanya perutku mual banget" , jawab Alexa.


"Apa karena kamu belum makan tadi , jadinya sekarang masuk angin" , ucap Charlie sambil memijit tengkuk Alexa.


"Bisa jadi juga mas" , ucap Alexa.


Setelah beberapa saat Alexa sudah mulai gak merasakan mual lagi , Alexa dan Charlie langsung masuk ke dalam mobil.


Setelah itu , Charlie langsung menjalankan mobilnya menuju ke rumah mereka.

__ADS_1


__ADS_2