
Alexa dan Charlie yang sudah sampai di bandara , mulai check in dan mengambil boarding pass mereka.
Awalnya Bulan sangat tenang dalam stroller nya , begitu mereka sampai di ruang tunggu yang sudah ramai diisi orang pada saat itu , Bulan langsung menangis dengan kerasnya.
Alexa langsung mengambil Bulan dari stroller dan menggendongnya.
Bulan masih menangis meskipun Alexa sudah menggendongnya.
Charlie mengeluarkan empeng nya , tapi Bulan menolaknya , lalu Charlie mengeluarkan mainan karet berisi gel di dalam didalamnya dan memberikan kepada anaknya yang menangis , tetap saja Bulan masih menolak.
Akhirnya Alexa pergi ke depan ruang tunggu sambil membawa anaknya , karena tidak ingin orang yang disana terganggu dengan suara tangisan Bulan yang gak berhenti-henti.
Charlie mengikuti istrinya berjalan sampai ke ruangan yang ada di luar ruang tunggu mereka.
Tidak lama Alexa dan Charlie disana , Bulan langsung tenang dan tidak menangis lagi.
Disana memang terlihat sepi , hanya satu dua orang saja yang berlalu lalang disana.
"Kayaknya Bulan gak terlalu menyukai keramaian mas" , ucap Alexa.
"Iya , kamu benar juga sayang , sekarang anak kita sudah tenang" , ucap Charlie.
Alexa terus menggendong Bulan disana sampai akhirnya Bulan tertidur dalam gendongannya.
Terdengar suara petugas bandara mengumumkan...
Untuk penumpang dengan penerbangan xxxxx menuju ke kota Y , dipersilahkan menaiki pesawat.
Alexa dan Charlie berjalan bersama masuk ke ruang tunggu dan mengikuti antrian yang ada disana untuk masuk ke dalam pesawat.
"Untung anak kita sudah tidur ya sayang" , ucap Charlie sambil melihat anaknya.
"Iya mas , semoga selama di pesawat dia tetap tidur dengan nyenyak ya" , ucap Alexa.
Charlie langsung menganggukkan kepalanya.
Begitu sampai di dalam pesawat , Charlie dan Alexa duduk di kursi sesuai nomor yang sudah mereka dapatkan.
Setelah semua penumpang masuk , pramugari mulai memperagakan untuk alat keselamatan.
Lalu pesawat sudah mulai untuk take off.
Ketika pesawat mau take off , terdengar suara mesin pesawat yang lumayan keras disana , membuat Bulan terbangun dan menangis lagi dengan keras.
Alexa berusaha menenangkan anaknya , sampai akhirnya bunyi suara keras dari pesawat sudah tidak ada lagi dan Bulan pun mulai diam.
"Anaknya baru pertama kali naik pesawat ya mba?" , tanya penumpang wanita yang duduk di sebelah Alexa.
"Iya mba" , jawab Alexa.
"Nanti lebih baik ketika naik pesawat anaknya dikasih penutup telinga , jadi anaknya gak kaget mendengar suara pesawat" , ucap wanita tersebut.
"Oh gitu ya mba , kalau gitu nanti saya cari , terima kasih ya mba" , ucap Alexa.
__ADS_1
"Iya sama sama , nanti ketika mau mendarat , lebih baik ditutup dulu saja telinganya dengan tangan" , ucap wanita tersebut.
"Iya mba" , ucap Alexa sambil tersenyum.
Ketika Alexa mendengarkan suara mesin pesawat mulai berubah , Alexa langsung menutup telinga Bulan.
Sampai akhirnya pesawat sudah mau mendarat , Alexa terus menutup telinga Bulan.
Akhirnya Bulan tidak rewel sampai pesawat mendarat dengan baik.
Alexa dan Charlie menunggu sampai penumpang yang di depan sudah turun semua , baru mereka turun dari pesawat.
Charlie mengambil barang mereka di tempat pengambilan bagasi , setelah itu Charlie dan Alexa menaiki taksi menuju ke rumah lama Charlie.
Selama dalam perjalanan menuju ke rumah Charlie , Alexa memberikan Bulan makan biskuit yang sudah dihaluskan , khusus untuk bayi.
Bulan makan dengan lahapnya sampai akhirnya makanannya habis.
Charlie memberikan air minum yang ada di dalam botolnya.
Tidak lama taksi yang mereka tumpangi sudah sampai di rumah Charlie yang sangat sederhana itu.
Charlie dan Alexa turun dari mobil taksi setelah membayar sesuai dengan tarif yang tertera disana.
Sopir taksi membantu mereka untuk mengeluarkan barang-barang mereka yang ada di bagasi.
Papa Teddy yang melihat kedatangan anak dan menantunya , langsung berjalan mendekati Alexa dan Charlie.
Mendengarkan suara papa Teddy , Alexa dan Charlie langsung membalikkan tubuh mereka.
"Perjalanannya lancar pa" , jawab Charlie.
"Apakah Bulan gak rewel saat di pesawat?", tanya papa Teddy.
"Dari di ruang tunggu bandara sudah nangis pa , sampai di dalam pesawat juga nangis" , ucap Alexa.
"Kayaknya karena Bulan jarang dibawa pergi keluar seperti ini , nanti kalau sudah sering , pasti sudah gak masalah lagi" , kata papa Teddy sambil membantu membawakan barang-barang Alexa dan Charlie.
"Iya pa" , jawab Alexa.
Sampai di dalam rumah...
"Kalian istirahat dulu ya , papa mau ke warung lagi" , ucap papa Teddy.
"Iya pa" , jawab Alexa dan Charlie.
Charlie membawa barang-barang mereka ke dalam kamar lamanya.
Alexa mengikuti langkah suaminya sampai di dalam kamar.
"Ini kasur yang kamu pesan waktu itu ya mas" , ucap Alexa begitu mereka sudah masuk ke dalam kamar lama Charlie.
Iya sayang , sebelumnya disini hanya ada kasur busa untuk satu orang , disini juga ada meja kecil untuk aku belajar dulu dan disini juga sebelumnya lemari kayu yang lusuh , sekarang sudah diganti dengan yang baru semua.
__ADS_1
"Sayangnya aku lupa membeli meja rias untuk kamu sayang" , ucap Charlie yang baru menyadari tidak ada meja rias disana.
"Iya gak apa-apa mas , untung aja di lemarinya ada kaca , lagian juga kalau di tempati meja rias juga sudah gak ada ruang yang cukup lagi mas" , ucap Alexa.
"Iya sayang , maaf ya kalau kamar aku kecil banget , coba saja waktu itu kita jadi merenovasi rumah mama , pasti kamu bisa tidur dengan nyaman sekarang" , ucap Charlie.
"Ya sudah mas , waktu itu kan memang kita belum sempat kesini karena aku yang sedang sibuk dan setelah itu aku hamil" , ucap Alexa sambil duduk di atas kasur.
"Iya sayang , untungnya kita gak lama disini" , ucap Charlie.
"Iya mas , tolong nyalain AC nya mas , aku sudah gak tahan , panas banget disini" , ucap Alexa.
"Oh iya sayang , maaf...aku disini biasanya pakai kipas angin , gak pakai AC , jadinya sekarang lupa kalau sudah ada AC" , ucap Charlie.
"Kamu ya mas , sudah biasa hidup di rumah aku , kenapa ketika sampai dirumah kamu , malah kamu mulai lagi seperti terbiasa tinggal seperti dulu , yang sudah terbiasa dengan panas , padahal selama dirumah kita gak pernah merasakan panas lho mas" , ucap Alexa yang sudah menidurkan Bulan diatas kasur.
"Iya , entah kenapa begitu masuk rumah , aku jadi keluar kebiasaan seperti dulu" , ucap Charlie sambil tersenyum.
Charlie langsung mengambil remote AC dan menekan tombol untuk menyalakan AC.
Alexa berjalan membuka koper mereka dan mengeluarkan bantal dan selimut Bulan yang sudah dibawanya dari kota B.
.
.
Mama Vivi yang sudah mendapatkan kabar dari papa Teddy , bahwa anak dan menantunya sudah sampai dirumah , langsung berjalan menuju ke rumah ketika warungnya sudah sepi.
Mama Vivi mengetuk pintu kamar Charlie.
Tok...tok...tok...
Charlie langsung berjalan dan membuka pintu kamarnya.
"Ma" , sapa Charlie ketika melihat mamanya yang disana.
"Iya nak , apa kalian bisa istirahat?" , tanya mama Vivi sambil berjalan masuk ke dalam kamar untuk melihat cucunya.
"Bisa ma" , jawab Alexa.
"Syukurlah nak , nanti kalian mau makan apa , biar mama sediakan" , ucap mama Vivi.
"Gak usah repot-repot ma , aku makan apa aja kok" , jawab Alexa.
"Mama masak yang seperti biasa saja , kami gak ada masalah ma" , ucap Charlie.
"Baiklah nak" , jawab mama Vivi sambil berjalan melihat cucunya yang sudah di atas kasur.
"Frescha mana ma?" , tanya Charlie.
"Adek kamu itu mama sudah gak mau tau lagi nak , sejak dia pacaran sampai mau menikah , kerjanya tidur terus bersama dengan pacarnya , kalau dikasih tau dia gak pernah mau dengar" , ucap mama Vivi.
Alexa dan Charlie hanya bisa terdiam mendengar perkataan mama Vivi.
__ADS_1