Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Episode 69


__ADS_3

"Kenapa kamu ada di kamar aku mas?" , tanya Alexa yang terkejut sambil menggeser kan tubuhnya menjauh dari Charlie.


"Aku ingin memperlihatkan sesuatu kepada kamu sayang" , ucap Charlie.


"Gak perlu mas , kamu mau memperlihatkan apa lagi ? Semua foto yang kamu kirimkan kemaren itu sudah cukup jelas mas , sekarang yang aku butuhkan hanya... kamu menandatangani surat cerai kita , lebih cepat lebih baik" , ucap Alexa yang masih emosi.


Mendengar perkataan dari istri yang sangat dicintainya , Charlie mulai mencoba untuk tenang dan gak terbawa emosi , Charlie menghirup nafasnya yang dalam dan mengeluarkannya.


"Baiklah sayang , kamu lihat dulu hasil rekaman video CCTV yang aku bawa sekarang , setelah kamu melihatnya dan kamu masih menginginkan kita untuk bercerai , aku akan menyetujui permintaan kamu dan menandatangani surat cerai itu" , ucap Charlie yang sudah mulai tenang.


"Baiklah" , jawab Alexa sambil duduk diatas kasurnya dan menyandarkan tubuhnya di kepala kasur.


Charlie mulai melangkahkan kakinya , mengambil laptopnya , membawa ke dekat Alexa dan menyalakan hasil rekaman CCTV Star Hotel yang didapatkannya.


Alexa memperhatikan setiap isi yang ada di dalam rekaman CCTV tersebut.


Sampai terakhir setelah rekamannya habis , Alexa mulai menitikkan air matanya.


"Kenapa kamu menangis istriku sayang?" , tanya Charlie dengan lembut.


"Maaf ya mas , maafkan aku karena sudah gak percaya sama kamu , maafkan aku mas" , ucap Alexa yang wajahnya sudah dipenuhi oleh air mata.


Charlie pun langsung memeluk tubuh istri yang sangat dicintainya itu.


"Aku juga minta maaf sayang , karena aku gak hati-hati , jadinya aku dengan mudahnya masuk dalam jebakan wanita lagi" , ucap Charlie dengan lirih.


"Iya mas , aku juga minta maaf karena gak mau mendengarkan penjelasan dari kamu terlebih dahulu , malah langsung percaya dengan hanya melihat foto-foto vulgar yang belum pasti akan kebenarannya , dan aku malah langsung meminta cerai sama kamu" , ucap Alexa dengan suara serak karena menangis.


"Gak apa apa sayang , aku gak pernah menyalahkan kamu , itu salah aku yang tidak hati-hati , jadinya kamu menjadi terluka.


Aku selalu mencintai kamu selama ini dan aku tidak akan pernah mengkhianati kamu" , ucap Charlie dengan lembut.


"Terima kasih mas , sebenarnya ada sesuatu yang mau aku beritahukan sama kamu" , ucap Alexa.


"Apa itu sayang?" , tanya Charlie sambil menyentuh wajah Alexa dengan kedua tangannya dan memandangi mata istri tercintanya.


"Sebenarnya aku juga sudah mencintai kamu mas" , jawab Alexa dengan penuh keyakinan.


"Apakah itu benar sayang , aku gak bermimpi kan?" , ucap Charlie yang sangat bahagia mendengar Alexa sudah mencintainya.


"Iya mas itu benar , kamu gak bermimpi , aku sudah mencintai kamu" , jawab Alexa.


"Coba kamu cubit tangan aku sayang" , ucap Charlie.


Alexa pun mencubit tangan suaminya.


"Awwww...." , ucap Charlie sambil menyentuh tangannya yang dicubit oleh Alexa.

__ADS_1


"Maaf mas , maaf kamu jadi kesakitan , makanya jangan suruh aku cubit kamu" , ucap Alexa yang langsung panik mendengar suaminya kesakitan.


Alexa langsung meniup tiup tangan Charlie di tempat yang dia cubit tadi.


"Gak apa apa sayang , itu membuktikan kalau aku gak bermimpi dan semua ini memang kenyataan sayang" , ucap Charlie sambil tersenyum dan menyentuh wajah istrinya dengan kedua tangannya.


Alexa menjadi tersenyum lega mendengar perkataan suaminya.


Charlie mulai mendekatkan wajahnya dan menciumi semua wajah Alexa sampai terakhir dia menciumi bibir Alexa yang sudah lama sangat diinginkannya itu.


Setelah beberapa saat ciuman lembut itu berlangsung , terdengar suara perut Charlie berbunyi.


Krucuk....krucuk.....


"Kamu lapar mas , sampai bunyi gitu perutnya?" , ucap Alexa sambil terkekeh.


"Iya sayang , aku belum makan dari tadi pagi , tadi aku sudah gak sabar untuk mendapatkan bukti kebenarannya secepatnya" , jawab Charlie.


"Oh iya , tadi mbok Siti juga bilang kalau kamu keluar tanpa sarapan terlebih dahulu , kalau gitu ayo aku temani kamu makan sekarang" , ucap Alexa sambil tersenyum.


Charlie pun menganggukkan kepalanya.


Charlie dan Alexa turun bersama dengan mesra menuju ke meja makan.


"Tuan muda sudah pulang?" , tanya mbok Siti yang keheranan melihat nona muda dan tuan mudanya sudah bermesraan.


"Iya sudah mbok , tolong siapin makanan ya buat mas Charlie" , ucap Alexa.


"Aku dan mas Charlie sudah baikan mbok , ternyata mas Charlie di jebak" , jawab Alexa.


"Berarti non Alexa dan tuan muda gak jadi berpisah kan?" , tanya mbok Siti.


"Gak jadi mbok , sekarang tolong siapin makanan mas Charlie ya , mas Charlie belum makan dari tadi pagi" , ucap Alexa.


"Baik non , baik , akan mbok siapkan sekarang , syukurlah non Alexa dan tuan muda gak jadi berpisah , mbok jadi senang mendengarnya" , ucap mbok Siti sambil berjalan menuju ke dapur.


"Si mbok tau ya kamu mau berpisah sama aku?" , tanya Charlie.


"Iya mas , aku tadi yang bilang begitu , karena aku masih marah sama kamu" , jawab Alexa.


"Ya udah , yang penting sekarang kan kita gak jadi berpisah dan mbok Siti juga senang kita gak jadi berpisah" , ucap Charlie sambil tersenyum.


"Iya mas" , jawab Alexa sambil tersenyum.


Tidak lama mbok Siti membawakan makanan keluar dan menatanya di atas meja.


Charlie makan sore itu sambil ditemani oleh Alexa istri tersayangnya.

__ADS_1


********


Derren membawa Vio ke taman sore itu.


"Bagus sekali tamannya Derren" , ucap Vio.


"Iya Vio , disini sangat bagus sekali , makanya aku membuka sebuah cafe disini" , ucap Derren.


"Kamu memiliki cafe" , ucap Vio yang matanya sudah membulat karena terkejut.


"Iya Vio" , jawab Derren sambil memegang tangan Vio dan membawanya menuju ke cafe miliknya.


Vio terus mengikuti langkah kaki Derren sampai menuju ke sebuah cafe yang sangat cozy penampilannya dari luar.


"Selamat sore tuan" , ucap karyawan cafe ketika melihat Derren memasuki cafenya.


"Sore" , jawab Derren sambil tersenyum.


"Hari ini kita main musik disini ya" , ucap Derren kepada Vio.


Vio pun menganggukkan kepalanya sambil mengikuti Derren menuju ke depan , dimana ada piano dan biola disana.


Sebelumnya , Derren keluar waktu itu untuk membeli biola , supaya dia bisa bermain musik bersama dengan Vio di cafenya.


Derren duduk di kursi piano dan memberikan biola yang baru dibelinya kepada Vio.


"Ayo kita memainkan musik yang bagus hari ini , supaya pelanggan cafe aku selalu betah selama berada disini" , ucap Derren sambil tersenyum.


"Baiklah" , jawab Vio sambil meletakkan biola di bahunya dan mengapitnya dengan dagunya dan memainkan stik nya.


Tidak lama terdengar alunan musik yang indah dari gabungan suara piano yang dibawakan oleh Derren dan suara biola yang dibawakan oleh Vio.


Semua pengunjung yang sedang berada disana pun kelihatan sangat menikmati permainan musik yang dibawakan oleh Derren dan Vio.


Hari pun sudah malam , Derren memutuskan untuk makan malam bersama dengan Vio di cafe miliknya.


Tidak lama makanan yang dipesan oleh Derren dan Vio sudah terhidang di atas meja.


"Aku gak menyangka kalau kamu juga memiliki usaha lain selain bermain piano" , ucap Vio sambil memakan makanannya.


"Iya , ini juga usaha yang aku bangun dengan hasil uang aku bermain piano dan ini juga merupakan impian aku dari dulu , untuk bisa memiliki cafe" , ucap Derren.


"Aku kagum dengan kamu Derren , kamu bisa mewujudkan mimpi kamu" , ucap Vio.


"Terima kasih Vio , nanti kamu pasti juga bisa mewujudkan impian kamu" , jawab Derren.


Vio pun hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum , karena sejak bersama dengan Felix yang dia tau hanyalah saling memuaskan satu sama lain dan tidak pernah terbesit untuk memiliki impian apa di masa depan.

__ADS_1


Setelah itu Derren dan Vio menikmati makan malam mereka di cafe milik Derren.


Setelah selesai menikmati makan malam , Vio dan Derren keluar dari cafe dan jalan-jalan menyusuri taman yang diterangi oleh cahaya lampu dan taburan bintang di langit yang kelihatan indah pada malam hari itu.


__ADS_2