
Selama proses renovasi , Charlie dan Alexa tinggal sementara di Apartemen Permata milik Charlie.
Pagi itu Alexa dan Charlie bangun dengan tubuh polos mereka.
Bisa dibilang setiap malam Charlie tidak pernah melepaskan Alexa , kecuali kalau Alexa sedang berhalangan.
"Mas , bangun...aku lapar" , ucap Alexa.
Yah...mereka di apartemen hanya tinggal berdua , mbok Siti berada di rumah untuk menjaga rumah dan melihat tukang bekerja selama proses renovasi kamar mereka.
Jadinya kalau mau makan , mereka akan mencari makan diluar sebelum Charlie berangkat ke AH Konveksi.
"Iya sayang , ayo kita mandi dulu , mandi bersama ya" , ucap Charlie yang masih memeluk tubuh istri tersayangnya.
"Iya mas" , jawab Alexa.
Alexa dan Charlie turun bersama dari atas kasur dan berjalan menuju ke kamar mandi.
"Mas disini kamar mandinya kecil banget , kita udah kayak ikan sarden yang berhimpitan" , ucap Alexa sambil terkekeh.
"Tapi aku suka sayang , jadi aku masih bisa merasakan sentuhan dari tubuh kamu" , ucap Charlie yang tangannya terus memberikan sabun ke tubuh Alexa.
"Asalkan yang itu kamu gak naik lagi aja ya mas , soalnya aku udah lapar banget" , ucap Alexa dengan manja.
"Iya sayang , aku akan menahannya sampai nanti malam" , ucap Charlie sambil tersenyum simpul.
"Iya mas , kalau malam aku mau melayani kamu" , ucap Alexa sambil memberikan sabun di tubuh suaminya.
Charlie pun langsung menciumi wajah istrinya yang hanya berjarak 5 centimeter itu saja di depannya.
Setelah beberapa waktu , pasangan yang romantis itu selesai juga mandinya.
Pagi itu Charlie dan Alexa yang sudah rapi , keluar bersama dari apartemen menuju ke lift , tidak lama terlihat Vio yang juga berjalan menuju ke lift dengan seorang pria yang tidak dikenali oleh Alexa.
"Hi Alexa" , sapa Vio ketika melihat Alexa disana yang dipeluk oleh Charlie sambil menunggu lift.
"Hi Vio , dimana pacar kesayangan kamu itu , kenapa sekarang kamu sudah bersama dengan pria lain?" , tanya Alexa.
"Aku dan Felix sudah putus Alexa , sekarang aku tinggal bersama dengan Derren" , ucap Vio.
__ADS_1
"Oh , kayaknya kamu mudah banget ya pindah ke lain hati dan tinggal bersama dengan cowok" , jawab Alexa.
"Kamu sendiri ngapain disini sambil berpelukan , bukannya kamu punya rumah kamu sendiri dan dia kan hanya wali kamu" , ucap Vio yang gak mau di remehkan oleh Alexa.
"Perlu kamu ketahui , dia bukan wali aku , tapi suami sah aku dan kamar kami lagi direnovasi , makanya selama renovasi aku tinggal di apartemen suami aku" , ucap Alexa sambil memperlihatkan cincin kawin yang ada di jari manis sebelah kanannya.
"Kapan kamu menikah , kenapa aku tidak tau" , ucap Vio dengan penuh tanda tanya.
"Aku menikah sebelum kelulusan kita dan aku memang sengaja gak mengundang kamu dan Felix" , jawab Alexa.
Tidak lama pintu lift terbuka...
"Ayo sayang , kita masuk ke lift" , ucap Charlie yang masih memeluk pinggang Alexa.
"Iya mas" , jawab Alexa.
Vio dan Derren yang mau pergi pun ikut masuk ke dalam lift tersebut.
"Alexa , apa kamu masih marah sama aku?" , tanya Vio.
"Banyak hal yang kamu dan Felix lakukan yang membuat aku jadi sakit hati" , jawab Alexa.
"Tapi kan aku sudah minta maaf Alexa" , ucap Vio.
"Apa kita gak bisa berteman seperti dulu lagi Alexa?" , tanya Vio dengan lirih.
"Maaf Vio , aku sudah terbiasa tanpa kehadiran kamu" , ucap Alexa dengan dingin.
Pintu lift pun terbuka.
Alexa dan Charlie langsung berjalan keluar dari lift.
Vio dan Derren juga keluar dari lift setelah Alexa keluar bersama dengan suaminya.
"Apa hubungan kamu dengan cewek yang tadi Vio?" , tanya Derren.
"Sebenarnya dulu kami berteman baik , tapi karena aku selingkuh dengan pacarnya Alexa , membuat Alexa tidak mau berteman lagi dengan aku , memang waktu itu yang salah adalah aku , kenapa waktu itu dengan mudahnya masuk ke dalam bujuk rayu Felix dan mau berpacaran dengannya yang masih berstatus pacar Alexa , dan yang lebih bodohnya lagi aku dengan gampangnya memberikan tubuh aku kepada cowok itu , yang nyatanya sekarang aku ditinggalin karena dia sudah mendapatkan cewek kaya yang cantik dan bisa memuaskan hasratnya dia" , jawab Vio dengan lirih.
"Kamu yang sabar ya Vio , semua orang pasti punya kesalahan di masa lalu , yang terpenting kamu gak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi di masa depan" , ucap Derren sambil memeluk bahu Vio.
__ADS_1
"Terima kasih Derren" , ucap Vio.
Setiap perhatian yang diberikan oleh Derren selama beberapa hari ini kepadanya , membuat hati Vio menjadi tersentuh dan tubuh Vio pun bergetar setiap disentuh oleh Derren.
"Apakah aku sudah menyukai Derren? Secepat inikah aku bisa mencintai cowok lain?" , ucap Vio dalam hatinya.
********
"Sayang , sepertinya cowok Vio yang sekarang lebih baik dari pada Felix" , ucap Charlie setelah mereka berada di dalam mobil.
"Aku gak perduli mas , aku sudah malas melihat dia , kenapa pula dia tinggal di apartemen yang sama dengan kamu" , ucap Alexa.
"Jadi gimana sayang , apa kita mau di rumah saja , tidur di kamar tamu yang diujung?" , tanya Charlie.
"Aku gak tahan dengan debunya mas dan kalau pagi sampai siang juga pasti berisik banget" , jawab Alexa.
"Atau mau kita kontrak apartemen lain saja?" , tanya Charlie.
"Gak usah deh mas , aku bisa bersabar selama 2 bulan ini , kamu jangan memboroskan uang , nanti kalau anak kita lahir , kita butuh uang yang lebih banyak" , jawab Alexa.
"Kan uang kamu sudah banyak sayang" , ucap Charlie sambil terkekeh.
"Anak kamu harus kamu yang tanggung dong , bukan aku" , jawab Alexa.
"Iya sayang , jangankan anak aku , istri aku aja aku tanggung , tapi semampu aku ya sayang" , ucap Charlie sambil tersenyum.
"Iya mas , aku ngerti...aku juga cuma bercanda aja kok , kamu kan masih membantu keluarga kamu juga" , ucap Alexa.
"Iya sayang , tapi sejak aku memimpin perusahaan AH Konveksi , gaji yang aku dapatkan sekarang lebih besar dari pada dulu , jadi aku juga sudah bisa memiliki tabungan yang lebih banyak sekarang" , ucap Charlie.
"Iya mas , nanti kalau ada waktu kita ke rumah kamu yang di kota Y ya , nanti kamu renovasi rumah orang tua kamu disana mas , kasihan papa dan mama kalau harus tidur di kamar yang tidak nyaman" , ucap Alexa.
"Iya sayang , terima kasih ya sayang sudah memikirkan orang tua aku dan tidak mempermasalahkan aku mengirimi uang kesana" , ucap Charlie.
"Orang tua kamu kan orang tua aku juga mas" , jawab Alexa sambil tersenyum.
"Aku benar-benar beruntung memiliki kamu sayang" , ucap Charlie dalam hatinya.
"Jadi kamu mau sarapan apa sayang?" , tanya Charlie yang masih menjalankan mobilnya tapi tidak tau harus menuju kemana.
__ADS_1
"Mie ayam aja mas , gara-gara ketemu dengan Vio jadi lupa deh kalau aku mau sarapan" , ucap Alexa.
Charlie hanya tersenyum mendengar ucapan istri tersayangnya dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke tempat jual mie ayam.