Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Sinar Bulan Ep 44


__ADS_3

Setelah satu tahun Alexa izin dari PT Music Indonesia milik pak Carren.


Hari itu Susi menelpon Alexa untuk menanyakan kapan bisa kembali lagi untuk melakukan syuting dan konser.


Alexa yang sedang bermain bersama dengan Bulan , begitu mendengarkan suara ponselnya berbunyi , langsung mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya.


"Ternyata mba Susi" , gumam Alexa sambil menyentuh tombol terima panggilan di layar ponselnya.


"Halo mba".


"Halo Alexa , bagaimana kabar kamu selama ini?" , tanya mba Susi.


"Aku baik-baik saja mba , setiap hari menghabiskan waktu bersama dengan Bulan" , jawab Alexa.


"Baguslah , kami selalu menunggu kamu untuk kembali syuting lagi , kapan kamu bisa syuting , kali ini aku sudah memikirkan konsep baru untuk kamu" , ucap mba Susi dengan bersemangat.


Mendengar perkataan mba Susi , Alexa pun menjadi bimbang.


"Tapi anak aku gak ada yang jagain mba kalau aku sibuk bekerja" , ucap Alexa.


"Sayang sekali lho Alexa , kamu sangat bagus saat bermain , permainan kamu benar-benar membuat orang yang mendengarnya bisa tersentuh meskipun gak ngerti dengan lagu yang dibawakan" , ucap Susi.


"Boleh gak kalau saya diskusikan dulu dengan suami saya mba" , jawab Alexa.


"Boleh Alexa , tapi jangan mengecewakan kami dan penggemar kamu ya" , ucap mba Susi.


"Iya mba , nanti saya kabari lagi" , jawab Alexa.


"Baiklah Alexa" , ucap mba Susi sambil memutuskan sambungan telponnya.


"Jadi bagaimana Susi? Apakah Alexa mau bermain biola lagi?" , tanya pak Carren yang dari tadi duduk di sana mendengarkan Susi menelpon.


"Belum pak , dia masih mau memikirkannya dulu" , jawab Susi.


"Baiklah , kamu coba bujuk dia terus ya supaya dia mau masuk lagi kesini , karena penjualan album dia benar-benar membuat perusahaan kita untung besar" , ucap pak Carren.


"Baik pak" , jawab Susi.


********


Alexa yang sedang di ruangannya terus berpikir mau balik bermain biola lagi atau gak , sampai suaminya masuk ke dalam ruangan , Alexa pun tidak menyadarinya.


"Sayang" , panggil Charlie.


Alexa hanya terdiam duduk disana dan anaknya hanya bermain sendiri di atas karpet yang ada disana.


Charlie langsung duduk di samping istrinya dan mengelus wajah Alexa.


"Sayang" , ucap Charlie dengan lembut.


Membuat Alexa pun tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


"Eh , ternyata kamu mas" , ucap Alexa.


"Kamu sedang memikirkan apa sayang?" , tanya Charlie.


"Mba Susi telpon aku mas , minta aku melakukan syuting dan konser lagi" , ucap Alexa.


"Kalau kamu mau , gak apa apa sayang , kita cari babysitter saja ya buat bantu kamu jaga Bulan" , ucap Charlie.


"Tapi aku masih takut mas , kalau nanti dia akan godain kamu" , ucap Alexa.


"Aku gak mungkin tergoda sayang , aku sudah memiliki istri yang sangat cantik , mana bisa aku tergoda dengan wanita lain lagi" , ucap Charlie sambil memainkan jempolnya di bibir Alexa.


Ketika Charlie sangat ingin menciumnya , Charlie sadar ada anak mereka disana dan dia pun menahannya.


"Baiklah mas" , jawab Alexa.


"Ya sudah , ayo kita pergi makan siang sekarang" , ucap Charlie.


"Iya mas" , jawab Alexa.


Charlie menggendong anaknya dan berjalan bersama dengan Alexa keluar dari AH Konveksi menuju ke mobilnya.


********


Di rumah Charlie yang di kota Y.


Tiba-tiba papa Teddy terpeleset saat mencuci piring di warungnya dan menyebabkannya terjatuh.


Mama Vivi yang terkejut melihat suaminya terjatuh , langsung membantu papa Teddy untuk duduk di kursi.


"Gak usah ma , panggil tukang pijit saja" , ucap papa Teddy.


"Baiklah pa" , kalau gitu papa istirahat di kamar dulu ya.


"Bagaimana di warung ma , apa mama bisa mengerjakannya sendiri" , ucap papa Teddy.


"Bisa pa , bisa , papa tenang saja" , ucap mama Vivi.


Mama Vivi mengantarkan suaminya pulang ke rumah sampai ke dalam kamar , setelah itu mama Vivi menelpon tukang pijit untuk datang kerumahnya.


"Pa , tidak lama lagi tukang pijitnya akan datang , papa gak apa-apa ditinggal sendiri dirumah" , ucap mama Vivi.


"Iya gak apa-apa ma" , ucap papa Teddy.


Mama Vivi berjalan keluar menuju ke warung makan , karena saat dia tinggali masih ada pelanggan disana.


Mama Vivi mulai sibuk melayani pelanggan karena dia sendiri.


Sampai tukang pijit datang dan datang ke warung makan.


"Siapa yang mau dipijit bu?" , tanya bapak tukang pijit.

__ADS_1


"Suami saya pak , dia baru jatuh tadi disana" , ucap mama Vivi.


"Baiklah bu , dimana sekarang orangnya?" , tanya bapak tersebut.


"Ada dirumah pak , mari saya antarkan" , ucap mama Vivi sambil mengantarkan tukang pijit ke rumahnya.


"Pa...ini tukang pijitnya ya , mama ke warung lagi" , ucap mama Vivi.


Frescha dan Jeremi yang baru pulang dari kampus merasa heran , kenapa tidak ada papa dan mama nya di warung makan.


"Mama dan papa kemana sayang , mana warung lagi rame begini" , ucap Jeremi.


"Iya , aku juga gak tau sayang , gak seperti biasanya gak ada mama dan papa disini" , ucap Frescha sambil mengambil nasi untuk suaminya.


.


.


"Kamu mau makan pakai apa sayang?"


"Pakai ayam sama sayur saja sayang" , jawab Jeremi.


Gak lama terlihat mama Vivi sudah berjalan menuju ke warung makan.


"Dari mana ma?" , tanya Frescha.


"Papa jatuh tadi nak disana" , ucap mama Vivi.


"Mau di bawa ke rumah sakit gak ma?" , tanya Jeremi.


"Gak usah nak , papa gak mau , sekarang juga sudah ada tukang pijit yang mulai pijitin papa" , jawab mama Vivi.


"Baiklah ma" , jawab Jeremi sambil mengambil piring yang diberikan oleh Frescha.


Setelah itu Jeremi dan Frescha makan bersama di salah satu meja yang kosong disana.


Frescha yang melihat mamanya sibuk menjaga warung sendiri pun menjadi tidak tega , selesai makan , Frescha mulai berjalan ke tempat cuci piring dan mencuci semua piring yang sudah menumpuk disana.


"Jangan nak , nanti biar mama saja yang mencuci semuanya , kamu kan sedang mengandung" , ucap mama Vivi yang melihat anaknya mulai mencuci piring disana.


"Gak apa ma , cuma mencuci saja , aku bisa kok" , jawab Frescha yang sudah mulai berubah sejak menikah.


"Tapi jangan berdiri terlalu lama ya nak , nanti kalau sudah capek tinggalin saja ya" , ucap mama Vivi.


"Iya ma" , jawab Frescha.


Jeremi yang melihat mertuanya sibuk pun gak mau cuma duduk diam disana , dia mulai membantu mengangkat kan piring dan gelas yang kosong bekas makan pelanggan , membawanya ke belakang.


"Jangan nak , kamu gak pernah bekerja sebelumnya , nanti biar mama saja yang beresin" , ucap mama Vivi yang tau menantunya sebelumnya anak orang kaya.


"Gak apa-apa ma , aku mana bisa melihat istri aku dan mama sibuk , jadi aku juga harus membantu" , jawab Jeremi sambil mengambil kain lap setelah meletakkan semua piring dan gelas kotor di dekat tempat cuci piring.

__ADS_1


Jeremi mulai berjalan dan mengelap meja makan yang sudah ditinggali pelanggan sebelumnya.


Mama Vivi langsung tersentuh dan bahagia melihat anak dan menantunya bisa membantunya sekarang.


__ADS_2