
Reni yang memang membutuhkan pekerjaan saat itu , memutuskan untuk pergi ke AH Konveksi setelah mendapatkan dukungan dari suaminya.
Pagi itu begitu Reni sampai di AH Konveksi...
"Hai....datang lagi si cantik Reni kita , tambah montok saja kamu sekarang" , ucap Bambang yang baru datang dan melihat Reni duduk di depan meja resepsionis.
"Iya Bang , kamu masih betah aja kerja disini" , ucap Reni sambil terkekeh.
"Ya iya la , kamu aja sudah keluar masih mau bekerja disini lagi" , ucap Bambang sambil tersenyum.
"Jangan menyindir kamu , aku karena lagi butuh pekerjaan saja , makanya aku datang ke sini , katanya juga lagi buka lowongan" , jawab Reni.
"Bukankah katanya dulu kerjaan kamu bagus banget ya , kenapa sekarang kamu mencari pekerjaan lain lagi" , ucap Bambang.
"Bukan urusan kamu" , jawab Reni.
"Wow...gak disangka tambah jutek saja si cantik Reni kita ini , harus jadi istri kedua aku dulu nih , baru bisa jinak" , ucap Bambang sambil tersenyum.
"Jangan macam-macam ya kamu sama aku sekarang , aku sudah punya suami" , jawab Reni.
"Aku gak percaya , kenapa kamu gak mengundang kami ketika kamu menikah" , ucap Bambang.
"Karena aku menikahnya di kampung halaman aku , gak disini" , jawab Reni.
"Oh , baiklah...kalau kamu sudah berpisah dari suami kamu , Bambang masih mau kok dengan kamu" , ucap Bambang sambil mengedipkan matanya kepada Reni.
"Jangan macam-macam kamu sama aku ya" , ucap Reni.
"Baiklah sayang , Bambang mau kembali bekerja dulu ya" , ucap Bambang sambil tersenyum.
"Lebih cepat kamu pergi dari hadapan aku lebih baik" , jawab Reni.
Bambang hanya tersenyum sambil berjalan pergi dari sana.
Tidak lama mba Nunung datang dan melihat Reni.
"Akhirnya kamu datang juga kesini" , ucap mba Nunung.
"Iya mba , karena aku butuh banget kerjaan" , jawab Reni.
"Ya semoga kamu diterima ya" , ucap mba Nunung.
"Iya mba , terima kasih ya" , ucap Reni.
Tidak lama Heri datang ke kantor.
"Rita , yang sudah datang untuk interview langsung disuruh ke ruangan aku saja ya" , ucap Heri.
"Baik pak" , jawab Rita.
Heri berjalan menuju ke ruangannya.
Tidak lama Heri duduk di kursi kerjanya , Rita datang dengan membawakan 8 orang yang sudah datang pagi itu untuk interview , termasuk Reni.
Begitu Reni masuk ke dalam ruangan , Reni terkejut begitu melihat bukan Charlie yang mewawancarai dia.
Heri yang sudah tidak mau membuang waktu lebih banyak lagi , karena nanti dia masih harus menggantikan Charlie untuk meeting , langsung memulai untuk interview.
Saat itu Heri gak banyak menanyakan kepada mereka , tapi Heri langsung melihat mereka untuk melipat handuk seperti yang dia inginkan.
__ADS_1
Setelah beberapa waktu , Heri sudah bisa memutuskan siapa yang akan dia terima dari hasil lipatan handuk yang sudah mereka buat.
Heri mengumumkan lima nama disana dan termasuk salah satunya Reni diterima oleh Heri , karena melihat hasil kerjanya yang rapi.
Setelah itu , lima orang baru yang sudah di terima langsung bekerja hari itu juga.
Yang 3 lainnya yang tidak lulus mulai permisi dari sana dan pulang.
********
Charlie yang sudah bersiap-siap saat itu , langsung pamitan kepada Alexa untuk pergi menjemput papa Teddy dan mama Vivi di bandara.
"Sayang , aku pergi dulu ya" , ucap Charlie sambil mencium bibir Alexa dan menciumi kening anaknya.
"Iya mas , kamu hati-hati di jalan ya" , ucap Alexa.
"Iya sayang" , jawab Charlie sambil berjalan pergi dari sana.
Tidak lama mbok Siti datang ke kamar Alexa.
"Non , kamar yang buat tuan dan nyonya sudah selesai di bersihkan , sekarang mbok mau bersih-bersih disini dulu ya" , ucap mbok Siti.
"Iya mbok" , jawab Alexa.
Alexa berjalan keluar dari kamarnya sambil menggendong Bulan menuju ke ruang keluarga yang ada di bawah.
Disana Alexa membuka lagu-lagu anak-anak untuk didengarkan oleh Bulan.
Tidak lama Alexa membuka lagu disana , terlihat Bulan yang sudah tertidur dengan nyenyak di dalam gendongannya.
********
Beberapa bulan setelah masuk kuliah , Frescha selalu di dekati oleh Jeremi.
Awalnya Frescha gak suka dengan Jeremi yang playboy dan suka gonta ganti pacar , tapi entah kenapa setiap kata-kata manis yang diucapkan oleh Jeremi , akhirnya membuat hati Frescha luluh juga.
Tidak lama terdengar suara dari sana.
"Halo sayang" , jawab Jeremi.
"Halo sayang , hari ini kita keluar yuk seharian" , ucap Frescha.
"Apakah kamu gak takut akan dimarahi oleh mama dan papa kamu?" , ucap Jeremi.
"Papa dan mama aku sedang pergi ke kota B untuk melihat kakak aku disana" , jawab Frescha.
"Kalau gitu baiklah sayang , aku siap-siap sekarang , setelah itu aku langsung jemput kamu" , ucap Jeremi.
"Iya Jeremi , aku juga mau dandan dulu" , ucap Frescha.
"Dandan yang cantik ya sayang" , ucap Jeremi.
"Memangnya aku gak cantik selama ini" , jawab Frescha.
"Cantik sayang , karena kamu cantik makanya aku cinta sama kamu" , ucap Jeremi.
Kata-kata manjur yang pastinya bisa membuat Frescha menjadi klepek klepek setelah mendengarkannya.
"Baiklah sayang , aku tunggu ya dirumah" , ucap Frescha.
__ADS_1
"Iya sayang , see you soon , muach" , ucap Jeremi.
"Muachhh" , jawab Frescha sambil memutuskan sambungan telponnya.
Dengan perasaan yang sangat bahagia , Frescha mulai mengganti bajunya dan dandan dengan cantik di meja riasnya.
Sekarang sejak Charlie menikah dengan Alexa , Frescha selalu bahagia karena Alexa selalu mengirimkan uang jajan kepadanya setiap bulan tanpa sepengetahuan mama Vivi dan papa Teddy , membuat Frescha bisa membeli peralatan make up yang bagus dan mahal.
Tidak lama Frescha selesai merias wajahnya , terdengar suara klakson mobil di depan rumahnya.
"Pasti Jeremi sudah datang" , ucap Frescha sambil membawa tasnya dan berjalan keluar rumah.
Begitu sampai di depan rumah , ternyata benar , mobil Jeremi yang berwarna kuning terang itu sudah terparkir disana.
Frescha langsung berjalan dan masuk ke dalam mobil Jeremi.
"Halo sayang" , ucap Jeremi sambil mencium bibir Frescha.
Kegiatan rutin yang selalu mereka lakukan ketika mereka bertemu.
"Sudah Jeremi , jangan lama-lama mencium aku disini , nanti kalau tetangga aku melihatnya pasti akan dilaporkan kepada papa dan mama aku" , ucap Frescha.
"Baiklah sayang , kita mau main kemana?" , tanya Jeremi setelah melepaskan bibirnya.
"Kemana saja sayang , yang penting jangan di sekitaran rumah aku" , ucap Frescha.
"Baiklah sayang" , ucap Jeremi sambil membawa mobilnya menuju ke salah satu taman yang ada di kota Y.
Sampai di depan taman , kelihatan tidak banyak orang disana.
Jeremi memarkirkan mobilnya dan masih duduk disana.
"Sayang , kita duduk di mobil saja ya sambil bermesraan" , ucap Jeremi.
"Tapi aku mau jalan-jalan ke dalam taman sayang" , ucap Frescha dengan manja.
"Baiklah sayang" , jawab Jeremi sambil mematikan mesin mobilnya.
Frescha dan Jeremi turun bersama dari mobil dan berjalan sambil berpelukan masuk ke dalam taman.
Ketika mereka masuk disana terlihat tidak banyak orang disana , hanya ada beberapa pasangan kekasih yang memadu kasih disana.
"Sayang...lihat , disana ada yang sedang berciuman" , ucap Frescha.
"Kita juga mencari tempat untuk kita berdua yuk sayang" , ucap Jeremi.
"Baiklah sayang" , ucap Frescha.
Jeremi dan Frescha pergi menuju ke dekat salah satu pohon besar yang ada disana.
"Sayang , sini duduk di depan tubuh aku" , ucap Jeremi.
Frescha langsung duduk di sana dan Jeremi langsung mencium bibir Frescha dengan rakusnya disana.
"Sayang , nanti kalau dilihat orang lain bagaimana?" , tanya Frescha dengan nafas yang terengah-engah karena ciuman dari Jeremi.
"Gak akan ada yang melihat kita sayang , apa kamu gak lihat disini sepi dan semua pasangan juga sedang bermesraan" , ucap Jeremi sambil tersenyum simpul.
"Baiklah sayang" , jawab Frescha yang mulai melanjutkan lagi ciuman mereka di bawah pohon yang besar itu.
__ADS_1