Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Sinar Bulan Ep 4


__ADS_3

Reni yang memang membutuhkan pekerjaan saat itu , memutuskan untuk pergi ke AH Konveksi setelah mendapatkan dukungan dari suaminya.


Pagi itu begitu Reni sampai di AH Konveksi...


"Hai....datang lagi si cantik Reni kita , tambah montok saja kamu sekarang" , ucap Bambang yang baru datang dan melihat Reni duduk di depan meja resepsionis.


"Iya Bang , kamu masih betah aja kerja disini" , ucap Reni sambil terkekeh.


"Ya iya la , kamu aja sudah keluar masih mau bekerja disini lagi" , ucap Bambang sambil tersenyum.


"Jangan menyindir kamu , aku karena lagi butuh pekerjaan saja , makanya aku datang ke sini , katanya juga lagi buka lowongan" , jawab Reni.


"Bukankah katanya dulu kerjaan kamu bagus banget ya , kenapa sekarang kamu mencari pekerjaan lain lagi" , ucap Bambang.


"Bukan urusan kamu" , jawab Reni.


"Wow...gak disangka tambah jutek saja si cantik Reni kita ini , harus jadi istri kedua aku dulu nih , baru bisa jinak" , ucap Bambang sambil tersenyum.


"Jangan macam-macam ya kamu sama aku sekarang , aku sudah punya suami" , jawab Reni.


"Aku gak percaya , kenapa kamu gak mengundang kami ketika kamu menikah" , ucap Bambang.


"Karena aku menikahnya di kampung halaman aku , gak disini" , jawab Reni.


"Oh , baiklah...kalau kamu sudah berpisah dari suami kamu , Bambang masih mau kok dengan kamu" , ucap Bambang sambil mengedipkan matanya kepada Reni.


"Jangan macam-macam kamu sama aku ya" , ucap Reni.


"Baiklah sayang , Bambang mau kembali bekerja dulu ya" , ucap Bambang sambil tersenyum.


"Lebih cepat kamu pergi dari hadapan aku lebih baik" , jawab Reni.


Bambang hanya tersenyum sambil berjalan pergi dari sana.


Tidak lama mba Nunung datang dan melihat Reni.


"Akhirnya kamu datang juga kesini" , ucap mba Nunung.


"Iya mba , karena aku butuh banget kerjaan" , jawab Reni.


"Ya semoga kamu diterima ya" , ucap mba Nunung.


"Iya mba , terima kasih ya" , ucap Reni.


Tidak lama Heri datang ke kantor.


"Rita , yang sudah datang untuk interview langsung disuruh ke ruangan aku saja ya" , ucap Heri.


"Baik pak" , jawab Rita.


Heri berjalan menuju ke ruangannya.


Tidak lama Heri duduk di kursi kerjanya , Rita datang dengan membawakan 8 orang yang sudah datang pagi itu untuk interview , termasuk Reni.


Begitu Reni masuk ke dalam ruangan , Reni terkejut begitu melihat bukan Charlie yang mewawancarai dia.


Heri yang sudah tidak mau membuang waktu lebih banyak lagi , karena nanti dia masih harus menggantikan Charlie untuk meeting , langsung memulai untuk interview.


Saat itu Heri gak banyak menanyakan kepada mereka , tapi Heri langsung melihat mereka untuk melipat handuk seperti yang dia inginkan.

__ADS_1


Setelah beberapa waktu , Heri sudah bisa memutuskan siapa yang akan dia terima dari hasil lipatan handuk yang sudah mereka buat.


Heri mengumumkan lima nama disana dan termasuk salah satunya Reni diterima oleh Heri , karena melihat hasil kerjanya yang rapi.


Setelah itu , lima orang baru yang sudah di terima langsung bekerja hari itu juga.


Yang 3 lainnya yang tidak lulus mulai permisi dari sana dan pulang.


********


Charlie yang sudah bersiap-siap saat itu , langsung pamitan kepada Alexa untuk pergi menjemput papa Teddy dan mama Vivi di bandara.


"Sayang , aku pergi dulu ya" , ucap Charlie sambil mencium bibir Alexa dan menciumi kening anaknya.


"Iya mas , kamu hati-hati di jalan ya" , ucap Alexa.


"Iya sayang" , jawab Charlie sambil berjalan pergi dari sana.


Tidak lama mbok Siti datang ke kamar Alexa.


"Non , kamar yang buat tuan dan nyonya sudah selesai di bersihkan , sekarang mbok mau bersih-bersih disini dulu ya" , ucap mbok Siti.


"Iya mbok" , jawab Alexa.


Alexa berjalan keluar dari kamarnya sambil menggendong Bulan menuju ke ruang keluarga yang ada di bawah.


Disana Alexa membuka lagu-lagu anak-anak untuk didengarkan oleh Bulan.


Tidak lama Alexa membuka lagu disana , terlihat Bulan yang sudah tertidur dengan nyenyak di dalam gendongannya.


********


Beberapa bulan setelah masuk kuliah , Frescha selalu di dekati oleh Jeremi.


Awalnya Frescha gak suka dengan Jeremi yang playboy dan suka gonta ganti pacar , tapi entah kenapa setiap kata-kata manis yang diucapkan oleh Jeremi , akhirnya membuat hati Frescha luluh juga.


Tidak lama terdengar suara dari sana.


"Halo sayang" , jawab Jeremi.


"Halo sayang , hari ini kita keluar yuk seharian" , ucap Frescha.


"Apakah kamu gak takut akan dimarahi oleh mama dan papa kamu?" , ucap Jeremi.


"Papa dan mama aku sedang pergi ke kota B untuk melihat kakak aku disana" , jawab Frescha.


"Kalau gitu baiklah sayang , aku siap-siap sekarang , setelah itu aku langsung jemput kamu" , ucap Jeremi.


"Iya Jeremi , aku juga mau dandan dulu" , ucap Frescha.


"Dandan yang cantik ya sayang" , ucap Jeremi.


"Memangnya aku gak cantik selama ini" , jawab Frescha.


"Cantik sayang , karena kamu cantik makanya aku cinta sama kamu" , ucap Jeremi.


Kata-kata manjur yang pastinya bisa membuat Frescha menjadi klepek klepek setelah mendengarkannya.


"Baiklah sayang , aku tunggu ya dirumah" , ucap Frescha.

__ADS_1


"Iya sayang , see you soon , muach" , ucap Jeremi.


"Muachhh" , jawab Frescha sambil memutuskan sambungan telponnya.


Dengan perasaan yang sangat bahagia , Frescha mulai mengganti bajunya dan dandan dengan cantik di meja riasnya.


Sekarang sejak Charlie menikah dengan Alexa , Frescha selalu bahagia karena Alexa selalu mengirimkan uang jajan kepadanya setiap bulan tanpa sepengetahuan mama Vivi dan papa Teddy , membuat Frescha bisa membeli peralatan make up yang bagus dan mahal.


Tidak lama Frescha selesai merias wajahnya , terdengar suara klakson mobil di depan rumahnya.


"Pasti Jeremi sudah datang" , ucap Frescha sambil membawa tasnya dan berjalan keluar rumah.


Begitu sampai di depan rumah , ternyata benar , mobil Jeremi yang berwarna kuning terang itu sudah terparkir disana.


Frescha langsung berjalan dan masuk ke dalam mobil Jeremi.


"Halo sayang" , ucap Jeremi sambil mencium bibir Frescha.


Kegiatan rutin yang selalu mereka lakukan ketika mereka bertemu.


"Sudah Jeremi , jangan lama-lama mencium aku disini , nanti kalau tetangga aku melihatnya pasti akan dilaporkan kepada papa dan mama aku" , ucap Frescha.


"Baiklah sayang , kita mau main kemana?" , tanya Jeremi setelah melepaskan bibirnya.


"Kemana saja sayang , yang penting jangan di sekitaran rumah aku" , ucap Frescha.


"Baiklah sayang" , ucap Jeremi sambil membawa mobilnya menuju ke salah satu taman yang ada di kota Y.


Sampai di depan taman , kelihatan tidak banyak orang disana.


Jeremi memarkirkan mobilnya dan masih duduk disana.


"Sayang , kita duduk di mobil saja ya sambil bermesraan" , ucap Jeremi.


"Tapi aku mau jalan-jalan ke dalam taman sayang" , ucap Frescha dengan manja.


"Baiklah sayang" , jawab Jeremi sambil mematikan mesin mobilnya.


Frescha dan Jeremi turun bersama dari mobil dan berjalan sambil berpelukan masuk ke dalam taman.


Ketika mereka masuk disana terlihat tidak banyak orang disana , hanya ada beberapa pasangan kekasih yang memadu kasih disana.


"Sayang...lihat , disana ada yang sedang berciuman" , ucap Frescha.


"Kita juga mencari tempat untuk kita berdua yuk sayang" , ucap Jeremi.


"Baiklah sayang" , ucap Frescha.


Jeremi dan Frescha pergi menuju ke dekat salah satu pohon besar yang ada disana.


"Sayang , sini duduk di depan tubuh aku" , ucap Jeremi.


Frescha langsung duduk di sana dan Jeremi langsung mencium bibir Frescha dengan rakusnya disana.


"Sayang , nanti kalau dilihat orang lain bagaimana?" , tanya Frescha dengan nafas yang terengah-engah karena ciuman dari Jeremi.


"Gak akan ada yang melihat kita sayang , apa kamu gak lihat disini sepi dan semua pasangan juga sedang bermesraan" , ucap Jeremi sambil tersenyum simpul.


"Baiklah sayang" , jawab Frescha yang mulai melanjutkan lagi ciuman mereka di bawah pohon yang besar itu.

__ADS_1


__ADS_2