Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Sinar Bulan ep 15


__ADS_3

Alexa dan Charlie sudah berada di dalam kamarnya.


Saat itu Bulan sudah tidur dengan nyenyak.


Alexa dan Charlie yang sudah siap mandi dan menggunakan baju piyamanya , seperti biasa mengobrol dulu sebelum tidur.


"Sayang , akhirnya Reni aku jadikan pengawas schedule untuk shift malam" , ucap Charlie yang selalu mengabari semua yang ada di AH Konveksi kepada pemilik yang sebenarnya yaitu istrinya.


"Kenapa harus dia mas , kemaren aku gak masalah dia tetap kerja di AH Konveksi ketika tau dia gak ada hubungan kerjaan dengan kamu , kalau masalah schedule , itu kan langsung berhubungan dengan kamu" , ucap Alexa.


"Aku sudah minta dia untuk memberikan laporan kepada Fani sayang , jadi dia tetap tidak ada urusan sama aku" , ucap Charlie.


"Tapi kenapa perasaan aku gak enak mas?" , ucap Alexa.


"Kamu percaya ya sama aku , aku gak akan tertipu lagi kok sama dia" , ucap Charlie sambil memeluk tubuh istrinya dengan erat.


"Baiklah mas , aku percaya sama kamu , tapi tidak sama dia" , ucap Alexa.


"Iya sayang , sekarang kita jangan bahas masalah Reni lagi ya , ada yang lebih penting dari itu" , ucap Charlie.


"Apa yang lebih penting mas?" , tanya Alexa dengan penuh tanda tanya.


"Jatah aku malam ini sudah bisa kan sayang , kan sudah lewat dari 40 hari" , ucap Charlie dengan lembut di telinga istrinya.


"Tapi kamu sudah siapin pengamannya belum mas?" , tanya Alexa.


"Kenapa harus siapin pengaman sayang?" , ucap Charlie.


"Aku gak mau hamil dalam waktu dekat ini mas , Bulan masih kecil banget dan masih butuh ASI juga" , ucap Alexa.


"Kalau gitu ini bagaimana sayang?" , ucap Charlie sambil menunjukkan dirinya yang sudah siap.


"Kamu beresin sendiri ya mas" , ucap Alexa sambil menciumi bibir suaminya.


"Nanti aku lepasin diluar ya , gak akan aku lepasin di dalam" , ucap Charlie.


"Ya udah , janji ya" , ucap Alexa.


"Iya sayang" , jawab Charlie.


Setelah itu Charlie dan Alexa bermesraan berdua melewati malam yang indah itu.


Sampai terdengar suara tangisan Bulan yang memecahkan suasana hangat yang ada didalam kamar.


"Anak kita sudah mau menyusui mas" , ucap Alexa.


"Bentar lagi selesai sayang , biarin dulu ya Bulan nangis sebentar" , ucap Charlie dengan nafas beratnya di dekat telinga istrinya.

__ADS_1


"Jangan mas , bayi gak boleh dibiarin nahan lapar" , ucap Alexa sambil mendorong tubuh polos suaminya dan turun dari kasur menuju ke box bayi anaknya.


Alexa yang sudah berada disana dengan tubuh polosnya , langsung menyusui Bulan disana.


"Jadi aku bagaimana sayang?" , tanya Charlie.


"Kamu selesaikan sendiri aja mas" , ucap Alexa.


"Ya udah , terpaksa deh" , ucap Charlie sambil berjalan ke kamar mandi.


Tidak lama Alexa selesai menyusui Bulan , Alexa mengambil bajunya yang dilempari oleh suaminya tadi di lantai dan menggunakannya disana.


Setelah Alexa selesai menggunakan pakaiannya , terlihat suaminya sudah berjalan keluar dari kamar mandi.


"Sudah selesai mas?" , tanya Alexa.


"Sudah sayang , kenapa ketika sudah punya anak jadi sulit untuk melakukannya sayang" , ucap Charlie sambil memeluk tubuh istrinya.


"Ya kamu harus bisa sabar mas , nanti kalau anak kita sudah mulai besar , tidurnya juga akan lebih lama" , ucap Alexa sambil mengelus punggung polos suaminya.


"Iya sayang" , jawab Charlie.


"Kamu pakai baju lagi mas , nanti kamu masuk angin" , ucap Alexa.


"Iya sayang" , jawab Charlie sambil mengambil bajunya yang ada di lantai dan menggunakannya disana.


Setelah itu Charlie dan Alexa tidur bersama sambil berpelukan.


Frescha yang suka pulang sampai tengah malam belakangan ini , benar-benar membuat mama Vivi dan papa Teddy menjadi berpikir , benarkah dia ada kuliah tambahan dan mengerjakan tugas bersama Kinanti.


"Tapi masa sampai tengah malam baru pulang" , gumam mama Vivi.


Frescha dan Jeremi yang sudah sering tidur bersama , membuat mereka semakin candu dan terus melakukannya.


Sehingga membuat Frescha selalu berbohong kalau dia ada tugas yang banyak atau ada kelas tambahan.


Tapi orang tua Frescha juga gak bisa dibodohi terus dengan ucapan Frescha.


Akhirnya papa Teddy pergi ke kampus Frescha secara diam-diam di saat jam pulang kampus sudah selesai.


Ketika papa Teddy berdiri disana , papa Teddy langsung mengepalkan tangannya karena geram melihat anaknya Frescha jalan bersama cowok sambil berpelukan dan terkadang juga Jeremi menciumi kening Frescha.


Frescha hanya tersenyum saja diperlakukan seperti itu.


Melihat kejadian itu di depan matanya , membuat papa Teddy menahan emosinya untuk sementara.


Setelah melihat Frescha dan Jeremi masuk ke dalam mobil , papa Teddy mulai mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


Tiba-tiba jantung papa Teddy langsung bergemuruh dengan kencang , ketika melihat mobil Jeremi memasuki hotel.


Terlihat Jeremi berjalan sambil memeluk tubuh Frescha dan masuk ke dalam hotel.


Papa Teddy langsung tidak bisa menahan emosinya lagi.


Papa Teddy berjalan dengan cepat dan menarik tangan anaknya ketika Jeremi dan Frescha sedang melakukan check in di resepsionis.


Frescha yang ditarik tangannya secara tiba-tiba langsung kaget dan melihat siapa yang menarik tangannya.


"Papa" , ucap Frescha setelah melihat wajah papanya yang dipenuhi amarah berada di depannya.


"Ini yang kamu bilang kuliah tambahan , mengerjakan tugas , tugas apa ya dikerjakan di hotel siang-siang seperti ini" , ucap papa Teddy dengan suara yang tinggi.


Karena hari masih siang dan juga bukan hari libur , jadinya saat itu hotel sepi , yang melihat mereka hanyalah Jeremi dan karyawan hotel yang sedang bertugas disana.


"Maafkan aku pa , tapi aku dan Jeremi saling mencintai pa" , ucap Frescha.


"Kalau saling mencintai , bukan ke hotel Frescha , tapi membawa kamu ke catatan sipil" , ucap papa Teddy.


"Tapi Jeremi akan menikahi aku kok pa" , ucap Frescha.


"Apa benar kamu akan menikahi anak saya?" , ucap papa Teddy.


"Iya benar om" , jawab Jeremi.


"Kalau iya kamu benar akan menikahi anak saya , saya tunggu kamu dirumah saya besok , kamu datang bersama dengan orang tua kamu" , ucap papa Teddy.


"Ba ba ba ik om" , ucap Jeremi dengan suara yang terbata-bata.


Papa Teddy menarik tangan Frescha dan membawanya menuju ke motor yang dibawa olehnya tadi.


"Ayo ikut papa pulang sekarang" , ucap papa Teddy.


Frescha hanya bisa pasrah dan ikut pulang dengan papanya.


Jeremi yang sudah membatalkan pesanan kamar hotelnya , berjalan menuju ke mobilnya.


"Bagaimana aku bilang ke papa dan mama kalau aku akan menikah? Pasti papa dan mama akan memarahi aku" , ucap Jeremi dalam hatinya.


.


.


Mama Vivi langsung terkejut melihat papa Teddy menarik tangan Frescha dan membawanya masuk ke dalam rumah.


"Ada apa ini pa?" , tanya mama Vivi.

__ADS_1


"Mama tau , Frescha sudah membohongi kita selama ini , yang dia bilang kelas tambahan atau buat tugas itu semua bohong ma , dia pergi ke hotel tidur bersama pacarnya" , ucap papa Teddy dengan suara yang tinggi.


"Apa pa!!!" , ucap mama Vivi yang langsung terduduk di lantai karena tiba-tiba kakinya terasa lemas.


__ADS_2