Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Sinar Bulan Ep 49


__ADS_3

"Apa benar suami saya mengalami kecelakaan pak?" , tanya Alexa.


"Plat nomor 1373 NKM itu punya suami ibu bukan?" , tanya polisi tersebut.


"Benar pak. Kenapa suami saya bisa kecelakaan pak?" , tanya Alexa dengan mata yang berkaca-kaca.


"Ketika kami sampai di lokasi , terlihat mobil suami ibu menabrak pembatas jalan , untuk selanjutnya masih di amati oleh rekan saya yang lain" , ucap polisi tersebut.


"Kondisi suami saya gak apa-apa kan pak" , ucap Alexa.


"Tadi ketika kami sampai di lokasi , keadaanya sudah pingsan dan dari kepalanya keluar darah , sekarang sedang di tangani di rumah sakit xxx" , ucap polisi tersebut.


"Baiklah pak , saya akan ke rumah sakit sekarang , tapi saya mau mengganti baju saya dulu" , ucap Alexa yang masih menggunakan baju rumah pada saat itu.


"Baik bu" , ucap polisi tersebut.


Alexa berjalan ke dalam , menuju ke kamarnya untuk mengganti bajunya dan mengambil kunci mobil beserta tasnya.


"Mbok , aku pergi ke rumah sakit dulu ya. Tolong jagain Bulan" , ucap Alexa.


"Baik non" , jawab mbok Siti.


Alexa langsung berjalan keluar menuju ke mobilnya.


"Ikut dengan mobil kami saja bu" , ucap polisi tersebut.


"Saya bawa mobil sendiri saja pak , karena saya harus bolak balik rumah sakit , karena masih ada anak balita" , ucap Alexa.


"Baik bu , kalau gitu ikut mobil saya dari belakang ya" , ucap polisi tersebut.


"Baik pak" , jawab Alexa.


Polisi itu masuk ke dalam mobil dan membunyikan sirine nya untuk membuka jalan , supaya mereka cepat sampai di rumah sakit.


Begitu Alexa dan polisi tersebut sampai di rumah sakit.


Polisi memberikan tas dan barang-barang pribadi milik Charlie kepada Alexa.


"Ini semua barang-barang milik suami ibu ya , tolong ibu cek dan pastikan tidak ada yang hilang" , ucap polisi tersebut.


Alexa memeriksa setiap barang yang ada di dalam tas suaminya.


"Lengkap semua barangnya pak , gak ada yang hilang" , ucap Alexa.


"Baiklah , kalau gitu besok saya akan kesini lagi buat menanyai kepada pak Charlie ketika beliau sudah sadar" , ucap polisi tersebut.

__ADS_1


"Iya pak , terima kasih ya" , jawab Alexa.


"Iya bu , sama-sama" , ucap polisi tersebut sambil berjalan keluar dari ruangan IGD tempat Charlie dirawat.


Alexa berjalan menuju ke ranjang pasien.


Terlihat Charlie yang masih belum sadar dengan kepala yang sudah di balut dengan perban disana.


"Pasti sakit banget ya mas" , ucap Alexa sambil mengelus pipi suaminya.


Alexa melihat kondisi kamar yang ramai , Alexa pun berjalan ke bagian administrasi dan meminta untuk suaminya dipindahkan ke kamar VIP.


Malam itu Charlie di pindahkan ke kamar VIP dari ruang IGD.


"Suster , bagaimana kondisi suami saya?" , tanya Alexa kepada suster yang membawa ranjang Charlie.


"Untungnya cuma luka luar bu , gak ada luka yang serius , cuma karena ada benturan yang keras di dekat dahinya , jadinya harus di jahit 5 jahitan" , jawab suster tersebut.


"Kenapa suami saya masih belum sadar juga suster?" , tanya Alexa ketika mereka sudah berada di kamar VIP.


"Kayaknya karena shock pada saat terjadinya kecelakaan juga" , ucap suster tersebut.


"Baiklah suster , terima kasih ya" , ucap Alexa.


"Iya sama-sama bu" , jawab suster tersebut sambil berjalan keluar dari ruangan perawatan Charlie.


"Kenapa kamu bisa kecelakaan mas?" , ucap Alexa sambil mengelus pipi suaminya.


********


Frescha dan Jeremi yang sedang berada di dalam kamar mereka....


"Kenapa mama gak ada membahas masalah untuk mencari orang kerja? Apa kak Charlie gak menghubungi mama?" , ucap Frescha.


"Bisa jadi kakak sibuk disana dan lupa menelpon mama atau bisa jadi juga mama yang gak mau" , ucap Jeremi.


"Gak mungkin kalau kakak sudah ngomong , biasanya mama selalu menyetujuinya" , ucap Frescha.


"Kita juga gak tau pasti kan sayang" , ucap Jeremi sambil mengerjakan tugas kuliahnya.


"Aku pergi ke kamar mama dulu ya sayang" , ucap Frescha.


"Baiklah" , ucap Jeremi.


Frescha berjalan menuju ke kamar orang tuanya dan langsung membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


Ceklek.....


Begitu Frescha membuka pintu kamar , terlihat mamanya sedang memasangkan koyo di pinggul dan pinggang papanya.


"Ma , pasti papa masih sakit kan" , ucap Frescha sambil masuk ke dalam kamar orang tua nya.


"Iya nak , tinggal sedikit lagi sakitnya" , jawab papa Teddy.


"Gak ada pa , aku gak percaya. Makanya papa ke rumah sakit atau kalau gak kita cari orang kerja saja buat membantu di warung makan" , ucap Frescha.


"Kenapa harus cari orang buat di warung makan?" , ucap mama Vivi.


"Harusnya sudah pakai orang kerja ma , mama jangan terlalu pelit , lebih baik menggaji orang dari pada nanti papa sakit lagi. Lagian kak Charlie juga setuju kalau kita gaji orang untuk di warung makan" , ucap Frescha.


"Kapan kakak kamu mengatakannya?" , ucap mama Vivi.


"Tadi pagi , memangnya kakak gak menelpon mama?" , tanya Frescha.


"Kakak kamu gak ada menghubungi mama hari ini" , ucap mama Vivi.


"Mungkin Charlie sibuk juga dengan kerjaannya , sekarang kan perusahaan sudah banyak pesanan" , ucap papa Teddy.


"Iya papa benar juga" , ucap mama Vivi.


"Kalau gitu mama coba telpon kakak aja sekarang" , ucap Frescha.


"Gak usah la nak , dia sudah sibuk bekerja , pasti sekarang sudah waktunya dia istirahat" , ucap mama Vivi.


"Gak mungkin jam segini kakak sudah tidur , palingan juga masih bermain dengan Bulan" , ucap Frescha.


"Lebih baik kita jangan ganggu kakak kamu , kamu istirahat lagi aja , mana perut kamu sudah besar seperti itu" , ucap mama Vivi.


"Karena perut aku sudah besar begini , makanya aku khawatir kalau mama gak pakai orang kerja. Nanti ketika aku sudah melahirkan , siapa yang akan membantu mama. Mana nanti ketika aku masuk kuliah , mama yang bantu jagain anak aku" , ucap Frescha.


"Tapi kalau kita menambah orang kerja , biaya pengeluaran kita jadi semakin banyak nak , sedangkan harga makanan di warung kita juga murah banget. Yang ada nanti keuntungan yang didapatkan akan digunakan untuk membayar orang kerja saja" , ucap mama Vivi.


"Apa mama gak mau buka tempat makan yang bagus? Aku rasa kakak pasti mau membantu kita" , ucap Frescha.


"Jangan terlalu mengganggu kakak kamu nak , dia disana juga memiliki keluarga yang harus dia hidupkan" , ucap papa Teddy.


"Tapi kehidupan kakak berbeda dengan kita pa , kakak hidup dalam kemewahan , sedangkan kita hidup dalam kesederhanaan" , ucap Frescha.


"Itu karena kakak kamu sudah bekerja keras dan dia juga beruntung mendapatkan anak dari pemilik perusahaan tempat dia bekerja. Kamu harus bisa membedakannya nak. Kamu saja sudah mendapatkan anak orang kaya , tapi nyatanya kalian harus hidup dengan sederhana setelah menikah" , ucap papa Teddy.


"Itu karena orang tua Jeremi saja tidak suka dengan sifat anaknya yang suka tidur dengan cewek-cewek dulu" , jawab Frescha.

__ADS_1


"Kamu juga yang bodoh. Kenapa mau saja diajak tidur sama dia sebelum menikah" , ucap mama Vivi.


Frescha pun hanya bisa terdiam mendengarkan perkataan orang tuanya , karena memang benar adanya , dia aja yang termakan bujuk rayu Jeremi dan mau menyerahkan tubuhnya begitu saja.


__ADS_2