
Siang hari Alexa yang sedang bernyanyi sambil menidurkan Bulan , terdengar suara ponselnya berbunyi.
Alexa melihat siapa yang menelponnya , tertera nama Susi sang manager nya disana.
"Halo mba" , jawab Alexa.
"Halo Alexa , kamu apa kabar?" , tanya mba Susi.
"Kabar aku baik mba" , jawab Alexa.
"Kamu sudah dapat kabar belum , Yuki sudah melahirkan pagi ini" , ucap mba Susi.
"Oh , mba Yuki sudah lahiran ya , aku baru dengar dari mba Susi , anaknya laki-laki atau perempuan?" , tanya Alexa.
"Anaknya laki-laki" , jawab Susi.
"Dirawat di kamar nomor berapa mba?" , tanya Alexa.
"Di VVIP nomor 03" , jawab mba Susi.
"Baiklah mba , nanti malam aku kesana bersama mas Charlie , terima kasih atas informasi nya mba" , ucap Alexa.
"Iya , sama sama Alexa" , jawab Susi sambil memutuskan sambungan telponnya.
Alexa langsung menelpon suaminya , setelah selesai telponan dengan mba Susi.
Charlie yang sedang meeting dengan Heri dan Fani tentang shift malam yang akan dimulai minggu depan , begitu melihat istri tersayangnya menelpon , Charlie langsung menunda meeting nya untuk beberapa saat.
"Saya angkat telpon dari istri saya sebentar ya" , ucap Charlie.
"Baik pak" , jawab Heri dan Fani.
"Halo sayang" , jawab Charlie.
"Halo mas , mba Yuki sudah lahiran pagi ini , anaknya laki-laki , nanti kalau sempat kamu belikan gelang tangan untuk anak laki-laki ya , nanti malam kita ke rumah sakit buat lihatin" , ucap Alexa.
"Baiklah sayang" , jawab Charlie.
Alexa memutuskan sambungan telponnya dan Charlie melanjutkan meeting nya dengan Heri dan Fani.
Sampai ketika sudah di akhir meeting...
"Nanti saya pulang cepat ya , kalau ada yang mau kalian bahas , kalau bisa sebelum saya pulang" , ucap Charlie.
"Saya mau nanya masalah Reni pak" , ucap Fani.
"Iya kenapa dengan Reni" , ucap Charlie.
"Saya dengar dulu Reni yang bertugas untuk mengawasi jadwal kerja tukang jahit , kebetulan kita belum dapat orang untuk yang menjadi tukang schedule , kenapa bapak gak meminta Reni untuk jadi pengawas shift malam" , ucap Fani.
"Sebenarnya kemaren Reni juga sempat meminta pekerjaan ini kepada saya" , ucap Charlie.
"Kenapa bapak gak menyetujuinya?" , tanya Fani.
"Sebenarnya dulu Reni pernah membuat kesalahan kepada saya , makanya saya tidak mau dia bekerja yang berhubungan dengan saya langsung" , ucap Charlie.
"Jadi bagaimana kalau kita tidak mendapatkan orang untuk menjadi pengawas shift malam pak? Jujur saya sendiri sudah gak sanggup kalau disuruh lembur pak" , ucap Fani.
"Kalau gak gini saja , saya akan jadikan Reni sebagai pengawas malam , tapi semua laporan tetap di kamu dan kamu yang melaporkannya kepada saya" , ucap Charlie.
"Baik pak" , jawab Fani.
"Baiklah , apa ada yang lain lagi?" , tanya Charlie.
"Gak ada pak , kalau gitu saya permisi dulu" , ucap Fani.
__ADS_1
"Iya Fani" , jawab Charlie.
"Saya permisi juga ya pak" , ucap Heri.
"Setelah ini kamu minta Reni ke ruangan saya ya Heri" , ucap Charlie.
"Baik pak" , jawab Heri.
Heri dan Fani berjalan keluar dari ruangan kerja Charlie dan menuju ke ruangan kerja masing-masing.
"Reni , kamu di panggil ke ruangan pak Charlie" , ucap Heri ketika sudah masuk ke ruangan kerja dia.
"Baik pak" , jawab Reni.
Reni berjalan keluar dan menuju ke ruangan kerja Charlie.
Sampai di depan pintu , Reni mulai mengangkat tangannya dan mengetuk pintu yang ada disana.
Tok...tok...tok...
"Masuk" , jawab Charlie dari dalam.
"Permisi pak , bapak memanggil saya?" , tanya Reni ketika sudah membuka pintu.
"Iya Reni , kamu masuk dulu" , ucap Charlie.
"Baik pak" , jawab Reni sambil berjalan masuk ke dalam ruangan Charlie.
"Kamu saya terima menjadi pengawas shift malam , tapi nanti semua laporannya kamu kasihkan kepada Fani dan untuk kerjanya bisa dimulai dalam minggu depan" , ucap Charlie.
"Baik pak , terima kasih" , ucap Reni sambil tersenyum bahagia.
"Iya sama sama , sekarang kamu bisa kembali bekerja" , ucap Charlie.
Charlie pun hanya menganggukkan kepalanya.
Setelah Reni keluar dari ruangan kerja Charlie , Charlie melanjutkan kerjaannya kembali.
Sampai tidak terasa hari sudah menunjukkan pukul 4 sore.
"Aku harus pergi membeli hadiah dulu buat anaknya pak Carren" , gumam Charlie sambil mematikan laptopnya dan mengambil tas kerjanya.
Charlie berjalan keluar dari ruangan kerjanya dan menuju ke parkiran mobilnya.
Charlie menjalankan mobilnya menuju ke toko emas.
********
Alexa yang sedang menyusui Bulan melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul setengah lima sore....
"Mbok , setelah Bulan selesai minum ASI , tolong jagain ya , aku mau mandi dan siap-siap mau melihat anaknya mba Yuki dan pak Carren" , ucap Alexa kepada mbok Siti yang memang berada di dalam kamarnya dari tadi siang.
"Baik non" , jawab mbok Siti.
Tidak lama Bulan sudah selesai menyusui...
"Sini sama mbok lagi ya Bulan sayang" , ucap mbok Siti ketika Alexa memberikan Bulan kepadanya.
Setelah Bulan digendong dengan mbok Siti , Alexa turun dari kasurnya , mengambil bajunya di dalam lemari dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Mbok Siti bermain bersama dengan Bulan selama Alexa mandi.
.
.
__ADS_1
Charlie yang sudah mendapatkan gelang yang diinginkannya , langsung berjalan keluar dari toko emas dan membawa mobilnya menuju ke rumah.
Setelah beberapa waktu mobil yang dibawa oleh Charlie telah sampai di rumah mereka.
Pak Tono seperti biasa dengan sigap membukakan pagar rumah.
Charlie membawa mobilnya sampai ke depan halaman rumah dan memarkirkannya disana , lalu Charlie langsung berjalan masuk ke dalam rumah.
"Sayang , kamu sudah cantik saja" , ucap Charlie ketika membuka pintu kamar , terlihat istri tersayangnya sedang berdandan di meja rias.
"Iya mas , kamu mandi dulu ya" , ucap Alexa.
"Iya sayang" , jawab Charlie sambil mengecup kening Alexa.
"Anaknya papa lagi sama mbok Siti ya" , ucap Charlie sambil mengecup kening Bulan.
"Iya papa , karena mama mau pergi" , ucap mbok Siti.
"Iya mbok , tapi kami juga perginya cuma sebentar saja kok" , ucap Charlie sambil tersenyum melihat anaknya.
Sudah puas melihat Bulan , Charlie berjalan mengambil bajunya di dalam lemari dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Tidak lama , Charlie pun sudah selesai mandi.
"Mas , hadiah buat anaknya mba Yuki mana?" , tanya Alexa yang sudah siap berdandan.
"Ada di tas kerja aku sayang" , ucap Charlie.
Alexa berjalan menuju ke kursi dimana tas kerja Charlie diletakkan.
Alexa membukanya dan mengambil gelang yang sudah dibeli oleh suaminya.
"Bagus gelangnya mas" , ucap Alexa sambil tersenyum ketika membuka kotak perhiasannya.
"Syukurlah kalau kamu suka sayang , aku sampai bingung buat memilihnya tadi" , ucap Charlie.
"Kenapa akhirnya kamu memilih ini?" , tanya Alexa.
"Karena petugas yang kerja di toko emas itu bilangnya ini yang paling bagus , makanya aku ambil yang itu" , jawab Charlie.
"Untung ada petugas toko yang bantuin kamu mas" , ucap Alexa sambil terkekeh.
"Iya sayang , biasanya yang beli seperti itu kan kamu" , ucap Charlie.
"Iya mas , nanti aku sudah bisa keluar lagi kok bersama kamu" , ucap Alexa.
"Iya sayang , kita mau jalan jam berapa?" , tanya Charlie.
"Sekarang saja ya mas , supaya gak kemalaman" , ucap Alexa sambil memasukkan kotak hadiah ke dalam tas nya.
Charlie pun menganggukkan kepalanya.
"Aku titip Bulan ya mbok" , ucap Alexa.
"Iya non , non tenang aja , Bulan pasti baik-baik saja bersama mbok" , ucap mbok Siti.
"Iya mbok" , jawab Alexa sambil tersenyum.
"Mama pergi dulu sebentar ya sayang" , ucap Alexa sambil mengecup kening anaknya.
"Kami pergi dulu ya mbok" , ucap Alexa dan Charlie.
"Iya non , iya tuan" , jawab mbok Siti.
Alexa dan Charlie berjalan keluar dari kamar menuju ke mobil.
__ADS_1