
Perawat memanggil nama nyonya Yuki...
Mendengar nama Yuki dipanggil , Pak Carren dan Yuki berjalan masuk ke ruangan dokter Sarah.
Pak Carren dan Yuki duduk di kursi yang ada di depan meja dokter Sarah.
"Saya lihat hasil testnya dulu ya" , ucap dokter Sarah.
"Iya dokter" , jawab Yuki.
Dokter Sarah melihat hasil test Yuki dan hasilnya...
"Selamat ya pak , ibu Yuki positif hamil" , ucap dokter Sarah sambil tersenyum.
Pak Carren yang sangat bahagia mendengar Yuki hamil , langsung memeluk tubuh Yuki.
"Kamu beneran hamil sayang".
"Iya sayang" , jawab Yuki sambil tersenyum bahagia.
"Baiklah , sekarang kita periksa dulu ya kondisi kandungan ibu Yuki , silahkan menuju ke ranjang pasien yang ada disana" , ucap dokter Sarah sambil tersenyum melihat pasangan itu.
"Iya dokter" , jawab Yuki sambil berjalan menuju ke ranjang pasien.
Setelah itu dokter Sarah mulai memeriksa kandungan Yuki dengan alat USG.
Usia kandungannya sudah 5 minggu ya dan dokter Sarah menjelaskan tentang kondisi kandungan Yuki.
Pak Carren dan Yuki mendengarkan setiap penjelasan yang diberikan oleh dokter Sarah.
Pak Carren sangat bahagia ketika melihat janin yang ada di perut Yuki , meskipun masih kelihatan kecil sekali di dalam layar , tapi itulah anak mereka yang akan lahir nantinya , pak Carren langsung menciumi kening Yuki setelah dokter Sarah selesai menjelaskan disana.
Dokter Sarah dan perawatnya hanya tersenyum melihat pasangan yang terpaut usia yang lumayan jauh itu , tapi sangat romantis.
Setelah selesai USG , dokter Sarah berjalan menuju ke meja nya , pak Carren dan Yuki juga ikut duduk di kursi yang ada di depan meja dokter Sarah.
Dokter Sarah membuatkan resep vitamin dan obat penguat kandungan untuk Yuki , tidak lupa dokter Sarah juga mengatakan kalau Yuki harus banyak istirahat , makan makanan yang bergizi dan menjelaskan tentang kehamilan di masa trimester awal ini.
Pak Carren dan Yuki mendengarkan setiap penjelasan yang diberikan oleh dokter Sarah.
Setelah selesai dan mendapatkan resepnya pak Carren dan Yuki berjalan keluar dari ruangan dokter Sarah.
Pak Carren dan Yuki membeli obat yang diresepkan oleh dokter Sarah di apotik yang tersedia di rumah sakit , setelah mendapatkan obatnya , mereka berjalan bersama menuju ke parkiran mobil.
Setelah sampai di parkiran mobil , pak Carren membukakan pintu mobil untuk Yuki dan setelah Yuki masuk ke dalam mobil , pak Carren menuju ke kursi pengemudi dan langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke kantornya.
Pak Carren berjalan sambil berpelukan dengan Yuki dari mereka turun dari mobil dan masuk ke gedung kantor.
Semua karyawan yang sudah terbiasa melihat kemesraan pak Carren dan Yuki hanya menyapa mereka saja.
"Siang pak Carren dan bu Yuki"
"Siang" , jawab Pak Carren dan Yuki bersamaan sambil tersenyum.
Setelah itu pak Carren dan Yuki terus melanjutkan berjalan menuju ke ruangan kerja pak Carren.
"Sayang , terima kasih ya sudah memberikan anak untuk aku , mulai hari ini kamu kerja di ruangan aku ya , aku gak mau nanti kamu kecapean kalau harus berjalan keluar masuk ke ruangan aku terus" , ucap Carren sambil mencium bibir Yuki setelah mereka berada di dalam ruangan pak Carren.
"Iya sayang , aku juga sangat bahagia...akhirnya keinginan aku untuk bisa memiliki anak bersama dengan kamu terwujud juga" , ucap Yuki setelah Carren melepaskan bibirnya.
__ADS_1
Carren tersenyum mendengar perkataan Yuki dan langsung berjalan menuju ke mejanya , mengambil telpon yang ada di atas mejanya dan menelpon Mita resepsionis.
Tidak lama terdengar suara dari sana.
"Halo" , jawab Mita.
"Halo Mita , kamu minta OB untuk membawakan meja dan kursi , juga memindahkan semua barang-barang Yuki ke dalam saya sekarang" , ucap pak Carren.
"Baik pak" , jawab Mita.
Mita langsung berjalan mencari pak Yoyok salah satu OB yang ada disana.
"Pak Yoyok" , panggil Mita.
"Iya mba , ada apa?" , tanya pak Yoyok.
"Tolong bapak pindahkan ya semua barang-barangnya ibu Yuki ke ruangan pak Carren , beserta meja dan kursi kerjanya juga dipindahkan ke ruangan pak Carren" , ucap Mita.
"Baik mba" , jawab pak Yoyok.
Pak Yoyok langsung berjalan dengan satu OB lainnya , untuk memindahkan semua barang-barang Yuki.
"Sayang , aku mau melihat ke ruangan aku ya" , ucap Yuki.
"Kamu disini saja sayang , biar OB yang membereskan semuanya" , jawab Carren.
"Tapi aku gak mau nanti dia asal memasukkan dokumen aku" , jawab Yuki.
"Baiklah sayang , aku ikut ya" , ucap Carren sambil memeluk pinggang Yuki.
Yuki pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum , karena dia sangat bahagia , dengan kehamilannya membuat Carren tambah perhatian sama dia.
Karyawan yang melihat OB memindahkan barang-barang Yuki , langsung menanyakannya.
"Semua barang Yuki mau dibawa ke mana?" , tanya Toni.
"Mau dibawa ke ruangan pak Carren" , ucap Yoyok OB disana.
"Kenapa dipindahkan ke ruangan pak Carren?" , tanya Susi yang baru sampai disana.
"Gak tau mba , saya disuruh pak Carren" , jawab Yoyok.
"Mungkin mereka sudah gak bisa menahannya lagi , makanya sekarang jadi satu ruangan , biar memudahkan untuk menyalurkan hasrat mereka" , ucap Toni sambil tersenyum simpul.
"Iya kamu benar juga" , jawab Susi dengan santai.
Pak Carren dan Yuki yang sudah berada disana mendengarkan semua percakapan Toni dan Susi.
Yuki sudah mulai menitikkan air matanya disana.
"Cukup kalian mengata-ngatai saya dan Yuki , perlu kalian ketahui , sekarang Yuki adalah istri saya , kami sudah menikah siri , kalau saya masih mendengar kalian mengatai kami , maka kalian akan saya pecat dari kantor ini" , ucap pak Carren yang masih memeluk pinggang Yuki.
"Maafkan kami pak" , ucap Toni dan Susi bersamaan.
"Baiklah , kali ini akan saya maafkan , tapi kalau saya masih mendengar kalian menjelekkan saya dan Yuki lagi , kalian akan menerima akibatnya" , ucap pak Carren dengan tegas.
"Baik pak , kami permisi kembali kerja dulu" , ucap Toni dan Susi.
Pak Carren hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Toni dan Susi pun mulai berjalan pergi dari sana.
Pak Carren dan Yuki akhirnya gak jadi menuju ke ruangan Yuki , mereka kembali berjalan menuju ke ruangan kerja pak Carren.
"Sudah sayang , nanti mereka gak akan berani lagi untuk mengata-ngatai kita lagi , jadi kamu jangan menangis lagi ya" , ucap Carren setelah mereka berada di ruangan kerja Carren.
"Tapi tetap saja kata-kata mereka itu menyakiti hati aku sayang , apa salah aku mencintai kamu" , jawab Yuki yang masih terisak tangis.
"Kamu gak salah sayang , mereka yang gak tau bagaimana hubungan kita , sudah ya...jangan menangis lagi , nanti anak kita juga ikutan sedih" , ucap pak Carren.
"Iya sayang" , jawab Yuki sambil mencoba untuk menenangkan dirinya.
********
Susi mulai berjalan menuju ke ruangannya dan mengurus untuk konser Alexa bulan depan.
Susi mulai menelpon Julio sang fashion stylish.
Tidak lama terdengar suara dari sana.
"Halo beib" , jawab Julio.
"Halo beib , bulan depan kita mau mengadakan konser untuk Alexa , kamu persiapkan bajunya ya , konsepnya masih sama , di pantai juga , cuma bedanya sekarang Alexa sedang hamil , kemaren katanya usia kandungannya 2 bulan 3 minggu , berarti bulan depan 3 bulan 3 minggu" , ucap Susi.
"Kalau 3 bulan 3 minggu berarti perutnya kan belum terlalu besar , tapi aku akan persiapkan model yang agak longgar di bagian perutnya , supaya gak menekan area perutnya" , ucap Julio.
"Iya , tolong kamu atur kan ya" , ucap Susi.
"Kamu tenang aja beib , pasti akan aku atur kan yang bagus" , jawab Julio.
"Baiklah beib , terima kasih ya" , ucap Susi.
"Sama sama beib" , jawab Julio.
"Oh iya beib , aku ada berita terbaru" , ucap Susi.
"Pasti berita tentang pak Carren dan selingkuhannya lagi kan beib" , ucap Julio.
"Tau aja kamu beib , tapi kali ini beritanya sangat mengejutkan" , ucap Susi.
"Apa itu beib?" , tanya Julio yang semakin penasaran.
"Mereka sudah menikah siri" , ucap Susi.
"Dari mana kamu dengar beib" , ucap Julio.
"Tadi kebetulan aku dan Toni sedang menggunjingkan mereka , eh sialnya kedengaran dengan mereka berdua dan pak Carren langsung mengatakan disana kalau mereka sudah menikah siri" , ucap Susi.
"Wowww....pasti marah besar ya pak Carren sama kalian , gak terbayang deh eike" , ucap Julio.
"Ya iya la dia marah banget , sampai mengancam mau memecat siapapun yang masih menggunjingkan dia dan Yuki" , ucap Susi.
"Ih....seremmm" , ucap Julio.
"Ya udah beib , aku mau kerja lagi ya" , ucap Susi.
"Ok beib , bye..." , ucap Julio.
"Bye...."
__ADS_1
Setelah selesai telponan dengan Julio , Susi pun melanjutkan pekerjaannya lagi.