Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Episode 50


__ADS_3

Alexa membuka pintu kamarnya dan Charlie mengikutinya dari belakang.


"Ini pasti kerjaannya mbok Siti membuat kamar aku jadi seperti ini" , ucap Alexa begitu melihat kamarnya sudah berubah menjadi kamar pengantin.


"Ya biarkan saja Alexa , pasti si mbok Siti mau kasih hadiah pernikahan juga dengan kita" , ucap Charlie yang sudah melihat hiasan yang ada di kamar yang akan menjadi kamar untuk mereka berdua mulai malam ini.


"Iya mas , terkadang aku juga bingung dan gak tau mau jawab apa setiap pertanyaan mbok Siti , gak mungkin juga kan aku bilang pernikahan kita hanya status untuk kamu bisa memimpin dan menjalankan perusahaan AH Konveksi" , ucap Alexa.


"Iya Alexa , aku mengerti...tapi aku juga berharap suatu saat nanti kamu bisa membuka hati kamu untuk aku , karena aku menikahi kamu karena aku mencintai kamu , bukan untuk memimpin perusahaan kamu" , ucap Charlie.


"Iya mas , aku akan berusaha untuk bisa menerima kamu dalam hidup aku" , jawab Alexa.


"Lebih tepatnya mencintai aku istriku sayang" , ucap Charlie sambil tersenyum.


Sontak membuat jantung Alexa dua kali berdebar lebih cepat setelah mendengar perkataan Charlie , ditambah dengan panggilan istriku sayang , membuat wajah Alexa menjadi panas dan pastinya sudah mulai memerah.


"Iya mas , aku akan berusaha , tapi kamu bisa kan menunggu sampai aku bisa mencintai dan menerima kamu" , ucap Alexa.


"Aku akan selalu menunggu kamu Alexa , sampai kamu bisa mencintai dan menerima aku sebagai suami kamu" , ucap Charlie sambil tersenyum.


Jantung Alexa masih berdebar dengan sangat cepat pada saat itu.


Setelah itu Alexa berjalan dan mengambil baju rumahnya di dalam lemari , lalu Alexa masuk ke dalam kamar mandi dan mengganti bajunya di dalam kamar mandi.


Keluar dari kamar mandi , Alexa langsung duduk di atas kasurnya yang sudah penuh dengan bunga mawar merah di atas kasurnya.


Setelah Alexa masuk ke dalam kamar mandi , Charlie berjalan keluar dari kamar Alexa dan masuk ke kamar yang digunakan olehnya sebelumnya , dia mengambil baju rumahnya yang ada di dalam lemari dan menggantinya disana , setelah itu Charlie duduk di balkon kamar yang digunakannya sebelumnya.


"Bagaimana aku bisa menahan hasrat ini , apakah aku bisa tidak menyentuh tubuh Alexa malam ini , sekarang aja aku sudah sangat menginginkan tubuhnya , ditambah dengan mbok Siti membuat kamar seperti suasana kamar pengantin , membuat aku semakin ingin melakukannya dengan Alexa" , ucap Charlie yang sudah tidak tau bagaimana menahan keinginannya untuk menyentuh tubuh Alexa.


Setelah itu Charlie berjalan masuk ke dalam kamar mandi , dibukanya celananya.


"Lihat...sekarang saja sudah berdiri seperti ini , bagaimana nanti malam setelah aku tidur bersama Alexa" , gumam Charlie sambil memainkan tangannya disana sampai dia mencapai pelepasan.


Setelah selesai , Charlie pun keluar dari kamar mandi dan memutuskan untuk tidur di kamarnya , karena kemaren malam dia pun tidak bisa tidur karena Alexa berada di sebelahnya.


Alexa yang duduk di atas kasurnya memutuskan untuk menonton TV yang ada di kamarnya.


"Kenapa jantung aku berdebar-debar begitu mendengar perkataan mas Charlie tadi" , ucap Alexa dalam hatinya.


Setelah itu tidak lama Alexa pun tertidur di kamarnya dengan TV yang masih menyala.


********

__ADS_1


Siang itu Felix baru pulang ke kostan , setelah puas bermain panas dengan Celine.


Vio yang sudah bangun langsung menanyakan kepada Felix.


"Kamu dari mana saja Felix?" , tanya Vio.


"Aku baru pulang kerja la" , ucap Felix dengan santai.


"Kamu kerja apa , kenapa aku tidak tau" , ucap Vio.


"Aku juga baru mendapatkan pekerjaan ini tadi malam Vio" , ucap Felix.


"Apa kerjaannya?" , tanya Vio.


"Memuaskan cewek cantik" , jawab Felix sambil tersenyum.


"Apa , bukankah kamu tidak mau melakukan pekerjaan seperti itu sampai kita tamat kuliah" , ucap Vio.


"Aku berubah pikiran Vio , aku juga akan keluar dari Rose klub malam , aku lebih suka kerja sama dia" , jawab Felix sambil menyunggingkan senyumnya.


"Memangnya kamu dibayar berapa sama dia" , ucap Vio.


"Ini satu juta , kalau aku selalu bisa memuaskan dia , dia akan memberikan aku mobil dan kalau dia hamil aku akan dikasih apartemen" , ucap Felix sambil memperlihatkan uang yang didapatkannya dari Celine.


"Kamu menjadi pria simpanan dia?" , tanya Vio.


"Berarti kamu setiap malam akan pergi ke tempat dia?" , tanya Vio.


"Gak Vio sayang , hanya hari kamis sampai hari minggu" , jawab Felix.


"Berarti aku tinggal sendiri disini selama kamu pergi memuaskan dia" , ucap Vio.


"Aku akan menemani dan memuaskan kamu disini hari senin sampai rabu sayang" , jawab Felix sambil menciumi wajah Vio.


"Terus aku ke Rose klub malam pergi sendiri" , ucap Vio.


"Iya mau gak mau , demi uang yang banyak sayang , kalau uang aku banyak kan kamu juga yang senang dan akan menikmati nantinya" , ucap Felix.


"Aku yang senang atau kamu yang menikmati , karena kamu kan sangat suka s**" , ucap Vio sambil duduk di atas kasur dan melipat kedua tangan di dadanya.


"Pastinya keduanya sayang , aku sangat senang selain mendapatkan uang yang banyak , bisa menikmati s** bersama dua wanita cantik setiap hari" , ucap Felix sambil berjalan mengambil baju nya di lemari dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah selesai mandi , Felix pun naik ke atas kasur dan langsung tertidur karena sudah kelelahan sepanjang hari melayani Celine.

__ADS_1


"Demi uang kamu selalu mau melakukan apa saja Felix , kenapa kamu mau menjadi simpanan juga demi uang dan meninggalkan aku sendiri , dulu ketika bersama Alexa aku masih bisa memiliki kamu setiap hari , tapi sekarang berbeda kamu sudah menjadi simpanan wanita kaya yang cantik" , ucap Vio dalam hatinya sambil melihat Felix yang sudah tertidur pulas disana.


********


Alexa yang sudah bangun sore itu tidak melihat ada Charlie di sampingnya.


"Kemana mas Charlie? Kenapa dia tidak ada disini?" , ucap Alexa dalam hatinya.


Alexa berjalan keluar dari kamarnya dan turun ke bawah , tidak terlihat Charlie ada disana.


Alexa masuk ke dapur dan mengambil minum di dispenser.


"Gimana non , suka gak dengan hadiah dari mbok?" , tanya mbok Siti.


"Ya suka , terima kasih ya mbok" , jawab Alexa yang gak tau mau menjawab apa lagi.


"Masak apa mbok?" , tanya Alexa.


"Mbok masak sayur asem sama ayam goreng pakai sambel non" , ucap mbok Siti.


"Ok mbok , aku ke kamar lagi ya" , ucap Alexa.


"Iya non , memang baru menikah itu awal-awal pasti selalu di kamar gak keluar keluar , mbok ngerti kok non , non tenang aja , mbok gak akan ganggu non dan tuan muda" , ucap mbok Siti sambil tersenyum.


"Iya mbok" , jawab Alexa dengan cepat dan langsung pergi dari sana dan langsung berjalan naik ke atas.


Sampai di atas Alexa mencoba masuk ke dalam kamar tamu yang digunakan oleh Charlie sebelumnya.


Alexa membuka pintu kamar disana , begitu pintu terbuka , Alexa melihat Charlie yang tidur disana.


Alexa pun berjalan mendekati kasur Charlie.


"Mas..." , panggil Alexa.


"Iya sayang" , ucap Charlie yang baru bangun tidur.


Membuat Alexa menjadi tersipu malu mendengar Charlie memanggilnya dengan sebutan sayang.


"Mas , kenapa tidur disini , nanti kalau dilihat sama mbok Siti bisa panjang pertanyaannya" , ucap Alexa.


"Iya maaf Alexa , aku takut nanti jadi khilaf dan menyentuh kamu , makanya aku lebih memilih untuk istirahat di sini" , ucap Charlie.


"Maaf ya mas , aku tau kalau kamu mencintai aku , tapi aku belum siap" , ucap Alexa.

__ADS_1


"Iya , gak apa apa Alexa , kalau aku merasa ingin menyentuh tubuh kamu , aku akan pindah kesini buat menenangkan diri aku sementara , setelah aku lebih tenang , aku akan kembali ke kamar kita" , ucap Charlie.


"Baiklah mas" , jawab Alexa.


__ADS_2