Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Sinar Bulan ep 52


__ADS_3

Alexa dan Charlie yang sudah sampai dirumah , langsung kaget melihat mbok Siti yang sedang menyapu sambil menggendong Bulan di punggungnya dan diikatkan dengan kain.


"Ya ampun mbok. Kenapa Bulan gak diletakin di box bayi yang ada di ruang keluarga" , ucap Alexa yang memang menyiapkan 2 box bayi untuk anaknya dirumah.


"Tadi ketika saya letakin Bulan disana , dia menangis terus non , makanya saya gendong aja sambil kerja" , ucap mbok Siti.


"Sini Bulan sama mama ya nak" , ucap Alexa sambil mengambil anaknya dari gendongan mbok Siti.


Bulan langsung memanggil papa , begitu dia melihat Charlie.


"Iya nak , kangen ya sama papa" , ucap Charlie sambil mencium kening anaknya.


"Tuan muda bagaimana keadaannya?" , tanya mbok Siti.


"Untungnya hanya luka ringan mbok , jadinya bisa istirahat di rumah saja" , jawab Charlie.


"Syukurlah tuan , mbok dan nona muda sangat terkejut begitu mendengar berita tuan muda kecelakaan" , ucap mbok Siti.


"Iya mbok" , jawab Charlie sambil tersenyum.


"Aku ke atas dulu ya mbok" , ucap Alexa yang sudah mau mandi dan istirahat.


"Iya non" , jawab mbok Siti sambil melanjutkan pekerjaannya.


Alexa dan Charlie berjalan bersama menuju ke kamar sambil menggendong Bulan.


"Mas , aku mau mandi dulu ya. Kamu liatin Bulan dulu" , ucap Alexa sambil meletakkan Bulan di box bayi.


"Baiklah sayang" , jawab Charlie.


Alexa masuk ke kamar mandi dan Charlie masih di kamar bersama dengan anaknya.


Gak lama terdengar suara ponsel Alexa berbunyi.


Charlie mengambil ponsel istrinya yang ada di dalam tas dan melihat siapa yang menelponnya.


"Ada apa lagi Frescha mencari Alexa?" , gumam Charlie sambil menyentuh tombol terima panggilan disana.


"Halo dek" , jawab Charlie.


"Eh , kak Charlie yang angkat" , ucap Frescha.


"Iya , kamu ngapain mencari kakak ipar?" , tanya Charlie.


"Aku mau menanyakan kabar kakak , kebetulan kakak yang angkat. Jadi , bagaimana keadaan kakak?" , tanya Frescha.


"Kakak cuma luka ringan saja dek , sekarang juga sudah pulang ke rumah" , jawab Charlie.


"Syukurlah kak" , ucap Frescha yang lega setelah mengetahui kondisi kakaknya baik-baik saja.


"Jadi bagaimana orang kerja untuk di warung?" , tanya Charlie.

__ADS_1


"Udah dibereskan sama kak Alexa" , jawab Frescha.


"Maksud kamu?" , tanya Charlie.


"Kak Alexa sudah menyuruh aku untuk mencari orang kerja dan nanti kak Alexa yang akan membayar gajinya setiap bulan" , ucap Frescha.


"Baiklah" , ucap Charlie.


"Ya sudah kak , aku mau masuk ke kelas dulu ya" , ucap Frescha.


"Iya , belajar yang rajin" , ucap Charlie.


"Iya kak" , jawab Frescha sambil memutuskan sambungan telponnya.


Charlie meletakkan ponsel Alexa di atas meja rias.


"Siapa yang menelpon aku mas?" , tanya Alexa yang baru keluar dari kamar mandi.


"Frescha sayang" , ucap Charlie sambil berjalan mendekati tubuh istrinya dan langsung memeluknya.


"Frescha kasih kabar apa mas? Mama dan papa gak kenapa-kenapa kan" , ucap Alexa yang jadi bingung melihat tingkah suaminya.


"Mama dan papa gak apa-apa sayang. Aku mau berterima kasih sama kamu karena kamu minta Frescha untuk mencari orang kerja buat membantu papa dan mama di warung , sampai kamu juga mau membayar gajinya" , ucap Charlie.


"Iya mas , gak apa-apa. Kamu jangan seperti ini terus , aku kan juga bagian dari keluarga kamu mas" , ucap Alexa.


"Iya sayang" , jawab Charlie sambil mengecup kening istrinya.


"Baiklah sayang" , jawab Charlie sambil melepaskan pelukannya dan berjalan melihat anaknya.


Tidak lama , perut Alexa pun terasa lapar.


"Mas , aku mau lihat makanan di bawah dulu ya. Bulan aku bawa" , ucap Alexa.


"Iya sayang" , jawab Charlie dari dalam kamar mandi.


Alexa berjalan menuju ke bawah sambil menggendong Bulan.


"Mbok , ada makanan apa? Aku lapar" , ucap Alexa.


"Mbok lagi masak untuk makan siang non , kalau mau mbok buatkan mie rebus dulu ya" , ucap mbok Siti.


"Boleh mbok" , jawab Alexa.


Charlie yang sudah selesai mandi , mendengar suara ponselnya berbunyi.


Charlie mengambil ponselnya dan melihat nama Heri asistennya tertera di layar ponselnya.


"Halo Heri" , jawab Charlie.


"Halo pak , ada yang mau saya bahas dengan bapak. Apa bapak ke kantor hari ini?" , tanya Heri.

__ADS_1


"Hari ini saya gak kekantor dan untuk beberapa hari kedepan saya juga belum masuk kantor karena saya kecelakaan kemaren malam. Sementara untuk urusan kantor saya serahkan kepada kamu dulu , nanti setelah saya masuk baru kita bahas lagi" , ucap Charlie.


"Baiklah pak" , jawab Heri yang gak mau mengganggu bos nya setelah mengetahui kondisinya.


Heri pun memutuskan sambungan telponnya.


"Apa pak Charlie gak datang ke kantor hari ini?" , tanya Fani yang juga mau melaporkan kerjaan mereka.


"Gak , pak Charlie gak akan ke kantor dalam beberapa hari ini. Karena pak Charlie kecelakaan kemaren malam" , ucap Heri.


"Apa!!! Kamu gak nanya pak Charlie di rawat di rumah sakit mana. Jadi , kita kan bisa pergi menjenguknya" , ucap Fani.


"Aku lupa menanyakannya , tapi kalau di dengar dari suaranya , kayaknya dia baik-baik saja" , ucap Heri.


"Baiklah , jadi bagaimana masalah pesanan souvernir klien yang meminta dibuatkan bathrobe dari handuk itu?" , tanya Fani.


"Karena pak Charlie sudah menyerahkannya kepada aku , maka aku akan menerimanya" , jawab Heri.


"Gila kamu , ini aja kerjaan aku udah numpuk. Mana orang itu maunya dalam 3 bulan lagi" , ucap Fani.


"Kamu jangan bego , masukin aja di jadwal kerja malam. Kalau aku terima ini , bonus aku kan bertambah lagi" , ucap Heri sambil tersenyum.


"Enak di kamu gak enak di aku" , ucap Fani yang harus memikirkan cara mengejar jahitannya , karena mau jam kerja siang dan malam , tetap saja dia yang mengaturnya , bukan Reni.


Heri pun berjalan dengan santai menuju ke ruangan kerjanya , tinggallah Fani sendirian yang masih berdiri pusing memikirkan kerjaan yang semakin menumpuk.


********


Charlie yang sudah meletakkan ponselnya di atas meja , berjalan keluar menuju ke bawah.


"Kamu makan apa sayang?" tanya Charlie.


"Aku makan mie rebus mas , kamu mau juga?" , tanya Alexa.


"Boleh sayang , aku jadi lapar lagi mencium wanginya" , ucap Charlie sambil mengambil Bulan yang sedang duduk dipangkuan Alexa.


Alexa berjalan menuju ke dapur....


"Mbok , buatin mie rebus untuk mas Charlie juga ya" , ucap Alexa.


"Iya non" , jawab mbok Siti sambil mengambil mie di dalam lemari.


Alexa kembali berjalan keluar dan melanjutkan memakan mie rebus nya kembali.


"Mas , kamu gak merasa pusing lagi kan?" , tanya Alexa yang masih mengkhawatirkan kondisi suaminya.


"Sudah gak sayang" , jawab Charlie.


"Syukurlah...Aku sudah memutuskan aku gak akan main biola lagi mas. Aku mau dirumah menjaga Bulan atau ke kantor aja menemani kamu bekerja" , ucap Alexa.


"Baiklah sayang , aku lebih suka seperti itu. Jadi , aku bisa melihat kamu setiap saat" , jawab Charlie sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2