Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Sinar Bulan Ep 29


__ADS_3

Charlie terus melihat anaknya yang masih tidur selama Alexa di dandani oleh MUA.


Tidak lama mama Vivi masuk ke dalam kamar mereka.


"Kalau kamu mau mandi , biar Bulan mama yang liatin nak" , ucap mama Vivi.


"Iya ma" , jawab Charlie sambil mengambil bajunya dan dan berjalan menuju ke kamar mandi.


"Ternyata cucu nenek bisa juga ya tidur nyenyak disini" , ucap mama Vivi sambil melihat cucunya.


"Bulan yang penting dingin aja ma , pasti dia bisa tidur" , jawab Alexa.


"Iya nak , untung saja kamar ini sudah dipasangin AC , jadi kamu dan Bulan bisa nyaman selama nginap disini" , ucap mama Vivi.


"Iya ma" , jawab Alexa.


Tidak lama Charlie sudah selesai mandi dan masuk ke dalam kamar.


Alexa pun sudah selesai di dandani , MUA mulai membereskan semua peralatan make up nya.


"Charlie , kamu gendong anak kamu ya , mama mau menyiapkan air hangat untuk Bulan mandi" , ucap mama Vivi.


"Baiklah ma" , jawab Charlie sambil menggendong Bulan mengikuti mamanya keluar.


Mama Vivi berjalan keluar dan mengangkat air panas yang sudah dimasak sebelumnya dan memasukkannya ke dalam baskom besar yang sudah berisikan air dingin disana.


Setelah semua air hangat masuk , mama Vivi mulai mengetes kehangatan air dengan tangannya.


"Sudah cukup hangatnya" , ucap mama Vivi sambil berdiri dan mengambil Bulan dari tangan Charlie.


.


.


MUA yang sudah selesai menyusun semua barang-barangnya , mulai pamitan dengan Alexa.


Setelah MUA pergi dari sana , Alexa berjalan keluar sambil membawa handuk untuk anaknya dan dia pun mau melihat bagaimana mama mertuanya memandikan Bulan.


Alexa langsung tertegun begitu melihat mama mertuanya yang dengan cekatan memandikan Bulan di dalam baskom , bukan bak mandi khusus untuk bayi.


Setelah mama Vivi selesai memandikan Bulan , Alexa langsung memberikan handuk di tubuh anaknya.


"Terima kasih ya ma" , ucap Alexa sambil menggendong Bulan.


"Iya sama sama nak , kalau gitu mama siap-siap dulu ya , sebentar lagi kita sudah mau pergi ke acara pemberkatan Frescha".


"Iya ma" , jawab Alexa.


Charlie dan Alexa berjalan bersama masuk ke dalam kamar mereka.


"Mas , ternyata mama itu sangat cekatan sekali ya mengurus anak , aku kalau disuruh mandikan Bulan disana , aku takut kalau nanti anak kita tergelincir , tapi ternyata mama bisa ya memandikannya disana" , ucap Alexa.

__ADS_1


"Mama kan dari dulu menjaga aku dan Frescha sayang , dulu mana ada uang untuk membeli bak mandi yang mahal , jadinya mama memandikan kami dengan barang-barang yang ada di rumah" , ucap Charlie.


"Iya mas" , jawab Alexa sambil mengelap tubuh basah Bulan , mengoleskan minyak telon dan memberikan bedak beserta lotion di kulit Bulan , setelah itu Alexa memakaikan baju batik yang sudah dibelinya untuk acara pemberkatan Frescha.


Charlie mulai mengganti bajunya dengan baju yang sama motifnya dengan anaknya.


Alexa yang sudah siap memakaikan baju Bulan mulai mengganti bajunya dengan dibantu suaminya.


Setelah mereka semua selesai , mereka berjalan keluar.


Diluar sudah terlihat Frescha yang sudah cantik menggunakan riasan lengkap beserta baju pengantinnya sedang bersiap-siap diluar menunggu mobil pengantin yang sudah dipersiapkan oleh Lulu datang ke rumahnya.


"Kamu cantik sekali dek" , ucap Alexa.


"Terima kasih kak , kado buat pernikahan aku mana?" , ucap Frescha.


"Nanti ya kakak kasih ketika kamu sudah bersama dengan suami kamu" , ucap Charlie.


"Kenapa gak sekarang aja sih?" , ucap Frescha.


"Kadonya kan bukan cuma buat kamu saja , tapi buat suami kamu juga" , jawab Charlie.


"Baiklah" , jawab Frescha.


Tidak lama mama Vivi dan papa Teddy yang sudah siap , berjalan menuju keruang tamu.


Setelah beberapa saat , mobil penganten sudah datang , Frescha berjalan menuju ke mobil pengantin sambil dibantu oleh salah satu WO yang ditugaskan di rumah Frescha dan keluarga Frescha berjalan menuju ke mobil yang sudah dipersiapkan disana.


Frescha yang sudah masuk ke dalam mobil penganten langsung bahagia begitu melihat Jeremi sudah ada disana.


Jeremi pun menyambut ciuman dari Frescha yang sudah menjadi candunya itu dan memainkan lidahnya disana.


"Bisa gak sih kalian menahan hasrat kalian sampai malam ini saja , setelah semua acara ini selesai , terserah kalian mau bercinta dimana saja" , ucap Lulu yang duduk di kursi depan mobil pengantin.


Jeremi dan Frescha langsung menghentikan ciuman mereka dan Jeremi mulai merapikan slayer Frescha.


"Coba kamu lihat , lipstiknya belepotan gak?" , ucap Lulu sambil memberikan cermin kepada Frescha.


"Eh , iya sedikit belepotan" , ucap Frescha sambil terkekeh.


Lulu hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku calon menantu bos nya.


.


.


Mobil pengantin sudah sampai di depan gereja.


Keluarga Frescha turun dari mobil dan masuk ke dalam gereja.


Di dalam gereja sudah terlihat papa dan mama Jeremi sudah ada disana.

__ADS_1


Mama Vivi dan papa Teddy pun menyapa papa dan mama Jeremi.


Charlie dan Alexa juga menyapa papa dan mama Jeremi.


"Kelihatannya istri dari kakaknya Frescha bukan dari kalangan biasa ya pa" , ucap mama Desy.


"Iya ma , kelihatan anaknya sangat sopan dan sikapnya juga sangat berbeda dengan Frescha" , ucap papa Surya.


"Kalau boleh tau kalian kerja dimana ya?" , tanya mama Desy kepada Charlie dan Alexa.


"Istri saya ini pemilik perusahaan AH Konveksi dan saya bekerja disana tante" , jawab Charlie.


"Oh pantesan kelihatan sekali perbedaannya" , ucap mama Desy yang langsung tersenyum melihat Alexa.


"Bagaimana kamu bisa menikah dengan Charlie , apa karena dia yang mengejar-ngejar kamu?" , tanya mama Desy sambil tersenyum.


"Karena dia sangat menjaga dan memperhatikan saya disaat kedua orang tua saya meninggal karena kecelakaan waktu itu tante" , jawab Alexa.


"Pinter juga saudara Frescha , bisa mendapatkan orang kaya , tapi kalau dilihat kakak lelakinya ini sikapnya lebih baik dari pada adiknya" , ucap mama Desy dalam hatinya.


"Oh , kamu beruntung sekali Charlie" , ucap mama Desy.


"Iya tante benar , saya sangat beruntung karena bisa bersama dengan wanita yang sangat saya cintai" , jawab Charlie sambil tersenyum.


Setelah itu mereka diminta oleh WO untuk duduk di tempat masing-masing karena acara pemberkatan sudah akan dimulai.


Para pemain musik yang sudah disediakan di gereja , sudah mulai memainkan lagu pernikahan disana.


Pendeta juga sudah berdiri di meja Altar.


Saatnya penganten memasuki ruangan gereja.


Jeremi dan Frescha berjalan memasuki lorong gereja sambil diiringi dengan lagu pernikahan yang dimainkan oleh pianis gereja , sampai ke depan meja Altar.


Sampai di depan , pendeta memulai acara pemberkatan pernikahan hari itu.


Acara pemberkatan berjalan dengan penuh khidmat sampai acara selesai.


Selesai menandatangi surat pernikahan , tidak lupa mereka semua berfoto dulu di dalam gereja , setelah itu baru mereka berjalan keluar menuju ke mobil masing-masing untuk menuju ke rumah dan bersiap-siap untuk acara resepsi yang akan diadakan di hotel yang sudah di pilih oleh orang tua Jeremi nanti malam.


"Kamu dirumah aku gak sayang setelah ini?" , tanya Frescha ketika mereka sudah berada di dalam mobil pengantin.


"Gak sayang , aku harus pulang ke rumah , karena aku disuruh untuk membereskan semua barang-barang aku" , ucap Jeremi.


"Baiklah sayang , berarti aku juga harus membereskan semua barang-barang aku dong" , ucap Frescha dengan manja.


"Kalau kamu mau , barang-barang kamu bisa dicicil nanti , pastinya bawa beberapa baju saja dulu , karena nanti malam kita langsung ke rumah yang diberikan oleh papa" , ucap Jeremi.


Frescha pun menganggukkan kepalanya.


Setelah beberapa waktu , mobil pengantin sudah sampai di depan rumah Frescha.

__ADS_1


"Nanti aku jemput kamu lagi ya sayang , dandan yang cantik ya buat nanti malam" , ucap Jeremi sambil mencium bibir Frescha.


"Iya sayang" , jawab Frescha setelah Jeremi melepaskan bibirnya dan Frescha turun dari mobil pengantin dan berjalan masuk ke dalam rumahnya.


__ADS_2