Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Episode 71


__ADS_3

Mobil yang dibawa oleh Charlie sudah sampai di depan AH Konveksi.


Charlie dan Alexa turun bersama sambil berpelukan masuk ke AH Konveksi.


Semua orang yang melihat Charlie dan Alexa langsung menyapanya.


"Selamat pagi pak Charlie dan nona muda" , sapa setiap karyawan.


"Pagi" , jawab Charlie dan Alexa sambil tersenyum.


"Mira , kayaknya pak Charlie beda banget ya hari ini" , ucap mba Nining.


"Beda apanya?" , tanya Mira.


"Wajahnya kelihatan lebih berseri-seri dan mereka juga lebih mesra , apa nona muda lagi hamil ya" , ucap mba Nining.


"Ya , kalaupun nona muda hamil ya wajar mba , kan mereka sudah menikah hampir 3 bulan" , ucap Mira.


Mba Nining pun hanya menganggukkan kepalanya.


"Pak Charlie dan nona muda memang pasangan yang sangat serasi" , ucap Fani dalam hatinya.


"Mba Nining , bagaimana pak Charlie bisa menikah dengan anak dari pemilik perusahaan AH Konveksi ini , apakah mereka memang sudah berteman sebelumnya?" , tanya Fani yang ingin tau.


"Sebenarnya si Charlie ini bisa dibilang beruntung , dia hanyalah anak dari keluarga sederhana , dulu waktu bekerja di sini dia menjadi asisten pribadi pak Haris dan ibu Jolie , orang tua nona muda Alexa , mungkin karena itu dia bisa kenal dan dekat dengan nona muda.


Sejak pak Haris dan ibu Jolie meninggal dunia , Charlie selalu memperhatikan dan menjaga nona muda , sampai akhirnya Charlie menikah dengan nona muda Alexa" , cerita mba Nining.


"Oh ternyata seperti itu , aku kirain Charlie juga anak dari orang kaya seperti nona muda" , ucap Fani.


"Bukan , cuma dia aja bernasib baik , bisa bertemu dengan pak Haris dan ibu Jolie" , ucap Mira.


Fani pun hanya menganggukkan kepalanya.


"Berarti kalau bukan karena menikah dengan nona muda , Charlie hanyalah orang biasa , untung juga aku belum terlalu dalam mencintai Charlie" , ucap Fani dalam hatinya.


Charlie dan Alexa yang sudah berada di dalam ruangan kerja Charlie...


"Mas , kamu mau sampai kapan memeluk aku seperti ini" , ucap Alexa.


"Aku masih ingin memeluk kamu istriku sayang" , ucap Charlie.


"Udah , kamu kerja dulu mas , aku juga gak akan kemana-mana" , ucap Alexa sambil terkekeh.


"Iya sayang , tapi aku masih mau seperti ini , aku masih mau memeluk kamu" , ucap Charlie dengan manja.


"Nanti malam lagi ya mas , sekarang kamu kerja dulu" , ucap Alexa sambil menyentuh wajah suaminya.

__ADS_1


"Baiklah sayang , kalau gitu aku kerja dulu ya" , ucap Charlie.


Charlie menciumi bibir Alexa untuk beberapa waktu , setelah itu baru dia duduk di kursi kebesarannya dan mulai mengerjakan pekerjaannya.


Alexa memandangi wajah suaminya yang sedang serius bekerja.


Charlie mencari pesanan Katherine dan membatalkan semua orderannya.


Setelah itu Charlie mengambil telpon yang ada di meja kantornya dan menekan nomor disana.


Tidak lama terdengar suara dari sana...


"Halo" , jawab Katherine.


"Halo bu Katherine , saya Charlie".


"Oh iya , ada apa Charlie , apa kamu mau kita berkencan lagi" , ucap Katherine.


"Maaf bu , semua orderan ibu sudah saya batalkan , saya akan mentransfer uang DP yang sudah ibu kirimkan kepada kami , tolong ibu kirimkan nomor rekening ibu kepada saya" , ucap Charlie.


"Kenapa kamu batalkan , kamu akan rugi banyak kalau memutuskan kerja sama kita" , ucap Katherine.


"Saya gak masalah rugi banyak , asalkan saya tidak bekerja sama dengan orang yang menghalalkan segala cara untuk menjebak saya dan merusak rumah tangga saya" , ucap Charlie dengan tegas.


"Tapi saya sudah menyukai kamu Charlie sejak pertama kali kita bertemu" , ucap Katherine.


"Maaf bu , dari awal saya sudah mengatakan kalau saya sudah menikah dan saya hanya mencintai istri saya seorang , tolong ibu berikan nomor rekening ibu kepada kami secepatnya , terima kasih" , ucap Charlie yang sudah tidak mau basa basi lagi.


Setelah itu Charlie langsung meletakkan telponnya di meja.


"Terima kasih ya mas , karena kamu lebih memilih aku" , ucap Alexa sambil menyentuh wajah suaminya dengan tangannya.


"Kamu lebih berharga dari pada harta yang ada di dunia ini , sayang" , ucap Charlie sambil memegang tangan Alexa yang menyentuh wajahnya.


Pasangan yang cintanya baru bersemi itu pun saling memandang untuk sesaat dengan pandangan yang penuh dengan cinta dan kasih sayang yang besar.


Tidak lama terdengar suara ponsel Alexa berbunyi.


Alexa langsung mengambil ponselnya dari dalam saku celananya dan melihat nama yang tertera di layar ponselnya.


"Siapa yang menelpon sayang?" , tanya Charlie.


"Pak Beni mas" , jawab Alexa sambil menyentuh tombol menerima di layar ponselnya.


Charlie pun hanya menganggukkan kepalanya.


"Halo pak" , jawab Alexa.

__ADS_1


"Halo Alexa , bagaimana kabar kamu dengan Charlie?" , tanya pak Beni.


"Kami sudah baikan pak dan saya tidak jadi menggugat cerai mas Charlie" , jawab Alexa.


"Baguslah Alexa , akhirnya kalian tidak jadi berpisah , saya turut bahagia mendengarnya , Charlie memang pria yang baik Alexa , dia pantas untuk bersama dengan kamu" , ucap pak Beni.


"Iya pak , terima kasih ya pak" , ucap Alexa.


"Iya , sama sama Alexa" , jawab pak Beni sambil memutuskan sambungan telponnya.


"Pak Beni itu orang yang baik ya sayang , kemaren aku bisa dapat rekaman CCTV Star Hotel juga berkat bantuan pak Beni" , ucap Charlie ketika melihat Alexa sudah selesai telponan.


"Iya mas , pak Beni itu teman lama papa , makanya dia juga baik sama aku dan memperlakukan aku seperti anaknya sendiri" , ucap Alexa sambil tersenyum.


"Iya sayang , aku juga bisa melihat dia menyayangi kamu seperti anaknya sendiri , ketika kita menikah kelihatan banget pak Beni memperlakukan kamu seperti anaknya sendiri" , ucap Charlie.


Alexa pun menganggukkan kepalanya karena setuju dengan perkataan suaminya.


********


Katherine yang tidak terima di tolak oleh Charlie , memutuskan untuk mendatangi Charlie di AH Konveksi.


"Saya mau keluar dulu" , ucap Katherine kepada salah satu karyawannya.


"Baik bu" , jawab karyawan tersebut.


Dengan langkah yang cepat , Katherine langsung menuju ke mobilnya.


Katherine menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi , karena pada saat itu dia hanya ingin cepat sampai bertemu dengan Charlie.


Sampai di depan ruko AH Konveksi , Katherine berjalan masuk ke sana.


"Mau bertemu dengan siapa bu?" , tanya Rita.


"Charlie" , jawab Katherine.


"Tunggu sebentar disini ya bu , saya beritahukan kepada pak Charlie terlebih dahulu" , ucap Rita dengan sopan.


"Saya buru-buru , jadi bawa saya langsung untuk bertemu dengan Charlie sekarang" , ucap Katherine dengan emosi.


"Tapi bu , sudah peraturan disini seperti itu , ibu tidak bisa masuk begitu saja" , ucap Rita.


"Saya tidak mau tau , sekarang di mana ruangan Charlie" , ucap Katherine yang sudah memaksa untuk masuk ke dalam.


Melihat Katherine seperti itu , akhirnya Rita memutuskan untuk membawa Katherine ke ruangan kerja Charlie.


"Dari pada nanti dia buat keributan disini , aku yang pusing , lebih baik aku bawa saja bertemu sama si Charlie langsung" , ucap Rita dalam hatinya.

__ADS_1


"Baiklah , ibu bisa ikuti saya sekarang" , ucap Rita.


Rita dan Katherine berjalan bersama menuju ke ruangan kerja Charlie.


__ADS_2