Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Sinar Bulan Ep 33


__ADS_3

Jeremi dan Frescha yang sudah sampai di depan rumah mereka , langsung terkejut begitu melihat rumah sederhana yang ada di depan mereka.


"Sayang , beneran ini rumah kita yang papa kamu kasih" , ucap Frescha.


"Dari alamatnya benar sayang , gak salah" , ucap Jeremi.


"Gak mungkin kan papa kamu kasih kita rumah seperti ini" , ucap Frescha.


"Tapi pada kenyataannya kita disini sekarang sayang , ayo kita coba lihat dulu ke dalam rumah" , ucap Jeremi.


Jeremi dan Frescha turun bersama dari mobil dan membuka pagar yang berbunyi krittttt itu.


Jeremi memasukkan mobilnya di halaman rumah dan setelah mobil diparkir disana , Jeremi turun dari mobil dan berjalan menuju ke depan pintu rumah , dimana Frescha sudah berdiri duluan di sana.


Jeremi mengeluarkan kunci yang diberikan oleh papanya dan memasukkannya ke lubang kunci.


Terdengar bunyi klak klak dan pintu pun terbuka.


"Beneran ini rumah untuk kita sayang" , ucap Jeremi begitu pintu terbuka.


Jeremi dan Frescha berjalan bersama masuk ke dalam rumah.


"Sayang , aku gak bisa tinggal disini" , ucap Frescha karena rumah yang ada di dalam pikirannya adalah rumah yang mewah , bagus dan begitu dia masuk sudah disambut oleh beberapa asisten rumah tangga di depan pintu.


"Jangan gitu sayang , ini rumah kita sekarang", ucap Jeremi.


"Tapi aku tidak mau tinggal disini Jeremi , rumah ini jelek" , ucap Frescha yang sudah mau pergi dari sana.


Jeremi langsung memeluk pinggang Frescha dari belakang.


"Jangan pergi sayang , ini sudah malam , masa kamu mau meninggalkan suami kamu di malam pengantin kita" , ucap Jeremi.


"Aku gak mau tinggal disini Jeremi , rumahnya jelek banget dan juga tidak ada pembantu disini" , ucap Frescha.


"Aku mohon sayang , aku sudah tidak diijinkan lagi untuk pulang ke rumah setelah kita menikah , aku mohon jangan tinggalin aku sayang , sekarang aku hanya memiliki kamu sayang" , ucap Jeremi.


"Kenapa jadi seperti ini Jeremi? Kalau tau seperti ini , lebih baik kita tidak usah menikah" , ucap Frescha.


"Papa kamu kan yang mau aku untuk bertanggung jawab , sekarang aku sudah bertanggung jawab , aku sudah menikahi kamu , aku mohon jangan tinggalin aku sayang , kita jalani hidup kita bersama-sama dari nol ya sayang , aku pasti akan mencari pekerjaan untuk menghidupi kamu" , ucap Jeremi.


Akhirnya Frescha terdiam dan tubuhnya yang masih menggunakan baju pengantin itu terduduk di lantai.

__ADS_1


"Sayang , kenapa kita jadi seperti ini?" , ucap Frescha.


"Karena papa gak menerima dengan sifat aku yang suka tidur dengan wanita , jadi papa mengusir aku dari rumah" , ucap Jeremi.


"Tapi kan kita sudah menikah sayang , kenapa papa seperti itu sama kamu" , ucap Frescha.


"Aku juga gak tau sayang , aku mohon kamu harus kuat ya , kita harus bisa membuktikan kalau kita bisa hidup tanpa bantuan dari papa aku" , ucap Jeremi.


"Tapi bagaimana sayang , kita hanyalah anak kuliah , yang kita tau juga hanya bercinta dan bersenang-senang" , ucap Frescha.


"Aku pasti akan berusaha untuk menghidupi kamu sayang , semua uang dari pernikahan kita kan dikasihkan kepada kita , untuk sementara kita harus bisa memanfaatkan uang itu dengan baik ya sayang" , ucap Jeremi.


"Baiklah sayang" , ucap Frescha yang sudah gak tau mau bagaimana lagi , karena dia juga gak mungkin pulang ke rumahnya setelah dia mengatakan kalau dia akan segera meninggalkan rumahnya ketika dia sudah menikah.


"Aku turunkan koper kamu dulu ya sayang" , ucap Jeremi.


Frescha pun menganggukkan kepalanya.


Jeremi berjalan keluar menuju ke mobil dan menurunkan koper Frescha , membawanya masuk ke dalam.


"Ayo kita menuju ke kamar kita sayang" , ucap Jeremi setelah mengunci pintu rumah.


"Ternyata disini cuma ada 2 kamar sayang" , ucap Jeremi.


"Ya rumahnya aja kecil , gak mungkin kamarnya banyak" , ucap Frescha.


Begitu Jeremi membuka pintu salah satu kamar disana , terlihat ada barang-barang dia disana.


"Pasti kamar kita disini sayang" , ucap Jeremi.


Begitu Jeremi dan Frescha masuk , yang terlihat hanyalah satu kasur spring bed ukuran king size , ada satu meja rias dan lemari yang cukup besar , tapi tidak akan muat kalau digunakan untuk menyimpan baju Jeremi dan Frescha.


Untungnya kamar itu sudah dikasih AC , jadi Jeremi dan Frescha tidak akan kepanasan selama mereka tidur.


"Sayang , aku sudah capek , tolong bukakan baju penganten aku ya , aku mau mandi dan istirahat" , ucap Frescha yang tiba-tiba kepalanya sakit begitu melihat kamar yang sederhana dan gak ada bedanya dengan kamar yang ada dirumahnya.


"Baiklah sayang" , ucap Jeremi sambil membuka baju pengantin Frescha.


Untuk beberapa saat , akhirnya baju pengantin Frescha terbuka juga dan terjatuh ke lantai.


Terlihat tubuh Frescha yang setengah polos disana.

__ADS_1


Frescha berjalan membuka kopernya dan mengambil handuk nya yang ada didalam sana dan berjalan keluar dari kamar mencari kamar mandi.


Jeremi mengikuti Frescha berjalan dengan tubuh setengah polosnya keluar.


"Sayang , kita mandi bersama ya" , ucap Jeremi ketika mereka sudah sampai di depan kamar mandi.


"Tapi kamar mandinya kecil sayang , bagaimana bisa kita mandi bersama" , ucap Frescha.


"Gak apa apa sayang , kita bisa saling berdempetan mandinya , asik juga kayaknya" , ucap Jeremi yang pikirannya sudah membayangkan permainan panas mereka.


Akhirnya malam itu Frescha dan Jeremi mandi bersama di dalam kamar mandi yang kecil itu.


Setelah selesai mandi , Frescha hanya melilitkan handuk di tubuhnya , beda dengan Jeremi yang tidak membawa handuk , akhirnya dia harus keluar dengan tubuh polosnya yang masih basah sampai ke dalam kamar.


"Sayang , tolong cepat ambilkan handuk aku , aku sudah kedinginan" , ucap Jeremi , karena di kamar mereka AC nya sudah menyala.


"Iya sayang tunggu sebentar , ini aku juga sedang mencarinya" , ucap Frescha sambil mencari di dalam koper Jeremi.


Akhirnya handuk Jeremi ketemu juga , Jeremi langsung mengeringkan tubuhnya dan mengambil bajunya , menggunakannya disana , setelah itu Jeremi langsung naik ke atas kasurnya dan masuk ke dalam selimut karena dia masih kedinginan.


"Kamu masih kedinginan sayang?" , tanya Frescha yang sudah menggunakan piyamanya dan naik ke atas kasur , masuk ke dalam selimut.


"Iya sayang , kamu pegang saja tangan aku berasa dingin seperti ini" , ucap Jeremi sambil memegang tangan Frescha.


"Kenapa tangan kamu rasanya seperti es?" , ucap Frescha.


"Kayaknya karena aku tadi lama berdiri disana dengan tubuh yang basah" , jawab Jeremi.


"Sini aku peluk kamu , siapa tau rasa dinginnya bisa berkurang" , ucap Frescha.


Jeremi langsung mendekatkan tubuhnya , masuk ke dalam pelukan Frescha.


"Sangat nyaman sekali sayang , maaf ya...harusnya hari ini menjadi malam pengantin kita yang indah , tapi ternyata kita tinggal di rumah seperti ini dan tidak ada kamar pengantin yang di penuhi oleh bunga mawar" , ucap Jeremi.


"Ya mau bagaimana lagi Jeremi , semua sudah terjadi , aku mau pergi juga sudah gak tau mau pergi kemana" , ucap Frescha.


"Terima kasih sayang , aku pasti akan membahagiakan kamu" , ucap Jeremi.


"Iya sayang" , ucap Frescha.


Akhirnya malam itu Frescha dan Jeremi melewati malam pengantin dengan tubuh yang sudah lelah , sambil memikirkan bagaimana menjalani kehidupan mereka selanjutnya , sampai mereka berdua tertidur dan masuk ke alam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2