Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Sinar Bulan Ep 5


__ADS_3

Charlie yang sudah sampai di bandara , langsung turun dari mobil setelah memarkirkannya dan berjalan menuju area kedatangan dalam negeri.


Tidak lama Charlie berdiri disana sudah terlihat banyak orang yang keluar dari sana.


Salah satunya mama Vivi dan papa Teddy juga sudah berjalan menuju ke pintu keluar.


Charlie langsung mendatangi papa Teddy dan mama Vivi.


"Pa...ma..." , sapa Charlie.


"Iya nak" , jawab papa Teddy dan mama Vivi.


Charlie membawakan 1 koper yang dibawa oleh orang tuanya sampai ke mobil , memasukkannya ke dalam bagasi mobil , setelah itu Charlie dan orang tuanya masuk ke dalam mobil.


"Nak , apakah Bulan sudah turun mandi?" , tanya mama Vivi.


"Belum ma" , jawab Charlie.


"Kedatangan kami kali ini , selain mama dan papa mau melihat cucu kami , kami juga mau membuat acara turun mandi , nanti minta tolong mbok Siti siapin barang-barang yang di perlukan ya" , ucap mama Vivi.


"Baiklah ma" , jawab Charlie.


Setelah itu , selama dalam perjalan papa , mama dan Charlie mengobrol disana.


"Bagaimana dengan kuliah Frescha disana ma?" , tanya Charlie.


"Mama juga gak tau nak , tapi kelihatannya adik kamu itu rajin ke kampus" , ucap mama Vivi.


"Baguslah kalau dia rajin ke kampus , jadi nanti bisa mendapatkan kerja yang bagus" , ucap Charlie.


"Iya nak , cuma dia sekarang suka keluar , kalau ditanya kemana , jawabannya selalu bilang ada kuliah tambahan" , ucap papa Teddy.


"Apa setiap hari seperti itu pa?" , tanya Charlie.


"Iya nak" , jawab papa Teddy.


"Gak mungkin kuliah cuma akuntansi management tapi sampai telat kuliahnya" , ucap Charlie dalam hatinya.


Tidak lama mobil yang dibawa oleh Charlie telah sampai di depan pagar rumahnya.


Pak Tono langsung dengan sigap membukakan pagar hitam yang tinggi itu.


Setelah pagar terbuka , Charlie langsung memasukkan mobil sampai di halaman rumah.


Lalu Charlie beserta papa Teddy dan mama Vivi turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.


"Tuan , nyonya" , sapa mbok Siti ketika melihat Charlie dan orang tuanya sudah masuk ke dalam rumah.


"Iya mbok" , jawab papa Teddy dan mama Vivi bersamaan.


"Mbok , tolong belikan semua keperluan untuk acara turun mandi Bulan besok ya" , ucap mama Vivi sambil memberikan selembar kertas kepada mbok Siti.


"Baik nyonya" , jawab mbok Siti sambil mengambil kertas yang diberikan oleh mama Vivi.


"Ini uangnya ya mbok" , ucap Charlie sambil memberikan beberapa lembar uang berwarna merah kepada mbok Siti.

__ADS_1


"Iya tuan muda , kalau gitu mbok pergi ke pasar dulu ya" , ucap mbok Siti.


"Iya mbok" , jawab Charlie.


Mbok Siti langsung berjalan keluar dari rumah dan menuju ke pasar.


Charlie , papa Teddy dan mama Vivi berjalan menuju ke atas.


Sampai di atas , Charlie meletakkan koper orang tuanya di kamar tamu , setelah itu mereka berjalan menuju ke kamar Charlie.


Charlie langsung membuka pintu kamarnya dan terlihat Alexa yang sedang menidurkan Bulan disana.


"Sayang" , panggil Charlie.


"Kamu sudah pulang mas , papa dan mama mana?" , tanya Alexa.


"Iya sayang , itu papa dan mama" , ucap Charlie sambil melihat ke arah papa dan mamanya yang baru masuk ke kamar mereka.


"Pa...ma..." , sapa Alexa.


"Iya nak" , jawab papa Teddy dan mama Vivi bersamaan.


"Mama bawain ini untuk cucu mama nak" , ucap mama Vivi.


"Apa itu ma?" , tanya Alexa.


"Ini gelang emas buat Bulan nak , kemaren mama sudah persiapkan ketika kamu melahirkan , tapi karena kami belum sempat kesini , jadinya mama simpan dulu" , ucap mama Vivi sambil membuka gelangnya dan memasangkan di tangan Bulan.


"Terima kasih ma" , ucap Alexa sambil tersenyum.


"Besok juga mama mau buat acara turun mandi untuk anak kita sayang" , ucap Charlie.


"Iya gak apa apa nak , biar mama yang atur semuanya , sudah seharusnya juga mama yang mengurusnya" , ucap mama Vivi sambil tersenyum.


"Iya ma" , ucap Alexa sambil tersenyum.


"Apa mama boleh menggendong cucu mama?" , tanya mama Vivi.


"Boleh ma" , ucap Alexa sambil memberikan Bulan kepada mama Vivi.


"Aku pergi ke AH Konveksi dulu ya sayang buat melihat kerja disana , nanti aku akan usahakan pulang lebih cepat" , ucap Charlie sambil mencium kening Alexa.


"Iya mas , kamu hati-hati di jalan ya" , ucap Alexa.


"Iya sayang" , jawab Charlie.


"Ma...pa...aku pergi kerja dulu ya" , pamit Charlie kepada papa dan mamanya.


"Iya nak" , jawab mama Vivi dan papa Teddy bersamaan.


Charlie berjalan keluar dari kamar dan menuju ke mobilnya.


"Kamar kalian baru lagi ya nak?" , tanya mama Vivi setelah Charlie keluar dari kamar mereka.


"Sebenarnya ini kamar lama aku yang digabungkan dengan kamar mas Charlie dulu sebelum kami menikah ma , karena barang aku banyak di tambah dengan barang mas Charlie , jadinya kamar aku yang dulu gak cukup , makanya kami renovasi" , jawab Alexa.

__ADS_1


"Iya nak , jadi kelihatan lebih lega kamarnya , meskipun banyak barang Bulan disini" , ucap mama Vivi.


"Iya ma , mama bagaimana di rumah , apakah sudah nyaman?" , tanya Alexa.


"Sudah nyaman nak , apalagi Frescha , langsung senang begitu dapat kasur spring bed dan AC" , ucap mama Vivi sambil tersenyum.


"Syukurlah ma" , ucap Alexa sambil tersenyum.


Setelah itu mama Vivi sibuk melihat cucunya bersama dengan papa Teddy.


********


Charlie yang sudah sampai di AH Konveksi langsung disapa oleh semua karyawan begitu dia berjalan masuk menuju ke ruangannya.


"Siang pak" , sapa karyawan yang melihatnya.


"Siang" , jawab Charlie sambil tersenyum.


Begitu Charlie hampir sampai di ruangan kerjanya , Charlie melihat ke arah ruangan kerja Heri yang hanya ditutupi oleh kaca itu , sehingga membuat dia bisa melihat siapa saja orang yang ada di dalam ruangan tersebut.


Charlie langsung terkejut begitu melihat ada satu sosok wajah yang sangat dikenalinya sedang bekerja membentuk handuk disana.


"Kenapa Reni bisa kerja disini?" , ucap Charlie dalam hatinya.


Saat itu Charlie tidak mau menegur Reni , Charlie hanya memanggil Heri yang juga ada di dalam ruangan itu.


"Heri , tolong ke ruangan saya sebentar" , ucap Charlie.


"Baik pak" , jawab Heri.


Reni yang mendengarkan ada suara Charlie disana langsung melihatnya , tapi Charlie sudah berjalan pergi dari sana.


Heri berjalan keluar dari ruangannya dan langsung mengikuti Charlie menuju ke ruangan kerja Charlie.


"Ada apa bapak memanggil saya?" , tanya Heri ketika mereka sudah berada di dalam ruangan kerja Charlie.


"Bagaimana dengan meeting bersama klien tadi pagi?" , tanya Charlie.


"Kali ini kita dapat pesanan banyak pak , bukan hanya mendapatkan pesanan untuk seragam , tapi mereka juga memesan jaket kepada kita" , jawab Heri.


"Baguslah , apa kamu sudah masukin ke jadwal orderan baru untuk Fani?" , tanya Charlie.


"Sudah pak" , jawab Heri.


"Apakah semua yang kerja di ruangan kamu tadi adalah orang yang baru kamu terima hari ini?" , tanya Charlie.


"Iya pak , mereka adalah orang-orang yang saya terima karena bisa mengerjakannya dengan rapi" , jawab Heri.


"Baiklah , kalau gitu nanti kamu kasih nama mereka ke saya juga minta data-datanya untuk pembayaran gaji bulanan mereka" , ucap Charlie.


"Baik pak" , jawab Heri.


"Kalau gitu kamu sudah bisa kembali bekerja" , ucap Charlie.


"Baik pak , saya permisi dulu pak" , ucap Heri.

__ADS_1


"Iya Heri" , jawab Charlie.


Setelah kepergian Heri , Charlie melanjutkan pekerjaannya lagi.


__ADS_2