
Malam itu Vio dan Felix sudah bersiap-siap untuk masuk kerja dihari pertama mereka.
Vio berdandan dengan cantik dan mengambil biolanya.
Felix yang sudah selesai bersiap-siap melihat penampilan Vio yang berbeda malam ini , langsung mencium bibir Vio.
"Kamu cantik banget" , ucap Felix setelah puas mencium bibir Vio.
"Kamu jadi merusak dandanan aku , tuh lihat kan lipstick aku jadi kemana-mana" , ucap Vio sambil memperbaiki make up nya.
"Siapa suruh kamu cantik banget , jadi buat aku pengen" , ucap Felix sambil menyentuh tubuh Vio.
"Jangan gitu Felix , kita harus pergi kerja" , ucap Vio.
"Iya kamu benar Vio , ayo kita jalan lagi" , ucap Felix sambil melepaskan tangannya dari tubuh Vio.
Vio dan Felix berjalan keluar dari kostan , naik ke motor , Felix menyalakan motornya dan menjalankan motornya menuju Rose klub malam.
Tidak lama motor Felix sampai di depan Rose klub malam.
Felix dan Vio langsung menuju ke ruangan khusus karyawan.
"Malam bos Vikar" , sapa Felix dan Vio bersamaan.
"Malam" , jawab Vikar sambil tersenyum melihat Vio dan Felix.
"Kamu bisa ikut Jeri ke ruang karyawan pengantar minuman" , ucap Vikar kepada Felix.
"Baik bos" , jawab Felix sambil mengikuti Jeri pergi ke ruangan dapur.
Sampai di belakang dapur....
"Kamu ganti baju dengan baju kerja" , ucap Jeri sambil memberikan baju karyawan kepada Felix.
"Baik" , jawab Felix sambil mengganti bajunya dengan baju karyawan Rose klub malam.
"Nanti kamu mengantarkan minuman sesuai dengan meja dan ruangan pelanggan , kalau pelanggan memberikan tips itu boleh untuk kamu" , ucap Jeri menjelaskan pekerjaan di Rose klub malam.
"Baik kak" , jawab Felix.
"Pastikan selama kamu membawa pesanan pelanggan tidak ada yang terjatuh ataupun pecah , kalau ada semua itu akan dipotong dari gaji kamu" , ucap Jeri.
"Baik kak" , jawab Felix.
"Baiklah , kalau gitu aku bekerja dulu ya , nanti setelah selesai kamu bisa langsung keluar untuk mulai kerja" , ucap Jeri.
"Iya kak" , jawab Felix yang sudah mengerti.
__ADS_1
Vio yang masih bersama dengan Vikar.
"Kamu cantik sekali , apa kamu tidak mau menjadi wanita penghibur saja" , ucap Vikar sambil mengelus wajah Vio.
"Gak bos , saya mau menjadi pemain biola saja" , ucap Vio.
"Baiklah , kalau gitu ayo aku antarkan ke tempat kamu sayang" , ucap Vikar.
Vikar dan Vio berjalan keluar dari ruangan karyawan , menuju ke panggung yang ada di Rose klub malam.
"Setiap Sabtu dan Minggu kamu akan bermain disini bersama dengan Derren pemain piano disini" , ucap Vikar sambil memperkenalkan Derren disana.
"Hi Vio , salam kenal...semoga kita bisa bekerja sama dengan baik" , ucap Derren sambil tersenyum kepada Vio.
"Hi Derren , salam kenal juga...mohon bimbingannya ya selama aku bermain biola disini" , ucap Vio sambil tersenyum.
"Baiklah , kalau gitu kalian aku tinggalin disini , jangan lupa buat pertunjukan yang bagus ya sayang" , ucap Vikar sambil mengedipkan matanya kepada Vio.
"Baik bos" , jawab Vio dan Derren bersamaan.
Setelah Vio dan Derren siap berdiskusi memainkan lagu apa malam itu , mereka pun memulai permainan mereka malam itu.
********
Malam itu Reni dan Andi pergi bersama ke Rose klub malam.
Reni dan Andi masuk ke dalam ruangan khusus wanita penghibur.
"Aku kerja dulu ya , nanti kita pulang bersama" , ucap Andi sambil mencium bibir Reni.
"Kayaknya ada yang baru jadian nih" , ucap Loli yang juga baru datang ke Rose klub malam.
"Iya" , jawab Reni sambil tersipu malu.
"Ya bagus deh , kalau kamu mau belajar sudah ada pasangannya" , ucap Loli sambil mulai dandan di sana.
"Aku kerja dulu ya Reni" , ucap Andi.
"Iya Andi" , ucap Reni sambil tersenyum.
Tidak lama bos Vikar masuk ke ruangan khusus wanita penghibur.
"Reni , kamu sudah ditunggu pak Fredi di ruangan VIP 10 , kamu kesana sekarang ya sayang" , ucap Vikar.
"Baik bos" , jawab Reni sambil berjalan ke ruangan pak Fredi.
Begitu Reni masuk ke dalam ruangan pak Fredi , terlihat pak Fredi baru datang , belum ada minuman beralkohol di mejanya dan dia pun sedang memilih lagu untuk di nyalakan disana.
__ADS_1
"Halo sayangku , kemaren aku sibuk sekali , jadi aku tidak bisa menemui kamu" , ucap pak Fredi.
"Iya gak apa apa pak Fredi , aku selalu menunggu kamu disini" , ucap Reni sambil tersenyum.
"Kamu duduk disini sayang" , ucap Fredi sambil menepuk pahanya.
Reni pun langsung duduk di atas paha pak Fredi.
"Sudah tidak sabar ya pak Fredi" , ucap Reni sambil terkekeh.
"Iya sayang , kamu itu sangat cantik dan seksi gak seperti istri saya , makanya kamu mau dong saya booking ke hotel" , ucap pak Fredi.
"Kalau tubuh istri bapak tidak seksi , kenapa bapak menikahinya?" , tanya Reni.
"Saya menikah karena perjodohan bisnis antara orang tua bukan karena cinta , makanya saya mencari wanita yang bisa memuaskan hasrat saya di sini" , jawab pak Fredi.
"Tapi maaf pak Fredi , saya belum bisa di booking" , jawab Reni sambil tersenyum.
"Ya sudah , aku akan menunggu sampai kamu siap di booking ke hotel" , ucap pak Fredi.
Tidak lama pak Fredi pun langsung menciumi bibir Reni dengan rakusnya sambil menyentuh tubuh Reni.
Tidak lama mulutnya pun sudah turun di leher dan tubuhnya yang lain.
Felix yang mengantarkan minuman ke ruangan pak Fredi , mengetuk pintunya , tapi tidak ada suara dari dalam.
Felix pun langsung membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan.
"Permisi tuan , saya mengantarkan minuman pesanan anda" , ucap Felix.
Pak Fredi tidak menghiraukan Felix , dia terus melanjutkan memainkan mulutnya di tubuh Reni.
"Pantesan gue gak di pedulikan , lagi menikmati sih" , ucap Felix dalam hatinya.
Felix pun langsung meletakkan minuman beralkohol itu di meja yang ada disana dan berjalan keluar dari sana.
"Gile , keren banget ini klub malam , bisa menyediakan wanita untuk begituan , mana tubuh wanitanya montok montok lagi kalau kayak gini , setelah pulang gue harus melakukannya sama Vio" , ucap Felix dalam hatinya.
Ketika Felix berjalan , tiba-tiba ada cewek yang berjalan menabrak tubuh Felix sampai tubuh Felix mengenai dinding yang ada disana.
"Aduh sorry...sorry...aku buru-buru karena ada janji di sini" , ucap cewek cantik tersebut.
"Oh iya gak apa-apa kok" , jawab Felix.
Felix terus memperhatikan cewek cantik yang menabrak tubuhnya.
Setelah cewek cantik itu hilang dari pandangan Felix , Felix mengambil nampannya yang jatuh di lantai.
__ADS_1
Setelah itu Felix langsung berjalan ke meja bartender untuk mengantarkan pesanan pelanggan lainnya , karena disana sudah ramai pelanggan yang berdatangan pada malam itu.