Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Sinar Bulan Ep 48


__ADS_3

Frescha dan Jeremi melihat keadaan papa Teddy sebelum mereka berangkat ke kampus.


"Pa , bagaimana keadaanya sekarang?" , tanya Frescha.


"Pinggul papa masih sakit nak" , jawab papa Teddy.


"Apa gak mau ke dokter saja pa?" , tanya Jeremi.


"Gak usah nak , kata tukang pijitnya , beberapa kali lagi dipijit juga bisa sembuh" , jawab papa Teddy.


"Baiklah pa" , jawab Jeremi.


"Mama buka warung sendiri pa?" , tanya Frescha.


"Iya nak , mama mana mau tutup warung" , jawab papa Teddy.


"Harusnya sekarang kita sudah pakai orang untuk membantu pekerjaan di warung pa" , ucap Frescha.


"Mama kamu mana mau nak. Mama kan selalu bilang kalau menggaji orang hanya membuat kita memboroskan uang saja" , ucap papa Teddy.


"Tapi kan dengan adanya orang kerja juga lebih memudahkan kerjaan papa dan mama , kalau papa sakit karena bekerja lebih banyak , bukankah biaya yang dikeluarkan akan lebih besar dari pada menggaji orang pa" , ucap Jeremi.


"Iya pa , apalagi papa dan mama kan juga sudah mulai berumur. Aku saja yang mengerjakan sedikit kemaren , sudah berasa capek" , ucap Frescha.


"Itu karena kamu gak terbiasa saja nak" , jawab papa Teddy.


"Ya sudah deh pa , aku dan Jeremi pergi ke kampus dulu ya" , ucap Frescha.


"Iya nak , hati-hati ya dijalan" , ucap papa Teddy.


"Iya pa" , jawab Jeremi dan Frescha bersamaan sambil berjalan keluar dari rumah dan menuju ke mobil.


Di dalam mobil , Frescha mengeluarkan ponselnya dan menelpon kakaknya.


Charlie yang mendengar suara ponselnya berbunyi , langsung mengambil ponselnya dan berharap istrinya yang menelponnya.


Begitu Charlie melihat nama Frescha yang tertera disana , raut wajah Charlie pun berubah.


"Halo dek" , jawab Charlie.


"Halo kak , kakak bilang sama mama untuk pakai orang kerja di warung makan" , ucap Frescha.


"Memangnya kenapa dek?" , tanya Charlie.


"Papa itu jatuh kak kemaren di warung pada saat kerja , sekarang pinggulnya sakit , Jeremi mau bawain ke rumah sakit , papa gak mau , katanya cukup di pijit saja" , ucap Frescha.


"Jadi sekarang kondisi papa gimana dek?" , tanya Charlie.


"Katanya pinggulnya masih sakit dan mama sekarang tetap membuka warung sendiri" , jawab Frescha.

__ADS_1


"Kenapa mama gak tutup saja , sampai papa sembuh" , ucap Charlie.


"Kakak tau sendiri kan mama kayak gimana" , ucap Frescha.


"Iya , mama gak pernah mau menutup warung kalau gak mendesak" , ucap Charlie.


"Makanya kakak bilangin sama mama suruh pakai orang kerja" , ucap Frescha.


"Baiklah dek , nanti kakak coba bilangin sama mama ya" , jawab Charlie.


"Iya kak" , ucap Frescha sambil memutuskan sambungan telponnya.


"Baru juga aku punya masalah dengan Alexa , sekarang ditambah lagi masalah mama" , ucap Charlie sambil menghempaskan tubuhnya di sandaran kursi kebesarannya.


********


Sore harinya mbok Siti sudah selesai mengerjakan pekerjaannya , berjalan menuju ke ruang keluarga untuk bermain dengan Bulan disana.


"Non , kenapa bisa marah seperti itu dengan tuan muda?"


"Karena dia mengurus Reni yang pingsan di AH Konveksi mbok" , jawab Alexa.


"Bukankah itu wajar ya non" , ucap mbok Siti.


"Kalau orang lain wajar mbok , tapi ini cewek yang pernah menyukainya dan menjebaknya dengan obat perangsang waktu itu" , ucap Alexa.


"Tapi kan tuan muda gak kena dengan jebakan yang dia buat , dan itu juga kejadiannya sudah lama kan" , ucap mbok Siti.


"Mbok rasa gak mungkin tuan muda seperti itu , tuan muda kan sangat mencintai non" , ucap mbok Siti.


"Sudah deh mbok , aku capek bahas dia" , ucap Alexa sambil terus bermain dengan anaknya.


Mbok Siti pun memilih untuk diam dan bermain dengan Bulan.


Charlie yang sudah selesai kerja sore itu , langsung mematikan laptopnya dan mengambil tas kerjanya untuk pulang.


Sampai sore itu Charlie gak jadi menelpon mamanya , karena memikirkan istrinya yang sedang marah kepadanya.


Charlie melajukan mobilnya dengan kecepatan yang agak tinggi di jalanan yang cukup ramai itu.


Karena Charlie membawa mobil dalam keadaan yang tidak fokus , Charlie hampir menabrak orang yang sedang menyeberangi jalan.


Untuk menghindarinya , Charlie pun membanting setirnya ke arah kiri dan akhirnya brukkkkkkk.... mobil Charlie menabrak dinding pembatas jalan dan kepala Charlie pun terbentur ke setir mobilnya , karena airbag mobilnya tidak keluar pada saat kejadian.


Darah pun mengalir di wajah Charlie pada saat itu.


Yang ada di pikiran Charlie terus memikirkan istri dan anaknya , yang terdengar hanyalah suara ribut diluar yang dia sendiri gak jelas apa yang dikatakan orang-orang diluar sana , sampai akhirnya dia pun pingsan.


Orang-orang yang berada di jalan saat itu , langsung sibuk mencoba untuk menolong Charlie , salah satu dari mereka langsung memanggil polisi dan juga ambulance untuk ke sana.

__ADS_1


Mereka memecahkan kaca mobil supaya bisa membuka pintu mobil Charlie yang terkunci.


Tidak lama terdengar bunyi suara ambulance disana.


Charlie pun langsung di bawa ke rumah sakit.


Polisi masih meninjau tempat lokasi terjadinya kecelakaan saat itu , sampai beberapa waktu , di buatlah laporan kejadian kecelakaan tunggal disana , karena tidak ada orang atau kendaraan yang kena selain mobil Charlie.


Karena Charlie hanya sendiri di dalam mobil , salah satu polisi yang ikut sampai ke rumah sakit , memeriksa kartu identitas yang ada di dalam dompet Charlie.


Polisi tersebut membawa kartu identitas Charlie dan pergi menuju ke alamat yang ada disana.


Pak Tono sangat terkejut begitu melihat ada mobil polisi disana.


Pak Tono langsung berjalan menghampiri mobil polisi tersebut.


Polisi itu langsung membuka kaca mobilnya ketika melihat pak Tono mendekati mobilnya.


"Selamat malam , apa benar disini rumahnya pak Charlie Ardiansyah" , ucap polisi tersebut.


"Iya benar pak. Ada apa ya?" , tanya pak Tono.


"Ada hal penting yang harus saya sampaikan kepada istrinya , menyangkut tentang pak Charlie" , ucap polisi tersebut.


"Baik pak , kalau gitu silahkan masuk" , jawab pak Tono sambil membukakan pintu pagar.


Mobil polisi masuk sampai ke halaman rumah Alexa dan pak Tono menekan bel yang ada di depan pintu.


Ting...tong...


Mbok Siti yang sedang berada di ruang keluarga , langsung berjalan membukakan pintu.


"Ada apa ya?" , tanya mbok Siti yang terkejut melihat ada polisi disana.


"Saya ingin mencari istri pak Charlie" , ucap polisi tersebut.


"Ada apa ya pak?" , tanya mbok Siti.


"Pak Charlie mengalami kecelakaan di jalan raya dan sekarang sedang di tangani di rumah sakit xxx" , ucap polisi tersebut.


"Apa!!!" , ucap mbok Siti yang langsung berlari ke dalam dan memanggil Alexa.


"Non , tuan muda kecelakaan non" , ucap mbok Siti.


Alexa yang sedang memegang mainan anaknya di tangan pun langsung terlepas begitu mendengar suaminya kecelakaan.


"Gak mungkin mbok , pasti bohong kan" , ucap Alexa.


"Benar non , pak polisi sendiri yang datang" , ucap mbok Siti.

__ADS_1


"Tolong jaga Bulan mbok , aku mau keluar" , ucap Alexa yang langsung berdiri dan berlari menuju ke depan pintu.


Mbok Siti hanya menganggukkan kepalanya sambil melihat Bulan disana.


__ADS_2