Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Episode 82


__ADS_3

Setelah dari rumah sakit , Alexa mengikuti Charlie ke kantor AH Konveksi.


Selama di ruangan kerja...Charlie mengerjakan pekerjaannya , Alexa hanya memainkan ponselnya sambil menunggu suaminya bekerja.


Tidak lama terdengar suara ketukan pintu di ruangan kerja Charlie.


Tok...tok...tok...


"Masuk" , jawab Charlie.


Fani langsung membuka pintu dan berjalan masuk kedalam ruangan Charlie.


"Permisi pak , ini laporan untuk kerja hari ini" , ucap Fani setelah berdiri di dekat meja kerja Charlie.


Tidak lama Alexa yang sedang duduk disana langsung merasakan mual...


"Huekkkkkk....huekkkkkkk....."


"Kenapa sayang?" , tanya Charlie.


"Bau parfumnya Fani aku gak kuat mas" , ucap Alexa sambil berjalan keluar dari ruangan kerja Charlie untuk mencari udara segar.


Charlie yang melihat istrinya berjalan keluar...


"Kamu tunggu disini sebentar ya" , ucap Charlie.


"Iya pak" , jawab Fani.


Charlie langsung keluar meninggalkan Fani sendiri di ruangan kerjanya dan berjalan keluar mengikuti istrinya.


"Jadi bagaimana sayang , apa mau kita pulang sekarang?" , tanya Charlie setelah berada di dekat istrinya.


"Aku tunggu disini saja sebentar mas , kamu selesaikan kerjaan kamu sebentar , nanti setelah makan siang , kamu anterin aku pulang ya" , ucap Alexa.


"Iya sayang , aku beresin kerjaan aku dulu ya" , kalau ada yang gak enak kamu langsung panggil aku ya" , ucap Charlie.


"Iya mas" , jawab Alexa sambil tersenyum.


Sebelum Charlie melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana , Charlie mencium kening istrinya terlebih dahulu , setelah itu baru dia berjalan menuju ke ruangannya.


Charlie masuk ke dalam ruangannya...


"Maaf Fani , istri saya sedang hamil dan sekarang tidak tahan dengan bau yang terlalu kuat" , ucap Charlie.


"Iya pak , saya mengerti kok" , jawab Fani sambil tersenyum.


"Baiklah , kamu langsung jelaskan saja untuk laporan kerjanya kepada saya" , ucap Charlie.


Fani mulai menjelaskan semuanya laporan kerjanya sampai selesai.


"Ok , nanti kamu tambahkan juga dengan orderan yang baru , untuk tanggalnya sudah ada disini semua" , ucap Charlie sambil memberikan selembar kertas kepada Fani.


"Baik pak" , jawab Fani sambil mengambil kertas yang diberikan oleh Charlie.


Setelah tidak ada lagi yang harus dilaporkan , Fani pun permisi dari sana dan melanjutkan pekerjaannya lagi.

__ADS_1


Charlie langsung menemui istrinya yang sedang duduk di kursi yang ada dekat ruangan terbuka disana.


"Sayang , ayo kita pergi makan sekarang" , ucap Charlie.


"Iya mas" , jawab Alexa sambil menganggukkan kepalanya.


.


.


"Sayang , mau makan dimana ?" , tanya Charlie ketika mereka sudah berada di dalam mobil.


"Makan di cafe aja ya mas , kalau di cafe kan gak ada bau daging dan rempah-rempah" , ucap Alexa.


"Iya sayang" , jawab Charlie sambil menjalankan mobilnya menuju ke cafe.


Tidak lama mobil yang di jalankan Charlie sudah sampai di cafe.


Charlie dan Alexa berjalan bersama masuk ke dalam cafe dan duduk di salah satu meja kosong yang ada disana.


Alexa memesan salad dan cream sop , Charlie memesan spaghetti.


Tidak lama pesanan mereka sudah terhidang di atas meja.


Charlie dan Alexa makan bersama sambil mengobrol santai.


Beberapa saat kemudian , Alexa melihat sosok lelaki yang sangat dikenalinya berjalan masuk ke dalam cafe bersama dengan wanita cantik dengan wajah yang lebih tua dari umur mereka.


"Mas , itu kan Felix , ternyata dia sama cewek yang lebih tua sekarang" , ucap Alexa sambil menunjuk ke arah Felix duduk.


Charlie melihat ke arah yang diberitahukan Alexa.


"Pantesan ya dia ninggalin Vio , dapatnya wanita yang kaya" , ucap Alexa sambil terkekeh.


"Udah sayang , kamu lagi hamil , jangan ngatain orang" , ucap Charlie dengan lembut.


"Iya mas , maaf ya , aku gak mau lihat mereka lagi , lebih baik aku melihat kamu aja , biar anak kita mirip kamu" , ucap Alexa sambil tersenyum.


"Aku maunya anak kita cantik seperti kamu , sayang" , ucap Charlie.


"Tapi kalau anak kita cowok , aku maunya ganteng seperti kamu" , ucap Alexa sambil tersenyum.


"Iya sayang , mau cewek atau mau cowok yang lebih penting anak kita sehat" , ucap Charlie.


"Iya mas kamu benar" , jawab Alexa sambil mengelus perutnya yang masih kelihatan kecil itu.


Setelah itu mereka melanjutkan makan makanan mereka.


Charlie dan Alexa yang sudah selesai makan , langsung berdiri dan berjalan sambil berpelukan menuju ke meja kasir.


Felix yang sedang duduk disana bersama dengan Celine , langsung berubah wajahnya ketika melihat Alexa berjalan sambil berpelukan dengan Charlie.


"Kenapa ketika pacaran dengan aku Alexa gak pernah mau dipeluk , sekarang Alexa pacaran sama cowok itu jalan sambil berpelukan di tempat umum" , ucap Felix dalam hatinya.


Yah....Felix sampai sekarang belum mengetahui kalau Alexa sudah menikah dengan Charlie.

__ADS_1


"Sayang....kamu mau makan apa?" , tanya Celine.


Felix masih diam.


"Sayang...sayang...." , ucap Celine yang terus memanggil Felix , tapi tetap tidak dijawab.


Felix masih sibuk dengan pikirannya sendiri sambil terus melihat Alexa dan Charlie.


Melihat Felix yang masih terdiam , Celine pun langsung menyentuh wajah Felix sambil memanggilnya...


Sayang...sayang....


"Eh...iya sayang , ada apa?" , tanya Felix yang terkejut dari lamunannya.


"Kamu mikirin apa sih , apa kamu mikirin cewek kamu yang di kostan itu lagi?" , ucap Celine dengan nada agak marah.


"Gak sayang , gak kok....sekarang aku hanya memikirkan kamu saja , gak ada lagi cewek itu dalam pikiran aku , lagian kan aku sudah diputuskan juga sama dia" , jawab Felix.


"Terus kenapa kamu gak dengar aku panggil-panggil dari tadi" , ucap Celine yang mulai kesal.


"Aku seperti melihat orang yang aku kenal , tapi kayaknya aku salah orang" , jawab Felix.


"Gak penting orang-orang di masa lalu kamu itu sayang , yang penting sekarang kamu hanya fokus hanya sama aku saja , aku pastikan akan selalu memberikan hidup yang nyaman untuk kamu" , ucap Celine sambil tersenyum.


"Iya sayang , sekarang kan aku selalu bersama dengan kamu dan hanya ada kamu di mata aku" , jawab Felix sambil tersenyum dan menyentuh wajah Celine dengan lembut.


Kata-kata manis yang keluar dari mulut Felix , benar-benar bisa membuat Celine yang dari kesal menjadi bahagia kembali.


"Baiklah , kamu mau makan apa sayang?" , tanya Celine dengan lembut.


"Aku makan steak daging saja dengan burger" , jawab Felix.


"Baiklah" , jawab Celine.


Celine pun memesan makanan mereka.


Tidak lama makanan pesanan mereka telah terhidang diatas meja.


Felix dan Celine menikmati makanan mereka sambil mengobrol mesra.


Felix yang selalu pintar mengeluarkan kata-kata manisnya , selalu menggombal di hadapan Celine.


Beberapa orang yang mendengarkan percakapan Felix dan Celine disana , langsung menjadi omongan pelanggan yang sedang makan juga di cafe itu.


"Aku kirain itu tadi nyokap cowok itu , gak disangka kekasihnya" , ucap salah satu pelanggan disana bersama dengan temannya.


"Iya , aku gak menyangka , cowok cakep gitu sukanya sama tante-tante" , jawab temannya.


"Mungkin saja tante itu kaya dan bisa memberikan apa yang dia inginkan" , jawab temannya lagi.


"Iya kamu benar , kalau gak...mana mungkin cowok itu mau dengan tante-tante" , ucap temannya.


Felix dan Celine yang mendengar mereka di omongin disana , memilih untuk membiarkannya saja sampai mereka selesai makan , Celine membayar semua makanan mereka , setelah itu Felix dan Celine berdiri dari sana dan keluar dari cafe sambil berpelukan.


Orang yang melihat mereka hanya melihat kemesraan mereka dengan tatapan yang lain.

__ADS_1


"Gile , berani benar mereka menunjukkan kemesraan mereka di depan umum" , ucap salah satu orang yang masih menggunjingkan mereka.


"Iya , gue gak nyangka , jaman gini masih ada aja anak muda yang bersama dengan tante-tante" , jawab salah satu temannya.


__ADS_2