Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Episode 88


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang , Alexa melihat ada toko pastrie disana , lalu Alexa memarkirkan mobilnya di depan toko pastrie.


Alexa turun dari mobil dan masuk ke toko pastrie.


Alexa memilih beberapa danish dan croissant yang dijual disana , setelah memilih sampai nampannya penuh , Alexa berjalan ke kasir dan membayar semuanya.


Setelah selesai membayarnya , Alexa berjalan keluar dari toko pastrie dan berjalan menuju ke mobilnya.


"Aku ke kantor AH Konveksi aja deh sambil bawain pastrie buat mas Charlie" , gumam Alexa di dalam mobil sambil menjalankan mobilnya menuju ke AH Konveksi.


Setelah beberapa waktu , mobil yang dijalankan oleh Alexa sudah sampai di AH Konveksi.


Alexa turun dari mobil dan berjalan memasuki AH Konveksi.


Setiap karyawan langsung menyapa Alexa begitu melihat Alexa masuk kesana dan seperti biasa Alexa akan menjawab sapaan mereka sambil tersenyum ramah.


Sampai di dalam Alexa berhenti di meja resepsionis.


"Rita , mas Charlie ada di ruangannya gak?" , tanya Alexa.


"Ada nona muda" , jawab Rita.


"Baiklah , nanti kamu minta OB untuk bawakan 2 jus jeruk ya ke ruangan mas Charlie" , ucap Alexa.


"Baik nona muda" , ucap Rita.


Alexa berjalan menuju ke ruangan kerja suaminya.


Begitu Alexa sampai disana , Alexa langsung membuka pintu ruangan kerja Charlie.


Terlihat didalam ruangan kerja ada Heri asisten Charlie dan Fani yang sedang membahas pekerjaan dengan Charlie.


"Mas" , sapa Alexa sambil berjalan duduk di kursi sofa yang ada disana dan meletakkan kotak pastrie yang dibawanya di atas meja yang ada disana.


"Iya sayang , kamu tunggu sebentar ya" , ucap Charlie.


"Iya mas" , jawab Alexa.


"Maaf pak , apakah nona muda tidak masalah dengan bau parfum saya?" , ucap Fani yang teringat waktu itu Alexa langsung mual begitu mencium bau parfumnya.


"Sekarang saya sudah tidak masalah lagi mencium bau parfum kamu" , jawab Alexa.


"Baik nona muda" , jawab Fani.


Charlie melanjutkan membahas pekerjaan dengan Heri dan Fani.


Tidak lama Ito OB kantor mengantarkan jus jeruk permintaan Alexa.


Ito yang sudah sampai di depan pintu ruangan kerja Charlie langsung mengetuk pintu.


Tok...tok...tok...


"Masuk" , jawab Charlie.


"Permisi pak , saya mengantarkan jus jeruk pesanan nona muda" , ucap Ito setelah membuka pintu.


"Tolong letakin disini saja Ito" , ucap Alexa.


"Baik nona muda" , jawab Ito sambil meletakkan jus jeruk di meja yang ada di depan Alexa.


Setelah itu Ito permisi dan pergi dari sana.


Alexa hanya memainkan ponselnya selama Charlie membahas kerjaan dengan Heri dan Fani.


Setelah beberapa waktu akhirnya Charlie selesai juga , Heri dan Fani pun permisi untuk keluar dari sana.


Charlie berjalan mendekati istrinya begitu Heri dan Fani sudah keluar dari ruangan kerjanya.


Sampai di dekat istrinya Charlie langsung mencium kening istrinya.


"Apa mau pergi makan siang sayang?", tanya Charlie.


"Aku lagi pengen makan ini mas", ucap Alexa sambil membuka kotak pastrie yang dibelinya tadi.


"Ini apa lagi sayang?" , tanya Charlie yang memang taunya hanya roti , donat dan kue basah.


"Ini namanya pastrie mas , enak banget , renyah empuk gitu ditambah isi vla nya itu enak banget , makanya tadi ketika aku baru beli , aku mau langsung makannya sama kamu , jadi aku langsung kesini" , ucap Alexa.

__ADS_1


"Makasih ya sayang , kamu selalu ingat sama aku" , ucap Charlie sambil tersenyum.


"Ya iya la mas , kan kamu suami aku satu-satunya , ya aku ingatnya sama kamu la" , ucap Alexa sambil tersenyum.


Charlie pun langsung tersenyum mendengarkan perkataan istri tersayangnya.


Alexa mengambil satu pastrie dan memberikannya kepada Charlie.


Charlie memakan pastrie yang diberikan oleh istrinya.


"Iya benar sayang , ternyata enak banget" , ucap Charlie sambil tersenyum.


"Makan yang banyak ya mas" , ucap Alexa sambil tersenyum.


"Iya sayang".


"Mas , besok aku masih ada meeting dengan pak Carren jam 11 siang" , ucap Alexa sambil memakan pastrie nya.


"Besok jam segitu aku juga ada meeting dengan klien sayang , berarti setelah dari rumah sakit aku nganterin kamu ke kantor pak Carren , setelah aku selesai meeting , aku jemput kamu lagi ya" , ucap Charlie.


"Iya mas" , jawab Alexa.


Setelah itu Alexa dan Charlie memakan pastrie nya , tidak terasa pastrie yang dibeli oleh Alexa habis mereka makan berdua.


Pada akhirnya mereka tidak makan siang hari itu , karena sudah kenyang makan pastrie.


"Mas untuk konser kali ini , aku gak sendiri , nanti aku kolaborasi bersama dengan Rendi teman aku jago yang main piano", ucap Alexa.


"Apakah aku pernah ketemu dengan teman kamu yang bernama Rendi ini sayang?" , tanya Charlie.


"Kamu pernah lihat mas , yang waktu itu ketika kamu jemput aku di kampus , yang ada mama juga , malah mama sempat menanyakan juga kan waktu itu sama aku , karena melihat aku sedang berbicara dengan Rendi" , ucap Alexa.


Charlie mencoba untuk mengingat kembali kejadian waktu itu.


Setelah beberapa saat...


"Oh iya , aku ingat sayang , jadi cowok itu jago main piano" , ucap Charlie.


"Iya mas , dulu waktu lomba kan dia yang menjadi pemenang di permainan piano" , ucap Alexa.


"Nanti untuk persiapan konser , aku pasti akan sibuk latihan dengan Rendi mas , gak apa apa ya" , ucap Alexa.


"Iya sayang gak apa apa , yang penting kamu cintanya hanya sama aku" , ucap Charlie.


"Iya suamiku sayang , pasti dong" , jawab Alexa sambil tersenyum.


Charlie langsung mendekatkan wajahnya dan menciumi bibir Alexa.


Setelah puas berciuman...


"Aku kerja dulu ya sayang , nanti kita pulangnya sama-sama ya" , ucap Charlie.


"Iya mas" , jawab Alexa.


Charlie berdiri dan melanjutkan pekerjaannya lagi dan Alexa menunggu Charlie sambil memainkan ponselnya disana.


Setelah beberapa jam berlalu , Alexa merasa ngantuk dan tidur di sofa.


Charlie yang melihat istrinya ketiduran , langsung berjalan mendekati tubuh istrinya dan memindahkan posisi tidur Alexa.


Charlie mulai membaringkan tubuh Alexa di atas sofa , setelah itu Charlie mengecup kening Alexa dan baru dia berjalan kembali menuju ke meja kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya.


********


Sore itu Kinan sangat panik dan ketakutan di kamarnya.


Di area sensitifnya terasa sangat perih dan gatal sekali.


Kinan membuka pakaian bawahnya dan dalaman nya , Kinan berjalan mendekati cermin berdiri yang ada di dalam kamarnya.


Dengan perasaan yang takut dan jantung yang berdebar-debar , Kinan membuka area bawahnya dan melihat ke dalam cermin.


Kinan pun langsung terkejut begitu melihat ada banyak benjolan benjolan kecil disana.


Kinan yang panik , langsung memanggil Reni.


Reni yang sedang bermain dengan Andi saat itu sangat terkejut mendengar suara teriakan Kinan.

__ADS_1


"Aduh kenapa lagi si Kinan , padahal sedikit lagi juga kita sudah mau kelar" , ucap Andi.


"Ya udah sayang , kita selesaikan dulu aja , nanti aku baru ke tempat Kinan" , ucap Reni yang juga sudah hampir mencapai puncaknya.


Kinan yang tidak melihat Reni keluar dari kamarnya , terus memanggil Reni.


Reni dan Andi yang hampir mencapai puncaknya itu tidak menghiraukan teriakan suara Kinan , mereka berusaha mempercepat kegiatan mereka , sampai akhirnya mereka mencapai kenikmatan bersama.


Setelah itu Reni melepaskan tubuhnya dari tubuh polos Andi , berdiri dan menggunakan bathrobe nya.


"Aku pergi melihat Kinan dulu ya sayang" , ucap Reni sambil mencium bibir Andi sekilas.


"Iya sayang" , ucap Andi sambil berbaring dengan tubuh polosnya.


Reni berjalan keluar dari kamarnya menuju ke kamar Kinan.


Begitu Reni sampai di kamar Kinan , Reni membuka pintu kamar Kinan dan terlihat Kinan menangis disana tanpa menggunakan penutup tubuh bawahnya.


"Kamu kenapa Kinan , apa kamu baru main sendiri?" , tanya Reni.


"Aku gak main sendiri , kalau aku main sendiri masa aku menangis , kamu kenapa lama sekali ketika aku panggil" , ucap Kinan.


"Ya aku hampir mencapai puncak kenikmatan , gak mungkin dong aku berhenti udah nanggung banget , kamu kan tau juga" , ucap Reni sambil tersenyum.


"Aku takut Reni , area sini aku perih dan gatel banget Reni , terus aku lihat ada ini" , ucap Kinan sambil memperlihatkannya kepada Reni.


Bulu remang Reni langsung bergidik begitu melihat banyaknya bulatan bulatan kecil di area sensitif Kinan.


"Kenapa bisa seperti itu?" , tanya Reni.


"Aku gak tau , kamu temani aku ke dokter ya" , ucap Kinan.


"Baiklah , kamu tunggu sebentar ya , aku pakai baju dulu" , ucap Reni.


Kinan pun hanya menganggukkan kepalanya.


Reni berjalan keluar dari kamar Kinan menuju ke kamarnya.


Reni langsung membuka lemari dan mengambil bajunya.


"Kinan kenapa sayang?" , tanya Andi.


"Disini nya gatel dan banyak bulatan kecil gitu" , ucap Reni sambil menunjuk area bawahnya.


"Berarti dia kena penyakit menular seksual" , ucap Andi.


"Maksudnya , karena dia sering berhubungan dengan cowok jadi kena penyakit" , ucap Reni.


Andi berdiri dan berjalan mendekati tubuh polos Reni.


"Iya sayang , dia kan melayani pelanggan , makanya dia bisa tekena penyakit menular seksual disini" , ucap Andi sambil menyentuh tubuh bawah Reni yang masih polos itu.


"Kamu jangan menyentuh disana , aku masih pengen kalau kamu sentuh" , ucap Reni.


"Aku siap melanjutkannya lagi" , ucap Andi sambil tersenyum simpul.


"Tapi... aku mau menemani Kinan ke rumah sakit sayang" , ucap Reni.


"Ya baiklah , jangan lama-lama ya perginya , aku tunggu kamu disini" , ucap Andi sambil mengecup kening Reni.


"Iya sayang , setelah selesai dari rumah sakit , aku langsung pulang" , ucap Reni.


Reni pun langsung menggunakan bajunya disana.


Andi yang sudah berbaring di kasur dengan tubuh polosnya terus melihat Reni yang sedang memakai baju.


"Aku pergi dulu ya sayang" , ucap Reni yang sudah rapi dengan baju jalannya , sambil mencium bibir Andi.


"Iya sayang" , jawab Andi.


Reni berjalan keluar dari kamarnya dan menuju ke kamar Kinan.


"Kinan , apakah kamu sudah siap" , ucap Reni.


"Iya sudah" , jawab Kinan sambil keluar kamar.


Reni dan Kinan berjalan bersama keluar dari kostan.

__ADS_1


__ADS_2