Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Sinar Bulan Ep 7


__ADS_3

"Sayang , tadi Fani laporkan ke aku , katanya kalau setiap hari karyawan kita lembur seperti ini terus , lama-lama bisa jatuh sakit" , ucap Charlie ketika mereka sudah berada di dalam kamar dan Bulan sudah tidur di dalam box bayi.


"Ruko di sekitar sana gak ada yang dijual mas?" , tanya Alexa.


"Gak ada sayang , malahan yang aku lihat ada ruko yang dijual ketika aku mau memasuki area perumahan kita" , jawab Charlie.


"Besar gak mas rukonya?" , tanya Alexa.


"Kayaknya lumayan sayang , masih dalam pengerjaan tadi aku lihat" , ucap Charlie.


"Tapi susah mas , kalau kita pakai dua tempat yang berbeda" , ucap Alexa.


"Iya , aku juga kepikiran seperti itu sayang" , jawab Charlie.


"Jadi bagaimana menurut kamu sayang?" , tanya Charlie.


"Sekarang kan kita sudah menerima untuk souvernir juga , kalau mau yang untuk souvernir nya yang kita pisah tempat" , ucap Alexa.


"Heri jadi susah dong sayang untuk mengurus dua tempat sekaligus" , ucap Charlie.


"Iya juga ya mas , sekarang kita istirahat dulu ya mas , besok kita coba pikirkan lagi , aku sudah capek" , ucap Alexa.


"Baiklah sayang , ayo kita tidur lagi" , ucap Charlie sambil memeluk tubuh istri tersayangnya.


********


Frescha dan Jeremi sudah sampai di luar kota yang tidak jauh dari kota Y.


Jeremi memesan satu kamar hotel disana.


"Kenapa kamu hanya memesan satu kamar hotel sayang" , ucap Frescha setelah mereka masuk ke dalam kamar hotel.


"Terlalu boros kalau kita memesan dua kamar sayang , lagian juga kita mau melakukan sesuatu berdua setelah ini , gak mungkin juga kita memesan dua kamar" , ucap Jeremi.


"Memangnya kita mau melakukan apa?" , tanya Frescha.


Jeremi langsung berjalan mendekati tubuh Frescha dan menciumi bibirnya.


"Kita akan menikmati malam ini dengan penuh cinta sayang" , ucap Jeremi dengan lembut di telinga Frescha.


Tangan Jeremi langsung masuk ke dalam bawah baju Frescha.


Frescha langsung menghentikan tangannya.


"Jangan Jeremi , aku mohon , aku takut hamil" , ucap Frescha.


"Kalau kamu sudah setuju mau ikut bermalam dengan aku , artinya kamu bersedia melakukannya sayang" , ucap Jeremi sambil terus menciumi leher Frescha.


"Tapi aku takut kalau aku hamil bagaimana sayang" , ucap Frescha.


"Tenang sayang , aku gak akan membuat kamu hamil , karena aku sudah membawa balon" , ucap Jeremi.


"Kamu sudah mempersiapkan semuanya" , ucap Frescha.


"Ya sudah dong sayang , aku juga gak mau punya anak di usia muda sekarang" , ucap Jeremi.


Akhirnya setelah Jeremi bisa meyakinkan Frescha...


"Baiklah sayang , pokoknya jangan sampai aku hamil ya" , ucap Frescha.


Mendengar persetujuan dari Frescha , Jeremi langsung memulai aksinya disana.


Tidak lama baju mereka berdua sudah mendarat di lantai.


Frescha menikmati setiap sentuhan yang tidak pernah dirasakannya selama ini.


Sampai saat penyatuan tiba.

__ADS_1


"Akh , sakit sayang" , ucap Frescha.


"Sabar ya , awal-awal memang sakit , tapi sebentar lagi juga gak akan sakit lagi" , jawab Jeremi yang berusaha menembus dinding pembatas disana.


Setelah beberapa waktu , akhirnya Jeremi berhasil menembusnya dan keluarlah darah segar dari sana.


Jeremi terus melakukan aktivitasnya sampai tidak ada lagi rasa sakit yang di rasakan oleh Frescha.


Setelah mereka mencapai kenikmatan bersama , Jeremi langsung melepaskan tubuhnya dan berbaring di sebelah tubuh Frescha sambil menciumi kening Frescha.


"Kamu harus janji ya selalu bersama dengan aku sampai kita menikah nanti , aku sudah memberikan keperawanan aku untuk kamu" , ucap Frescha.


"Baiklah sayang" , ucap Jeremi sambil tersenyum simpul disana.


Setelah itu Frescha dan Jeremi tidur bersama sambil berpelukan dengan tubuh polos mereka.


********


Tengah malam Alexa terbangun mendengarkan suara tangisan Bulan.


"Anak mama sudah lapar ya" , ucap Alexa sambil mengambil Bulan dari box bayi.


Alexa membuka kancing baju atasnya dan mulai menyusui Bulan di atas kasurnya.


Selama menyusui Bulan , Alexa terus memikirkan untuk solusi di AH Konveksi.


Setelah beberapa waktu , akhirnya Alexa bisa membuat keputusan yang menurutnya itulah salah satu solusinya untuk sekarang.


Tidak lama Bulan sudah selesai meminum ASI dari tubuh Alexa.


Alexa meletakkan Bulan kembali ke dalam box bayi dan setelah itu Alexa mulai berjalan naik ke atas kasurnya untuk melanjutkan tidurnya lagi.


Sampai pagi tiba , Charlie sudah bangun dari tidurnya dan terdengar suara Bulan yang mulai menangis disana.


Charlie langsung melihat anaknya , mama masih tidur sayang.


Charlie membawa Bulan yang masih rewel ke dekat istrinya.


"Sayang" , panggil Charlie.


"Iya mas" , jawab Alexa.


"Bulan sudah lapar kayaknya sayang" , ucap Charlie.


"Iya mas" , jawab Alexa sambil duduk dan membuka kancing baju atasnya.


Charlie memberikan Bulan kepada Alexa dan Alexa mulai menyusui anaknya.


"Mas , aku sudah mendapatkan solusi untuk konveksi kita" , ucap Alexa.


"Apa solusinya sayang?" , tanya Charlie.


"Kamu buka lowongan untuk kerja shift malam mas" , ucap Alexa.


"Kamu benar-benar selalu bisa memberikan solusi yang terbaik sayang" , ucap Charlie.


"Iya mas , dari pada kita memaksakan membeli tempat lagi , lebih baik buat 2 shift kerja" , ucap Alexa.


"Baiklah sayang" , jawab Charlie.


Tidak lama terdengar suara ketukan di pintu kamar mereka.


"Itu pasti Yuni yang sudah datang mas" , ucap Alexa.


"Iya sayang , aku buka pintu dulu ya" , ucap Charlie sambil turun dari kasur dan menuju ke pintu.


"Kamu tunggu sebentar dulu ya Yuni , istri saya sedang menyusui Bulan" , ucap Charlie.

__ADS_1


"Baik tuan" , jawab Yuni.


********


Mama Vivi yang sudah bangun pagi itu berjalan menuju ke kamar Alexa.


"Siapa ini nak?" , tanya mama Vivi ketika sudah masuk ke kamar Alexa , melihat ada Yuni disana.


"Ini suster yang kami minta untuk memandikan Bulan ma" , jawab Charlie.


"Alexa belum bisa ya mandikan Bulan sendiri" , ucap mama Vivi.


"Aku masih belum berani ma" , jawab Alexa.


"Baiklah nak , nanti kalian siap-siap ya setelah ini , mama mau mempersiapkan untuk acara turun mandi Bulan" , ucap mama Vivi.


"Iya ma" , jawab Charlie dan Alexa bersamaan.


Mama Vivi berjalan keluar dari kamar dan menuju ke dapur.


"Mbok , nasi kuningnya sudah jadi?" , tanya mama Vivi.


"Sudah hampir jadi nyonya" , ucap mbok Siti yang sedang memanggang ayam disana.


"Kemaren mbok jadi kan mengundang beberapa tetangga disini" , ucap mama Vivi.


"Jadi nyonya , nanti beberapa orang akan datang , dan ada beberapa yang gak bisa datang karena ada urusan lain" , jawab mbok Siti.


"Iya gak apa apa mbok , kita juga buat acaranya dadakan , yang penting ada yang datang saja" , ucap mama Vivi sambil melihat masakan disana.


"Iya nyonya" , jawab mbok Siti.


Tidak lama semua masakan untuk acara turun mandi telah selesai.


Mama Vivi berjalan ke ruang keluarga dan menata semua keperluan untuk acara turun mandi.


********


Tidak lama mama Vivi keluar dari kamar Alexa , Bulan sudah selesai menyusui.


Alexa masih menggendong anaknya , takut-takut kalau anaknya akan muntah setelah menyusui.


Ternyata setelah beberapa waktu Bulan tidak memuntahkan ASI yang sudah diminumnya.


Alexa memberikan Bulan kepada Yuni untuk dimandikan.


"Mas , nanti pakai baju ini saja ya buat acara turun mandi Bulan" , ucap Alexa sambil meletakkan baju Charlie di atas kasur.


"Iya sayang , aku mandi dulu ya" , ucap Charlie sambil mengambil baju yang sudah di siapin oleh Alexa dan masuk ke dalam kamar mandi.


Tidak lama Charlie sudah keluar dari kamar mandi dengan baju lengkapnya.


"Tuan Charlie benar-benar sangat tampan sekali" , ucap Yuni yang sudah hampir selesai memakaikan baju untuk Bulan yang sudah disiapin oleh Alexa.


"Bagaimana sayang?" , tanya Charlie kepada istrinya.


"Kamu sudah ganteng mas" , ucap Alexa sambil merapikan rambut suaminya.


"Kamu juga istri aku yang paling cantik" , ucap Charlie sambil tersenyum.


Alexa pun hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya.


Melihat kemesraan Charlie dan Alexa membuat Yuni harus bisa menghapus keinginannya yang tidak akan mungkin bisa untuk didapatkannya , yaitu dia harus membuang rasa cinta yang dimilikinya kepada Charlie.


"Saya permisi kembali ke rumah sakit lagi ya tuan dan nona" , ucap Yuni.


"Baiklah Yuni , terima kasih" , ucap Charlie dan Alexa.

__ADS_1


"Iya sama-sama tuan dan nona" , jawab Yuni sambil berjalan keluar dari kamar Alexa.


__ADS_2