
Pagi harinya Alexa yang sudah bersiap siap mau ke kampus , berjalan keluar dari kamarnya dan turun ke bawah menuju ke meja makan.
"Pagi Alexa" , ucap Charlie yang sudah rapi dan duduk di meja makan.
"Pagi kak" , jawab Alexa sambil duduk di meja makan.
Tidak lama mbok Siti membawakan lontong sayur dengan telur untuk Alexa.
"Ini sarapannya non" , ucap mbok Siti.
"Iya terima kasih ya mbok" , jawab Alexa.
"Kak , hari ini aku ke kampus bawa mobil sendiri aja ya , karena aku kuliah sampai sore dan nanti langsung ke tempat kursus aja" , ucap Alexa.
"Baiklah Alexa" , ucap Charlie sambil sarapan.
Mereka sarapan dengan hening tidak ada obrolan lagi diantara mereka sampai makanan mereka habis.
"Aku pergi dulu ya kak" , ucap Alexa setelah selesai memakan sarapannya.
"Iya Alexa , kita keluar bersama ya , kakak juga sudah mau ke kantor" , ucap Charlie.
"Iya kak" , jawab Alexa.
Charlie dan Alexa keluar dari rumah dan menuju ke mobil mereka masing-masing.
Setelah itu mereka masuk ke mobil dan menjalankan mobil mereka dengan kecepatan sedang.
Alexa menjalankan mobilnya menuju ke kampus dan Charlie menjalankan mobilnya menuju ke kantor.
Sampai di AH Konveksi Charlie berjalan memasuki ruko tersebut , seperti biasa semua karyawan yang melihatnya pasti akan menyapanya.
"Pagi pak" , ucap karyawan yang bertemu dengan Charlie.
"Pagi" , jawab Charlie dengan ramah kepada setiap karyawan disana.
Reni yang hari itu sudah dandan dengan cantik , langsung menyapa Charlie begitu Charlie sudah berjalan masuk mendekati ruangan kerjanya.
"Pagi Charlie" , sapa Reni dengan senyuman manis.
"Pagi Reni , tumben banget kamu beda penampilannya hari ini , apa nanti kamu mau kencan dengan cowok?" , tanya Charlie.
"Iya Charlie aku akan kencan panas dengan kamu nanti" , ucap Reni dalam hatinya.
"Aku lagi pengen aja merubah penampilan aku" , jawab Reni.
"Oh , baguslah...siapa tau setelah ini kamu bisa mendapatkan cowok dan gak jomblo lagi" , ucap Charlie sambil membuka pintu ruangan kantornya dan masuk ke ruangannya.
"Iya Charlie" , jawab Reni sambil tersenyum , yang pastinya tidak akan terlihat oleh Charlie karena Charlie sudah masuk ke ruangannya.
"Setelah ini aku pasti mendapatkan cowok Charlie , yaitu kamu" , ucap Reni dalam hatinya.
Reni kembali bekerja pagi itu seperti biasa.
Ketika Reni memasuki ruang potong.
"Kamu ternyata cantik juga ya kalau dandan , mau gak jadi istri aku Reni" , ucap Bambang tukang potong disana.
"Memangnya istri kamu mau dikemanakan Bang" , ucap Reni.
"Bisa kan kamu jadi istri kedua aku , biar begini aku masih sanggup untuk memuaskan kalian berdua" , ucap Bambang sambil tersenyum.
"Gak mau ah Bang , sama kamu aku sama aja gak bisa makan enak , kamu aja selalu kas bon alasannya dapurnya gak ngebul" , ucap Reni.
"Kamu mau cari orang kaya disini mana ada , disini sama aja yang kerja orangnya juga cuma cukup cukupan aja" , ucap Bambang.
"Aku pasti bisa dapat yang lebih , kamu lihat saja nanti" , ucap Reni dengan percaya diri.
"Iya iya aku percaya kamu bisa mendapatkannya , tapi kalau kamu dicampakkan aku masih mau kok menerima kamu" , ucap Bambang sambil mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
"Ya udah , kerja lagi...ini bahan yang akan dipotong dan ini polanya" , ucap Reni.
"Baiklah cewek cantik , Bambang selalu siap mengerjakan semua tugas darimu" , ucap Bambang.
Setelah itu Reni langsung pergi dari ruang potong menuju ke ruang jahit , dia melihat semua kerjaan yang sudah selesai dan yang mau di proses.
Setelah dia mengecek semua kerjaan yang ada dan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan , Reni mulai menyiapkan rencananya.
Reni memesankan makan siang untuk Charlie dan es jeruk.
Setelah makanan pesanannya datang , Reni membawa makanan itu ke dapur kantor dan menyalin makanan yang di pesannya ke dalam piring dan setelah itu memasukkan minuman es jeruk ke dalam gelas.
Reni melihat ke kanan kirinya...
"Aman , gak ada orang" , ucap Reni.
Lalu Reni mengeluarkan bubuk yang diberikan oleh Kinan dan memasukkannya ke dalam es jeruk , setelah itu Reni mengaduk aduk obat serbuk itu sampai tercampur rata dengan es jeruk.
Setelah selesai , Reni membawa makanan dan minuman itu dengan nampan menuju ke ruangan Charlie.
Tok...tok...tok...
"Masuk" , ucap Charlie.
"Charlie ini makan siang buat kamu" , ucap Reni.
"Aku kan gak memesan makan siang , kenapa kamu membawakan aku makan siang" , ucap Charlie.
"Kebetulan hari ini aku lagi pengen aja , anggap aja aku traktir kamu sebelum pernikahan kamu" , ucap Reni sambil tersenyum.
"Oh , baiklah...terima kasih ya" , ucap Charlie.
Reni pun meletakkan piring makanan dan gelas yang berisi minuman ajaib itu ke meja Charlie.
"Kalau gitu aku permisi dulu ya , kamu makan aja pelan-pelan " , ucap Reni.
"Pas banget aku juga sudah lapar" , ucap Charlie dalam hatinya setelah Reni keluar dari ruangannya.
Charlie meminum es jeruknya...
"Kenapa rasanya ada yang berbeda ya" , ucap Charlie ketika meminum es jeruk.
Setelah itu Charlie memakan nasi goreng yang di berikan Reni sampai habis , lalu dia pun meminum es jeruknya sampai habis.
Setelah beberapa waktu....
"Kenapa tubuh aku terasa panas sekali" , ucap Charlie sambil memegang lehernya dan membuka beberapa kancing kemejanya.
Reni yang sudah berdiri di depan pintu Charlie selama 15 menit.
"Aku rasa ini sudah cukup waktunya untuk obatnya bereaksi" , ucap Reni sambil membuka pintu ruangan kerja Charlie.
Begitu Reni membuka pintu ruangan kantor Charlie terlihat Charlie yang mulai kepanasan dan gelisah.
"Benar , obatnya sudah mulai bereaksi" , ucap Reni dalam hatinya.
"Charlie kamu kenapa?" , tanya Reni yang sudah masuk dan menutup pintu ruangan Charlie.
"Gak tau entah kenapa tubuh aku gerah sekali" , ucap Charlie.
"Apa kamu mau aku bantuin?" , ucap Reni sambil membuka baju atasnya.
"Kamu mau ngapain , jangan macam macam kamu Reni" , ucap Charlie.
"Cuma dengan cara ini rasa panas di tubuh kamu bisa hilang Charlie dan hanya aku yang bisa membantu kamu sekarang" , ucap Reni.
"Kamu gila Reni , kamu pasti sudah memasukkan sesuatu kan di makanan itu" , ucap Charlie.
"Iya Charlie , tapi kamu tenang saja itu bukan racun , tapi obat yang bisa membuat kamu bahagia pastinya" , ucap Reni sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kamu gila Reni" , ucap Charlie dengan nafas yang berat.
Charlie mengambil ponselnya dan menyentuh nama Alexa disana.
Alexa yang sedang berada di kantin kampusnya langsung mengangkat ponselnya begitu mendengar ponselnya berbunyi.
"Halo kak" , jawab Alexa.
"Halo Alexa...tolong aku...tolong aku..." , ucap Charlie dengan nafas yang berat.
"Kakak dimana sekarang?" , tanya Alexa yang mulai panik mendengar suara Charlie yang terengah-engah.
"Kakak di AH Konveksi" , jawab Charlie.
"Baik kak , aku kesana sekarang" , ucap Alexa yang langsung memutuskan sambungan telponnya dan langsung menuju ke parkiran mobilnya.
"Kalau nunggu putri kecil kamu datang , gak akan sempat Charlie , ayolah aku bantu kamu" , ucap Reni yang sudah membuka semua bajunya dan yang tertinggal hanyalah ********** saja.
"Aku tidak mau , lebih baik aku mati dari pada aku bersama dengan kamu" , ucap Charlie.
"Jangan gitu Charlie" , ucap Reni sambil mendekat ke arah Charlie dan menyentuh wajah Charlie yang sudah merah karena obat perangsang.
"Awas kamu Reni" , ucap Charlie dengan nafas yang berat , sambil mendorong tubuh Reni.
Reni yang sempat terjatuh karena didorong oleh Charlie tidak putus asa , dia terus berdiri dan mendekati Charlie.
"Aku tau kamu sudah tidak tahan , aku bisa melakukannya untuk kamu" , ucap Reni.
"Pergi kamu Reni , jangan dekati aku" , ucap Charlie dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Aku gak mau , sebelum aku bisa mendapatkan kamu , aku tidak akan menyerah" , ucap Reni.
Setelah beberapa waktu Charlie terus menolak dan mendorong tubuh Reni yang mendekatinya.
Sampai akhirnya Alexa datang dan memasuki ruangan kerja Charlie yang sudah berantakan.
Alexa melihat Reni yang hanya dengan dalaman dan Charlie yang gelisah membuat Alexa kebingungan.
"Ada apa ini kak?" , tanya Alexa.
Charlie langsung mengumpulkan sisa sisa tenaga yang dia punya dan berjalan mendekati Alexa.
"Tolong aku Alexa , Reni memberikan obat perangsang di minuman aku , aku sudah tidak tahan , tolong aku" , ucap Charlie yang sudah memeluk tubuh Alexa.
"Kita langsung pulang aja ya kak" , ucap Alexa sambil memapah tubuh Charlie.
Melihat Charlie langsung memeluk tubuh Alexa , membuat Reni cemburu dan marah.
"Kenapa Alexa datang , kalau Alexa tidak datang , Charlie pasti akan menyerah karena tidak bisa menahan reaksi obat itu dan aku bisa menjalankan rencana aku" , ucap Reni dengan kesal.
Semua karyawan kaget dan heran kenapa Charlie yang tadinya sehat , sekarang tubuhnya dipapah dengan putri dari bos mereka yang telah tiada.
Alexa memasukkan Charlie kedalam mobilnya , setelah memakaikan seat belt di tubuh Charlie , Alexa masuk ke kursi pengemudi dan menjalankan mobilnya menuju ke rumahnya.
Reni yang keluar dari ruangan Charlie dengan perasaan cemburu dan penuh amarah , langsung ditanyain sama Nining.
"Kenapa dengan Charlie , Reni?" , tanya Nining.
"Aku gak tau mbak , tadi ketika aku masuk dia sudah seperti itu , aku mau bantuin dia gak mau , malah mendorong aku , sampai Alexa anaknya pak Haris datang , baru dia mau di sentuh oleh Alexa" , jawab Reni.
"Gak mungkin kan aku bilang aku kasih obat perangsang ke minuman Charlie" , ucap Reni dalam hatinya.
"Kenapa bisa begitu?" , tanya Nining.
"Aku juga gak tau mbak , sekarang badan aku sakit semua gara-gara jatuh di dorong Charlie tadi" , ucap Reni dengan kesal.
"Aneh banget deh , gak mungkin Charlie menyakiti kamu kalau gak ada sesuatu" , ucap Nining.
"Gak tau deh , kenapa kalian semua bengong disini , ayo lanjutin lagi kerja kalian", ucap Reni yang sedang kesal karena rencana yang sudah disusunnya dengan rapi itu gagal.
__ADS_1