Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Episode 5


__ADS_3

Perusahaan AH konveksi bukanlah perusahaan besar pada awalnya.


Pertama kali karena papa Haris hanya memiliki modal yang kecil dan mama Jolie bisa menjahit , akhirnya mereka memutuskan untuk berbisnis baju kaos.


Pertama kali papa Haris berkerja dengan orang untuk mempelajari cara menyablon , karena papa Haris lulusan jurusan bisnis , jadi papa Haris harus banyak belajar tentang konveksi.


Semua perjalanan karir papa Haris dan mama Jolie di mulai dari nol , banyak juga jatuh bangun yang dialami oleh kedua orang tua Alexa.


Sampai akhirnya mama Jolie melahirkan Alexa , usaha papa Haris mulai bagus.


Mulai banyak perusahaan yang mempercayakan untuk membuat baju sablon kepada papa Haris , makanya begitu papa Haris dan mama Jolie bisa membeli ruko untuk usaha mereka , mereka memberikan nama PT. AH Konveksi , yang diambil dari nama Alexa Hariyanto.


Sampai sekarang Alexa sudah besar , papa Haris dan mama Jolie tidak pernah memaksa anaknya untuk masuk kuliah design atau pun bisnis , mereka menyerahkan semuanya kepada Alexa , apa yang Alexa inginkan maka papa Haris dan mama Jolie akan menyetujuinya.


Makanya Alexa masuk jurusan musik , karena dari kecil Alexa sudah suka bermain biola , biola sudah menjadi setengah jiwa dari Alexa.


Tapi sekarang keadaan sudah berubah total , tiba-tiba papa dan mama yang menjadi sandaran Alexa sudah meninggalkannya untuk selamanya.


Alexa ditinggalkan harta yang banyak , tapi juga satu tanggung jawab yang besar , usaha papa dan mama.


Banyak orang yang bergantung hidup disana.


"Apakah aku bisa mengabaikannya begitu saja dan menjalani kehidupan yang aku inginkan?" , ucap Alexa dalam hatinya.


Setelah Alexa berkutat dengan pikirannya sendiri , Alexa mulai masuk ke kamar , mengambil bajunya di lemari dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"Aku sudah harus pergi ke tempat les , mana aku ikut kompetisi minggu depan lagi" , ucap Alexa dalam hatinya sambil berjalan masuk ke kamar mandi.


Setelah Alexa selesai mandi , Alexa mengambil biolanya dan keluar dari kamar.


Charlie yang ingin mengantarkan Alexa sudah duduk di kursi ruang keluarga.


"Sudah siap Alexa?" , tanya Charlie ketika melihat Alexa sudah turun dari atas.


"Iya sudah kak" , jawab Alexa.


Alexa dan Charlie jalan keluar menuju ke mobil Charlie.


"Kak , karyawan papa ada berapa banyak ya?" , tanya Alexa.


"Sekarang ada 350 karyawan" , jawab Charlie.


"Banyak juga ya kak" , ucap Alexa.


"Iya" , jawab Charlie.


Karena tempat kursus biola Alexa sangat dekat dari rumah , maka mobil Charlie juga sudah sampai di depan tempat kursus Alexa.


"Kak , aku masuk ke tempat kursus dulu ya" , ucap Alexa sambil turun dari mobil , setelah Charlie memarkirkan mobilnya.

__ADS_1


"Iya Alexa" , jawab Charlie.


Setelah melihat Alexa masuk ke tempat kursusnya , Charlie memutuskan untuk menunggu disana sampai Alexa selesai kursus.


"Semoga nanti kamu bisa menerima aku di hati kamu , Alexa" , ucap Charlie dalam hatinya.


Alexa yang sudah masuk di kelasnya , langsung di samperin Monik dan Clara.


"Alexa , kita turut berduka cita ya atas meninggalnya kedua orang tua kamu" , ucap Monik dan Clara sambil memeluk Alexa.


"Iya terima kasih Monik dan Clara" , jawab Alexa.


Monik dan Clara teman baik Alexa di tempat kursus , meskipun mereka berasal dari universitas yang berbeda dan hanya bertemu di tempat kursus , tapi pertemanan mereka lebih baik dari pada pertemanan Alexa dengan Vio dan Felix.


Monik dan Clara masuk ke kursus biola hanya sekedar hobi mereka , mereka kuliah dengan jurusan yang berbeda.


Monik bagian IT dan Clara bagian ekonomi.


Pak Handri memasuki kelas , Alexa , Monik dan Clara langsung duduk di kursi mereka.


"Alexa , saya turut berduka cita atas kepergian kedua orang tua kamu" , ucap pak Handri yang melihat Alexa sudah ada di kelasnya.


"Iya pak , terima kasih" , jawab Alexa.


Setelah itu pak Handri memulai pelajarannya dan semua murid mempraktekkan dengan biola mereka masing-masing.


Alexa langsung menemui pak Handri , sebelum pak Handri meninggalkan kelas.


"Pak Handri" , panggil Alexa.


"Minggu depan saya ada kompetisi biola di kampus , dengan tema curahan hati , apa bapak bisa membantu saya untuk mendapatkan lagu apa yang cocok buat saya?" , tanya Alexa.


"Kalau tema seperti ini , saya rasa kamu pasti bisa mendapatkannya , kamu hanya harus menyesuaikan perasaan kamu yang sekarang dengan lagu yang sesuai dengan perasaan kamu saat ini" , ucap pak Handri.


"Baiklah pak , saya sudah mengerti , terima kasih pak" , ucap Alexa dan berjalan pergi dari sana.


Alexa berjalan keluar dari kelas sambil membawa biolanya.


"Kayaknya aku akan memainkan lagu sadness and sorrow" , ucap Alexa dalam hatinya.


Sampai diluar tempat kursus , Alexa melihat kak Charlie sudah ada disana dan sambil tidur.


Alexa masuk ke dalam mobil dan membangunkan Charlie.


"Kak Charlie" , panggil Alexa.


Mendengar suara Alexa , Charlie pun terbangun dari tidurnya.


"Kenapa kakak tidur disini , bukannya dirumah?" , tanya Alexa.

__ADS_1


"Aku cuma pengen nungguin kamu Alexa" , jawab Charlie.


"Kalau kakak capek , harusnya kakak gak usah anterin aku , aku juga sudah biasa pergi sendiri" , ucap Alexa.


"Mulai sekarang , aku yang akan antar dan nungguin kamu ketika aku sedang tidak sibuk bekerja" , ucap Charlie sambil tersenyum.


Seketika perasaan Alexa tersentuh setelah mendengar ucapan Charlie.


"Terima kasih kak" , jawab Alexa sambil tersenyum.


Charlie menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Kamu mau pulang atau mau pergi ketempat lain Alexa?" , tanya Charlie.


"Aku mau pergi ke pantai kak" , jawab Alexa.


"Baiklah" , jawab Charlie sambil menjalankan mobilnya menuju ke pantai.


Sampai di pantai , Alexa turun dari mobil dan berjalan mendekati ke arah pantai.


Charlie mengikuti Alexa dari belakang.


Alexa duduk diatas pasir sambil melihat ke arah pantai , Charlie juga duduk di sebelah Alexa.


Alexa hanya diam dan hanyut dalam pemikirannya sendiri.


"Pa...ma...minggu depan Alexa akan mengikuti kompetisi biola lagi , semoga papa dan mama melihat Alexa nanti pada saat Alexa ikut kompetisi minggu depan ya" , ucap Alexa dalam hatinya.


Setelah itu Alexa hanya diam sambil memandangi langit yang mulai senja dan matahari pun mulai terbenam.


Pemandangan yang seharusnya sangat indah dan dinanti-nantikan oleh setiap pasangan yang duduk di tepi pantai , tapi tidak buat Alexa.


Alexa memandangi pemandangan itu dengan perasaan yang penuh kesedihan dan kesendirian , meskipun ada Charlie yang selalu mendampinginya setelah kepergian orang tuanya , tapi Alexa selalu merasa kesepian.


Charlie hanya diam sambil menemani Alexa , karena dia tau Alexa masih merasa sedih atas kepergian orang tuanya.


"Kak Charlie , minggu depan aku ada kompetisi biola di kampus , apakah kakak mau melihat penampilan aku nanti?" , tanya Alexa.


"Tentu saja kakak mau Alexa , kakak pasti akan melihat penampilan kamu" , jawab Charlie sambil tersenyum.


"Terima kasih ya kak , biasanya mama dan papa yang selalu melihat penampilan aku ketika aku mengikuti kompetisi" , ucap Alexa dengan lirih.


"Sekarang pak Haris dan bu Jolie juga pasti melihat kamu dari atas sana Alexa , kakak yakin kedua orang tua kamu pasti selalu melihat dan menjaga kamu dari atas sana" , ucap Charlie.


"Iya kak , aku senang karena kak Charlie mau menjaga aku setelah kepergian papa dan mama , terima kasih ya kak" , ucap Alexa.


"Iya sama sama Alexa" , jawab Charlie sambil tersenyum.


"Aku pasti akan selalu menjaga kamu Alexa , karena aku suka sama kamu" , ucap Charlie dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2