
Alexa yang sudah berada di dalam kamarnya , mulai menelpon mba Susi.
Mba Susi yang sedang mengerjakan pekerjaannya di ruangannya , langsung tersenyum begitu melihat nama Alexa tertera di layar ponselnya.
"Halo Alexa" , jawab mba Susi.
"Halo mba , aku sudah memikirkan dengan jelas , aku gak mau lagi bermain biola" , ucap Alexa.
"Kenapa begitu Alexa? Kamu sangat berbakat lho. Sayang banget kamu melepaskan bakat kamu begitu saja" , ucap mba Susi.
"Tapi aku gak bisa meninggalkan anak aku sendiri mba" , ucap Alexa.
"Kamu kan bisa menggaji babysitter" , ucap mba Susi.
"Aku gak begitu percaya dengan babysitter mba" , jawab Alexa.
"Selama kamu mengambil rekaman atau konser kan babysitter bisa ikut kamu dan gak perlu tinggal dirumah bersama dengan anak kamu" , ucap mba Susi mencoba membujuk Alexa.
"Tapi kalau nanti anak aku sudah masuk sekolah bagaimana mba? Gak mungkin kan anak aku bisa ikut aku terus" , jawab Alexa.
"Sekarang anak kamu kan sudah berusia satu tahun , untuk masuk sekolah juga masih ada 4 tahun lagi Alexa sayang. Kamu perpanjang kontrak lagi ya dengan perusahaan kita" , rayu mba Susi.
"Nanti aku coba bahas dengan suami aku lagi deh mba. Kayaknya aku mau bilang seperti apa , mba Susi juga tetap ingin aku untuk perpanjang kontrak kan" , ucap Alexa.
"Kamu tau aja Alexa" , ucap mba Susi sambil terkekeh. Nanti kalau kamu sudah bisa untuk bermain biola lagi , pasti akan kami tunggu.
"Sekarang teman kamu Rendi juga sudah masuk kontrak dengan perusahaan" , ucap mba Susi.
"Rendi memang pemain piano yang bagus mba" , ucap Alexa.
"Iya Alexa , penjualan album dia juga sangat bagus , ditambah juga dia masih muda , jomblo dan ganteng. Jadi banyak penggemar wanita yang sangat tergila-gila kepadanya" , ucap mba Susi.
"Baguslah kalau gitu mba. Nanti aku kabari lagi ya" , ucap Alexa yang sudah dipeluk dari belakang oleh suaminya.
"Baiklah Alexa , kami benar-benar sangat menunggu kamu untuk kembali ke sini" , ucap mba Susi.
"Iya mba , terima kasih ya" , jawab Alexa.
"Iya sama-sama Alexa sayang" , jawab mba Susi.
"Apa Susi gak mau kamu berhenti bermain biola sayang?" , ucap Charlie setelah melihat istrinya memutuskan sambungan telponnya.
"Iya mas. Sekarang aku ganti perban luka kamu dulu ya" , ucap Alexa sambil membalikkan tubuhnya.
"Iya sayang" , jawab Charlie sambil melepaskan pelukannya dan duduk diujung kasur.
Alexa berjalan mengambil semua obat dan perlengkapan luka yang sudah di belinya di rumah sakit sebelum suaminya keluar dari sana.
"Jadi apa kamu mau kembali bermain biola lagi sayang? Aku gak akan melarang kamu kalau kamu mau bermain biola lagi" , ucap Charlie.
__ADS_1
"Tapi kita harus mencari babysitter untuk membantu aku ketika aku rekaman atau latihan mas" , jawab Alexa.
"Baiklah sayang , kapan kamu mau pergi mencari babysitter" , ucap Charlie.
"Besok saja ya mas , hari ini aku sangat capek karena kurang istirahat kemaren ketika menemani kamu di rumah sakit" , jawab Alexa sambil membuka perban luka yang ada di kening suaminya.
"Baiklah sayang" , jawab Charlie sambil tersenyum.
Alexa langsung merasa sedih begitu melihat goresan luka yang dijahit di kening suaminya , tapi dia tetap terus mengolesi obat luka dan menutupnya kembali dengan perban.
"Kamu gak boleh kecelakaan lagi ya mas" , ucap Alexa sambil mencium kening suaminya yang tidak luka.
"Iya sayang" , jawab Charlie sambil memeluk pinggang istrinya dari depan.
********
Di kota Y , Frescha yang baru mau pulang ke rumah dengan Jeremi suaminya tiba-tiba mendapatkan telpon dari nomor yang tidak di kenal.
Frescha mencoba menjawab telponnya.
"Halo".
"Halo saya Mina , apa benar ibu sedang mencari orang untuk bekerja di warung?" , ucap ibu-ibu di seberang sana.
"Iya benar bu , kapan ibu bisa mulai bekerja?" , jawab Frescha dengan semangat.
"Saya bisa kapan saja bu" , jawab bu Mina.
"Baik bu , terima kasih" , jawab bu Mina.
"Iya , sama-sama bu" , jawab Frescha sambil memutuskan sambungan telponnya.
"Sudah ada yang mau kerja ya sayang" , ucap Jeremi yang mendengarkan pembicaraan istrinya sambil menyetir mobilnya.
"Iya sayang , namanya bu Mina. Besok pagi dia akan datang ke warung" , jawab Frescha.
"Syukurlah , semoga mama gak mempermasalahkannya besok" , ucap Jeremi yang sudah mulai mengetahui sifat mertuanya sejak dia tinggal disana.
"Iya sayang" , jawab Frescha.
Tidak lama Frescha merasakan sakit diperutnya karena ditendang oleh anaknya.
"Aduh" , ucap Frescha.
"Ada apa sayang?" , tanya Jeremi yang terkejut mendengar istrinya kesakitan.
"Anak kita menendang perut aku lagi sayang" , ucap Frescha.
"Gak salah anak papa laki-laki , kerjaannya menendang perut mama terus" , ucap Jeremi sambil mengusap perut Frescha yang sudah berusia 6 bulan itu.
__ADS_1
"Iya sayang , nanti mulai bulan depan kita sudah bisa membeli perlengkapan bayi" , ucap Frescha.
"Baiklah sayang" , jawab Jeremi sambil tersenyum.
Tidak lama mobil yang dibawa oleh Jeremi sudah sampai di depan rumah mereka.
Jeremi dan Frescha turun bersama dari mobil.
Jeremi memegangi tangan Frescha sambil berjalan menuju ke warung makan milik mama Vivi.
"Ma....pa...." , sapa Frescha dan Jeremi.
"Iya nak" , jawab mama Vivi dan papa Teddy bersamaan.
"Sayang , kamu duduk bersama papa dulu ya , aku mau mengambilkan makanan dulu. Kamu mau makan pakai apa?", tanya Frescha.
"Aku mau ikan balado sama sayur aja sayang" , ucap Jeremi.
"Baiklah" , jawab Frescha sambil berjalan dengan pelan menuju ke dalam untuk mengambil makanan.
"Ma , besok akan ada orang yang akan datang untuk bekerja disini. Namanya bu Mina" , ucap Frescha.
"Mama kan sudah bilang gak perlu nak" , ucap mama Vivi.
"Tapi itu permintaan kakak ipar ma. Kakak ipar yang meminta aku untuk mencarinya" , ucap Frescha.
"Ya baiklah" , ucap mama Vivi yang gak bisa menolak kalau permintaan Alexa.
Frescha langsung tersenyum begitu melihat mamanya gak bisa membatah lagi.
.
.
"Bagaimana pinggang papa yang bekas terjatuh kemaren?" , tanya Jeremi.
"Masih agak sakit nak , tapi paling gak papa sudah mulai bisa bergerak sedikit-sedikit" , jawab papa Teddy.
"Syukurlah pa , yang penting papa jangan bekerja lagi. Mulai besok sudah akan ada orang yang akan mulai bekerja disini. Jadi sekarang papa hanya mengontrol saja" , ucap Jeremi.
"Bukankah mama kamu gak menyetujui untuk menggunakan orang kerja" , ucap papa Teddy.
"Mama sudah setuju pa" , jawab Frescha sambil membawa dua piring yang berisikan makanan dan meletakkannya di atas meja.
"Kenapa mama bisa menyetujui secepat ini?" , tanya papa Teddy.
"Ya bisa la pa , karena yang menyuruh aku mencari orang kerja kan kakak ipar" , jawab Frescha sambil tersenyum.
"Oh....pantesan" , jawab papa Teddy.
__ADS_1
Frescha dan Jeremi makan bersama sambil mengobrol dengan papa Teddy.
Selesai makan mereka pun membantu pekerjaan di warung.