
Jeremi yang sudah sampai dirumah , mendengarkan suara ponsel Frescha yang berbunyi.
Jeremi melihat siapa yang menelpon istrinya.
"Ternyata mama" , ucap Jeremi sambil menyentuh tombol terima telpon disana.
"Halo ma" , jawab Jeremi.
"Halo Jeremi , Frescha mana? Kenapa dari tadi mama telpon dia gak mengangkatnya" , ucap mama Vivi.
"Frescha mengalami pendarahan ma , sekarang sedang di rawat di rumah sakit" , ucap Jeremi dengan lirih.
"Apa!!! Bagaimana dengan anak kalian?" , tanya mama Vivi.
"Untungnya masih bisa di selamatkan ma , sekarang Frescha istirahat dulu beberapa hari di rumah sakit untuk memulihkan kondisinya" , jawab Jeremi.
"Baiklah nak , nanti kamu kirimkan mama nama rumah sakitnya dan Frescha di rawat dimana" , ucap mama Vivi.
"Iya ma" , jawab Jeremi sambil memutuskan sambungan telponnya.
Jeremi mulai mengambil beberapa baju Frescha dan memasukkannya ke dalam tas dan berjalan keluar menuju ke mobilnya , menjalankannya menuju ke rumah sakit.
Sampai di rumah sakit , Jeremi berjalan menuju ke kamar perawatan Frescha.
Terlihat istrinya yang sudah tertidur disana.
Jeremi duduk di kursi yang ada di samping ranjang istrinya.
Jeremi memegang tangan mulus istrinya yang sudah mulai agak kasar karena mengerjakan pekerjaan rumah setelah mereka menikah.
"Aku pasti akan berusaha untuk membahagiakan kamu dan anak kita sayang" , ucap Jeremi sambil menciumi punggung tangan Frescha.
********
"Pa , setelah kita tutup warung , kita melihat Frescha di rumah sakit ya" , ucap mama Vivi.
"Kenapa Frescha di rumah sakit ma?" , tanya papa Teddy.
"Kata Jeremi Frescha mengalami pendarahan pa".
"Pasti anak itu karena kecapean tinggal sendiri , makanya jadi pendarahan" , ucap papa Teddy sambil mengelap meja di warung makan miliknya.
"Iya pa , nanti ketika kita pergi melihat dia ke rumah sakit , mama akan minta mereka untuk tinggal bersama dengan kita saja , jadi mereka juga bisa fokus kuliah" , ucap mama Vivi.
"Iya ma , papa rasa itu jalan yang terbaik" , jawab papa Teddy.
"Iya pa , tapi Frescha tidur dimana pa? Kamarnya kan kecil , cuma kamar Charlie yang agak besar dan memiliki kasur yang besar sekarang" , ucap mama Vivi.
"Bilang sama Charlie saja ma , kalau kamarnya kita kasih buat Frescha dan suaminya" , ucap papa Teddy.
"Iya , papa benar juga ya , kalau gitu mama telpon Charlie dulu" , ucap mama Vivi sambil mengambil ponselnya.
Papa Teddy hanya menganggukkan kepalanya.
Charlie yang sedang meeting dengan klien siang itu , meminta ijin untuk mengangkat ponselnya yang berbunyi.
__ADS_1
"Maaf pak Ilham , saya mau menerima panggilan telpon dulu" , ucap Charlie.
"Silahkan Charlie" , ucap pak Ilham.
Charlie menyentuh tombol terima panggilan telpon disana dan menjawab panggilan telpon dari mamanya.
"Halo ma".
"Halo nak , mama mau memberikan kamar kamu buat Frescha dan suaminya , gak apa apa kan?" , ucap mama Vivi.
"Kenapa kamar aku diberikan buat Frescha dan suaminya? Bukankah sekarang Frescha tinggal dirumah bersama suaminya" , ucap Charlie.
"Iya nak , hari ini mama dapat kabar bahwa adek kamu masuk rumah sakit dan mengalami pendarahan , jadi mama berencana mau meminta mereka untuk tinggal dirumah kita saja , kayaknya adik kamu gak bisa kalau harus tinggal sendiri selama masa kehamilan" , ucap mama Vivi.
"Baiklah ma , jadi kandungannya bagaimana?" , tanya Charlie.
"Kata Jeremi untungnya kandungannya gak apa apa nak , tapi mama juga nanti sore baru melihatnya" , jawab mama Vivi.
"Baiklah ma , nanti mama kabari saja aku , sekarang aku mau melanjutkan meeting lagi".
"Iya nak" , jawab mama Vivi sambil memutuskan sambungan telponnya.
Charlie pun melanjutkan meeting nya yang tertunda dengan pak Ilham.
********
Frescha yang sudah bangun dari tidurnya , melihat Jeremi yang tertidur sambil memegang tangannya.
Frescha membelai kepala suaminya dengan tangannya yang sedang di tusuk oleh jarum infus disana.
"Kamu sudah bangun sayang?" , tanya Jeremi sambil melihat ke arah Frescha tanpa mengangkat kepalanya.
"Iya sayang , aku lapar , beliin aku makanan kecil ya" , ucap Frescha.
"Baiklah sayang , kamu mau makan apa? Roti atau kue basah?"
"Roti isi coklat saja sayang".
"Baiklah aku pergi beli sekarang ya" , ucap Jeremi sambil mengangkat kepalanya dan berdiri , berjalan keluar dari kamar perawatan Frescha menuju ke kantin yang ada di rumah sakit.
Jeremi membeli 2 roti coklat dan membawanya ke kamar Frescha.
"Ini rotinya sayang" , ucap Jeremi.
Frescha mulai bangun dan duduk di atas ranjangnya sambil memakan roti yang sudah dibelikan oleh suaminya.
"Perut kamu sudah gak sakit sayang?" , ucap Jeremi sambil mengelus perut istrinya.
"Sudah gak sayang , sekarang sudah terasa lebih baikan" , jawab Frescha sambil mengunyah roti coklatnya.
Tidak lama dokter Maya datang untuk memeriksa keadaan Frescha.
"Bagaimana keadaannya sekarang?"
"Saya sudah merasa lebih baik dokter" , jawab Frescha.
__ADS_1
"Apakah perutnya masih terasa nyeri?"
"Sudah gak dokter" , jawab Frescha.
"Baiklah , kalau sampai nanti malam sudah gak apa-apa , besok pagi sudah bisa pulang istirahat di rumah , tapi jangan melakukan aktivitas yang berat dulu ya" , ucap dokter Maya.
"Baik dokter" , jawab Frescha.
Setelah itu dokter Maya berjalan keluar menemui pasiennya yang lain.
Jeremi langsung lega begitu mendengar bahwa istrinya sudah bisa pulang besok pagi.
Tidak lama , papa Teddy dan mama Vivi sudah sampai di rumah sakit.
"Frescha dimana nya ya pa?" , tanya mama Vivi yang melihat banyaknya pasien di kamar itu.
"Kita coba saja lihat satu-satu ma" , ucap papa Teddy.
Mama Vivi dan papa Teddy berjalan sambil melihat setiap pasien disana , sampai akhirnya mama Vivi bisa melihat Jeremi.
"Pa , mereka disana" , ucap mama Vivi sambil menunjuk ke arah Jeremi.
"Iya ma , ayo kita kesana" , ucap papa Teddy.
"Nak" , panggil mama Vivi dan papa Teddy.
"Ma , pa" , ucap Frescha dan Jeremi bersamaan.
"Dari mana mama tau aku lagi dirumah sakit" , ucap Frescha yang heran papa dan mamanya bisa tau dia dirawat disana.
"Iya nak , tadi mama telpon-telpon ponsel kamu dan yang jawab Jeremi , jadi Jeremi yang memberitahukan kalau kamu masuk rumah sakit" , ucap mama Vivi.
Frescha pun menganggukkan kepalanya.
"Bagaimana keadaan kamu sekarang nak?" , tanya papa Teddy.
"Sudah mulai baikan pa , besok pagi juga sudah boleh pulang" , jawab Frescha.
"Kamu mau tinggal di rumah mama dan papa gak sayang?" , ucap mama Vivi.
"Mana bisa aku tinggal disana ma , kasur aku kan hanya single bed" , ucap Frescha.
"Kalian bisa tidur di kamar kakak kamu nak" , jawab papa Teddy.
"Nanti kalau kakak dan kakak ipar datang kesini , mereka mau tidur dimana?" , tanya Frescha sambil mengerutkan keningnya.
"Mama tadi sudah memberitahukannya kepada kakak kamu dan dia juga sudah setuju , kamu tinggal bersama mama saja ya , jadi mama bisa menjaga kamu selama kamu hamil dan kalian juga bisa belajar dengan tenang" , ucap mama Vivi.
"Makasih ya ma" , ucap Frescha sambil menitikkan air matanya.
"Iya , sama sama nak" , ucap mama Vivi sambil memeluk tubuh anaknya.
"Aku juga mau minta maaf ya ma , karena dulu aku gak mau mendengarkan perkataan mama" , ucap Frescha.
"Iya gak apa apa nak , yang penting sekarang kamu sudah tau kan bagaimana susahnya hidup sambil mengurus rumah".
__ADS_1
"Iya ma" , jawab Frescha.