
Malam itu Reni dan Kinan pergi bekerja ke Rose klub malam.
Reni mendapatkan pelanggan cowok yang lebih nyaman menurutnya , karena malam itu dia menemani 3 pelanggan untuk minum hanya dipegang saja tubuhnya dan dicium bibirnya , tidak ada yang lebih dari itu.
Cuma dia agak kecewa karena dari tiga pelanggan dia hanya mendapatkan tips 600 ribu , sebelumnya dia melayani dua pelanggan dia mendapatkan 800 ribu.
Meskipun itu adalah hasil yang banyak juga hanya untuk kerja dalam 7 jam , tapi entah kenapa Reni menginginkan lebih.
"Kenapa kamu bengong disini Reni?" , tanya Andi yang sedang bersiap-siap mau pulang.
"Aku lagi memikirkan ingin mendapatkan uang lebih banyak" , jawab Reni.
"Memangnya uang yang kamu dapatkan belum banyak?" , tanya Andi.
"Ya lumayan sih sebenarnya , aku sudah mendapatkan 600 ribu malam ini" , jawab Reni.
"Itu sudah banyak , kalau kamu mau plus plus juga kalau orangnya baik kasih kamu banyak , kalau gak juga orangnya akan kasih kamu palingan 500 ribu hasil kerja memuaskan dia semalaman" , ucap Andi.
"Kenapa Kinan bisa dapat lebih dari 10 juta dalam sebulan?" , tanya Reni.
"Kalau kamu juga bagus melayani disini dan banyak pelanggan yang bisa kamu layani , kamu juga bisa dapat lebih dari 10 juta , kamu hitung saja sendiri , ini kan kamu baru juga bekerja" , jawab Andi.
Setelah Reni pikir-pikir apa yang Andi bilang itu benar juga ya.
"Ya udah , kamu mau pulang atau mau nginap disini?" , tanya Andi.
"Ya mau pulang la , ngapain aku disini" , jawab Reni.
"Mau aku anterin pulang gak?" , tanya Andi.
"Ya boleh deh" , jawab Reni.
Reni dan Andi keluar dari Rose klub malam subuh itu menuju ke parkiran motor Andi.
"Kamu dimana tinggalnya?" , tanya Andi.
"Aku ngekost di dekat jl.anggrek 2" , jawab Reni sambil naik di motor Andi.
"Oh , kamu disini ngekost?" , ucap Andi yang sudah melajukan motornya menuju ke kostan Reni.
"Iya Andi , keluarga aku di kampung , aku mencari pekerjaan disini buat bantu biaya keluarga aku di kampung" , jawab Reni.
"Ternyata kamu baik juga ya , mau menanggung kehidupan keluarga kamu" , ucap Andi.
********
Tidak lama tiba-tiba hujan deras mengguyur tubuh mereka sampai kebasahan.
"Maaf Reni , aku tidak bawa mantel hujan" , ucap Andi yang sudah memberhentikan motornya di halte bus yang ada di pinggir jalan.
__ADS_1
"Lebih baik kita lanjut aja ke kostan aku Andi , kebetulan juga jalanan sepi banget , kostan aku diujung sana belok sedikit juga sudah sampai , hujan ini juga kayaknya akan lama berhentinya" , ucap Reni yang sedang menggigil kedinginan karena bajunya sudah basah semua.
"Baiklah" , jawab Andi yang tidak tega melihat Reni menggigil kedinginan.
Mereka pun naik lagi ke motor dan Andi membawa motornya dengan kecepatan sedang , sampai pada akhirnya mereka sampai di kostan Reni.
"Kamu di kamar aku dulu saja , sampai hujannya reda" , ucap Reni.
"Apakah cowok boleh masuk ke kostan kamu?" , tanya Andi.
"Disini bebas , kalaupun ada yang nanya tinggal bilang aja kamu pacar aku , semuanya juga gak akan masalah" , jawab Reni.
"Baiklah" , ucap Andi sambil mematikan motornya dan turun dari motor mengikuti Reni masuk ke kamar kostan Reni.
Sampai di dalam kamar...
Reni berjalan ke lemarinya mengambil handuk dan memberikannya kepada Andi.
Reni mengambil baju kaosnya yang longgar...
"Kamu pakai baju aku ini dulu saja" , ucap Reni sambil memberikan bajunya kepada Andi.
"Baiklah" , jawab Andi sambil mengambil baju yang diberikan oleh Reni.
Reni berjalan menuju ke kamar mandi untuk mengganti bajunya di dalam kamar mandi.
Andi membuka bajunya yang basah dan mengeringkan tubuhnya , setelah itu menggunakan baju yang diberikan oleh Reni.
"Mana baju kamu yang basah , kasih ke aku , biar aku gantung disini supaya besok kering" , ucap Reni.
"Ini" , ucap Andi sambil memberikan baju basahnya kepada Reni.
Reni mengambil baju Andi yang basah dan menggantungkannya dengan hanger disana.
"Kita istirahat dulu saja ya , kasur aku kebetulan cuma satu , kita istirahat bersama saja di atas kasur" , ucap Reni.
"Baiklah" , jawab Andi sambil ikut dengan Reni naik ke atas kasur.
Hujan yang semakin deras membuat udara menjadi semakin dingin.
Tidak lama terdengar suara petir yang menggelegar , membuat Reni menjerit ketakutan.
Andi yang berada di samping Reni langsung memeluk tubuh Reni dan mencoba menenangkannya.
Tidak lama sudah tidak terdengar lagi suara petir , tapi tubuh Reni masih bergetar disana.
"Petir nya sudah gak ada lagi Reni" , ucap Andi sambil melihat wajah Reni yang dekat dengannya.
Reni masih tidak bergeming dan dalam perasaan ketakutan.
__ADS_1
Entah setan apa yang merasuki , Andi mulai mendekatkan wajahnya dan menciumi bibir Reni.
Reni yang tadinya tubuhnya bergetar hebat karena ketakutan , langsung tenang begitu mendapatkan ciuman dari Andi.
Andi terus mencium bibir Reni sampai mendalam dan lama.
Sampai akhirnya Andi pun menuntut lebih.
Reni menikmati setiap alur ciuman yang dilakukan oleh Andi.
Sampai tangan Andi masuk ke dalam baju Reni dan memainkannya disana.
Ketika tangan Andi mulai turun ke bawah.
Reni langsung menghentikan tangan Andi.
"Aku mohon jangan Andi , aku belum siap" , ucap Reni dengan nafas yang terengah-engah.
"Maaf Reni , aku terbawa suasana , aku gak akan melakukan lebih dari ini" , ucap Andi yang menciumi bibir dan leher Reni.
"Iya Andi" , ucap Reni sambil menikmati setiap ciuman dari Andi.
Setelah puas berciuman , Andi dan Reni mulai tidur bersama.
Andi yang memang sudah menyukai Reni dari pertama kali mereka bertemu , langsung menarik pinggang ramping Reni untuk masuk ke dalam pelukannya.
Reni hanya membiarkan saja Andi memeluk tubuhnya dan tidak lama mereka pun tertidur sambil berpelukan.
Sampai pagi , Reni bangun dari tidurnya dan melihat jam yang ada di dinding kamarnya.
"Sudah jam 9 pagi saja" , ucap Reni yang masih berada dalam pelukan Andi.
"Ternyata dilihat dari dekat Andi tampan juga ya" , ucap Reni sambil memandangi wajah Andi.
Reni mulai menyentuh alis , hidung sampai ke bibir Andi.
Andi yang merasakan ada sentuhan di wajahnya mulai terbangun.
Melihat Andi yang terbangun dari tidurnya , Reni pun langsung menutup matanya untuk pura-pura tidur.
Andi melihat ke wajah Reni.
"Kamu sangat cantik , aku tau kalau kamu sudah bangun , gak usah berpura-pura seperti itu" , ucap Andi sambil mengecup kening Reni.
Reni membuka matanya setelah mendapatkan kecupan di keningnya.
"Dari mana kamu tau kalau aku sudah bangun?" , ucap Reni.
"Aku bangun karena merasakan sentuhan tangan kamu di wajah aku" , ucap Andi sambil tersenyum simpul.
__ADS_1
Reni pun hanya bisa tersipu malu.