
Alexa terus memandangi hasil USG nya selama berada di dalam kamarnya.
Charlie yang baru selesai mandi malam itu , berjalan keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya terus memandangi hasil USG sambil duduk di atas kasur.
Charlie melangkahkan kakinya mendekati istrinya dan naik ke atas kasur.
"Kenapa dilihatin terus hasil USG nya sayang?"
"Aku cuma masih gak menyangka aja mas kalau aku hamil dan akan memiliki anak 9 bulan lagi" , ucap Alexa.
"Iya sayang , ini anak kita berdua , hasil buah cinta kita dan aku sangat bahagia sekali , karena sebentar lagi kita akan memiliki anak" , ucap Charlie sambil mengelus perut istrinya yang masih datar itu.
"Iya mas , aku juga sangat bahagia" , ucap Alexa sambil tersenyum.
"Terima kasih ya sayang" , ucap Charlie sambil mengecup kening Alexa.
"Iya mas , apa kamu gak memberitahukan papa Teddy dan mama Vivi tentang kehamilan aku?" , tanya Alexa sambil memegang wajah suaminya.
"Oh iya sayang , karena aku terlalu bahagia dengan kehamilan kamu , aku jadi lupa mengabarkan berita kehamilan kamu dengan papa dan mama" , ucap Charlie sambil mengambil ponselnya yang di letakin di atas lemari yang ada di sebelah kasur mereka.
Charlie mengusap layar ponselnya dan memasukkan nomor password nya terlebih dahulu.
Sejak kejadian dia dijebak oleh Katherine , Charlie mulai membuat password di ponselnya , supaya lebih aman.
Setelah layarnya terbuka , Charlie menyentuh nama mama Vivi yang ada di layar ponselnya.
Tidak lama terdengar suara dari sana.
"Halo nak" , jawab mama Vivi.
"Halo ma , aku mau mengabarkan kalau Alexa sudah hamil 3 minggu ma" , ucap Charlie.
"Baguslah nak , akhirnya istri kamu hamil juga , mama dan papa selalu menunggu kabar baik ini" , ucap mama Vivi.
"Iya ma , maaf ya kalau aku dan Alexa belum bisa pulang kesana , padahal kita ingin sekali untuk merenovasi rumah mama dan papa yang ada disana , tapi karena Alexa baru hamil , kita belum bisa berangkat kesana" , ucap Charlie.
"Gak apa apa nak , rumah ini juga masih bagus dan layak untuk ditinggali , gak perlu di renovasi , yang penting sekarang kamu jaga Alexa dengan baik dan jaga anak yang sedang ada dalam kandungan Alexa , jangan sampai istri kamu kecapean , kalau Alexa ada ngidam sesuatu kamu harus langsung pergi mencarikannya meskipun hari sudah tengah malam" , ucap mama Vivi.
"Iya ma , aku pasti akan menjaga istri dan anak aku yang ada dalam kandungan istri aku dan aku akan terus mengingat pesan mama" , jawab Charlie.
"Iya nak , sudah dulu ya nak , mama masih mau bekerja dulu" , ucap mama Vivi.
"Iya ma" , jawab Charlie sambil memutuskan sambungan telponnya.
__ADS_1
"Kak Charlie mau merenovasi rumah kita ma?" , tanya Frescha setelah melihat mamanya sudah meletakkan ponselnya diatas meja.
"Iya , katanya dia dan istrinya mau merenovasi rumah kita di sini , tapi karena istrinya sedang hamil , jadinya belum bisa datang kesini" , ucap mama Vivi.
"Bagus dong ma kalau kak Charlie mau merenovasi rumah kita , kenapa gak bilang minta kirimin uangnya saja ma , biar kita yang urus nanti untuk pembangunannya , minta dibuatkan jadi 2 lantai sekalian ma , nanti biar kamar aku dibuat yang besar di atas dan dibuat bagus pakai AC seperti kamar yang ada di rumah kak Alexa" , ucap Frescha.
Papa Teddy yang mendengarkan perkataan anak perempuannya langsung memukul kepala Frescha dengan tangannya.
"Awwwwww....sakit" , ucap Frescha sambil mengusap kepalanya dengan tangannya.
"Kamu gak berubah-ubah ya Frescha , kalau memang kakak kamu mau merenovasinya biarkan mereka yang urus , kamu jangan minta ini minta itu , apalagi sama kakak ipar kamu , buat malu saja" , ucap papa Teddy.
"Tuh dengar apa kata papa" , ucap mama Vivi.
"Iya ma" , jawab Frescha sambil memanyunkan bibirnya.
********
Di dalam kamar Alexa dan Charlie...
"Apa kata mama mas?" , tanya Alexa.
"Mama senang mendengar kamu hamil sayang" , jawab Charlie sambil tersenyum.
"Mama pasti gak mau sayang , tadi aja mama bilang kalau rumahnya gak perlu di renovasi , masih bagus dan layak digunakan" , ucap Charlie sambil mengelus perut istrinya.
"Nanti kalau kandungan aku sudah kuat dan gak mual lagi , kita berangkat ke kota Y ya mas , jadi biar kita bisa langsung renovasi" , ucap Alexa.
"Iya sayang , yang penting sekarang kamu harus banyak istirahat ya dan fokus menjaga anak kita , mana seharian ini kamu mual terus setiap makan juga selalu muntah" , ucap Charlie.
"Katanya dokter kan memang begitu mas sampai 3 bulan" , jawab Alexa.
"Tapi kalau aku pergi kerja kamu sendiri dirumah seperti ini terus selama 3 bulan , aku juga khawatir sayang" , ucap Charlie.
"Gak apa apa mas , mulai sekarang kamu harus lebih rajin cari uang , untuk anak kita nanti , kalau aku dirumah kan ada mbok Siti yang bisa jagain aku" , ucap Alexa sambil tersenyum.
"Baiklah sayang , aku akan mencari uang yang banyak untuk kamu dan anak kita" , ucap Charlie sambil menciumi kening istrinya.
"Iya mas" , ucap Alexa.
"Sekarang kamu gak berasa mual lagi kan , sayang" , ucap Charlie.
"Gak mas , sekarang aku merasa nyaman banget dekat kamu seperti ini" , ucap Alexa.
__ADS_1
"Ya udah , kalau gitu sini aku peluk" , ucap Charlie sambil memeluk tubuh istri tersayangnya.
Alexa langsung tersenyum bahagia mendapatkan pelukan dari suaminya.
********
Malam itu Derren meminta karyawan cafenya membuatkan makanan spesial dan suasana romantis disana.
Derren yang masih berada di apartemennya langsung siap-siap di dalam kamarnya , karena malam ini dia akan melamar Vio untuk menikah dengannya.
Derren yang sudah rapi dan kelihatan sangat ganteng pada hari itu , berjalan menuju ke kamar Vio kekasihnya.
Derren membuka pintu kamar Vio...
Terlihat Vio sedang kesulitan menarik resleting dress tali satunya yang memperlihatkan bahu dan lehernya yang indah itu.
Derren melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar Vio.
"Biar aku saja yang naikin resletingnya sayang" , ucap Derren sambil menarik resleting baju Vio keatas.
Sekarang baju dress Vio sudah terpasang di tubuh rampingnya.
"Terima kasih sayang" , jawab Vio sambil tersenyum dan membalikkan tubuhnya.
"Kamu sangat cantik sekali malam ini sayang" , ucap Derren sambil mencium bibir Vio.
Untuk beberapa saat mereka berciuman dengan mendalam , sampai lipstick Vio jadi belepotan karena ciuman panas dari Derren.
"Bibir kamu jadi ketempelan lipstick aku sayang" , ucap Vio sambil tertawa melihat bibir Derren yang sudah berubah warna jadi berwarna pink.
"Ini karena kamu yang terlalu cantik sayang , membuat aku gak tahan untuk menciumi kamu" , ucap Derren sambil tersenyum.
"Lain kali kalau mau mencium aku ketika aku sudah pakai lipstick , jangan ciuman yang seperti itu , ciuman yang biasa saja , kalau seperti ini kan jadinya aku harus memperbaiki make up aku lagi" , ucap Vio.
"Baiklah sayang" , ucap Derren.
Vio mengambil tissue di mejanya dan membersihkan lipstick yang ada di bibir Derren , setelah itu Vio pun memperbaiki riasan wajahnya.
Setelah Vio selesai memperbaiki riasan wajahnya , Vio dan Derren keluar bersama dari apartemen sambil berpelukan menuju ke parkiran mobil.
Sampai di parkiran mobil , Derren membukakan pintu mobil untuk Vio , setelah itu baru Derren masuk ke kursi pengemudi.
Setelah di dalam mobil , Derren menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke cafe milik Derren.
__ADS_1