Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Sinar Bulan Ep 10


__ADS_3

Frescha yang sudah masuk ke dalam rumahnya langsung merasa lega karena papa Teddy dan mama Vivi belum sampai di rumah.


Frescha berjalan masuk membawa semua baju yang di belikan oleh Jeremi ke dalam kamarnya.


"Enak banget ya punya pacar orang kaya , bisa minta apa pun yang kita inginkan" , ucap Frescha sambil tersenyum.


Setelah itu Frescha membaringkan tubuhnya di atas kasurnya dan menyalakan AC yang ada di kamarnya.


"Coba kalau kamar aku sebesar kamarnya Jeremi , ada kamar mandi di dalam lagi , pasti sangat menyenangkan" , gumam Frescha.


Aku tidak akan melepaskan Jeremi , aku akan membuat dia selalu bersama dengan aku , apalagi aku sudah memberikan sesuatu yang paling berharga.


"Ternyata nikmat sekali ya melakukannya , pantesan Kinanti selalu bilang suka nginap bersama dengan pacarnya , ternyata kalau nginap berdua itu melakukannya" , ucap Frescha sambil tersenyum-senyum sendiri.


Tidak lama Frescha mulai menyentuh tubuhnya dan teringat tentang malam-malam indah yang menjadi pengalaman baru baginya , tapi membuatnya menjadi candu.


"Nanti bagaimana aku bisa berduaan dengan Jeremi lagi , aku harus bisa mencari cara supaya bisa pergi lebih lama nanti" , ucap Frescha dalam hatinya.


Tidak lama terdengar suara mama Vivi dan papa Teddy yang baru pulang.


"Frescha" , panggil mama Vivi.


"Iya ma" , jawab Frescha sambil berjalan keluar dari kamarnya.


"Kamu beli baju lagi?" , tanya mama Vivi.


"Gak ma , ini baju sudah lama aku beli , cuma baru aku pakai sekarang" , jawab Frescha.


"Oh , pantesan mama gak pernah melihatnya , kamu jangan suka belanja-belanja terus" , ucap mama Vivi.


"Iya ma" , jawab Frescha.


"Mama ada bawa oleh-oleh gak buat aku?" , tanya Frescha.


"Ini mama bawakan makanan yang mama beli di bandara sebelum ke sini" , ucap mama Vivi.


"Kak Alexa gak membelikan sesuatu untuk aku" , ucap Frescha.


"Anak ini ya , kakak ipar kamu itu belum juga selesai masa nifasnya , mana bisa dia pergi keluar , yang ada sekarang kakak ipar kamu menjaga Bulan di rumah" , ucap mama Vivi.


"Oh , kan aku gak tau ma" , jawab Frescha.


"Yang kamu tau cuma minta minta aja" , jawab papa Teddy.


"Ah papa" , ucap Frescha sambil membuka kotak donat yang di bawakan oleh mamanya.


"Kamu gak makan pagi tadi?" , tanya mama Vivi yang melihat Frescha memakan donat dengan sangat lahapnya.


"Gak ma" , jawab Frescha.


Mana sempat Frescha sarapan lagi , yang ada dia melakukan penyatuan lagi dengan kekasihnya begitu mereka mandi.


"Kenapa kamu gak beli sarapan pagi?" , tanya papa Teddy.

__ADS_1


"Aku malas keluar pa" , jawab Frescha asal.


"Bagaimana nanti kalau kami gak ada , siapa yang mau mengurus kamu" , ucap papa Teddy.


"Aku kan bisa tinggal dengan kakak di kota B , semuanya sudah tersedia disana" , jawab Frescha sambil tersenyum.


"Kamu itu harus mandiri , kamu sudah besar , jangan merepotkan kakak dan kakak ipar kamu terus" , ucap papa Teddy.


"Iya pa , kalau gitu nanti aku cari suami yang bisa menghidupi aku saja" , ucap Frescha.


"Tunggu kamu selesai kuliah dulu baru pikirin cari suami" , ucap papa Teddy.


"Iya pa" , jawab Frescha sambil mengunyah donat yang ada di dalam mulutnya.


********


Reni yang sudah pulang sore itu berjalan masuk ke dalam kamar kosannya.


"Kamu sudah pulang sayang?" , tanya Andi yang sedang duduk di atas kasur sambil menonton televisi.


"Iya sayang" , jawab Reni sambil meletakkan tasnya , mengambil bajunya dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Selama mandi Reni terus berpikir apa yang di beritahukan oleh mba Nunung.


Sampai dia selesai mandi , dia terus memikirkannya.


Melihat wajah Reni yang berbeda setelah keluar dari kamar mandi , Andi pun menanyakannya.


"Kamu sedang memikirkan apa sayang?" , tanya Andi.


"Tadi mba Nunung bilang , kalau Charlie sedang mencari pengawas schedule baru untuk shift malam , karena akan dibuat 2 shift kerja sekarang" , ucap Reni.


"Terus kenapa membuat kamu jadi kepikiran?" , tanya Andi.


"Sebenarnya itu pekerjaan aku yang sebelumnya" , ucap Reni.


"Kenapa kamu gak coba saja mengambil kerjaan itu lagi , kalau shift malam berarti kan pagi sampai sore kita akan terus bersama lagi , aku pergi kerjanya juga malam sampai pagi" , ucap Andi yang masih bekerja sebagai pengantar minuman di Rose klub malam.


"Apakah Charlie mau ngomong dengan aku , setelah beberapa hari aku bekerja disana saja , Charlie tidak mau melihat aku sedikit pun" , ucap Reni dengan lirih.


"Kamu coba saja sayang , siapa tau dia mau memberikan posisi itu kepada kamu lagi" , ucap Andi.


"Baiklah sayang , besok aku akan mencobanya" , ucap Reni.


Andi pun hanya menganggukkan kepalanya.


********


Charlie yang sudah selesai bekerja sore itu , langsung menelpon istri tersayangnya.


Alexa yang sedang menjaga Bulan yang sedang tidur , begitu mendengarkan suara ponselnya berbunyi , langsung mengambilnya.


Begitu terlihat nama suaminya disana , Alexa langsung tersenyum dan menjawabnya.

__ADS_1


"Halo mas" , jawab Alexa.


"Halo sayang , aku mau pulang sekarang , kamu ada mau pesan apa gak , biar sekalian aku beliin" , ucap Charlie.


"Beliin aku croissant ya mas" , ucap Alexa.


"Baiklah sayang" , jawab Charlie.


Setelah itu Charlie memutuskan sambungan telponnya dan mengambil tas kerjanya menuju ke luar.


Begitu Charlie keluar terlihat sudah mulai sepi di sana , yang tinggal hanyalah tukang jahit yang masih bekerja lembur pada hari itu.


Kevin berjalan masuk ke dalam ruangan jahit.


"Saya sudah membuka lowongan kerja untuk mencari tukang jahit lagi , kalau kalian ada teman atau saudara yang bisa menjahit dan mau bekerja malam , bisa langsung datang untuk interview besok" , ucap Charlie.


"Baik pak" , jawab semua tukang jahit yang ada disana.


"Baiklah , kalau gitu saya pulang dulu ya" , ucap Charlie.


"Iya pak" , jawab semua tukang jahit.


Charlie berjalan keluar dari AH Konveksi dan masuk ke dalam mobilnya.


Charlie menjalankan mobilnya menuju ke toko yang jual croissant kesukaan Alexa.


Tidak lama , mobil yang dibawa oleh Charlie telah sampai di depan toko langganan Alexa.


Charlie turun kesana dan membeli croissant , roti renyah empuk yang tidak terlalu manis , yang diketahuinya ketika sudah bersama dengan Alexa.


Charlie membeli banyak croissant , karena Alexa kalau makan croissant pasti banyak.


Setelah membayar semua croissant nya Charlie berjalan menuju ke luar toko bakery.


Sampai di luar , Charlie bertemu dengan pak Carren.


"Pak Carren" , sapa Charlie.


"Hi Charlie , bagaimana kabarnya?" , tanya pak Carren.


"Baik pak , apakah mba Yuki sudah melahirkan pak?" , tanya Charlie.


"Belum Charlie , bulan depan lahirannya" , jawab pak Carren.


"Oh iya , usia kandungan Alexa dan mba Yuki beda 2 bulan ya" , ucap Charlie.


"Iya , bagaimana Alexa apakah nanti dia masih mau untuk konser lagi , kami sangat menantikan penampilannya lagi" , ucap pak Carren.


"Sekarang Alexa masih mau fokus menjaga Bulan anak kami sampai usianya 1 tahun pak" , jawab Charlie.


"Baiklah , nanti kalau Alexa sudah siap untuk konser , kabari saya ya" , ucap pak Carren.


"Baik pak , kalau gitu saya permisi pulang dulu" , ucap Charlie.

__ADS_1


"Iya Charlie" , jawab pak Carren sambil tersenyum.


Charlie berjalan melangkahkan kakinya sampai ke mobilnya dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke rumahnya.


__ADS_2