
Charlie dan Alexa yang sudah selesai mandi malam itu...
"Mas , aku gak suka dengan pandangan mata teman kamu tadi" , ucap Alexa setelah mereka di dalam kamar.
"Yang mana sayang?" , tanya Charlie.
"Itu mas yang pake kemeja warna coklat itu" , ucap Alexa.
"Oh , itu Joni sayang , memangnya dia melihat kamu seperti apa?" , tanya Charlie.
"Dia pandangi aku terus mas , seperti mau memakan aku saja , membuat aku jadi takut , makanya tadi aku bilang aku dingin" , ucap Alexa.
"Ya sudah sayang , besok kan kita juga sudah akan pulang ke kota B , jadi kita gak akan bertemu lagi dengan mereka" , ucap Charlie.
"Iya mas" , jawab Alexa.
Charlie mencium kening Alexa setelah itu mereka naik ke atas tempat tidur dan tidur bertiga dengan Bulan disana.
Sampai pagi tiba , Alexa sudah terbangun duluan karena tangisan Bulan yang lapar pagi itu.
"Anak kita sudah lapar ya sayang" , ucap Charlie yang sudah bangun dan melihat Alexa sedang menyusui Bulan disana.
"Iya mas" , jawab Alexa.
"Barang-barang yang mau dibawa pulang sudah masuk di koper semua sayang?" , tanya Charlie.
"Sudah mas , paling nanti tinggal yang masih digunakan saja yang harus dibereskan lagi" , ucap Alexa.
"Baiklah sayang , kalau gitu aku mandi dulu ya" , ucap Charlie.
"Iya mas" , jawab Alexa.
********
Frescha yang sudah bangun pagi itu merasakan perutnya sangat lapar sekali.
"Sayang....sayang....bangun...." , ucap Frescha sambil mengguncang tubuh Jeremi.
"Iya sayang , kenapa? Apa kita mau bercinta , kebetulan kemaren malam kita tidak melakukannya karena aku kedinginan" , ucap Jeremi yang langsung memeluk tubuh Frescha.
"Bukan sayang , aku lapar" , ucap Frescha.
"Tapi aku mau memakan kamu duluan sayang" , ucap Jeremi yang sudah mulai menciumi leher Frescha.
Frescha langsung mengangkat tubuhnya.
"Aku gak mau Jeremi , aku lapar aku mau makan" , ucap Frescha.
"Baiklah sayang" , ucap Jeremi yang gak mau Frescha marah kepadanya.
Jeremi dan Frescha berjalan keluar dari kamar dan menuju ke dapur.
Di dapur semua perlengkapan masak sudah disediakan disana , tapi masalah utamanya adalah tidak ada satupun bahan makanan disana.
Semua lemari dan dan tempat beras kosong.
"Kita mau makan apa pagi ini sayang?" , ucap Frescha.
"Kita cari keluar saja ya sayang" , ucap Jeremi.
__ADS_1
"Baiklah sayang" , jawab Frescha.
Frescha dan Jeremi keluar dengan piyamanya sambil mencari yang menjual sarapan pagi di dekat rumah mereka.
Sampai di ujung jalan , mereka melihat ada tukang jual bubur kacang hijau.
"Makan itu saja ya sayang , cuma kelihatan yang jualan bubur kacang hijau saja" , ucap Jeremi.
"Iya gak apa apa sayang" , jawab Frescha.
"Pesan 2 mangkuk ya bang" , ucap Jeremi.
"Iya tuan" , jawab tukang jual bubur kacang hijau.
Jeremi dan Frescha duduk bersama di kursi plastik yang disediakan disana.
"Orang baru ya disini" , ucap tukang jual bubur kacang hijau tersebut.
"Iya bang , kami baru pindahan kemaren malam" , ucap Jeremi.
"Kalian adik kakak?" , tanya tukang jual bubur kacang hijau tersebut.
"Bukan , ini istri saya , kami baru menikah kemaren" , jawab Jeremi.
"Oh , saya kirain saudara , karena kelihatan masih sangat muda" , ucap tukang bubur tersebut.
"Iya kita memang menikah muda" , jawab Jeremi.
"Apakah karena istrinya sudah hamil duluan , makanya menikah muda?" , tanya tukang bubur tersebut.
"Bukan bang , karena kami saling mencintai , makanya kami menikah muda" , jawab Jeremi.
"Oh" , jawab tukang jual bubur kacang hijau.
"Aku sudah siap makannya sayang , ayo kita pulang lagi" , ucap Frescha.
"Iya sayang" , ucap Jeremi yang juga sudah selesai makan sambil membayar makanan mereka.
Frescha dan Jeremi jalan bersama menuju ke rumah mereka sambil berpelukan.
"Sayang , besok-besok jangan makan disana lagi ya" , ucap Frescha.
"Memangnya kenapa sayang?" , tanya Jeremi.
"Abang tukang jualnya kepo , suka nanya-nanya gitu , aku males" , jawab Frescha.
"Baiklah sayang" , ucap Jeremi.
Sampai di rumah , Frescha dan Jeremi masuk kedalam kamar mereka.
"Sayang , kita harus belanja bahan keperluan dirumah" , ucap Frescha.
"Baiklah sayang , tapi jangan sekarang ya , kita kan tadi malam belum melakukan malam pengantin kita", ucap Jeremi dengan manja.
"Bukankah sebelumnya juga kita sudah sering melakukannya" , ucap Frescha sambil terkekeh.
"Tapi aku pengen terus sayang , kalau sekarang aku sudah bisa melakukannya kapan saja sama kamu kan , karena kita sudah sah sebagai suami istri dan gak ada lagi yang bisa melarang kita untuk melakukannya" , ucap Jeremi yang sudah melemparkan baju daster Frescha ke lantai.
"Iya sayang , terserah kamu mau melakukannya berapa banyak , gak masalah" , ucap Frescha yang sudah mulai menikmati setiap sentuhan dari tangan Jeremi.
__ADS_1
"Iya sayang , tapi sekarang aku mau yang berbeda sayang" , ucap Jeremi.
"Berbeda gimana sayang?" , tanya Frescha.
"Mulai sekarang dan seterusnya , aku mau kamu juga melakukannya untuk aku" , ucap Jeremi sambil menarik tangan Frescha ke senjatanya yang sangat membuat Frescha menyukainya ketika masuk ke dalam miliknya.
"Baiklah sayang , aku akan melakukannya , tapi kalau kamu merasa gak nyaman , beritahu aku ya , karena aku belum pernah melakukannya sebelumnya" , ucap Frescha sambil meremasnya disana.
"Iya sayang , sangat nikmat kok" , ucap Jeremi yang mulai menciumi bibir Frescha dengan mendalam dan terus menuntut lebih.
Sampai ketika Frescha dan Jeremi telah siap....
Jeremi mulai melakukan penyatuan dengan Frescha.
Mendengar suara nafas Frescha yang sudah mulai berat , Jeremi terus memainkan pinggulnya di sana , sampai membuat mereka mencapai kenikmatan bersama.
Tapi satu kali pastinya tidak cukup untuk memenuhi hasrat Jeremi.
Jeremi mulai membalikkan tubuh Frescha dan mulai melakukan penyatuan lagi.
Sampai Frescha merasa sudah cukup kelelahan , tapi entah kenapa Jeremi selalu memiliki banyak energi , seperti gak ada habisnya.
Frescha melihat Jeremi mulai memasukkan lagi karet pengaman yang ketiga...
"Sayang , apa masih belum puas?" , tanya Frescha.
"Belum sayang , aku masih on begini , sekali lagi ya" , ucap Jeremi.
"Benar ya sekali lagi , aku sudah capek sayang" , ucap Frescha.
"Iya sayang aku janji sekali lagi saja" , ucap Jeremi yang langsung menciumi bibir Frescha.
Setelah Jeremi merasa terpuaskan , Jeremi langsung jatuh terkulai di atas tubuh polos Frescha.
"Aku bahagia bisa menikahi kamu sayang , yang biasanya kita hanya bisa melakukannya sekali , sekarang bisa berkali-kali" , ucap Jeremi.
"Iya sayang , tapi kamu harus janji ya selalu membahagiakan aku" , ucap Frescha sambil memeluk punggung polos Jeremi yang sudah dipenuhi oleh keringat.
"Iya sayang" , ucap Jeremi sambil mencium kening Frescha dan melepaskan tubuhnya dari tubuh polos Frescha.
"Sayang , kemaren kan kakak aku kasih kita gelang pasangan , kita pakai ya" , ucap Frescha.
"Baiklah sayang" , ucap Jeremi.
Ketika Frescha mau turun dari kasur...
"Awwwwww" , ucap Frescha.
Frescha merasakan rasa sakit di pinggangnya.
"Kenapa sayang?" , tanya Jeremi.
"Pinggang aku sakit sayang , kamu sih mainnya terlalu bersemangat , jadinya pinggang aku sakit kan" , ucap Frescha.
Jeremi memajukan tubuhnya dan menarik tubuh polos Frescha.
"Nanti juga kamu akan terbiasa sayang , bahkan nanti aku akan melakukannya lebih banyak dari pada tadi" , ucap Jeremi sambil menciumi bahu polos Frescha.
"Kamu dapat tenaga dari mana sih sebanyak itu , kayak baterainya itu gak habis-habis" , ucap Frescha.
__ADS_1
"Gimana mau habis sayang , kan kamu yang menjadi charger untuk aku , makanya aku jadi full terus energinya" , ucap Jeremi dengan lembut di telinga istrinya.
Mendengar perkataan Jeremi , hati Frescha langsung merasa sangat bahagia dan Frescha mulai membalikkan tubuhnya dan menciumi bibir suaminya.