
Malam harinya Kinan mencari bos Vikar di Rose Klub Malam.
"Bos Vikar , ada yang mau saya omongin" , ucap Kinan.
"Ada apa sayang?" , tanya bos Vikar.
"Saya mau mengundurkan diri bos" , ucap Kinan.
"Kenapa sayang , bayaran kamu kurang besar?" , tanya bos Vikar.
"Gak bos , saya terkena penyakit kelamin" , jawab Kinan.
"Kenapa kamu gak berhati-hati saat bersama dengan pelanggan" , ucap bos Vikar.
"Saya sudah berhati-hati bos , saya juga mana mau melepaskan pekerjaan yang sangat menyenangkan ini , tapi pada kenyataannya saya terkena infeksi , apa bos mau melihatnya" , ucap Kinan.
"Ya sudah saya percaya sama kamu , gak perlu diperlihatkan kepada saya , kalau gitu saya setujui kamu mengundurkan diri , lagi pula juga kamu sudah gak bisa melayani pelanggan lagi" , ucap bos Vikar.
"Iya bos , terima kasih selama ini sudah menjaga saya" , ucap Kinan.
"Iya , sama sama sayang" , ucap bos Vikar.
Kinan berjalan ke arah Reni...
"Apa kamu jadi mau keluar dari sini?"
"Iya jadi Kinan , tadi aku sudah membahasnya dengan Andi dan dia juga mau aku keluar dari sini" , jawab Reni.
"Baguslah , kalau gitu aku tunggu kamu di mobil" , ucap Kinan.
"Iya Kinan" , jawab Reni.
Kinan berjalan keluar dari Rose klub malam menuju ke mobilnya.
Setelah itu tinggallah Reni disana.
Reni mulai memberanikan diri untuk bicara dengan bos Vikar.
Reni berjalan mendekati bos Vikar.
"Bos , ada yang mau saya bicarakan" , ucap Reni.
"Ada apa , apa kamu mau keluar juga seperti Kinan" , ucap bos Vikar.
"Iya bos" , jawab Reni.
"Kenapa lagi kamu , apa kamu kena penyakit kelamin juga , bukannya kamu gak menerima plus plus" , ucap bos Vikar sambil mengerutkan keningnya.
"Saya mau hidup yang wajar dengan Andi" , jawab Reni.
"Apa kalian mau menikah?" , ucap bos Vikar.
"Iya bos" , ucap Reni.
"Kenapa kalian yang bagus-bagus disini minta keluar semua , nanti bagaimana dengan klub malam ini" , ucap bos Vikar sambil memegang pelipisnya.
"Maafkan saya bos , tapi Andi juga maunya saya keluar dari sini" , ucap Reni.
__ADS_1
"Ya sudah , semoga kalian bahagia hidup bersama , malam ini kamu masih kerja atau gak" , ucap bos Vikar.
"Saya gak bekerja lagi mulai malam ini bos" , ucap Reni.
"Ok , kalian benar-benar membuat saya sakit kepala malam ini" , ucap bos Vikar sambil berdiri dan keluar dari sana.
Reni hanya berdiri sambil terdiam disana melihat bos Vikar yang keluar dengan wajah yang agak kesal.
Setelah itu , Reni berjalan keluar mencari Andi di bagian dapur.
"Andi" , panggil Reni.
"Kenapa kamu disini sayang?" , tanya Andi.
"Aku sudah gak kerja lagi mulai malam ini sayang" , ucap Reni.
"Baguslah , jadi kamu mau pulang atau mau menunggu aku disini" , ucap Andi.
"Aku pulang aja ya ke kostan" , jawab Reni.
"Baiklah , kamu pulang dengan apa?" , ucap Andi.
"Aku pulang bersama dengan Kinan , dia menunggu aku di mobilnya" , jawab Reni.
"Baiklah sayang , nanti setelah kerja aku langsung pulang ke kostan kamu" , ucap Andi sambil mengecup kening Reni.
"Iya sayang" , jawab Reni.
Setelah itu Reni berjalan keluar dari Rose klub malam dan berjalan menuju ke mobil Kinan.
Sampai di mobil Kinan , Reni membuka pintu mobil dan masuk ke dalam.
"Iya Kinan , aku juga takut kejadian buruk terjadi pada diriku" , ucap Reni.
"Iya Reni , aku juga mau minta maaf karena sudah membuat kamu masuk ke dalam kehidupan yang kelam ini" , ucap Kinan sambil mengemudikan mobilnya.
"Gak apa-apa Kinan , aku juga yang waktu itu tergiur dengan uang yang banyak dengan cara gampang" , ucap Reni.
"Iya , tapi paling gak kan kamu bisa mendapatkan cinta kamu di klub malam" , ucap Kinan sambil tersenyum.
"Iya , kamu benar...aku bisa bertemu dengan Andi disana" , ucap Reni sambil tersenyum.
"Oh iya , kalian itu berhubungan pakai pengaman gak sih?" , tanya Kinan.
"Gak pake sama sekali" , jawab Reni.
"Bisa dibilang kalian melakukannya hampir setiap hari kan , kenapa kamu belum hamil juga" , ucap Kinan.
"Kayaknya memang belum di kasih saja , tapi aku dan Andi selalu berharap kami bisa punya anak nantinya" , ucap Reni.
"Ya baguslah , paling gak Andi selalu bersama dengan kamu terus , gak meninggalkan kamu" , ucap Kinan.
"Iya kamu benar" , ucap Reni.
********
Alexa dan Charlie pagi itu sudah berada di rumah sakit untuk kontrol kandungan Alexa.
__ADS_1
Tidak lama perawat memanggil nama Nyonya Alexa....
"Mas sudah giliran kita" , ucap Alexa.
"Iya sayang" , jawab Charlie.
Alexa dan Charlie berjalan bersama memasuki ruangan dokter Sarah.
"Jadi bagaimana , selama sebulan ini ada keluhan gak?" , tanya dokter Sarah.
"Gak ada dokter" , jawab Alexa.
"Dalam pemeriksaan kali ini , apakah jenis kelaminnya sudah bisa diketahui dokter?" , ucap Alexa.
"Kita coba periksa dulu ya , silahkan langsung ke atas ranjang saja ya" , ucap dokter Sarah sambil tersenyum.
"Iya dokter" , jawab Alexa sambil berjalan menuju ke ranjang pasien yang ada disana.
Charlie juga ikut berdiri di samping ranjang pasien.
Perawat menaikkan baju atasan Alexa dan memberikan gel dingin disana , setelah itu dokter Sarah menjalankan alat di atas perut Alexa.
Dokter Sarah melihat dengan teliti kondisi kandungan Alexa di dalam layar yang ada di depannya.
"Kondisi kandungannya bagus ya , jenis kelamin anaknya perempuan" , ucap dokter Sarah sambil tersenyum.
Charlie dan Alexa langsung bahagia begitu mendengar anaknya perempuan.
Setelah selesai USG , Alexa dan Charlie sudah duduk di kursi yang ada di meja dokter Sarah.
"Kondisinya bagus semuanya ya , untuk vitaminnya di lanjut saja ya" , ucap dokter Sarah.
"Iya dokter , terima kasih" , ucap Alexa dan Charlie.
"Iya sama sama" , jawab dokter Sarah.
Charlie dan Alexa berjalan keluar dari ruangan dokter Sarah , menuju ke parkiran mobil.
Sampai di parkiran mobil , Charlie membukakan pintu mobil untuk Alexa dan setelah itu Charlie berjalan masuk ke kursi pengemudi.
Charlie membawa mobilnya menuju ke kantor pak Carren.
"Mas , ternyata yang mbok Siti bilang benar ya" , ucap Alexa.
"Yang mana ya sayang?" , tanya Charlie.
"Mbok Siti kan bilang anak kita perempuan mas" , ucap Alexa.
"Oh iya sayang , iya ya hebat si mbok Siti bisa tau anak kita perempuan" , ucap Charlie sambil tersenyum.
"Iya mas" , ucap Alexa sambil tersenyum mengelus perutnya yang sudah mulai membulat itu.
"Mas , kapan kita mau beli perlengkapan anak kita?" , tanya Alexa.
"Kapan kamu sudah gak sibuk aja ya sayang" , jawab Charlie.
"Iya mas , pastinya sampai bulan depan aku akan sibuk terus" , jawab Alexa.
__ADS_1
"Iya sayang , yang penting kamu tetap jaga kondisi kamu , kalau capek istirahat sebentar , jangan terlalu dipaksakan juga ya , vitamin dan susu hamil juga diminum terus ya" , ucap Charlie dengan lembut.
"Iya suamiku sayang" , jawab Alexa sambil tersenyum.