Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Episode 48


__ADS_3

Sore harinya Charlie sudah bangun terlebih dahulu , Charlie memandangi wajah istrinya yang sedang tidur disampingnya.


"Aku bahagia bisa selalu melihat kamu ketika aku bangun Alexa" , ucap Charlie sambil memandangi Alexa.


Tidak lama Alexa pun bangun.


"Selamat sore istriku" , ucap Charlie.


Mendengar perkataan Charlie , wajah Alexa pun menjadi memerah , Alexa langsung menutup wajahnya dengan bantal guling.


"Kenapa Alexa , kan memang kamu sekarang istri aku kan" , ucap Charlie.


"Iya benar kak , tapi aku belum terbiasa mendengar kamu panggil aku seperti itu" , ucap Alexa.


"Kita kan sudah menikah , harusnya kamu gak panggil aku kakak lagi" , ucap Charlie.


"Jadi aku panggil apa?" , tanya Alexa.


"Panggil mas dulu aja ya , sampai kamu siap memanggilku suamiku" , ucap Charlie sambil tersenyum.


"Baiklah kak , aku akan panggil kamu mas mulai dari sekarang" , ucap Alexa yang masih tersipu malu.


"Sungguh tidak tau bagaimana aku akan menjalani hidup setelah aku menikah dengan kak Charlie" , ucap Alexa dalam hatinya.


Setelah itu Alexa bangun dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Selesai mandi , Alexa berjalan ke meja rias dan mengeringkan rambutnya di sana.


Charlie pun masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.


Setelah mereka selesai , mereka memanggil papa dan mama berserta Frescha untuk makan malam bersama di restoran hotel.


Sampai di restoran hotel , mereka makan malam bersama sambil mengobrol , setelah selesai makan , merekapun kembali masuk ke kamar mereka.


Charlie , Alexa , mama Vivi , papa Teddy dan Frescha duduk bersama sambil mengobrol dan menonton TV.


"Apa kalian sudah melakukannya?", tanya Frescha.


Sontak membuat mereka semua terkejut sambil membulatkan mata mereka.


"Apa salahnya aku bertanya , kan kakak sudah resmi menikah" , ucap Frescha.


"Mau sudah atau belum itu bukan urusan kamu Frescha" , ucap mama Vivi.


"Iya ma , kan aku ingin tau saja" , ucap Frescha.


"Apa perlu kamu bertanya kepada orang yang baru menikah" , ucap papa Teddy.


"Nanti kamu menikah apa kamu mau menjawab pertanyaan seperti itu?" , tanya mama Vivi.


"Ya gak juga ma" , jawab Frescha.


"Jadi kamu jangan bertanya lagi" , ucap mama Vivi.


"Iya ma" , jawab Frescha.


Seketika Alexa dan Charlie pun menjadi lega , karena mereka tidak perlu menjawab pertanyaan adiknya itu.


Hari pun sudah malam , mama , papa dan Frescha masuk ke kamar untuk istirahat.

__ADS_1


Charlie dan Alexa pun masuk ke kamar mereka untuk tidur.


Sebenarnya malam itu Charlie dan Alexa belum mengantuk , tapi mereka gak tau mau ngapain.


Akhirnya mereka memutuskan untuk mengobrol santai sampai mereka tertidur.


********


Celine yang sudah mengetahui kalau suaminya menginap di Star Hotel bersama Yuki , dari orang utusan yang dibayarnya untuk mengawasi suaminya malam itu , memutuskan untuk ke Rose klub malam.


Sampai di Rose klub malam , Celine memesan minuman beralkohol malam itu.


Tidak lama Felix pun mengantarkan minuman pesanan Celine ke ruangannya.


"Ini kan wanita cantik yang menabrak aku waktu itu" , ucap Felix dalam hatinya.


"Permisi mba , saya mau mengantarkan pesanan anda" , ucap Felix.


"Iya letakin di meja saja" , ucap Celine.


"Apa kamu mau menemani saya malam ini?" , tanya Celine.


"Maaf saya cuma pengantar minuman , jadi saya gak bisa" , ucap Felix.


"Tapi saya hanya tertarik dengan kamu , jam berapa kamu selesai kerja?" , ucap Celine.


"Jam 4 pagi" , jawab Felix.


"Kalau saya tunggu kamu di alamat ini , apakah kamu akan datang?" , tanya Celine sambil memberikan alamat dan cardlock apartemennya kepada Felix.


"Apakah saya akan dibayar?" , tanya Felix.


"Baiklah , akan saya pertimbangkan" , jawab Felix sambil mengambil kertas yang berisikan alamat Celine beserta cardlock nya.


Setelah itu Felix keluar dari ruangan Celine.


Celine meminum minumannya sendiri sampai jam 2 malam , setelah itu Celine berjalan keluar.


Ketika Celine berjalan keluar , dia bertemu dengan Felix.


"Kamu harus datang , aku akan menunggumu" , ucap Celine yang sudah sedikit mabuk itu.


"Baiklah" , jawab Felix sambil tersenyum.


Sebelumnya Felix juga ingin untuk pergi menemui Celine , selain dia mau uang yang banyak , pastinya juga Celine cantik dan memiliki tubuh yang montok , membuat Felix ingin merasakannya.


Setelah Celine pergi dari sana , Felix pun melanjutkan pekerjaannya.


Sampai tiba waktu kerjanya selesai.


Felix mengganti bajunya , setelah itu Felix mengantarkan Vio pulang ke kostan nya.


"Kamu gak masuk ke kamar?" , tanya Vio yang melihat Felix tidak turun dari motornya.


"Aku masih ada pekerjaan Vio , kamu tidur sendiri ya hari ini" , ucap Felix.


"Baiklah" , jawab Vio yang tidak menaruh curiga sedikit pun kepada Felix.


Felix langsung menjalankan motornya menuju ke Grand Mansion , alamat yang diberikan oleh Celine tadi di Rose klub malam.

__ADS_1


Sampai di apartemen mewah itu , Felix langsung memarkirkan motornya dan masuk ke dalam dengan menggunakan cardlock yang diberikan oleh Celine.


Tidak butuh waktu lama , Felix sudah sampai di unit apartemen Celine dan langsung membuka pintunya.


Begitu Felix masuk kesana sudah terlihat Celine dengan lingerie seksinya duduk di sofa ruang tamu sambil meminum minuman beralkohol.


"Akhirnya kamu datang juga sayang" , ucap Celine sambil berjalan mendekati Felix dan memberikan minuman dari gelas yang dipegangnya ke mulut Felix.


Felix pun meminum minuman itu.


"Enak sekali minuman ini" , ucap Felix dalam hatinya.


Setelah itu Celine meletakkan gelasnya di atas meja.


"Kita langsung saja ya sayang , aku sudah tidak sabar ingin bermain dengan kamu" , jawab Celine.


Felix yang melihat dada montok Celine yang berada di balik baju tipis berwarna merah itu pun sudah sangat membuatnya bergairah.


Celine langsung membuka baju kaos Felix dan melemparkannya ke lantai.


"Ternyata kamu memiliki tubuh yang bagus , aku tidak salah pilih kalau gitu" , ucap Celine sambil menyentuh perut six pack Felix.


Setelah itu Celine membuka celana Felix....


"Ternyata punya kamu besar juga ya , aku sangat suka yang besar" , ucap Celine sambil meremas nya , membuat Felix menjadi mengeluarkan suara disana.


"Kita langsung ke kamar saja ya" , ucap Celine sambil menuntun Felix menuju ke kamarnya.


Sampai di dalam kamar , Celine mendorong tubuh polos Felix ke atas kasurnya dan setelah itu dia menanggalkan semua lingerie nya.


Hanya tubuh polosnya yang terlihat dengan sangat jelas , karena lampu menyala dengan sangat terang disana.


"Tubuh kamu benar-benar indah" , ucap Felix yang sudah mulai menyentuh tubuh Celine.


Celine pun mencium bibir Felix , sambil memainkan tangannya di tubuh Felix.


Celine pun menikmati tangan Felix yang bermain-main di tubuhnya sampai dia siap , Celine langsung melakukan penyatuan di antara mereka.


"Apa kamu gak takut hamil , karena aku gak menggunakan pengaman" , ucap Felix.


"Aku lebih mau kamu bisa membuat aku hamil" , ucap Celine.


"Kalau kamu hamil anak aku , apa yang akan kamu berikan kepada aku" , tanya Felix dengan suara yang sudah mulai berat karena penyatuan yang terjadi di antara mereka.


"Aku akan memberikan kamu apartemen ini" , ucap Celine setelah mereka melakukan pelepasan bersama dan mencapai kenikmatan.


Tapi tidak sampai disana saja , Celine masih menuntut lebih , karena Felix juga memiliki hasrat yang tinggi , maka Felix bisa mengimbangi Celine sampai akhirnya Celine merasa puas.


"Aku suka anak muda seperti kamu , kamu bisa memuaskan aku" , ucap Celine.


"Asalkan yang aku dapatkan setimpal , aku bisa melakukannya" , jawab Felix.


"Baiklah , kalau kamu mau besok aku akan memberikan kamu mobil , tapi kamu harus bersama aku 4 hari dalam seminggu , kamis , jumat , sabtu dan minggu" , ucap Celine.


"Tapi sabtu dan minggu aku kerja" , jawab Felix.


"Apa kamu masih butuh kerja lagi , aku bisa memberikan uang lebih dari gaji kamu di Rose klub malam , kalau kamu melayani aku terus" , ucap Celine.


"Baiklah , akan aku pertimbangkan" , jawab Felix sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2