
Frescha yang sudah terbangun saat itu , langsung melihat jam yang ada di dinding kamar Jeremi.
"Sayang bangun , sudah jam 11 malam" , ucap Frescha sambil menggoyangkan tubuh polos Jeremi.
"Kamu nginap disini saja ya sayang malam ini" , ucap Jeremi sambil mengalungkan tangannya dan menindih tubuh polos Frescha.
"Jangan sayang , aku harus pulang" , ucap Frescha.
"Sebentar sayang , aku mulai on lagi" , ucap Jeremi sambil menarik tangan Frescha dan meletakkannya di senjatanya yang sebentar lagi sudah akan meledak itu.
Tapi aku harus pulang sayang , meskipun Frescha mulai memainkan tangannya disana.
Pada akhirnya Frescha melakukan penyatuan lagi dengan Jeremi sampai mereka puas dan mencapai kenikmatan bersama.
"Sudah ya sayang , aku harus pulang lagi" , ucap Frescha dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Baiklah sayang" , jawab Jeremi sambil mengecup bibir Frescha sebelum melepaskan tubuhnya.
Frescha dan Jeremi turun dari kasur dan mengambil baju mereka yang sudah berserakan dari pintu kamar dan menggunakannya disana.
"Sayang , besok-besok kamu jangan melakukan seperti hari ini lagi ya" , ucap Frescha.
"Memangnya kenapa sayang?" , tanya Jeremi.
Jadinya dalaman aku basah kan , gak nyaman digunakan.
Jeremi langsung tersenyum dan mendekati tubuh Frescha.
"Harusnya kamu membawa dalaman ganti" , ucap Jeremi sambil menyentuh wajah Frescha.
"Ya besok aku sediakan buat gantinya" , ucap Frescha.
Jeremi dan Frescha berjalan keluar dari kamar , dipastikan suasana rumah Jeremi malam itu sudah sangat hening karena sudah jam 1 malam , orang tua dan asisten rumah tangganya sudah tidur semua.
Jeremi menjalankan mobilnya menuju ke rumah Frescha.
Karena malam itu jalanan sangat sepi , gak butuh waktu lama , mobil yang dijalankan oleh Jeremi telah sampai di depan rumah Frescha.
Pasangan yang masih dimabuk asmara dan belum mau berpisah itu , mulai berciuman lagi di dalam mobil.
"Sudah ya sayang , aku pulang lagi , besok ya dilanjutkan lagi" , ucap Frescha.
"Baiklah , besok ke rumah aku lagi ya sayang" , ucap Jeremi dengan manja.
"Kenapa gak di tempat lain lagi sayang?" , tanya Frescha.
"Kita lihat besok ya" , ucap Jeremi.
__ADS_1
Frescha turun dari mobil dan masuk ke rumahnya.
Begitu Frescha membuka pintu rumahnya , terlihat lampu depan masih menyala dan papanya masih duduk disana menunggunya pulang.
"Dari mana saja kamu?" , tanya papa Teddy.
"Aku ketiduran di rumah Jeremi pa" , jawab Frescha.
"Kenapa kamu gak tidur saja disana sampai pagi?"
"Gak enak sama orang tuanya la pa" , jawab Frescha.
"Kamu bisa memikirkan orang tua kekasih kamu , apa kamu gak memikirkan orang tua kamu sendiri yang akan malu dengan tetangga kalau mengetahui anak perempuannya suka pulang tengah malam karena pergi melakukan hubungan suami istri dengan pacarnya sebelum menikah" , ucap papa Teddy dengan nada tinggi karena emosi.
"Biarin aja , lagian gak lama lagi kami sudah akan menikah , setelah menikah aku juga gak akan tinggal disini lagi" , ucap Frescha dengan sombongnya.
"Baiklah nak , kita lihat saja nanti bagaimana kehidupan kamu setelah menikah" , ucap papa Teddy yang sudah tidak mau berdebat dengan anaknya.
"Pasti aku akan hidup seperti putri raja la , secara rumahnya Jeremi saja sangat besar" , ucap Frescha sambil berjalan menuju ke kamarnya.
Papa sangat menginginkan kamu untuk hidup bahagia nak , tapi kalau sifat kamu seperti ini...
Papa Teddy hanya bisa menghela nafasnya dan berjalan menuju ke kamarnya untuk istirahat.
********
"Pagi istriku sayang" , ucap Charlie sambil mengecup kening Alexa yang sudah bangun dari tidurnya.
"Pagi mas , kamu sudah sembuh" , ucap Alexa sambil memegang kening suaminya.
"Sudah sayang , karena kamu yang menjaga aku , jadinya aku sudah sembuh" , jawab Charlie sambil tersenyum.
"Syukurlah mas , aku jadi lega" , ucap Alexa.
"Iya sayang" , jawab Charlie yang langsung mencium bibir Alexa.
Tidak lama Charlie dan Alexa berciuman , terdengar suara tangisan Bulan yang menggelegar di dalam kamar.
"Bulan sudah lapar kayaknya sayang" , ucap Charlie sambil tersenyum.
"Iya kayaknya mas" , jawab Alexa sambil berjalan menuju ke box bayi Bulan.
Bukan lapar ini mas , popoknya yang sudah bocor , kayaknya dia merasa gak nyaman , aku kasih mandi dulu aja , biar sekalian bersih.
"Iya sayang" , jawab Charlie sambil mengambil bajunya dan berjalan menuju ke kamar mandi.
Karena Yuni sudah gak ke rumah mereka lagi , jadinya sekarang pintu kamar mandi gak dikunci lagi , meskipun Charlie sedang mandi , Alexa masih bisa keluar masuk kamar mandi untuk mengambil air hangat dan memasukkannya ke dalam bak mandi Bulan.
__ADS_1
Setelah bak mandi terisi penuh , Alexa mulai memandikan Bulan.
Tidak lama Alexa mulai memakaikan baju ke tubuh Bulan , terlihat baju Bulan yang sudah mulai kecil.
"Mas , baju Bulan sudah mulai gak muat lagi" , ucap Alexa ketika melihat suaminya sudah keluar dari kamar mandi.
"KIta pergi beli hari ini saja sayang" , ucap Charlie.
"Kamu gak ke AH Konveksi lagi kalau gitu" , ucap Alexa.
"Gak apa ya bos besar , ini kan juga demi membeli kebutuhan anak kita" , ucap Charlie sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang.
"Ya baiklah mas" , jawab Alexa yang melihat kalau baju Bulan memang harus dibeli saat itu juga.
Charlie langsung tersenyum bahagia dan menanggalkan baju kemejanya yang belum terkancing itu dan menggantinya dengan baju kaos dan celana jeans.
Alexa mulai membawa anaknya untuk berjemur di balkon sambil menyusuinya.
"Dada kamu gak ditutupin sayang?" tanya Charlie yang terkejut melihat Alexa yang menyusui Bulan disana dengan dada yang terbuka.
"Gak akan ada yang melihat aku mas , ini kan langsung ke taman samping , jarak rumah kita dengan tetangga juga lumayan jauh , ada dinding pembatas yang tinggi juga" , ucap Alexa.
"Tapi tetap saja sayang , kalau pak Tono jalan didekat sana dan melihat kamu seperti ini" , ucap Charlie sambil berdiri di depan Alexa untuk menutupi tubuhnya.
"Kamu jadi menghalangi sinar mataharinya mas" , ucap Alexa.
Charlie langsung mengambil baju kaos Alexa yang terletak di kursi dan menutupi tubuh bagian atas istrinya.
Alexa hanya tersenyum sambil melihat tingkah suaminya.
Setelah Bulan selesai menyusui , Charlie langsung mengambil Bulan dan menutupi tubuh Alexa yang setengah polos itu , sampai Alexa menggunakan bajunya.
"Tambah cinta deh sama kamu mas" , ucap Alexa yang sudah menggunakan bajunya dan berdiri sambil menciumi bibir suaminya.
"Apalagi aku sayang , sudah cinta mati sama kamu , makanya aku gak mau orang lain menikmati keindahan tubuh kamu , itu hanya untuk aku seorang" , ucap Charlie.
"Baiklah mas" , jawab Alexa sambil tersenyum.
Setelah Bulan selesai dijemur , Charlie dan Alexa berjalan keluar dari kamar menuju ke meja makan untuk sarapan pagi.
"Bulan sudah dijemur ya non" , ucap mbok Siti yang memegang tubuh Bulan sudah terasa hangat.
"Iya mbok , tadi ketika dia bangun ternyata popoknya sudah bocor , jadi aku langsung mandikan aja , setelah itu baru aku berikan ASI sambil berjemur" , jawab Alexa.
Mbok Siti hanya menganggukkan kepalanya sambil menggendong Bulan.
Alexa dan Charlie berjalan ke meja makan dan sarapan pagi bersama.
__ADS_1