
Alexa berjalan menuju ke ruangan Charlie.
Tok...tok...tok...
Setelah mengetuknya , Alexa langsung membuka pintu ruangan Charlie.
"Mas" , panggil Alexa.
Charlie pun terkejut melihat kedatangan Alexa , karena ini pertama kalinya Alexa ke perusahaan AH Konveksi setelah pernikahan mereka.
Charlie langsung berdiri dan berjalan mendekati Alexa.
"Aku ganggu ya mas" , ucap Alexa yang melihat ada tamu di ruangan Charlie.
"Kamu gak ganggu kok , sini aku perkenalkan kamu dengan klien kita" , ucap Charlie sambil tersenyum.
"Iya mas" , jawab Alexa.
Charlie memegang tangan Alexa dan membawanya ke meja kerja dekat kursi kebesarannya.
"Bu Naomi , perkenalkan ini istri saya Alexa , sekaligus pemilik dari perusahaan ini" , ucap Charlie.
"Oh , ternyata kamu sudah menikah , saya kirain kamu masih singel , baru juga saya mau ngajak kamu makan diluar" , ucap bu Naomi sambil tersenyum.
"Ternyata benar yang mbok Siti bilang , banyak yang naksir dengan mas Charlie" , ucap Alexa dalam hatinya.
"Iya bu , saya sudah menikah" , jawab Charlie sambil tersenyum.
"Ok , baiklah saya Naomi pemilik Lime Bakery" , ucap Naomi sambil mengulurkan tangannya.
"Alexa , pemilik dari perusahaan ini dan istrinya Charlie" , jawab Alexa sambil menjabat tangan bu Naomi.
"Baiklah , untuk pesanan saya sudah jelas semuanya , nanti saya akan transfer DP nya , sekarang saya permisi dulu ya" , ucap bu Naomi yang gak mau berlama-lama lagi disana setelah kedatangan Alexa.
"Baik bu , nanti kabari saya kalau sudah di transfer , supaya bisa langsung di proses untuk pembuatannya , terima kasih" , ucap Charlie dengan sopan.
"Baiklah , sama-sama" , jawab Naomi sambil berjalan keluar dari ruangan kerja Charlie.
"Alexa , tumben banget kamu datang kesini hari ini , ada apa?" , tanya Charlie.
"Aku cuma ingin makan siang bersama kamu mas , tadi aku beli pecel ayam sebelum kesini" , jawab Alexa.
"Aku senang sekali kamu mau datang mengantarkan makan siang untuk aku , ayo duduk dulu istriku" , ucap Charlie sambil tersenyum.
Setiap mendengar Charlie memanggilnya dengan sebutan istriku , jantung Alexa selalu berdebar dua kali lebih cepat dari biasanya dan membuat perasaanya menjadi bahagia.
Alexa duduk di kursi yang ada di depan meja Charlie.
Charlie duduk di kursinya dan mengambil telpon yang ada di atas mejanya , lalu menekan nomor disana.
Tidak lama kemudian terdengar suara dari sana.
"Halo".
__ADS_1
"Halo Rita , minta Ito untuk mengantarkan peralatan makan untuk dua orang ke ruangan saya sekarang ya , sama sekalian bawakan air minum kesini" , ucap Charlie.
"Baik pak" , jawab Rita.
Setelah itu Charlie langsung menutup telponnya.
"Mas , apakah kamu sering diajak makan diluar dengan klien wanita?" , tanya Alexa.
"Ya , ada beberapa klien wanita yang kalau ketemu aku ngajakin makan diluar , tapi aku selalu menolaknya dan mengatakan kalau aku sudah menikah" , jawab Charlie.
Mendengar jawaban Charlie , pikiran Alexa yang tadinya kacau sekarang menjadi lebih tenang.
"Bukannya nanti malam kamu ada syuting?" , ucap Charlie.
"Iya mas , setelah makan aku akan langsung pulang" , jawab Alexa.
Tidak lama terdengar suara ketukan di pintu ruangan Charlie.
Tok...tok...tok...
"Masuk" , jawab Charlie.
"Permisi pak , saya membawakan peralatan makan dan air minum sesuai pesanan bapak" , ucap Ito.
"Iya , tolong letakin di meja saya ya" , ucap Charlie.
Ito pun langsung meletakkan peralatan makan di meja kerja Charlie.
"Baik" , jawab Charlie.
Alexa mengambil nasi yang sudah dibelinya tadi , membuka bungkusnya dan menyalinnya di piring yang sudah di bawakan oleh Ito OB disana.
"Alexa , kalau kamu nungguin aku sampai jam 5 sore ini bisa gak?" , tanya Charlie.
"Kenapa begitu mas?" , tanya Alexa.
"Aku ingin menemani kamu ke lokasi syuting nanti sore , kebetulan hari ini penggantinya Reni sudah kerja , jadi aku bisa pulang lebih cepat" , ucap Charlie.
"Tapi , aku jam 5 sudah harus jalan ke lokasi mas , tadi aku keluar gak bawa biola aku , jadi aku harus pulang terlebih dahulu untuk mengambil biola aku" , ucap Alexa sambil memberikan makanan yang sudah diletakkannya di dalam piring kepada Charlie.
"Kalau gitu aku akan usahakan jam setengah 5 kita jalan dari sini menuju ke rumah untuk mengambil biola kamu" , ucap Charlie yang masih ingin melihat Alexa ada di sana bersamanya.
"Baiklah mas".
Setelah itu Alexa dan Charlie makan bersama sambil mengobrol santai.
Setelah selesai makan , Charlie meminta Ito untuk mengangkat semua piring kotor yang ada di meja kerjanya.
********
Vio yang sedang sendirian di apartemen Derren , karena Derren sedang pergi keluar , mencoba untuk menelpon Felix.
Felix yang sedang berada di bawah tubuh polos Celine....
__ADS_1
Begitu mendengar suara ponselnya berbunyi , Felix pun menjulurkan tangannya untuk mengambil ponselnya.
"Gak usah diangkat sayang , fokus sama kegiatan kita dulu , sebentar lagi juga aku akan mencapai pelepasan" , ucap Celine sambil menggoyangkan pinggulnya disana.
"Tapi ini ponsel aku berbunyi terus , aku bisa mengangkatnya sambil bermain dengan kamu , aku pastikan kita akan mencapai kenikmatan bersama" , ucap Felix sambil mengedipkan sebelah matanya.
Felix pun langsung mengangkat ponselnya.
"Halo Vio sayang" , jawab Felix.
"Mau apa juga cewek itu mencari Felix , setelah semua pesan dari dia yang masuk ke ponsel Felix aku hapus , masa dia juga masih gak menyerah , masih juga mencari Felix" , ucap Celine dalam hatinya.
"Halo Felix , akhirnya kamu mau juga mengangkat telpon aku" , ucap Vio.
"Pastilah aku akan selalu mengangkat telpon dari kamu sayang".
"Kemarin-kemarin aku chat kamu , tapi kamu gak balas pesan aku".
"Aku gak menerima pesan dari kamu , kalau kamu chat gak mungkin dong aku gak balas" , ucap Felix dengan penuh tanda tanya.
"Ya sudah Felix , lagian juga kamu sudah gak pulang lagi ke kostan , aku sudah keluar dari kostan karena aku gak bisa membayarnya" , ucap Vio.
"Apa! Kenapa kamu gak kasih tau aku?" , ucap Felix yang langsung terkejut mendengar Vio sudah keluar dari kostan.
Seketika Celine yang hampir mencapai kenikmatannya , jadi batal karena punya Felix yang sudah lemas karena terkejut.
"Ini cewek benar-benar mengganggu kesenangan aku saja , aku harus menjauhkan Felix dari dia" , ucap Celine sambil menggerutu dalam hatinya.
"Aku kan sudah kasih tau , kalau aku sudah chat kamu , tapi kamu tidak pernah membalasnya" , ucap Vio.
"Aku gak menerima chat dari kamu sayang".
"Cukup Felix , kamu urus saja wanita yang bisa memberikan kamu uang yang banyak itu , kita sudahi saja hubungan kita , aku juga sudah capek harus membagi kamu dengan wanita lain" , ucap Vio yang sudah menitikkan air matanya.
"Jangan sayang , aku masih sayang sama kamu".
Vio yang sudah tidak mau mendengar perkataan Felix langsung memutuskan sambungan telponnya.
"Sayang....sayang...." , panggil Felix.
Sial , ternyata telponnya sudah diputuskan.
"Kamu kenapa marah-marah sayang? Tadi aku hampir mencapai kenikmatan tapi gak jadi karena kamu mengobrol di telpon" , ucap Celine dengan wajah sedih.
Melihat Celine , tiba-tiba emosi Felix pun jadi mereda.
"Maaf ya sayang , gara-gara pacar aku memutuskan untuk pergi dari kostan dan memutuskan hubungan kami , membuat kamu jadi tidak terpuaskan" , ucap Felix yang gak mau kehilangan bank berjalannya.
"Baguslah , ternyata cewek itu memutuskan untuk pergi dengan sendirinya" , ucap Celine dalam hatinya.
"Kali ini gak apa-apa sayang , aku akan memaafkan kamu , tapi kamu harus bisa membangkitkan yang tertunda karena kamu tadi" , ucap Celine dengan manja.
Felix pun langsung menciumi bibir Celine dan memainkan tangannya di tubuh Celine.
__ADS_1