Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Episode 28


__ADS_3

Sore itu Reni yang sudah sampai di kosannya , berjalan dengan wajah yang murung.


"Kenapa lagi kamu Reni?" , tanya Kinan yang sedang menggunakan kutek di kukunya.


"Aku dipecat" , ucap Reni.


"Kenapa bisa?" , tanya Kinan.


"Orang yang aku kasih obat perangsang dari kamu itu adalah asisten bos aku yang sudah meninggal dunia dan sekarang dia yang melanjutkan perusahaan" , ucap Reni.


"Pantesan kamu di pecat , jadi sekarang kamu mau kerja dimana?" , tanya Kinan.


"Aku gak tau , mana aku harus mengirimkan uang untuk orang tua dikampung , belum lagi biaya hidup aku disini" , ucap Reni dengan lirih.


"Apa kamu mau kerja di klub malam bersama aku?" , tanya Kinan.


"Tapi aku tidak mau tidur dengan para lelaki hidung belang itu" , jawab Reni.


"Asalkan kamu mau tubuh kamu dipegang dan menemani mereka minum , kamu juga bisa mendapatkan uang yang banyak" , ucap Kinan.


"Apakah cukup hanya dengan menyentuh tubuh kita saja , mereka sudah puas?" , tanya Reni.


"Ada beberapa tamu yang memang mencari hanya untuk sekedar memegang tubuh kita sambil mereka minum-minum , tapi mereka tidak mau meniduri kita" , jawab Kinan.


"Berapa uang yang bisa didapatkan?" , tanya Reni.


"Kalau servis kamu bagus , kamu bisa mendapatkan lebih dari 5 juta dalam sebulan dari hasil tips dari mereka" , ucap Kinan.


"Banyak juga ya , lebih banyak dari gaji aku sekarang , pantesan kamu sangat mudah sekali untuk membeli apa aja yang kamu inginkan" , ucap Reni.


"Iya , kalau aku sudah mendapatkan lebih dari 10 juta Reni , karena aku suka bermain-main dengan tubuh mereka" , ucap Kinan.


"Apakah kamu tidak takut akan ketularan penyakit?" , tanya Reni.


"Aku selalu memastikan untuk mereka menggunakan pengaman di senjata mereka sebelum melakukan penyatuan" , ucap Kinan.


"Apakah bisa kita memastikan seperti itu?" , tanya Reni.


"Ya bisa dong , karena aku selalu memasangkan sendiri dengan tangan aku , sambil memainkannya disana , yang pastinya akan membuat semua laki-laki merasakan kenikmatan yang luar biasa" , ucap Kinan sambil tersenyum.


"Tapi aku masih belum berani Kinan" , ucap Reni.


"Gak apa , kamu jadi cewek penghibur saja , menemani mereka minum dan siap saja tubuh kamu akan di pegang , terutama dada kamu" , ucap Kinan.


"Iya gak apa apa deh , yang penting aku dapat uang" , ucap Reni.


"Baiklah kalau gitu nanti jam 9 malam kita jalan , sekarang kamu istirahat dulu , karena kita akan bekerja sampai jam 4 pagi" , ucap Kinan.


"Baiklah , jawab Reni sambil masuk ke dalam kamarnya.


"Maafkan Reni ya bapak...ibu...Reni gak mau lagi jadi orang susah".


"Kesalahan yang aku buat , sudah membuat aku kehilangan pekerjaan aku satu-satunya , aku gak mau lagi kerja capek kalau bisa mendapatkan uang semudah itu , lagian juga aku sudah memperlihatkan tubuh aku kepada Charlie , apa salahnya kalau cuma di pegang-pegang saja bisa mendapatkan uang banyak" , ucap Reni dalam hatinya sambil mengganti bajunya dan tidur di kasur busanya.


********


Hari itu Charlie pulang lebih lama dari biasanya , karena dia harus mulai mengatur kerjaan untuk besok.


"Sudah jam setengah 7 malam aja , kalau gitu aku langsung jalan pulang aja sekarang" , ucap Charlie sambil membawa tas kerjanya dan keluar dari ruangannya.


"Sudah mau pulang pak?" , tanya pak Supri , satpam di ruko AH Konveksi.

__ADS_1


"Iya pak" , jawab Charlie.


Charlie langsung masuk ke mobilnya dan menjalankan mobilnya menuju ke rumah Alexa.


Pak Supri langsung menutup pintu AH Konveksi setelah Charlie pergi dari sana.


Setelah setengah jam di perjalanan , mobil yang dibawa Charlie sampai juga di depan rumah Alexa.


"Hari ini malam pulangnya tuan muda" , ucap pak Tono.


"Iya pak , tadi saya masih ada kerjaan di kantor" , ucap Charlie.


"Iya pak" , jawab pak Tono.


Charlie pun menjalankan mobilnya memasuki halaman rumah Alexa , setelah pintu pagar terbuka.


Setelah Charlie memarkirkan mobilnya disana , Charlie langsung turun dan masuk ke dalam rumah.


"Alexa sudah pulang belum mbok?" , tanya Charlie yang melihat mbok Siti di ruang keluarga sambil menonton TV.


"Sudah tuan muda , sekarang nona lagi di kamarnya" , ucap mbok Siti.


"Baiklah mbok , aku ke atas dulu ya" , ucap Charlie.


"Iya tuan muda" , jawab mbok Siti.


Charlie berjalan ke atas dan masuk ke dalam kamarnya , diambilnya bajunya didalam lemari dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Charlie yang sudah selesai mandi , langsung keluar dari kamarnya dan memanggil Alexa.


"Alexa" , panggil Charlie sambil mengetuk pintu kamar Alexa.


"Iya kak" , jawab Alexa sambil membuka pintu kamarnya.


"Iya kak" , jawab Alexa.


Charlie dan Alexa turun ke bawah menuju ke meja makan.


Mbok Siti langsung menghidangkan dua piring spaghetti ke meja makan.


"Tumben malam ini mbok Siti masak spaghetti" , ucap Charlie.


"Iya , tadi non Alexa minta dibuatkan spaghetti seafood kesukaan non Alexa , tuan" , ucap mbok Siti.


"Jadi kamu suka makan spaghetti seafood Alexa?" , tanya Charlie.


"Iya kak" , ucap Alexa.


"Paling gak aku mulai tau apa yang kamu sukai Alexa" , ucap Charlie dalam hatinya.


"Besok kita jalan jam berapa ke Sposa Bridal?" , tanya Charlie.


"Tadi mba yang di Sposa Bridal sudah chat aku , katanya kalau bisa jam 8 pagi kita sudah sampai disana , karena aku harus di make up dulu" , ucap Alexa.


"Baik Alexa" , ucap Charlie.


Setelah itu mereka makan dengan hening , yang terdengar hanyalah bunyi sendok dan garfu disana.


********


Jam 9 malam...Reni keluar dari kamar kosannya.

__ADS_1


"Sudah siap Reni?" , tanya Kinan.


"Sudah Kinan" , jawab Reni.


"Kamu yakin pakai baju begini ke klub malam?" , tanya Kinan.


"Aku kan gak punya baju seperti kamu" , ucap Reni.


"Ayo kamu ke kamar aku dulu" , ucap Kinan.


Kinan membuka lemari bajunya , mengambil baju ketat dan rok mininya.


"Kamu ganti pakai ini" , ucap Kinan.


"Tapi kan gak enak kalau dilihat orang" , ucap Reni.


"Kalau dari sini kan kamu bisa pakai jaket untuk menutupi baju atasnya , kalau di klub malam...kamu harus memakai baju ini , baru bos akan menerima kamu" , ucap Kinan.


Reni yang mau mendapatkan pekerjaan itu pun akhirnya menurut dan mengganti bajunya dengan baju yang diberikan oleh Kinan.


"Ternyata tubuh kamu bagus juga ya , pasti kamu akan disukai disana , kalau kamu mau menjual keperawanan kamu juga pasti akan dibayar mahal" , ucap Kinan setelah Reni selesai mengganti baju.


"Tapi aku belum mau untuk tidur sama pria dulu" , ucap Reni.


"Baiklah , ayo kita jalan lagi" , ucap Kinan.


Reni dan Kinan berjalan keluar dari kosan dan masuk ke dalam mobil Kinan.


Kinan menjalankan mobilnya sampai ke Rose klub malam , salah satu klub malam terbesar di kota B.


Kinan dan Reni masuk ke dalam ruangan karyawan.


"Kemana saja kamu Kinan , kenapa baru sekarang sampai disini" , ucap bos Vikar , orang yang mengatur wanita penghibur di Rose klub malam.


Tenang Vikar sayang , aku bawa anak baru kesini , lagi butuh duit , tapi dia belum mau melayani plus plus.


Vikar melihat Reni dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"Coba dibuka jaketnya" , ucap Vikar.


Reni pun menurut dan membuka jaketnya.


"Wow...barang bagus , montok juga" , ucap Vikar sambil menyentuh benda kenyal itu.


"Aw...." , teriak Reni ketika Vikar memegangnya miliknya.


"Kamu gak boleh berteriak sayang , harusnya kamu menikmati , karena nanti setiap malam kamu akan terus merasakannya , tapi tidak apa-apa nanti lama lama kamu juga terbiasa" , ucap Vikar sambil tersenyum.


"Baik Kinan , cewek ini diterima , kebetulan bos Fredi datang malam ini di ruangan VIP , teman kamu temani dia malam ini , dia pasti akan senang dengan barang baru masih padat lagi" , ucap Vikar.


"Bukan temani sampai tidur kan bos?" , tanya Reni.


"Kamu tenang saja , tidak akan...paling juga kamu harus siap dijilat sama dia" , ucap Vikar sambil mengedipkan matanya.


"Baik bos" , ucap Reni.


"Selamat bersenang-senang sayang , pokoknya peraturannya kamu harus membuat pelanggan puas" , ucap Vikar.


"Baik bos" , jawab Reni.


"Andi...kamu bawa anak baru ini ke ruangan pak Fredi" , ucap Vikar.

__ADS_1


"Baik pak" , jawab Andi.


__ADS_2