
Charlie yang sudah mentransferkan uang bulanan untuk Frescha , menelpon adiknya.
Frescha yang sedang bersiap-siap mau keluar dari rumah sakit pagi itu , mendengarkan ponselnya yang dibawa oleh Jeremi kemaren ke rumah sakit berbunyi , Frescha pun mengambil ponselnya.
Terlihat nama kakaknya disana , Frescha langsung menjawabnya.
"Halo kak".
"Halo dek , kakak sudah mengirimkan uang bulanan untuk kamu , mulai sekarang kamu harus bisa berhemat ya dan jangan suka membeli barang-barang mahal lagi" , ucap Charlie.
"Iya kak , aku mulai hari ini juga akan tinggal di rumah mama lagi" , jawab Frescha.
"Baiklah , mulai sekarang kamu harus benar-benar berubah ya , belajar yang benar" , ucap Charlie.
"Iya kak" , jawab Frescha sambil memutuskan sambungan telponnya.
"Kamu ngobrol dengan siapa sayang?" , tanya Jeremi yang sudah kembali ke kamar perawatan Frescha setelah membereskan administrasinya.
"Kak Charlie mengirimkan uang bulanan untuk aku lagi sayang" , ucap Frescha.
"Baguslah sayang , jadi kita bisa menabung untuk anak kita nanti , aku juga akan terus mencari pekerjaan" , ucap Jeremi.
"Gak usah sayang , mulai hari ini kan kita akan tinggal di rumah mama , kita fokus dulu saja dengan kuliah kita" , ucap Frescha.
"Baiklah sayang , ayo kita pulang lagi" , ucap Jeremi sambil membawa tas Frescha.
Frescha pun menganggukkan kepalanya dan berjalan bersama dengan suaminya keluar dari rumah sakit menuju ke rumah mereka.
Sampai di rumah , Frescha dan Jeremi mulai mengumpulkan beberapa pakaian mereka untuk tinggal dirumah mama Vivi.
"Sayang , bawa yang perlu dulu saja , nanti kan setelah pulang dari kampus kita bisa mengambilnya lagi kesini , kamu juga baru keluar dari rumah sakit , jangan kecapean juga" , ucap Jeremi.
"Baiklah sayang" , ucap Frescha sambil menarik resleting koper yang sudah berisikan bajunya dan baju suaminya.
Jeremi membawakan koper mereka dan tas yang berisikan beberapa buku kuliah mereka , memasukkannya ke dalam bagasi mobil.
Setelah itu Jeremi menjalankan mobilnya menuju ke rumah mertuanya.
Jalanan yang sepi saat itu membuat mobil yang dibawa oleh Jeremi cepat sampai ke rumah mertuanya.
Jeremi dan Frescha turun bersama dari mobil dan masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Papa Teddy yang melihat anak dan menantunya sudah pulang , berjalan menuju ke rumah.
"Kalian sudah makan nak?" , tanya papa Teddy.
Frescha dan Jeremi yang baru masuk ke dalam rumah langsung membalikkan tubuh mereka.
"Tadi cuma sarapan di rumah sakit pa" , jawab Frescha.
"Baiklah , nanti kalau kalian lapar , langsung ke warung makan saja ya , papa dan mama juga hari ini masih sibuk sampai sore".
"Iya pa" , jawab Frescha dan Jeremi bersamaan.
Setelah itu papa Teddy berjalan menuju ke warung makan miliknya untuk membantu disana , karena sudah mulai ramai dikunjungi oleh pelanggan.
Jeremi dan Frescha berjalan masuk ke dalam kamar kak Charlie yang mulai sekarang akan menjadi kamar mereka.
"Kamu istirahat dulu ya sayang" , ucap Jeremi.
"Iya sayang , tapi aku mau istirahatnya sama kamu" , jawab Frescha sambil bergelayut manja di tubuh suaminya.
"Baiklah" , ucap Jeremi sambil tersenyum.
Jeremi dan Frescha naik ke atas kasur.
"Sayang , kamu masih berhutang penjelasan kepada aku" , ucap Frescha.
"Berhutang penjelasan?" , ucap Jeremi sambil mengerutkan keningnya.
"Iya , kenapa kemaren kamu pulang ini kamu sudah langsung keras" , tunjuk Frescha ke senjata milik Jeremi.
"Oh itu , aku dijebak Martha , katanya di restoran mamanya kan lagi membuka lowongan sebagai pelayan , aku mau mengambil pekerjaan itu karena melihat kamu hamil , tapi ketika pulang kampus kan katanya dia mau bawa aku ke restoran mamanya , awalnya aku kira aku ngikutin mobilnya dia dari belakang , tapi dia minta aku ikut dia , ya sudah aku ikut , gak disangka dia membawa aku sampai ke depan hotel tempat biasa kami suka pergi dulu , di parkiran hotel itu dia mulai merangsang aku , untungnya aku cepat sadar kalau ada kamu dan anak kita , jadi aku mendorong tubuhnya dan keluar dari mobilnya" , ucap Jeremi.
"Setelah ini kamu gak usah cari kerjaan lagi ya , kuliah saja yang benar , kamu juga sih dulu suka tidur dengan cewek-cewek , jadinya sekarang kamu dicari terus sama mereka" , ucap Frescha.
"Iya aku tau dulu aku salah , tapi sekarang kan aku sudah bertobat dan jatuh dalam perangkap cinta kamu" , ucap Jeremi sambil mengelus wajah Frescha.
"Kenapa kamu mau menikah dengan aku?" , tanya Frescha yang sangat ingin tau Jeremi yang playboy dan suka bermain dengan wanita dulu , mau menikah dengannya ketika papanya minta.
"Kamu mau aku jawab dengan jujur atau gak" , ucap Jeremi.
"Yang jujur dong , aku gak mau lagi dibohongi terus sama kamu" , jawab Frescha.
__ADS_1
"Kapan juga aku bohongi kamu?" , jawab Jeremi.
"Siapa tau ketika kamu bersama dengan aku , kamu masih mencari wanita-wanita itu" , ucap Frescha.
"Sejak aku bersama dengan kamu , aku gak pernah bersama yang lain lagi sayang , karena hanya kamu yang bisa memberikan aku kenikmatan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya" , ucap Jeremi.
"Maksudnya sayang?" , tanya Frescha yang gak mengerti dengan ucapan suaminya.
"Karena kamu memberikan keperawanan kamu kepada aku" , ucap Jeremi.
"Memangnya cewek-cewek yang sebelumnya yang tidur sama kamu itu sudah gak perawan" , jawab Frescha.
"Iya sayang , mereka sudah banyak tidur dengan lelaki lain , makanya dulu aku hanya bersenang-senang saja dengan mereka" , jawab Jeremi.
"Sekarang awas ya kalau kamu ketahuan pergi dengan wanita lain lagi , aku pastikan akan meminta cerai dengan kamu" , ucap Frescha.
"Jangan ngomong seperti itu sayang , aku pasti gak akan pergi dengan wanita lain , sudah ada kamu dan anak kita , gak mungkin aku mencari wanita lain lagi" , jawab Jeremi.
"Baiklah" , jawab Frescha.
********
"Sayang , kita pergi makan lagi yuk , aku sudah lapar" , ucap Charlie sambil masuk ke dalam ruangan Alexa dan anaknya.
"Iya mas" , jawab Alexa sambil merapikan mainan Bulan yang sedang dimainkannya dengan anaknya saat itu.
"Aku sudah mengirimkan uang bulanan buat Frescha lagi sayang , tadi aku juga sudah mengabarinya" , ucap Charlie.
"Hal seperti itu gak perlu kamu laporkan sama aku terus mas" , ucap Alexa sambil menggendong anaknya.
"Tapi aku ingin kamu tau sayang , jadi nanti gak ada salah paham diantara kita" , ucap Charlie sambil memeluk bahu Alexa.
"Aku percaya kok sama kamu mas , kamu pasti gak akan melakukan hal yang bisa membuat aku marah" , ucap Alexa sambil tersenyum.
"Ya pasti sayang , aku takut melihat kamu marah seperti waktu itu" , jawab Charlie sambil mengingat masalah dia dijebak di hotel dulu dengan Katherine.
"Baiklah mas , ayo kita jalan lagi" , ucap Alexa sambil tersenyum.
"Kali ini mau makan dimana sayang?" , tanya Charlie sambil memeluk pinggang istrinya berjalan keluar dari AH Konveksi.
"Aku pengen sop daging saja mas" , ucap Alexa.
__ADS_1
"Baiklah sayang" , ucap Charlie sambil menjalankan mobilnya menuju ke restoran yang diinginkan oleh istri tercintanya.