
Charlie dan Reni yang sudah berada di rumah sakit malam itu...
"Apakah bapak adalah suami dari pasien?" , tanya dokter Ayu pada malam itu.
"Bukan dokter saya bos di tempat dia bekerja" , ucap Charlie.
"Oh , baiklah , setelah kami cek , karyawan bapak sedang hamil dan usia kandungannya sudah 5 minggu" , ucap dokter Ayu.
"Kamu harus segera memberitahukan berita ini kepada suami kamu" , ucap Charlie.
"Iya pak" , jawab Reni.
"Karena kondisinya masih lemas , lebih baik biar istirahat dulu disini sampai pagi , baru pulang ke rumah" , ucap dokter Ayu.
"Baik dokter" , jawab Charlie.
"Kenapa suami kamu sudah di telpon gak angkat ponselnya?" , tanya Charlie sambil duduk di kursi yang ada di samping ranjang Reni.
"Suami aku kerja malam Charlie" , jawab Reni.
"Apa pekerjaan suami kamu?" , tanya Charlie.
"Dia pengantar minuman di klub malam".
"Dari mana kamu bisa mengenalnya?" , tanya Charlie.
"Setelah aku diberhentikan dari AH Konveksi , aku kerja di klub malam , makanya aku bisa kenal dengan dia" , jawab Reni.
"Oh , baiklah" , ucap Charlie yang sudah gak mau tau lagi masalah pribadi Reni.
"Apa nona muda gak marah kamu menemani aku di rumah sakit tengah malam seperti ini?" , tanya Reni.
"Gak" , jawab Charlie berbohong.
"Syukurlah , aku sangat takut kalian masih marah sama aku" , ucap Reni.
"Sekarang kamu istirahat saja" , jawab Charlie.
"Baiklah" , jawab Reni sambil menutup matanya.
"Coba kalau dulu kamu perhatian seperti ini kepada aku Charlie , tapi...meskipun kamu perhatian sama aku sekarang , aku juga tau kalau ini hanya sebagai tanggung jawab kamu sebagai pemimpin dengan anak buahnya" , ucap Reni dalam hatinya.
Setelah beberapa jam berlalu , ponsel Reni berbunyi , Charlie melihat Reni masih tertidur disana.
Charlie pun mengambil ponsel Reni dari tasnya dan menjawab telponnya.
"Halo" , jawab Charlie.
"Halo , maaf anda siapa ya? Kenapa bisa mengangkat ponsel istri saya?" , ucap Andi.
"Saya Charlie bos nya Reni , sebelumnya Reni pingsan saat bekerja dan sekarang sedang di rawat di rumah sakit xxx" , ucap Charlie.
"Baiklah , kalau gitu saya kesana sekarang" , jawab Andi.
"Iya" , jawab Charlie sambil memutuskan sambungan telponnya.
__ADS_1
.
.
Tidak lama , akhirnya Andi sampai juga di rumah sakit.
"Bagaimana kondisi istri saya pak?" , tanya Andi.
"Ternyata istri anda sudah hamil 5 minggu , dan sekarang kondisinya masih lemas , hanya disuruh istirahat disini malam ini , pagi juga sudah boleh pulang" , ucap Charlie.
"Baiklah , terima kasih pak" , ucap Andi yang bahagia mendengar berita kehamilan istrinya.
"Ok , kalau gitu saya pulang dulu ya , untuk administrasinya sudah saya selesaikan semuanya , begitu Reni bangun , dia sudah bisa langsung keluar dari rumah sakit" , ucap Charlie.
"Baik pak , terima kasih banyak ya pak" , ucap Andi.
"Iya , sudah menjadi tanggung jawab perusahaan juga" , ucap Charlie.
"Iya pak" , jawab Andi.
Charlie berjalan keluar dari rumah sakit menuju ke parkiran mobil dan menjalankan mobil untuk pulang ke rumahnya.
Melihat mobil Charlie sudah sampai di depan pagar , pak Tono langsung dengan sigap membukakan pagar hitam yang tinggi itu.
Charlie membawa mobilnya sampai ke halaman rumah dan turun dari mobil setelah mobilnya terparkir dengan rapi disana.
Charlie berjalan turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.
"Dari mana tuan muda?" , tanya mbok Siti yang sedang membersihkan disana.
"Baik tuan" , jawab mbok Siti.
Charlie berjalan masuk ke kamarnya dan melihat jam di dinding kamarnya.
"Sudah jam 5 pagi saja" , gumam Charlie sambil membuka bajunya dan mengganti celananya dengan celana pendek.
Charlie berjalan naik ke atas kasur dan masuk ke dalam selimut memeluk tubuh istrinya.
Alexa langsung terbangun begitu Charlie memeluk tubuhnya.
"Ngapain kamu peluk aku. Aku sedang gak mau di peluk sama kamu , kamu tidur aja diujung sana" , ucap Alexa.
"Jangan marah sayang" , ucap Charlie.
"Aku gak mau kamu pergi tadi mas , tapi kamu tetap memilih untuk pergi kan , sekarang jangan pernah memeluk aku lagi" , ucap Alexa.
"Aku akan tetap memeluk kamu" , ucap Charlie.
Alexa langsung melepaskan tubuhnya dari Charlie dan berjalan menuju ke kamar anaknya yang sudah direnovasi.
Charlie hanya bisa diam melihat istrinya keluar dari kamar.
"Kenapa kamu bisa se marah ini , karena aku pergi mengurus Reni yang sedang sakit?" , ucap Charlie.
Akhirnya Charlie yang sudah merasa lelah memilih untuk tidur di atas kasurnya.
__ADS_1
Pagi harinya Alexa terbangun dari tidurnya.
Alexa sangat galau pada saat itu.
"Bagaimana aku harus menghadapi mas Charlie? Aku kan masih marah sama dia" , gumam Alexa.
Tapi Bulan pasti sudah bangun , akhirnya Alexa berjalan menuju ke kamarnya dan melihat suaminya masih tertidur disana.
Alexa membawa Bulan yang sudah bangun menuju ke kamar mandi dan memandikan Bulan disana.
Selesai memandikan Bulan , Alexa melihat suaminya masih tidur dengan pulas di atas kasur.
Alexa langsung memakaikan baju Bulan dan setelah itu membawa Bulan ke bawah.
Sampai di bawah , Alexa berjalan menuju ke dapur.
"Makanan untuk Bulan sudah selesai belum mbok" , ucap Alexa.
"Sudah non" , jawab mbok Siti sambil memberikan makanan untuk Bulan.
Alexa membawa makanan Bulan sambil menggendong anaknya ke meja makan.
Alexa mendudukkan anaknya di kursi makan khusus untuk balita dan mulai menyuapi anaknya makan.
Charlie yang sudah bangun saat itu , mulai menggerakkan tangannya ke samping.
"Oh iya , Alexa kan lagi marah sama aku" , gumam Charlie sambil membuka matanya.
Charlie turun dari kasur dan berjalan mendekati box bayi Bulan.
"Ternyata Alexa sudah membawa anaknya keluar" , ucap Charlie.
Charlie menghirup nafasnya dan menghembuskan nya dengan kasar , lalu dia menuju ke lemari , mengambil bajunya dan berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Charlie yang sudah selsai mandi dan sudah rapi dengan baju kerjanya , mengambil tasnya dan berjalan menuju ke bawah.
Terlihat Alexa yang masih menggunakan piyamanya bermain dengan Bulan di ruang keluarga.
Charlie berjalan mendekati istrinya...
"Sayang , aku mau sarapan" , ucap Charlie.
"Ya kamu makan saja sendiri , mbok Siti juga sudah menyediakan semuanya di meja makan" , jawab Alexa tanpa melihat wajah suaminya.
"Aku mau di temani sama kamu sayang" , ucap Charlie.
"Kamu saja gak mau menemani aku tidur kemaren malam. Apakah aku harus menemani kamu?" , ucap Alexa dengan sinis.
"Aku mohon sayang , jangan marah lagi sama aku" , ucap Charlie sambil memeluk tubuh istrinya.
Alexa langsung melepaskan tubuhnya dari pelukan suaminya dan berdiri menjauh dari Charlie.
"Aku sudah bilang , jangan peluk aku , aku gak suka" , ucap Alexa dengan nada tinggi.
Mendengarkan suara Alexa yang keras disana , mbok Siti langsung berjalan keluar dari dapur dan melihat yang terjadi disana.
__ADS_1