
"Sayang , hari ini temani aku ke ATM ya , aku mau ambil uang" , ucap Frescha setelah mereka keluar dari kampus.
"Bukankah tabungan kamu sudah habis sayang?" , ucap Jeremi sambil mengerutkan keningnya.
"Kakak aku akan mengirimkan uang untuk aku setiap awal bulan sayang" , jawab Frescha sambil tersenyum.
Jeremi dan Frescha berjalan bersama masuk ke dalam mobil dengan bahagia.
Sampai di depan ATM...
"Sayang , aku ambil uang sebentar ya" , ucap Frescha.
"Baiklah sayang , aku tunggu disini saja ya" , ucap Jeremi.
Frescha menganggukkan kepalanya sambil berjalan memasuki tempat pengambilan ATM.
Kebetulan disana gak ada orang , jadi Frescha langsung bisa menggunakan mesin ATM.
Frescha memasukkan kartu ATM nya dan menekan pin disana.
Seketika wajah Frescha berubah menjadi suram melihat angka 50.000 disana.
"Apa kakak terlalu sibuk , jadi lupa mengirimkan uang untuk aku , tapi... kakak selama ini tidak pernah telat mengirimkan uang untuk aku" , ucap Frescha sambil mengambil kartunya disana.
Frescha melangkahkan kakinya keluar dari ruangan ATM dengan wajah yang sedih.
Jeremi yang melihat wajah istrinya , langsung mengerutkan keningnya.
"Kamu kenapa sayang?" , tanya Jeremi ketika Frescha sudah masuk ke dalam mobil.
"Kakak aku belum mengirimkan uang sayang" , ucap Frescha.
"Ya sudah , kita kan masih ada uang hasil pemberian dari tamu undangan kemaren" , ucap Jeremi.
"Bukankah uang itu akan kita jadikan modal untuk berdagang?", ucap Frescha.
"Sekarang kita juga belum tau mau berdagang apa , aku juga sampai sekarang masih mencari pekerjaan" , ucap Jeremi.
"Baiklah , sekarang kita makan apa?" , tanya Frescha.
"Kamu mau makan apa?" , tanya Jeremi.
"Bagaimana kalau kita makan di rumah mama aku , sekalian kita mengambil barang aku yang masih tertinggal disana" , ucap Frescha.
"Boleh juga sayang , jadi paling gak kita bisa hemat uang satu kali makan" , ucap Jeremi.
Frescha pun menganggukkan kepalanya.
Sampai di rumah , Frescha dan Jeremi turun dari mobil dan berjalan menuju ke warung makan mamanya , karena warungnya masih buka.
"Ma...pa..." , sapa Frescha dan Jeremi bersamaan.
"Iya nak , tumben kalian pulang ke rumah" , ucap mama Vivi.
__ADS_1
"Aku mau mengambil barang aku yang masih ada di kamar ma" , jawab Frescha.
"Kalian sudah makan nak?" , tanya papa Teddy.
"Belum pa , tadi begitu pulang dari kampus , kami langsung kesini" , jawab Frescha.
"Kalian makan dulu , tapi ya apa adanya saja ya" , ucap papa Teddy.
"Iya gak masalah kok pa" , jawab Jeremi.
"Kalian ambil sendiri saja ya makanan yang mau kalian makan , papa dan mama masih mau melayani pelanggan dulu" , ucap mama Vivi.
"Iya ma" , jawab Frescha dan Jeremi bersamaan.
Frescha mengambilkan makanan untuk suaminya dan setelah itu dia mengambil makanan untuknya sendiri , lalu Frescha membawa piring makanan ke tempat Jeremi duduk.
Frescha makan bersama dengan suaminya disana.
"Masakan mama kamu enak banget sayang" , ucap Jeremi.
"Iya makan yang banyak ya sayang" , ucap Frescha sambil tersenyum.
Tidak lama papa Teddy berjalan mendekati anaknya dan duduk di sana.
"Apa kalian hidup baik-baik saja setelah menikah?" , tanya papa Teddy.
"Kami baik-baik saja pa" , jawab Frescha dan Jeremi.
"Tapi kenapa papa lihat Frescha semakin kurus setelah kalian menikah".
"Bukankah setelah menikah kamu bilang aku akan hidup nyaman seperti putri , tapi kenapa kedengarannya kehidupan yang kamu jalani berbeda dengan yang kamu katakan sebelumnya?" , ucap papa Teddy.
"Papa Jeremi memberikan kami rumah sederhana pa dan kami tidak dikasih pembantu" , ucap Frescha dengan lirih dan juga rasa bersalah kepada papanya.
"Kamu harus bisa belajar menjadi istri yang baik ya nak , sebagai seorang wanita , kamu memang harus bisa mengerjakan semua itu" , ucap papa Teddy yang mengetahui anaknya sedang sedih , tapi tidak mau memperlihatkannya kepadanya.
"Iya pa" , jawab Frescha.
Jeremi dan Frescha yang sudah selesai makan...
Frescha langsung mengangkat piring kotor mereka dan mencuci piring kotor mereka dan juga piring kotor yang ada disana.
Mama Vivi dan papa Teddy cukup tersentuh melihat anaknya mencuci disana.
Dulu begitu Frescha diminta untuk mencuci piring , dia pasti akan mengomel sambil mengerjakannya , sekarang setelah dia menikah , tanpa disuruh dia langsung mencuci piring disana.
"Ma , aku mau ambil barang aku dulu ya di kamar" , ucap Frescha.
"Iya nak" , ucap mama Vivi.
Frescha dan Jeremi berjalan masuk kedalam rumah sampai ke kamar Frescha.
"Ma , ternyata anak kita hidupnya gak seperti yang dia bilang awalnya , mereka diberikan rumah sederhana dan Frescha harus mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri" , ucap papa Teddy.
__ADS_1
"Ya bagus dong pa , jadi anak itu tau bagaimana dia harus mengurus rumah , dulu mana mau dia membersihkan rumah , mama minta tolong menyapu atau mencuci piring saja , selalu marah-marah" , ucap mama Vivi.
"Iya ma , tapi kalau dia mengerjakan semua itu , apa dia bisa lulus kuliah dengan nilai yang bagus?" , ucap papa Teddy.
"Biarpun dia gak mengerjakan semua pekerjaan itu , dia juga gak pernah belajar pa , taunya hanya bercinta dengan Jeremi , sekarang biarkan saja dia merasakan hidup seperti itu , biar dia tau juga bagaimana harus menjalani hidup" , ucap mama Vivi.
Akhirnya papa Teddy memilih untuk diam , sebenarnya dia gak tega melihat putri satu-satunya hidup seperti itu , tapi apa yang dikatakan oleh istrinya ada benarnya juga.
"Ma...pa...kami pulang dulu ya" , ucap Frescha dan Jeremi setelah memasukkan barang-barang Frescha di mobil.
"Iya nak , kalau kalian gak sempat masak , kalian boleh datang makan disini ya" , ucap papa Teddy.
Frescha langsung berjalan dan memeluk tubuh papanya.
"Terima kasih pa" , jawab Frescha sambil menitikkan air matanya.
Papa Teddy sangat sedih melihat anaknya yang sudah mengeluarkan air mata , memperlihatkan dengan sangat jelas bahwa anaknya mengalami kesulitan setelah mereka menikah , tapi papa Teddy juga ingin supaya anaknya bisa belajar mandiri.
"Iya nak , sudah jangan nangis gitu , nanti cantiknya hilang" , ucap papa Teddy.
"Iya pa" , jawab Frescha.
Setelah itu Frescha berjalan bersama dengan suaminya masuk kedalam mobil dan menuju ke rumah mereka.
"Papa gak tega melihat anak kita ma , kelihatan dia sangat kesulitan tinggal sendiri" , ucap papa Teddy setelah Frescha dan Jeremi pergi dari sana.
"Tapi kita harus bisa membiarkannya pa , biar dia juga sadar , jangan sombong dan suka-suka seperti dulu" , ucap mama Vivi.
"Iya ma" , jawab papa Teddy.
********
Malam itu , Frescha dan Jeremi yang sudah selesai mandi , mulai naik keatas kasur mereka.
"Sayang , gak mungkin kan kakak aku gak mengirimkan uang lagi untuk aku , setelah kita menikah" , ucap Frescha sambil meletakkan kepalanya di dada Jeremi.
"Aku mana tau sayang , aku saja sejak kita menikah sudah ditarik semua kartu kredit yang papa berikan kepada aku" , ucap Jeremi.
"Kalau kakak gak mengirimkan uang kepada aku , apakah aku harus menanyakannya?" , tanya Frescha.
"Kita lihat saja beberapa hari lagi sayang , kalau dalam beberapa hari lagi kakak kamu masih juga gak mengirimkan uang untuk kamu , berarti kakak kamu sama dengan papa aku" , ucap Jeremi sambil membelai kepala Frescha.
"Kenapa setelah menikah kita jadi susah begini sayang?" , ucap Frescha sambil menitikkan air matanya.
"Apa kamu menyesal sudah menikah dengan aku yang gak bisa memberikan segalanya buat kamu sayang?" , tanya Jeremi.
"Gak sayang , aku mencintai kamu aku gak menyesal menikah dengan kamu , aku cuma sedih dengan keadaan kita setelah kita menikah" , jawab Frescha.
"Kamu yang sabar ya sayang , 2 tahun lagi juga kita sudah lulus kuliah , saat sudah lulus...untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih mudah" , ucap Jeremi.
"Iya sayang , tapi dalam 2 tahun ini apakah kita bisa bertahan hidup dengan uang yang kita punya sekarang?" , tanya Frescha.
"Kita lihat nanti saja ya sayang , aku juga akan terus mencari pekerjaan" , ucap Jeremi.
__ADS_1
Frescha pun menganggukkan kepalanya.